Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.
Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.
Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.
Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SANTI BERKORBAN DEMI NONIK
ICU rumah sakit K. Jam 6 pagi. Santi masih jatuh terduduk di lantai lobby. Menangis. Bukan sedih. Tetapi... lega. Karena "suami kontraknya" baru saja menyobek cek 300 juta dan membanting jam tangan emas mahal demi Nonik. Dody berbalik dari lobby, kemeja putihnya kusut, tangan kanan memegang pecahan jam tangan mahal. Kacanya retak, tetapi mesinnya masih utuh.
"Keamanan sudah telepon tukang gadai."
Suara Dody seperti tersumbat menahan kemarahan.
"Paling cepet 1 jam lagi dateng. Katanya kalau pecah gini, cuma laku 150 juta."
Santi mengangkat muka. Matanya sembab.
"150 juta... Nonik butuh 170 juta buat DP... Kurang 20 juta lagi, Pak..."
Dody terdiam. Dia membuka HP M-banking. Saldo, 3.742.501 Itu sisa terakhir. Setelah 250 juta habis buat deposit ICU. Setelah rekening gajian PT Gumilang diblokir Opa Darwis. 3.7 juta dan 150 juta sama dengan 153.7 juta. Masih kurang 16.3 juta.
"Kurang 16.3 juta."
Dody menunduk. Pertama kalinya Santi melihat Dody seperti menyerah...
"Mobilku atas nama Opa. Mansion atas nama Opa. Sahamku dibekukan. Aku cuma punya sisa 3.7 juta dan pecahan jam."
Santi menggigit bibir. Dia tahu 3.7 juta itu uang makan Dody sebulan.
KREK.
Pintu lobby terbuka. Bu Wati masuk lagi. Daster merah, bibir merah. Kali ini tidak bawa keamanan. Bawa HP.
"Gimana, Dod?"
Senyumnya mengejek. Seperti waktu menekan Santi.
"Tukang gadai nawar berapa? 100 juta? Kasihan. Kurang banyak ya buat anak OB?"
Dody mengepal.
"Kau masih di sini, Tante?"
Kata tante diucapkan dengan penuh tekanan. Bu Wati adik papanya Dody. Tante kandung. Tetapi tingkahnya buruk. Karena tantenya lebih berpihak kepada Wandy daripada dirinya.
Wandy……tunangannya yang cantik wajahnya tetapi culas seperti ular. Dua tahun yang lalu, Wandy mengalami kecelakaan mobil di kota J karena urusan bisnis keluarga. Mobilnya terjungkal di tol C, sehingga harus operasi besar. Dokter harus mengangkat rahimnya biar nyawanya selamat . Histerektomi…..kata yang menohok dada Dody karena perempuan yang diangkat rahimnya dipastikan tidak akan memiliki keturunan.
Opa Darwis sangat ingin cicit sebagai penerus generasi tahta PT Gumilang Perkasa. Dengan divonisnya Wandy histerektomi, dia tidak akan punya anak seumur hidup.
Dia mengambil jalan pintas. Mengambil Nonik sebagai cicit buat opa Darwis supaya senang dan dia tetap pemegang saham terbesar PT Gumilang Perkasa.
Bu Wati mengangkat HP. Spill layar ke muka Dody. Video call Wandy. Wandy di negara S. Lagi facial. tersenyum licik.
"Hai, calon suamiku. Denger-denger kamu jadi tak berpunya? Cuma punya 3.7 juta? Aduh, uang jajan aku sehari itu."
Dody yang dari tadi terdiam, urat di tangannya menonjol. Dia teringat laporan K3 yang dia temukan di arsip seminggu lalu. Nama korban, Sony. Penyebab, rem forklift blong. Status pesangon, ditahan Bu Wati.
"Tante,"
suara Dody dengan nada rendah tetapi penuh tekanan, dingin kayak es kutub,
"Kamu nyenggol almarhum lagi, saya sumpah RUPS nggak sampe 23 hari. Besok saya bikin Tante keluar dari PT. Gumilang."
Bu Wati tertawa.
"RUPS? Kau mau kudeta Tante? Kamu nggak punya bukti, Dod."
"Aku punya buktinya! Laporan K3 Sony! Rem forklift blong! 300 juta kau tahan! Santi cuma terima 50 juta! Sisanya 250 juta kau kemanain, tante?!"
Dody membentak. satu lobby terdiam.
"Kau pikir aku nggak tau? Dari kamu menekan Santi, kamu bakar foto Nonik, bikin menderita Santi semua pasti ulah kamu.
