NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:155k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bab 16

Langkah Kemuning terseok-seok saat mendengar mertuanya pingsan dan di bawa ke puskesmas oleh tetangganya. Walaupun dia marah kepada Bu Ratih yang sering menyakiti hatinya, dia masih punya tanggung jawab sebagai menantu. Terlebih lagi Aditya saat ini sedang berada di dalam penjara.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bu Ratih begitu Kemuning masuk ruang rawat.

Wanita paruh baya itu rupanya sudah sadar. Dia melotot penuh kebencian terhadap menantunya.

"Aku dengar ibu pingsan," jawab Kemuning, tenang.

"Ini semua gara-gara kamu!" teriak Bu Ratih sambil menunjuk kepada Kemuning. "Tega sekali kamu memenjarakan suamimu sendiri!"

Kemuning bergeming di tempatnya tak membalas ucapan Bu Ratih. Dia juga tidak menunjukan rasa bersalah atau pun bersikap arogan. 

"Cepat kamu cabut laporan itu. Keluarkan Aditya!" jerit Bu Ratih seperti orang yang tidak waras.

"Aku tidak akan pernah mencabut laporannya," ucap Kemuning tegas, lalu tersenyum tipis. "Karena Mas Aditya dan Lavanya pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu!"

"Pergi kamu dari sini!" Bu Ratih menunjuk ke luar ruangan itu. "Kamu bukan menantuku lagi!"

Mendengar itu Kemuning tidak sedih. Justru dia tersenyum, merasa senang. 

***

Berita tentang perselingkuhan dan penggerebekan Aditya semakin meluas. Nama Aditya sebagai juragan ayam potong yang dulu dihormati, kini disebut dengan nada sinis.

Bu Ratih tidak tinggal diam. Dengan wajah tegang dan langkah tergesa, ia mondar-mandir di depan ruang tunggu kantor polisi. Sejak Aditya di penjara, dia beberapa kali  menghubungi kerabatnya, meminta bantuan. Beruntung mendapatkan respon.

“Pokoknya Aditya harus keluar! Ibu enggak terima anak ibu diperlakukan kayak penjahat!” kata Bu Ratih dengan suara bergetar, antara marah dan panik.

“Kita harus sewa pengacara,” ucap salah satu kerabat Bu Ratih.

“Benar juga,” gumam Bu Ratih yang baru kepikiran hal itu. “Kalau begitu kita harus punya banyak uang untuk membayarnya.”

Keluarga besar pun mulai turun tangan. Mereka pun mengumpulkan uang. Bu Ratih sampai menjual semua perhiasan dan mobil milik Aditya yang baru dibeli tahun lalu.

Kemudian mereka mencari pengacara terbaik yang bisa mereka bayar. Segala cara ditempuh untuk mengeluarkan Aditya.

Beberapa hari kemudian, seorang pengacara bernama Burhan, datang menemui Aditya. Dia datang dengan penuh rasa percaya diri.

“Kami akan ajukan penangguhan penahanan,” kata Burhan singkat, namun tegas. “Tapi kamu harus mengikuti semua arahan ku.”

Aditya tersenyum dan mengangguk cepat. Untuk pertama kalinya sejak ditahan, ada secercah harapan di wajahnya.

Keluarga Lavanya pun melakukan hal yang sama. Mereka bekerja sama dengan Bu Ratih dan memberikan uang walau sedikit karena habis untuk pengobatan Pak Bagus yang terkena serangan stroke ringan.

Proses penangguhan tahanan itu tidak instan. Harus mengajukan berkas. Jaminan yang disiapkan. Lalu, melakukan negosiasi. Setelah melalui prosedur yang panjang dan melelahkan, penangguhan penahanan Aditya dan Lavanya pun dikabulkan.

Hari itu, pintu sel terbuka. Aditya melangkah keluar dengan wajah kusut, tetapi sorot matanya berubah. Itu bukan penyesalan, melainkan kemarahan yang dipendam.

Di luar, Bu Ratih langsung memeluknya erat dan tangisannya pun pecah. Ini air mata kebahagiaan.

“Adit, anak Ibu ... kamu enggak apa-apa, kan?” tanya Bu Ratih disela isak tangis dengan suara yang bergetar. Kedua tangannya menangkup wajah Aditya.

“Aku enggak akan tinggal diam, Bu,” gumam Aditya pelan. “Semua ini gara-gara Kemuning.”

Nama itu keluar begitu saja dari mulut Aditya penuh kebencian. Karena laporan istrinya ke polisi, sudah menghancurkan nama baiknya.

Tidak jauh dari sana, Lavanya juga keluar, dijemput oleh orang tuanya. Bu Dewi menangis melihat kondisi putrinya, sementara Pak Bagus hanya diam dengan wajah tegang, duduk di kursi roda.

“Akhirnya kamu bisa bebas,” ujar Bu Dewi tersedu-sedu sambil memeluk anak perempuannya.

“Kemuning harus membayar mahal atas perbuatannya kepadaku!“ desis Lavanya dengan mata memerah menahan amarah.

Bukannya menyesali perbuatannya kemarin, Lavanya justru menyimpan dendam dan kemarahan kepada Kemuning.

