NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Udara sore yang mulai mendingin menyapu wajah Calista saat ia melangkah keluar dari pusat perbelanjaan elit itu. Pertemuannya dengan Min Ho meninggalkan rasa getir yang tidak nyaman di kerongkongannya, seperti sisa racun yang menolak untuk larut. Ia menyadari satu hal yang sangat krusial: posisinya saat ini seperti berjalan di atas sehelai benang tipis di atas jurang yang dalam. Di satu sisi, ia memiliki Denis sebagai pelindung sekaligus pemegang kendali atas hidupnya, dan di sisi lain, ada predator seperti Min Ho yang siap menariknya jatuh hanya untuk memuaskan ego persaingan masa lalu.

Calista menarik napas panjang, mencoba menjernihkan pikirannya yang mulai berkabut oleh kekhawatiran. Ia tidak boleh ceroboh. Kontrak ini adalah satu-satunya napas bagi kesembuhan ibunya. Setiap sen yang mengalir untuk biaya rumah sakit, setiap fasilitas medis terbaik yang diterima sang ibu, semuanya bergantung pada kemampuannya menjaga stabilitas pernikahan sandiwara ini. Jika hubungan formalitasnya dengan Denis berakhir sebelum waktunya karena skandal atau campur tangan pihak ketiga seperti Min Ho, maka harapan ibunya untuk sembuh akan pupus seketika.

Selama perjalanan pulang di dalam mobil yang sunyi, Calista menatap pantulan dirinya di jendela. Cahaya lampu jalanan yang mulai menyala bergantian menerangi wajahnya, menonjolkan sorot mata yang kini jauh lebih tajam. Ia bukan lagi gadis lulusan SMA yang hanya bisa pasrah saat nasib buruk menimpanya. Ia menyadari bahwa di dunia kelas atas yang penuh intrik ini, kelembutan sering kali dianggap sebagai kelemahan yang mengundang penindasan.

"Aku tidak boleh lagi diinjak-injak. Tidak oleh Susi, tidak oleh Puput, dan tentu saja tidak oleh pria asing seperti Min Ho," bisiknya pada diri sendiri dengan nada yang penuh penekanan.

Ia mulai menyusun strategi dalam kepalanya. Selain memastikan pemulihan total sang ibu, ia harus memanfaatkan setiap detik keberadaannya di samping Denis untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin. Ia harus belajar bagaimana cara seorang penguasa berpikir, bagaimana cara menghadapi ancaman tanpa mengernyitkan dahi, dan bagaimana cara membalas penghinaan dengan keanggunan yang mematikan. Calista bertekad untuk membentuk karakter dirinya menjadi wanita yang begitu tangguh, sehingga kelak, ketika kontrak ini berakhir dan ia harus berdiri di atas kakinya sendiri, ia tidak akan pernah lagi menjadi korban dari kekuasaan siapa pun. Ia harus menjadi subjek dalam hidupnya sendiri, bukan sekadar objek dalam permainan pria-pria berkuasa.

Calista menyadari bahwa kecantikan hanyalah modal awal, namun kecerdasan dan ketajaman mental adalah senjata yang akan membuatnya bertahan. Ia mulai mempelajari gestur tubuhnya sendiri di depan cermin kecil, memastikan tidak ada getaran ketakutan yang tertangkap oleh lawan bicaranya kelak. Ia ingin setiap orang yang menatapnya merasakan segan, bukan sekadar ketertarikan fisik. Evolusi ini menyakitkan, namun perlu, karena di istana Satrya, kasih sayang adalah kemewahan, sementara kekuatan adalah kewajiban.

Ia merenung tentang betapa tipisnya batas antara menjadi istri dan menjadi tawanan. Namun, alih-alih meratapi nasib, ia memilih untuk mengasah duri-durinya. Ia mulai mengamati bagaimana Denis berbicara di telepon, bagaimana pria itu menegosiasikan angka-angka besar, dan bagaimana ia tetap tenang di bawah tekanan. Calista akan mencuri setiap teknik itu, mengubah dirinya menjadi versi wanita dari Denis Satrya dingin, tak terjangkau, dan selalu memegang kendali. Ia tahu, di dunia ini, hanya mereka yang memiliki kuku dan taringlah yang bisa tidur dengan nyenyak.