Bu Wati pucat. HP-nya terjatuh. Keluar chat WA dari Wandy. Tante Wati, tekan OB itu. Kalau tumbang 500 juta. Kalau sakit 200 juta. Santi yang melihat chat itu langsung mual. Jadi tante Wati mau buat dia tumbang dengan ditekan.
Wandy di video call berteriak.
"Tutup HP kamu, Tante! Jangan" Tutup! Dody mematikan video call. Dody maju selangkah. "Jadi sekarang Tante pilih, Masuk penjara karena nilep 250 juta pesangon Sony atau bantu aku menekan Wandy?"
Bu Wati gemetar. Menangis.
"Dod... Tante khilaf... Nona Wandy ancem... dia pegang bukti transfer pesangon..."
"Bagus. Kalau gitu, Tante mulai sekarang kerja buat aku." Dody menoleh ke Santi. "Aku ke ATM dulu. Ambil 3.7 juta. Sisa uang aku. Tambah 150 juta gadai jam mahal. Jadi 153.7 juta." "Terus kurang 16.3 jutanya?"
Santi menangis. Dody tidak menjawab. Dia jalan ke luar rumah sakit.
1 Jam Kemudian. Pelabuhan T. Gudang tua. Santi sampai ke sini, di tangannya ada brosur. Transit milik, dapat 40 juta, proses 1 hari kerja. Pak Gun melihat kepada Santi.
"Yakin Mbak? Nyawa taruhannya."
"16.3 juta Aja Pak. Buat Anak Saya. Pak Gun tertawa dingin.
“Oke….mbak tapi jangan minta dikasihani yaaa….”
" Santi sudah siap. Siap transit milik.
BRAK!
Pintu didobrak. Dody masuk. Membawa plastik hitam. Isinya Rp 3.742.501 cash dan 150 juta cash dari gadai jam tangan mahal.
"Santi!!!"
Dia mencegah Santi. Dody memeluk Santi. Kencang sekali. pertama kalinya. "Kamu tak ingat?! 16.3 juta Biar Aku yang Cari! Jual Mansion Aku! Jual Badan Aku! Tapi Bukan transit milik!" Santi menangis di dada Dody.
"Tapi Pak... uangnya kurang..." Dody membuka plastik hitam. Menunjukkan uang 153.7 juta. "Ini semua yang aku punya. Sisanya... aku bakal meminta ke Opa. Merendah pada Opa. Asal kamu hidup. Nonik hidup."
HP Dody berbunyi. Nomor tidak dikenal.Transfer masuk 16.300.000. berita dari Sony.
“Jaga anak aku.” Dody dan Santi terdiam. Merinding. Sony. Suami Santi yang sudah 2 tahun mati karena rem forklift blong di gudang PT Gumilang. Di ICU, Nonik tiba-tiba memanggil
"Papa... Mama..."
Sony….Sony…..bagaimana Sony bisa bangkit dari kubur dan transfer uang 16.3 juta. Tidak masuk akal…..
Santi menggeleng-gelengkan kepala. Luka lamanya menganga kembali. Suaminya Sony bukanlah seperti yang di sangka orang. Baik….ramah….tetapi dibalik itu ada derita yang tidak terperikan.
2 TAHUN SEBELUMNYA
Santi meraba pelipisnya yang memar. Jatuh karena Sony menekannya. Rasa sakit tidak akan pernah terlupakan…..benar-benar sakit. Suami pilihan almarhum ayahnya benar-benar seperti anjing buas yang selalu menggigit.
“Kamu tahu, mana uangku 10 juta…..kau ambil ya.”
Tangan Sony terkepal kuat. Rahangnya mengeras dengan penuh ancaman berteriak .
“Kau bukan siapa-siapa Cuma OB denger Cuma OB yang kerjanya ngepel lantai,nyikat wc.”
Tangis Santi pecah. Dia tidak percaya suaminya sekejam ini padanya. Ayahnya, pak Komar ada perjanjian perjodohan dengan temannya supaya untuk menyambung silaturahmi tak terputus anaknya dijodohkan saja. Santi hanya dapat menerima saja keputusan ayahnya tanpa berani membantah. Keputusan mutlak ada ditangan kepala keluarga. Itu prinsip warisan keluarga turun temurun. Mencari jodoh, sudah menjadi kebiasaan turun temurun itu prinsip yang dipegang keluarganya walaupun zaman sudah canggih tetap dianut teguh.
Sony melotot kepadanya
“Santi, istriku yang cantik, mana uangku….uangku……”
Tiba-tiba Sony limbung jatuh.
“Mas….kenapa…..”
Nafas Sony ngos-ngosan sambil memukul-mukul dadanya.dada bergetar kencang detak >150 kali. Tidak normal. Cuping hidung Sony kembang kempis, Sony menarik dada dalam-dalam.
