NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Suasana lapangan yang tadinya formal mendadak berubah jadi panggung konser dadakan. Begitu MC bertanya siapa yang berani menyumbangkan suara, Melody—dengan jiwa petakilan Asha yang sudah tidak bisa dibendung lagi—langsung lari naik ke atas panggung sebelum ada yang sempat mencegahnya.

​"Tes, tes, satu... dua... Ehem! Halo warga SMA Garuda! Biar nggak tegang nunggu pengumuman juara, mari kita goyang dulu!" teriak Melody semangat lewat mikrofon.

​Rere dan Ghea yang berdiri di barisan depan langsung menutup wajah dengan kedua tangan. "Mel, turun, Mel! Malu-maluin silsilah keluarga Fanyera lo!" bisik Rere setengah berteriak, tapi Melody malah mengedipkan sebelah mata.

​Musik pun mulai mengalun. Melody tidak memilih lagu pop galau atau lagu barat aesthetic. Dia justru meminta operator memutar lagu dangdut dengan irama yang sudah di-remix menjadi aliran dangdut rock yang menghentak.

​"Terlena... aku terlenaaa...!"

​Melody bernyanyi dengan penuh penghayatan, suaranya ternyata lumayan oke, tapi gayanya itu lho! Dia berjingkrak-jingkrak di atas panggung, sesekali melakukan gerakan memutar mikrofon ala bintang rock legendaris. Rambutnya yang tergerai indah berkibar ke sana kemari, mengikuti irama musik yang makin kencang.

​"Gila... itu beneran Melody?!" Jigar melongo di pinggir lapangan, tangannya otomatis ikut menepuk paha mengikuti irama. "Asyik juga ternyata goyangannya!"

​"Dia bener-bener lupa ya kalau ada Kaisar di sini?" gumam Ghea lemas melihat sahabatnya yang sudah seperti kehilangan urat malu.

​Kaisar, Galen, dan anggota Amours lainnya berdiri tak jauh dari panggung. Galen tak bisa menahan tawa melihat tingkah absurd gadis itu, sementara Kaisar... matanya tak lepas dari sosok Melody yang sedang bersinar di bawah terik matahari.

​Wajah Kaisar tetap datar seperti tembok, tapi ia tidak membuang muka. Ia memperhatikan bagaimana Melody tertawa lepas di atas sana, sangat berbeda dengan Melody yang dulu selalu menatapnya dengan pandangan memelas minta dikasihani.

​"Buseet, asyik amat!" teriak siswa lain yang mulai ikut berjoget di bawah panggung.

​Melody yang sudah terlanjur "nyemplung" makin menjadi-jadi. Ia bahkan sempat menunjuk ke arah kerumunan Amours sambil menyanyikan lirik, "Kau membuatku terlenaaa~" lalu tertawa mengejek, membuat Galen geleng-geleng kepala dan Kaisar menyipitkan matanya tajam.

​"Masa bodo lah ya, yang penting gue happy!" batin Melody sambil terus berputar di panggung, benar-benar mengabaikan image anak sultan demi menyalurkan hobi terpendamnya.

Acara pengumuman berlangsung meriah. Seperti yang sudah diprediksi, Zoya naik ke atas panggung dengan senyum manisnya untuk menerima piala Juara 1 Olimpiade. Sementara itu, tim basket kelas mereka yang digawangi oleh Kaisar dan geng Amours juga menyapu bersih kemenangan. Sorak-sorai membahana, tapi Melody sudah tidak fokus.

​"Aduh, HP gue!" pekiknya pelan saat meraba saku yang kosong. Ia baru ingat ponsel mahalnya tertinggal di ruang olahraga saat ia pontang-panting berganti baju tadi pagi.

​Tanpa peduli kerumunan, Melody langsung memutar balik dan berlari sekencang mungkin menuju ruang olahraga. Rambutnya yang tergerai indah berkibar tertiup angin, menciptakan pemandangan yang membuat beberapa siswa menoleh, namun Melody hanya fokus pada tujuannya.

​Bruakk!

​Karena terlalu kencang berlari dan tidak memperhatikan belokan koridor, Melody menabrak sesuatu yang keras. Bukan tembok, tapi dada bidang seseorang yang terasa seperti batu karang.

​"Aduhh!" Melody memekik, tubuh mungilnya terpental ke belakang karena benturan itu.

​Ia sudah memejamkan mata, siap merasakan kerasnya lantai koridor untuk kedua kalinya hari ini. Namun, sebelum bokongnya mencium lantai, sebuah tangan kokoh menyambar pinggangnya dengan gerakan kilat, menariknya kembali hingga tubuh Melody menempel rapat pada dada orang tersebut.

​Deg.

​Melody membuka matanya perlahan. Jarak wajahnya hanya terpaut beberapa senti dari wajah orang yang menolongnya. Aroma parfum maskulin yang dingin dan mahal langsung menyeruak masuk ke indra penciumannya.

​Itu Kaisar.

​Mata tajam Kaisar menatap lurus ke dalam manik mata Melody. Tidak ada ekspresi, tidak ada senyum, hanya tatapan dalam yang seolah-olah bisa mengunci siapa pun yang melihatnya. Napas Melody memburu, bukan hanya karena habis berlari, tapi karena tekanan aura Kaisar yang begitu kuat saat jarak mereka sedekat ini.

​Hening sejenak. Suara riuh rendah dari lapangan terdengar menjauh, menyisakan suara detak jantung Melody yang berpacu tidak keruan. Tangan kaku Kaisar masih melingkar di pinggangnya, seolah enggan melepaskan atau mungkin sedang memastikan Melody tidak jatuh lagi karena kebodohannya sendiri.

​"Ceroboh," ucap Kaisar dengan suara berat dan rendah yang bergetar tepat di depan wajah Melody.

​Melody mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya yang sempat terbang ke planet lain. Duh, jantung... tolong dikondisikan! Jangan mau kalah sama pesona antagonis psiko ini! batinnya berteriak panik.

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!