NovelToon NovelToon
Terpaksa Turun Ranjang

Terpaksa Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik ranjang/turun ranjang / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Harsa tak pernah membayangkan bahwa hari paling bahagia dalam hidupnya akan berubah menjadi luka yang tak akan pernah sembuh.
Di saat ia menanti kelahiran buah hatinya bersama sang istri tercinta, Nadin, takdir justru merenggut segalanya. Sebuah kecelakaan kecil di kafe menjadi awal dari tragedi besar. Nadin mengalami pendarahan hebat di usia kandungan sembilan bulan, memaksanya menjalani operasi darurat.

Di ambang hidup dan mati, Nadin tak memohon untuk dirinya sendiri.
Ia justru meminta sesuatu yang menghancurkan hati Harsa, memintanya untuk menikahi adiknya sendiri, Arsyi.

Demi putri mereka, Melodi.
Harsa menolak. Baginya, tak ada yang bisa menggantikan Nadin. Namun, permintaan itu menjadi wasiat terakhir sebelum Nadin menghembuskan napas terakhirnya.

Akankah, Harsa menepati janji pada wanita yang telah tiada atau justru mempertahankan hatinya pada masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi ini, tidak ada aroma masakan dari dapur. Tidak ada suara langkah ringan Arsyi yang biasanya sudah sibuk sejak subuh. Rumah terasa lebih tenang bahkan cenderung hening.

Di meja makan, hidangan sarapan telah tersaji rapi. Namun, jelas bukan buatan Arsyi. Semua tertata dengan standar pelayan rumah rapi, sempurna, tetapi tanpa sentuhan hangat yang biasanya terasa.

Harsa turun dari lantai atas dengan langkah tenang. Setelan kerjanya sudah rapi seperti biasa, wajahnya kembali menunjukkan ekspresi datar yang sulit ditebak.

Namun, saat ia melangkah mendekati meja makan, alisnya sedikit berkerut. Ia memperhatikan hidangan di atas meja, lalu melirik ke arah dapur.

“Ini bukan masakan Arsyi…” gumamnya pelan.

Mbak Sari yang berada di dekat sana segera menghampiri dengan sikap sopan. “Selamat pagi, Pak.”

Harsa mengangguk singkat. “Arsyi di mana?”

“Bu Arsyi ada di kamar Melodi, Pak,” jawab Mbak Sari.

Harsa terdiam sejenak.

Biasanya, di jam seperti ini, Arsyi sudah berada di meja makan, atau setidaknya menyapanya sebelum ia berangkat kerja namun pagi ini tidak ada. Seolah-olah wanita itu benar-benar menjalankan apa yang ia katakan semalam tentang menjaga jarak.

Harsa menarik kursi dan duduk, namun tangannya tidak langsung meraih sendok. Ia menatap kosong ke arah meja makan, pikirannya kembali pada kejadian malam sebelumnya, kata-kata yang ia ucapkan dengan penuh emosi.

“Aku tidak ingin kamu menungguku…”

“Jangan berharap lebih…”

Tanpa sadar, rahangnya mengeras.

“Pak … sarapannya?” tanya Mbak Sari hati-hati.

Harsa tersentak pelan. “Iya.”

Ia mulai makan, namun gerakannya terasa lebih lambat dari biasanya. Entah kenapa, makanan yang tersaji terasa hambar, meskipun secara rasa tidak ada yang salah.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan.

Harsa akhirnya meletakkan sendoknya, lalu berkata singkat, “Saya berangkat sekarang.”

Mbak Sari mengangguk. “Baik, Pak.”

Namun, sebelum benar-benar pergi, Harsa berdiri sejenak, seolah memikirkan sesuatu. Lalu ia berkata tanpa menatap langsung,

“Sampaikan pada Arsyi … saya sudah berangkat.”

Mbak Sari sedikit terkejut, namun tetap mengangguk. “Baik, Pak. Nanti saya sampaikan.”

Harsa tidak menambahkan apa pun lagi. Ia langsung berbalik dan melangkah keluar rumah.

Di lantai atas, di dalam kamar Melodi.