“Aku tidak perlu pertolonganmu.”
Tangan Sony menepis keras-keras tangan Santi yang mau menolongnya.
“Pa…papa….”
Teriakan anak kecil…..Nonik usia 3 tahun, tetapi penyakitan selalu nguk-nguk seperti ikan megap-megap kekurangan air.
Muka Sony berubah. Tadinya garang …..keras…..berubah melembut.
“Anak papa sudah pulang…..”
Nonik bergelayut manja pada papa tersayangnya. Baginya tidak ada papa sebaik Sony.
Santi hanya dapat terdiam.disekanya sisa airmatanya yang mengalir di pipi. Sony sayang pada Nonik….tetapi pada dirinya mendapat perlakuan kejam yang menyiksa.
Sony memanggul anak tersayangnya. Sambil senyum-senyum senang.
“Hore….Nonik naik pesawat terbang…..wussss…..”
Diputar-putarnya tubuh Sony memperagakan pesawat terbang. Nonik tertawa-tawa senang.
“Tetapi tiba-tiba pandangannya berkunang-kunang, Santi jatuh terduduk. Sony melihat sekilas kemudian meneruskan mainnya dengan Nonik.
Tak peduli.demikianlah Sony, tidak pernah ramah pada dirinya meskipun susah payah dia berusaha menggapai Sony demi memenuhi wasiat almarhum ayahnya supaya mempertahankan pernikahannya dengan Sony. Almarhum ayahnya adalah orang yang dihormati di kampungnya, desa K kecamatan P kabupaten S, sebuah desa di lereng gunung M yang subur dengan salak, pertanian, pasir dan batu untuk bahan-bahan bangunan terbaik.
Santi adalah anak tertua dari keluarganya dan sangat pantas mengembang amanat ayahnya untuk memikul tinggi memendam dalam artinya memikul tinggi-tinggi jikalau keluarga punya nama baik, prestasi,kehormatan harus dijunjung dipamerkan, dijaga biar makin tinggi. Mengubur dalam-dalam artinya kalau keluarga punya aib, kesalahan,keburukan harus ditutup rapat,dikubur jangan sampai orang luar tahu.
Ketika dia menikah dengan Sony yang terpikir olehnya adalah pernikahan yang dijodohkan sama keluarga terpandang sama dengan mimikul tinggi memendam dalam karena mempertahankan kehormatan keluarga.
Sony dari kalangan keluarga terpandang. Dia dari kalangan bangsawan. Sebenarnya keluarga Sony melarang keras perjodohannya dengan Sony karena menikah bagi kalangan bangsawan adalah suci untuk menyambung keturunan dan jaga harta . dia dari orang biasa saja bukan dari kalangan bangsawan.
Kota Y, dia mengingat dengan jelas betapa dia ke sana dengan seluruh keluarganya untuk menikah dengan Sony. Ibunya, bu Darmi selalu mewanti-wanti anaknya untuk tidak sembrono bila masuk di lingkungan bangsawan.
“Harus menjaga sikap dan peraturan…..”
Demikian nasehat bu Darmi.
Dia patuh pada bu Darmi juga ayahnya yang hanya petani biasa saja. Tetapi teman ayahnya meminta dengan sangat supaya perjodohan itu tetap dilaksanakan biarpun banyak yang menentangnya terutama dari pihak keluarganya sendiri yang bangsawan. Teman ayahnya seorang yang baik lagi ramah padanya. Pada waktu dia kecil dia selalu panggil Oom Gendut karena perutnya gendut macam bola sepak. Jika dia panggil seperti itu Oom Gendut hanya tertawa tergelak-gelak saja.
Rumah keluarga teman ayahnya ada di dalam kota dengan pagar tembok tinggi dan halaman luas macam lapangan sepak bola bisa untuk main bola sepuas-puasnya. Ada pelataran depannya dan pintu penghubung sedangkan rumah utamanya yang disebut rumah besar ada didalam sekali.
Sony tampak tampan dengan senyum mempesona menyapa dirinya dengan ramah. Menyebutnya perempuan tercantik sedunia. Santi tidak tahu apa maksud Sony dengan sebutan seperti itu pada dirinya. Dia hanya orang biasa saja bukan bangsawan yang tahu aturan ketat etiket kental bangsawan yang pelik dan rumit.
Bahkan tidak tahu pantangan kewajiban dan kena akibat buruk. Dia tidak tahu itu semua.
Perempuan bangsawan itu tersenyum sinis padanya begitu dia menginjakkan kakinya ke pintu penghubung. Hanya sampai disini sajalah orang luar boleh lewat tidak boleh ke rumah besar.
