Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 14
Alice menjadi sangat kesal karena 2 karyawannya tidak ada yang mau menjelaskan kenapa bisa ada 2 jadwal di ruang meeting. Alice menghela napasnya dengan berat, di sisinya sebelah kanan juga ada Maria mereka berdua benar-benar sangat kesal.
“Jadi kalian tidak ada yang ingin menjelaskan? Jika saya yang turun tangan kalian akan mendapatkan sanksi yang berat.. karena kalian sudah membuat nama restoran saya tidak berkompeten seperti ini.” Ucap Alice dengan tegas.
2 karyawannya masih tetap terlihat diam, tidak ada yang ingin menjelaskan. Sampai akhirnya Alice benar-benar tidak bisa menahan diri lagi karena ia sudah terlalu kesal..
“Baik.. tidak perlu kalian jelaskan lagi, silakan keluar dari ruangan saya dan tunggu sanksi dari saya. Keluar kalian!!” Bentak Alice karena sudah terlalu kesal.
Kedua karyawan itu dengan ketakutan langsung keluar, Alice juga meminta tolong ke Maria agar check sekali lagi untuk Room Meeting 1 di tanggal 13 itu kosong apa sudah terisi sebelum ia konfirmasi ke pihak yang bersangkutan..
Beruntungnya Room Meeting 1 di tanggal 13 kosong dan akan terisi di tanggal 14. Alice langsung konfrimasi ke salah satu pihak yang jadwalnya double.
Percakapan di telepon;
Alice: Halo selamat sore dengan ibu Kiki saya berbicara? Saya Alice dari Restoran Rose.
Ibu Kiki: Halo.. selamat sore, iya dengan saya sendiri. Jadi gimana nona?
Alice: Saya ingin meminta maaf karena ada miss komunikasi dari pihak kami, ketika pihak anda memesan meeting room ternyata meeting roomnya sudah terisi di tanggal 13 di jam 11 siang. Saya sudah melihat dari pihak kalian berjumlah 35 orang, apa bisa saya pindahkan yang awalnya pihak anda di meeting room 2 ke meeting room 1? Ruangannya lebih luas dari meeting room 2
Ibu kiki: Saya tidak bisa memutuskan sekarang, sebentar ya nona saya konfirmasi dulu ke atasan saya. Apa anda bisa menunggu sebentar?
Alice: Baik bu, saya bisa menunggu..
Ibu Kiki: Tunggu sebentar ya nona.
Alice sangat lega karena pihak pak Lucas tidak marah - marah, iya akan memberikan yang terbaik sebagai kompensasi untuk kesalahan karyawannya ke pihak pak Lucas. Alice menunggu selama 10 menit..
Ibu Kiki: Halo nona Alice..
Alice: Halo ibu Kiki, gimana bu?
Ibu Kiki: Atasan saya setuju dengan nona memindahkan meeting room kami menjadi meeting room 1.
Alice merasa sangat lega mendengar pihak pak Lucas setuju dengan solusinya.
Alice: Terima kasih ya bu.. oh iya mengenai konsumsinya apa ada catatan khusus bu?
Ibu Kiki: Tidak ada catatan khusus nona, cuma apa boleh di ujung ruangan dekat tempat duduk utama di buatkan area kecil untuk anak seusia 8 tahun?
Alice: Bisa bu.. kalau boleh tahu anaknya suka kegiatan apa ya? Jadi agar bisa saya siapkan apa yang dia suka..
Ibu Kiki: Oh.. Tuan kecil suka mengambar sesuatu dan mewarnai nona.
Alice: Baik akan saya persiapkan bu, terima kasih ya bu.. dan saya minta maaf atas miss komunikasi ini ya bu, jadi merepotkan ibu.
Ibu Kiki: Tidak apa - apa nona terima kasih sudah memberi konfirmasi sebelum anda memindahkan ruangan rapat kami ke ruangan lain..
Alice: Baik sama - sama ibu, jangan kapok ya bu untuk selalu reservasi ruang rapat di restoran kami.
Ibu Kiki tertawa mendengar apa yang Alice ucapkan.
Ibu Kiki: Tidak akan kapok kok nona, terima kasih sudah mau membantu saya untuk memberikan kenyaman untuk tuan muda kecil.
Alice: Sama - sama bu.. jika saya bisa, akan saya bantu dengan senang hati.
Ibu Kiki: Baiklah, sampai ketemu di ruang rapat ya nona.. selamat sore.
Alice: Baik bu.. selamat sore.
Panggilan itu berakhir, Alice menghembuskan napas lega karena sudah menyelesaikan masalah yang terjadi akibat dari karyawannya tidak melihat - lihat jadwal reservasi meeting room.
“Bagaimana?” Tanya Maria yang masuk ke ruangan Alice.
“Untungnya mereka tidak marah dan komplain.. tolong buatkan reservasi ulang atas nama Pak Lucas di meeting room 1 dan besok aku harus belanja sedikit, karena mereka request di buatkan tempat untuk anak 8 tahun menunggu jalannya rapat.” Jawab Alice.
“Baik besok kita akan ke Mall mencarinya.” Ucap Maria.
“Maria tolong kamu potong gaji mereka, terserah berapa persen tapi kalo bisa jangan lebih dari setengah dari gaji mereka.” Ucap Alice sambil menghela napas panjang..
“Tolong panggilkan mereka lagi ya, Mar.” Ucap Alice lagi.
Maria hanya mengangguk pelan dan langsung memanggil mereka kembali ke ruangan Alice. Ketika mereka ke ruangan Alice, Alice sudah berdiri membelakangi mereka. Alice melihat ke arah jendela besar yang menghadap ke taman restorannya.
“Saya sangat kecewa karena hanya demi pertemanan kalian hampir membuat nama restoran saya ini jelek. Apa selama ini saya memperlakukan kalian seperti apa yang perempuan itu ceritakan? Kalian harusnya lebih tahu siapa yang salah dan benar.. tapi kenapa kalian malah terlihat menyalahkan saya dan membuat saya kecewa ke kalian.” Ucap Alice tanpa melihat karyawannya.
Deg
Nita dan Tina langsung terkejut mendengar apa yang di katakan Alice, memang mereka sengaja melakukan hal itu karena kesal ke Alice yang membuat Natalie masuk penjara. Padahal mereka tahu apa yang di lakukan oleh Natalie dan Silvie itu salah.. tapi karena kasihan dengan Natalie, mereka dengan sadar telah membuat tempat mereka mencari rezeki hanpir terkena masalah.
“Saya menerima kalian, karena saya merasa kalian butuh pekerjaan dan kalian orang yang jujur tanpa memandang kalau kalian itu teman baiknya Natalie. Padahal kalian juga tahu gimana selama ini Natalie memperlakukan saya dan adik - adik saya. Tapi kalian berdua tetap melakukan hal yang membuat saya kecewa.” Ucap Alice lagi.
Nita dan Tina tidak bisa menjawab dan merasa bersalah karena sudah membuat Alice kecewa padahal selama mereka bekerja di sini Alice sangat loyal ke karyawannya, ia tidak segan untuk memberikan bonus atau traktir makan ke mereka semua.
“Sudahlah kalian pulang, sudah waktunya pulang.” Ucap Alice lagi
Mereka benar - benar tidak berani untuk menjelaskan atau membalas, mereka langsung keluar dari ruangan Alice dengan perasaan bersalah.