Arsyi sedang duduk di samping boks bayi, menggendong Melodi yang tampak tenang dalam pelukannya. Tangannya bergerak perlahan menepuk punggung bayi itu, sementara tatapannya kosong, seolah pikirannya jauh melayang.

Wajahnya terlihat lebih tenang pagi ini. Namun, bukan karena hatinya sudah baik-baik saja. Melainkan karena ia telah memutuskan sesuatu.

Ketukan pelan terdengar di pintu.

“Masuk,” ucap Arsyi lembut.

Mbak Sari masuk dengan senyum tipis. “Bu Arsyi, Pak Harsa sudah berangkat kerja.”

Arsyi mengangguk pelan. “Iya, Mbak. Terima kasih.”

“Beliau juga titip pesan…” lanjut Mbak Sari hati-hati. “Beliau bilang, untuk menyampaikan kalau beliau sudah berangkat.”

Arsyi terdiam sejenak. Namun, entah kenapa, itu tetap menyisakan rasa yang sulit dijelaskan.

“Baik, Mbak,” jawabnya akhirnya dengan suara pelan.

Setelah Mbak Sari keluar, Arsyi kembali menatap Melodi. Ia tersenyum tipis, meskipun matanya sedikit berkaca-kaca.

“Mulai sekarang … kita fokus berdua saja, ya,” bisiknya lembut. Tangannya mengusap kepala bayi itu dengan penuh kasih.

Mobil Harsa telah pergi meninggalkan halaman rumah itu, meskipun sesekali iya masih melirik ke arah rumahnya melalui kaca spion mobil. Harsa menghela napas berat entah karena menyesal atas ucapannya atau pada akhirnya lega karena Arsyi menjaga jarak.

1
Eva Karmita
dasar licik pelakor kegatelan semoga aja jebakan mu ngk berhasil dasar wanita gila pewaris otak setan 😤😏
Endang 💖
haraa siap2 kau di bodohin sama sekertaris mu, atau jgn2 pembatalan bisnis ini juga rencana dari rina
Nanik Arifin
Rina skretaris, tahu & sering berhubungan dg mitra" perusahaan. Rina dibalik pembatalan kerjasama.
caramu sungguh busuk, Ran
Nanik Arifin
Ayuk Harsa, kasih celah sekretarismu yg jatuh hati pdmu sejak dlu celah tuk masuk. biarkan rumah tanggamu, anakku & keluargamu hancur oleh hasutan Rani
Fitra Sari
lanjut Thor doubel up donk
mama
CEO ter oon masuk jebakan🤣..mudah2 jebakan ny berjalan dgn lancar,dan perceraian segera datang harsa..semangat buat rina..gas pool buat CEO goblok masuk perangkap mu..jgn ksih celah buat gagal🤣..baru kali ini baca nopelll CEO nny oon bin goblok🤭..gak punya detektip ato asisten apalagi kaki kan buat hendel masalah2 darurat🤣
neny
klau pun di beri obat perangsang,,smg dia lampiaskan sm istri nya
neny
smg harsa tdk terjebak ya sm ulat keket itu,💪💪😘
Teh Euis Tea
takutnya si harsa di jebak si rina minum obat perangsang
Rarik Srihastuty
fix ini akal2an Rina buat jebak di harsa
Ita rahmawati
fix kamu dikadalin SM buaya betina harsa² 🤦
kalo sampe kena berarti oblod sih 😂😂
Ikaaa1605
Yyyaaahhh dasar licik emng si rina
Dewi
si Rina keliatannya aja baik tpi dibelakang ada niat jahat
Aditya hp/ bunda Lia
Kan sudah jelas ini ulah si Rina dan dia mau ngejebak si idiot Harsa dasar CEO oon ntar kamu di kasih minum obat setan ....
Valen Angelina
smua kerjaan Rina ini mah.... liat pak harsa gmn cara atasinya....
axm
jangan jadi orang bodoh harsa,harus harsa jeli gerak gerik rina 🤭
Maryati ramlin
dobel up
Naufal Affiq
kalau kau percaya dengan omongan rina,berarti kau harsa orangbudik
Valen Angelina
pasti arsy yg disalahkan wkwkkw....
Eva Karmita
ini sudah pasti ulahnya si rina sekertaris gatal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!