NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Terowongan

"Cepat, kita tidak punya banyak waktu!" seru Azzura sambil memungut kalungnya dan memakainya kembali. Suara sirine sihir mulai bergema dari lantai atas perpustakaan, menandakan bahwa sistem keamanan akademi telah mendeteksi pertempuran mereka.

"Pintu tangga terkunci dari luar dengan segel sihir tingkat tinggi!" teriak Luna setelah mencoba mendorong pintu keluar. "Kita terjebak!"

Olivia segera berlari mengelilingi ruangan, jemarinya menyentuh dinding batu yang dingin. "Pasti ada jalan keluar lain. Orang tua kita tidak mungkin menjebak kita di sini tanpa lubang pelarian."

Vera memejamkan mata, ia menempelkan telinganya ke lantai dan mulai berbisik. "Teman-teman kecilku... di mana jalan keluar yang tidak terkunci?"

Sesaat kemudian, seekor tikus tanah berbulu perak muncul dari balik retakan dinding dekat patung naga. Tikus itu mencicit kencang ke arah Vera. "Vera, dia bilang ada terowongan tua di belakang meja batu ini, tapi tertutup oleh mekanisme berat!"

"Rachel, bantu aku!" seru Vera.

Vera menggunakan kekuatan Tanah-nya untuk melunakkan dinding di belakang meja batu, sementara Rachel menciptakan tekanan Udara yang sangat kuat untuk mendorong bongkahan batu tersebut dari dalam.

KREEEAK... DUUM!

Sebuah lorong sempit dan gelap terbuka. Lorong itu terlihat sangat tua, dengan akar-akar pohon yang menggantung di langit-langitnya.

"Ayo, masuk! Cepat!" perintah Azzura. Satu per satu mereka masuk ke dalam terowongan sempit itu, dengan Azzura sebagai yang terakhir. Sebelum masuk, ia melihat sekali lagi ke arah Profesor Elian yang masih pingsan. Dengan satu lambaian tangan, Azzura melepaskan percikan Listrik ke arah mekanisme pintu tangga, merusaknya sepenuhnya agar tidak ada yang bisa menyusul mereka dengan mudah.

Di Dalam Terowongan Rahasia

Terowongan itu sangat lembap dan berliku. Mereka harus berjalan merunduk di beberapa bagian. Olivia menggunakan kekuatannya untuk membuat akar-akar di sekeliling mereka bersinar redup, memberikan pencahayaan hijau yang menenangkan.

"Kira-kira terowongan ini tembus ke mana?" tanya Luna sambil merapatkan jubahnya yang terkena tetesan air tanah.

"Kalau melihat arahnya, kita sedang bergerak menuju bagian belakang akademi," jawab Vera yang memimpin jalan di depan. "Arahnya... persis menuju menara jam asrama kita!"

Mendengar itu, semangat mereka kembali bangkit. Pesan ayah Azzura benar-benar merupakan peta jalan yang sempurna. Namun, di tengah perjalanan, tanah di bawah mereka mulai bergetar hebat.

"Apa itu? Gempa?" tanya Rachel panik.

"Bukan... itu sihir pelacak," bisik Azzura. "Dewan senior pasti sedang berusaha membongkar paksa perpustakaan tua. Kita harus lebih cepat!"

Tiba-tiba, lorong di depan mereka berakhir pada sebuah pintu kayu tua yang tampak rapuh. Saat Vera mendorongnya, mereka terkejut. Mereka keluar tepat di ruang bawah tanah penyimpanan barang-barang asrama mereka sendiri.

"Kita sampai!" seru Olivia lega.

Namun, kegembiraan mereka terhenti saat melihat ke arah jendela kecil di ruangan itu. Langit Euthopia yang biasanya ungu kini mulai dihiasi oleh garis-garis merah darah.

"Gerhana Merah..." bisik luna dengan wajah pucat. "Prosesnya sudah dimulai. Kita hanya punya waktu sedikit sebelum kegelapan benar-benar menyerap seluruh energi dunia ini."

"Belum, kita masih punya waktu," ucap Azzura sambil menghela napas lega, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu kencang. "Garis merah di langit itu baru pertanda awal. Gerhana puncaknya masih tiga hari lagi, tepat seperti kata Ayah."

Mereka berdiri di dalam ruang penyimpanan bawah tanah asrama yang remang-remang, saling berpandangan. Keadaan sedikit lebih tenang sekarang, meskipun ketegangan masih terasa di udara.

"Ayo ke menara jam!" ajak Rachel. "Kunci Mageia itu harus jadi milik kita sebelum mereka menemukannya."

Mereka segera berlari keluar dari gudang asrama, menaiki tangga spiral menuju puncak menara jam yang menjulang tinggi, di mana takdir Euthopia—dan jawaban atas seluruh hidup mereka—telah menunggu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!