Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.1 Aku Tia
Namaku Tia,aku terlahir dari seorang ibu yang kuat.Aku bukan berasal dari keluarga kaya raya.Hidupku pas-pasan untuk makan saja, ibuku harus berjualan dari subuh di pasar.Setiap subuh aku selalu membantu ibu mengantarkan dagangan kepasar. Jarak dari rumah kepasar lumayan jauh,tapi demi sesuap nasi kami rela.
"Tia,jangan lupa karung putihnya dibawa juga!",kata ibuku. Ibuku sangat cerewet selalu aj mengingatku. Disaat orang- orang terlelap dalam mimpinya,aku mengantar ibuku kepasar.Tiba dipasar, akupun segera membereskan dagangan ibu. Ibu berjualan sayur di pasar. Setelah 1 jam kemudian lapak mulai berdatangan pelanggan.Mereka berdatangan membeli sayur
Adzan subuh berkumandang, aku segera pulang ke rumah untuk bersiap sekolah. Jarak antar pasar ke rumah 30 menit. Sesampainya Di rumah,aku segera memasak untuk sarapan dan bekal sekolah. Setelah selesai, aku mandi bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Pukul 06.30 aku berangkat sekolah dengan motor bututku. Motor warisan ayahku.Akupun sudah bosan mendengar Teman-temanku yang selalu mengejek motorku."Pagi neng Tia," kata satpam sekolahku. Ratusan orang di sekolah hanya mang subur yang selalu menyapaku.
Sekolahku Besar, Tempat orang-orang kaya. Disana banyak anak pejabat.Aku bersekolah disana karena dapat beasiswa. Temankupun hanya 1,si Bela culun. Walaupun teman-temanku selalu mengejek,menghinaku,aku tak peduli.Tujuanku hanya 1 aku harus SUKSES.
pukul 07.00 bel berbunyi, waktunya masuk kelas. Seperti biasa tiap hari, aku selalu dilempar kertas. "Dasar gembel,miskin ...belagu sekolah disini,"kata Jesika (anak pemilik yayasan). Aku hanya diam dan duduk di bangku pojok belakang.
Jam pelajaran matematika dimulai, seperti biasa aku selalu kedepan menjawab soal Bu Rani. Guru favoritku,yang selalu menyemangatiku. Berkat beliau, aku selalu memenangkan olimpiade matematika. "Tia,jam istirahat ke ruangan ibu."kata Bu Rani. Bel istirahat berbunyi, aku pergi ke taman untuk menyantap bekalku. Aku tidak berani makan di kantin.Tidak ada tempatku disana,aku selalu disini bersama Bela.
Setelah jam istirahat, aku pergi ke ruangan Bu Rani. Tiba-tiba bola basket mengenai kepalaku, siapa lagi kalo bukan si Jason ketua basket. "hei udik, punya mata dilihat."kata Jason. Kepalaku sakit banget, tanpa minta ma'af dia langsung pergi begitu saja. Dalam hati kusumpahi Lo cinta mati ma gue. Siapa yang tidak suka si dingin Jason.Ganteng, berprestasi,anak orang kaya.tapi sayang minus akhlak.
Tiba di ruangan Bu Rani. "ibu, memanggilku?"kataku. Bu Rani memberi selembaran brosur.Sepertinya lomba olimpiade lagi. Ini hadiahnya beasiswa untuk kuliah. Akupun semangat untuk mengikutinya. Apalagi orang miskin sepertiku,dapat uang darimana melanjutkan kuliah.
Pukul 15.00 waktunya pulang sekolah. Akupun segera menuju ke parkiran.Ban motorku kempes,kaca spionku pecah. Mang Subur menghampiriku,duduk di sampingku."Mang tau,siapa pelakunya. Sabar ya ... nanti kita perbaiki." Aku menangis, kenapa teman-temanku jahat.Padahal,aku tidak pernah mengganggu mereka.Tapi selalu berbuat jahat.Apa karena aku tidak punya ayah...apa karena aku miskin???. Dari jauh Jason memperhatikanku,tetapi aku tidak peduli.Bagiku dia sama saja.
Hujan mulai turun, motorku hampir selesai diperbaiki mang Subur. Setelah reda, akupun berpamitan dan pulang ke rumah. Di depan pintu ibuku menunggu
💪 terimakasih