****

Begitu pintu penthouse terbuka, keheningan mewah menyambutnya. Namun, kali ini ada yang berbeda. Denis sudah berada di sana, duduk di sofa ruang tengah dengan tablet di tangannya. Jam masih menunjukkan pukul lima sore, sangat jarang bagi pria sesibuk Denis untuk sudah berada di rumah sepagi ini. Begitu melihat Calista masuk, Denis meletakkan pekerjaannya dan berdiri. Ada sebuah gurat kehangatan yang langka di wajah pria yang biasanya sedingin es itu.

"Kau sudah pulang? Bagaimana belanjamu?" tanya Denis dengan nada suara yang lebih lembut dari biasanya. Ia melangkah mendekat, memperhatikan wajah istrinya dengan saksama, seolah mencari sesuatu yang berbeda dari saat mereka berangkat tadi pagi.

Calista merasakan dadanya berdegup sedikit lebih kencang, namun ia tetap mempertahankan ketenangannya dengan disiplin tinggi. "Menyenangkan, Mas. Hanya mencari beberapa hal kecil untuk menyegarkan pikiran. Suasana di luar cukup bagus untuk menjernihkan kepala," jawabnya sambil tersenyum tenang.

Denis mengangguk perlahan, tangannya terangkat sejenak seolah ingin menyentuh bahu Calista sebelum ia menariknya kembali, mungkin masih merasa asing dengan gestur kasih sayang yang spontan. "Baguslah. Aku ingin kau merasa nyaman di sini. Jika kau butuh sesuatu, atau jika ada seseorang yang mengganggumu, katakan saja padaku. Jangan menyimpannya sendiri."

Kata-kata terakhir Denis membuat jantung Calista berdesir. Apakah Denis tahu? Apakah pengawalnya melapor? Namun, Calista memutuskan untuk tetap pada rencananya. Ia memutuskan untuk tetap bungkam soal pertemuannya dengan Min Ho. Memberitahu Denis hanya akan memperkeruh suasana, memicu perang terbuka antara dua singa bisnis, dan yang paling ia takuti membuat Denis berpikir bahwa ia tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Ia tidak ingin Denis menganggapnya sebagai beban yang harus terus diawasi.

Selain itu, ia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus selalu berlindung di balik punggung besar suaminya. Kemandirian adalah langkah pertama menuju ketangguhan yang ia impikan. Calista hanya ingin Denis melihat hasil akhirnya saja: seorang istri yang tidak bisa diruntuhkan oleh siapapun.

Ia memandang mata Denis dan melihat sebuah pengakuan bisu di sana sebuah rasa hormat yang mulai tumbuh. Ia tahu bahwa menceritakan tentang Min Ho hanya akan memberikan pria Korea itu panggung yang lebih besar dalam hidup mereka. Dengan tetap diam, ia justru sedang meredam kekuatan Min Ho dan menjaga martabat Denis tetap utuh.

"Terima kasih atas perhatiannya, Mas. Tidak ada masalah apa pun, semuanya terkendali," ucap Calista lembut sembari melangkah menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

Di balik punggung Denis, wajah Calista kembali mengeras penuh tekad. Ia tahu Min Ho tidak akan berhenti, namun ia juga tahu bahwa mulai saat ini, ia bukan lagi umpan. Ia adalah pemain. Permainan ini masih sangat panjang, dan ia baru saja selesai memperkuat fondasi bentengnya. Kedamaian di rumah Satrya adalah prioritasnya sekarang, dan ia akan melakukan apa pun untuk mempertahankannya, termasuk menyimpan rahasia dari suaminya sendiri demi tujuan yang lebih besar.

Ia sadar bahwa keterbukaan yang dipaksakan hanya akan meruntuhkan martabatnya di mata Denis yang menyukai kemandirian. Baginya, menyembunyikan pertemuan dengan Min Ho adalah bentuk perlindungan psikologis bagi mereka berdua, memastikan bahwa benih-benih kepercayaan yang mulai tumbuh di antara mereka tidak layu oleh kecurigaan yang tidak perlu.

1
partini
ngeri ini laki laki macam pesikopat
Sastri Dalila
👍👍👍 seruu juga thor
Sastri Dalila
👍👍👍seru kyknya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!