“Semua ini karena wanita mandul itu,” ucap Bu Dewi lirih, matanya memerah. 

Kabar bebasnya Aditya dari tahanan menyebar cepat, jauh lebih cepat daripada kabar saat ia ditangkap. Bukan karena kebenaran yang menang, melainkan karena uang yang berbicara. 

“Harta Bu Ratih habis dijual untuk membebaskan anaknya dari penjara,” ucap seorang wanita paruh baya memakai daster hitam.

“Ya, mau bagaimana lagi ... Aditya itu anak satu-satunya. Pastinya Bu Ratih akan melakukan segala cara untuk membebaskannya,” timbal wanita memakai daster merah.

“Menurutku, Aditya itu tidak tahu diri,” celetuk wanita berdaster biru. “Punya istri baik, malah selingkuh sampai zina. Terus Bu Ratih juga terlalu menuruti Aditya. Apa pun keinginannya selalu dikabulkan.”

Bukannya rasa simpati dan dukungan, diberikan warga kepada Bu Ratih dan Aditya, mereka malah menghujat.

Hari itu, Kemuning datang ke rumah Aditya dengan langkah pelan. Selama ini rumah itu selalu terkunci karena tidak ada penghuninya. Wanita itu tidak berniat tinggal lagi di sana, dia hanya ingin mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal. 

Namun, begitu Kemuning menginjakan kakinya di teras, suara Bu Ratih sudah lebih dulu menyambutnya.

“Kamu masih berani ke sini?” Nada suara wanita paruh baya itu begitu tajam, penuh kebencian yang tidak lagi disembunyikan.

Kemuning diam sejenak. Ia menatap ibu mertuanya, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan yang dulu pernah ia rasakan. Namun, kini tidak ada, yang tersisa hanya kebencian.

“Aku cuma mau ambil barangku, Bu,” jawab Kemuning pelan.

“Barang?” Bu Ratih tertawa sinis. “Kamu itu sungguh enggak tahu diri! Sudah mandul, enggak bisa kasih keturunan, masih mau ngerepotin anakku lagi!”

Dulu, kata-kata seperti itu bisa membuat Kemuning menangis semalaman. Namun sekarang, ia hanya berdiri diam. Rasa sakit, tentu saja ada, tetapi tidak lagi melemahkan dirinya

Dari dalam rumah Aditya keluar. Wajahnya terlihat lelah dan kusut, tetapi bukan karena penyesalan, melainkan marah karena harga dirinya yang terluka.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga karya temanku ini.

1
Ita rahmawati
aduh jgn² utusan keluarga Marisa itu
Dew666
🩵🩵🩵
Ita rahmawati
sedih
Sugiharti Rusli
entah apa tujuannya sekarang mengintai si Arya dan dirinya, apa si Marisa menyadari kalo Arya putranya,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya pihak Arkatama harus mulai waspada menjaga keselamatan adiknya sih ini, bisa jadi ini suruhan dari keluarga Marisa,,,
Sugiharti Rusli
tapi biasanya kalo ada orang asing datang seharusnya pihak pengamanan menanyakan tujuan mereka yah, apalagi sepertinya mereka orang profesional kan kalo lihat pakain dan cara berdiri tegapnya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata si Arya termasuk anak yang berpikir cepat yah, dia langsung minta dikirimkan cctv pada pihak pengamanan komplek,,,
Sugiharti Rusli
wah beruntung mereka bertemu tetangga satu komplek dan ada pengungjung minimarket yang memberi ancaman yah,,,
Rahma Inayah
mksh SDH up LG thor semangat thor nulis nya biar BS up trs.spt org suruhan Marisa mau merebut Arya dari Tama
Yeni Astriani
kayak nya keluarga emak kandungnya Arya yg kemarin ketemu Arka di Rumah Sakit
Heni Setiyaningsih
semangat Thor biar tiap hari double up atau crazy up 🤭😍
gina altira
lanjut thir
ken darsihk
orang orang nya Marisa kah ??
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
duh jangan² mau ngambil Arya..
Diana Dwiari
aduh,Arya mau diambil sama klrga nya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
udah gede malah mau direbut
Ummee
ada apa gerangan?
orang suruhan mak nya Arya kah?
gina altira
Itu suruhan ibu kandungnya Arya kah? Arya sudah besar sudah bisa memilih.
Sugiharti Rusli
wah sepertinya kekhawatiran Arka tentang keluarga ibu kandung si Arya mendekati kenyataan, entah apa maksud mereka mengikuti Kemuning dan Arya sampai minimarket,,,
Dini Anggraini
Q terharu sekali dengan pengorbanan ibu arkatama meskipun di khianati begitu dalam oleh suaminya dan pelakor tapi dia sedikitpun gak benci sama anaknya pelakor malah merawatnya dari kecil sampai besar dengan penuh kasih sayang dan tulus dia akan jadi garda terdepan bila ada yang menghina Arya bukan anaknya. Kak apa judul novelnya tentang ayah dan ibunya arkatama dan Aryasatya? 😍😍
🌸 Sunshine 🌸: Enggak ada 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!