Perempuan 40 tahunan dengan pakaian bangsawan lengkap itu tidak mempersilakan mereka masuk, hanya melengos saja. Mulutnya berbunyi kemretuk menahan emosi yang mau tumpah keluar. Dia sepertinya tidak rela anaknya Sony menjadi suaminya yang hanya anak petani sederhana saja, tidak selevel dengan mereka yang dari kalangan bangsawan kaum terhormat
Oom gendut keluar. Senyum ramah menghias di bibirnya dan mempersilakan mereka masuk.
“E…e….e….. ndak boleh.”
Tangan perempuan itu menghalangi mereka masuk.
“Yuuu…..”
Tangan Marto menjawilnya.
Sinta hanya terdiam tidak bereaksi terhadap Marto.
“ssudahlah….bu, biarkan mereka masuk dulu. Pernikahan ini perlu bicara bersama dulu. Tidak boleh sembrono.”
Bu Ajeng terdiam. Dia menyegani suaminya sebagai kepala keluarga yang wajib dihormati dan dituruti perkataannya karena sebagai seorang istri harus menurut kepada suami atau suaminya orang laki yang harus dijadikan teladan dan dianut perkataannya.
Kesepakatan tercapai. Masing-masing bersedia memenuhi segala kewajiban yang harus dilakukan dari penyerahan, memasang atap, mandi pengantin, menjadi seperti bidadari dan pengesahan nikah.
Santi resmi menyandang sebagai istri Sony anak Pak Handoko yang amat disegani dikalangan keluarganya sebagai anak paling sulung sehingga keluarganya tunduk dan patuh padanya.
Tetapi kebahagiaan hanya sebentar hinggap padanya. Sony tidak semanis waktu masih baru menikah. Dia sering main tangan. Bahkan untuk alasan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan dirinya selalu dikait-kaitkan. Derita Santi tidak berhenti sampai di situ, Ketika anaknya lahir, Nonik lengkapnya Monika Hapsari kena jantung bawaan. Sehingga perlu berhati-hati dalam perawatannya.
Sampai pindah ke kota S, dia melamar kerja ke mana-mana selalu ditolak dengan jawaban tidak memenuhi syarat kualiwikasi. Tidak cocok. Padahal dia lulusan S1 Administrasi Keuangan bergelar S.Ak sarjana akuntansi. Dia bisa kuliah karena dapat beasiswa lewat jalur prestasi tetapi tidak laku di dunia kerja. Selalu kalah dengan orang lain yang punya koneksi orang dalam. Tidak adil…..memang tidak adil. Tetapi itulah dunia yang dia ada sejak lahir di dunia sampai dewasa selalu yang kuat menelan yang lemah yang berkuasa menginjak yang dibawahnya. Selalu begitu tidak pernah berubah.
Sony…..diterima kerja di PT Gumilang Perkasa sebagai kepala gudang C yang penuh barang-barang ekspor siap kirim ke negara S untuk rekanan bisnis keluarga Gumilang Perkasa yang sangat eksis dalam perbisnisan mebel jati, kerajinan handycraft yang diseleksi dengan ketat supaya memenuhi syarat standar ekspor negara S yang ketat. Harus ada certificate of origin sebagai bukti mebel, handycaraft itu dari negara I bukan kayu ilegal seperti yang banyak dimainkan oleh perusahaan-perusahaan kacangan yang lebih memperhatikan kuantitas daripada kualitas.
Santi di PT Gumilang Perkasa diterima bekerja sebagai……OB….pekerja kelas rendahan yang mudah ditekan orang atas macam bu Wati, HRD yang galak seperti macan garong tidak ada kata ampun, maaf dikamusnya semuanya harus tunduk di bawahnya. Dia adik kandung ayah Dody yang sudah meninggal dan mengasuh Dody sejak kecil Ketika kedua orang tuanya mengalami kecelakaan jet sewaan dalam rangka hubungan kerja PT Gumilang Perkasa dengan Lestari Global Pte Ltd.
Tragis….ya tragis….karena bu Ajeng tidak suka dia terus di rumahnya. Katanya hanya mengotori lantai saja. Jadi dia resign saja, bersama suaminya Sony yang juga tidak senang dengan kelakuan ibunya terhadap Santi.
SEKARANG
di negara S, Wandy membanting gelas.
"siapa yang transfer?! Cek rekening Dody!"
Di rumah sakit K, Bu Wati menerima telepon dari keuangan.
"Bu, rekening Pak Dody yang diblokir.. tiba-tiba kebuka. Ada transfer masuk 16.3 juta dari... rekening almarhum." Bu Wati jatuh. Dia berbisik lirih.
"Pesangon... Sony..."
BERSAMBUNG