NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

"Apa Bapak bilang? Bapak ngatain goa kupu kupu saya itu kecil? Nyatanya kecil kecil bisa membuat tubuh Bapak itu gemetaran. Sok sokan ngatain!" Maura mulai naik pitam.

"Ya ... Ya udah buruan sana di bersihin, habis itu aku bantu buat memakai celana dalam."

"Andai saja kamu tahu Maura, aku benar benar tidak berpengalaman dalam hal ini. Sebagai pria yang sudah berumur dan juga normal, aku takut kalau sampai diriku di kuasai oleh gejolak hawa panas yang tak seharusnya muncul. Dan aku sampai kebablasan dan melakukan hal lebih, tentu saja aku mempunyai nap su. Tapi kan bukan dengan mu, apalagi lagi kamu itu anak mendiang Naura, aku merasa memiliki kewajiban untuk menjaga mu." gumam Vince dalam hatinya.

Ntah kenapa Maura merasa kesal dan juga tersinggung, kala gurunya yang ia cap aneh itu, mengatakan jika goa kupu kupunya itu kecil.

Tiba tiba senyuman miring nan licik tercetak di wajah Maura, ia ingin sekali untuk mengerjai gurunya itu.

"Pak Pin, aku gak bisa nih membersihkan goa kupu kupu sendiri! Bantu dong, soalnya bener kata bapak. Kalau goa kupu kupu saya itu memang terlalu kecil, di keadaan punggung ku yang sakit begini. Aku sangat kesulitan untuk membungkuk," ucap Maura berpura pura tidak berdaya.

Glek! Vince menelan ludahnya yang kelu.

Tubuhnya yang sudah kembali tenang, agaknya sekarang kembali bergetar.

"Ma ... Maura, aku sudah tidak bisa membantu mu! Biarkan aku keluar dari dalam kamar mandi ini! Akan ku panggilkan seorang suster wanita. Buat dia yang akan membantu mu," ujar Vince dengan nada terbata bata.

Sontak Maura pun terkekeh, melihat tubuh gurunya yang terlihat gemetaran.

"Memang benar, mengerjai orang yang punya kelainan itu seru!" gumam Maura dalam hatinya, karena ia itu mengira jika Vince itu belok, alias hanya menyukai sesama jenis.

"Maura kok diam saja sih! Ya udah bapak keluar, bapak panggil kan seorang Suster," ujar Vince lagi, tanpa menunggu jawaban dari Maura, ia pun buru buru keluar dari dalam kamar mandi itu.

"Oh my God, sekarang aku tahu kelemahan Pak Pin. Orang dengan kelainan seperti itu, pasti sangat jijik dengan ku. Aku harus menggunakan kelemahan Pak Pin dan membuat dia terus membantu ku." Naura berbicara dengan dirinya sendiri dengan suara yang terdengar pelan.

Sementara itu, Vince masih berdiri di balik pintu seraya mengatur nafasnya yang ngos ngosan. Bahkan berkali kali Vince terlihat mengelus elus dadanya, karena jantungnya sekarang berdegub sangat kencang.

Setelah tubuhnya benar benar tenang, Vince pun berjalan ke arah pintu untuk mengambil suster yang berjaga.

****

***

Di ruangan inap yang lain.

"Aron, tadi harusnya kamu itu buat aku seruangan sama Maura. Kasihan Maura tidak ada yang jaga!" keluh Cherly sembari memaksa dirinya sendiri untuk bangkit dari tidurnya.

"Sayang, tolong jangan memaksakan dirimu sendiri! Kamu boleh sesayang dan sepeduli itu dengan Maura. Tapi kamu juga harus memperdulikan kesehatanmu juga. Kamu tidak dengar apa yang tadi dokter katakan padamu, kalau saat ini kamu itu harus istirahat total. Kandungan kamu itu sangat lemah, dan kamu harus bed rest sekarang!" jelas Aron.

"Ta - tapi ..." kilah Cherly.

Jari telunjuk Aron langsung ditempelkan pada bibir istrinya.

"Jika Maura anak kandung kita pun, aku juga akan melakukan ini. Tadi kan kamu bersikukuh bilang sama dokter, kalau kamu ingin mempertahankan kehamilan yang sangat berisiko ini. Ya, kamu harus menuruti semua yang dokter katakan, kan tadi dokter sudah menjelaskan. Kalau sampai terjadi masalah, yang bahaya itu bukan hanya anak dalam kandungan mu. Tapi nyawamu juga jadi taruhannya. Aku mohon sayang mengertilah, pasti Maura anak angkat kita akan mengerti."

Aron melanjutkan dengan cemas, "Lagian barusan aku cek, masih ada Vince yang menemani Maura di sana. Dan kamu kan tahu sendiri, kalau bersama dengan Maura pasti kamu akan lupa istirahat, karena saking asyiknya obrolanmu itu dengan Maura."

Aron menarik napas dalam-dalam, lalu memandang Cherly dengan intens, seolah mencoba menyampaikan betapa pentingnya situasi ini.

Cherly pun merasa terharu dan menyadari bahwa keselamatan dirinya dan bayi dalam kandungannya lebih penting daripada menemani Maura saat ini.

"Terima kasih, Aron," bisik Cherly lemah, "Aku akan berusaha untuk istirahat total demi bayi kita."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!