hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. dia yang sudah pergi
Delisa membawa sebuket bunga lili dengan senyuman yang tidak luntur sejak tadi,ia berjalan santai sampai tepat berdiri satu gundukan tanah dengan batu nisan bertuliskan Arsya Ardhitama, ia delisa berada di makam.
Delisa duduk jongkok menaruh bunga lili dan menyiram tanah makam dengan air,
" hai kak aku mengunjungi mu " ucap delisa mengelus pelan batu nisan itu,
" gimana disana pasti indah ya, aku tau itu, kak aku mau cerita boleh " ucap delisa merubah duduk nya menjadi bersila,
" sejak kamu pergi Bayu lebih perhatian sama aku dia juga menjaga ku dengan baik, Bayu jadi lebih dingin kak dulu kalau kakak masih ada pasti saling ejek dan musuhan itu momen lucu tapi juga dirindukan, kak maaf kalau beberapa hari ini ada yang deketin aku dia baik kayak kakak tapi enggak usah khawatir karena di hatiku masih ada cinta untuk kakak, kakak tau hidup aku sepi, ditambah masalah keluarga,paman juga semakin menjadi dulu paman nekat mencelakai kakak aku takut paman juga bakal lakuin itu ke dia, kak maaf belum bisa bawa dia kesini nanti kalau udah waktunya pasti aku bawa dia nemuin kakak, kakak pasti lagi pacaran sama bidadari disana ya aku cemburu tapi gak papa selagi buat kakak bahagia,aku juga lagi kumpulin bukti kejahatan paman pada kakak jadi jangan khawatir oke " ucap delisa matanya sudah berkaca-kaca.
tanpa delisa sadar Bayu sendang memperhatikan dari jauh setelah dihubungi Alvaro dia segera pergi mencari dan yang buat delisa menghilang cuman ada satu tanggal kecelakaan 3 tahun silam yaitu kecelakaan kekasih delisa karena bertepatan ulang tahunnya,
" ternyata bener dugaan ku,pantes dari tadi enggak mood buat ngapain-ngapain sorry bro gue lupa " guman Bayu,
Dia melangkah pelan kearah delisa yang masih betah duduk di sebelah makam arsya, Bayu duduk disebelah delisa,
" hai bro sorry gue lupa, untung anak bandel ini hilang jadi gue sempetin Dateng deh " ucap Bayu delisa hanya diam,
" Lo pasti nanya gue jagain enggak baby mochi kesayangan Lo ??, gue jagain lo tenang aja, ya walaupun harus bertengkar dengan bokap tapi enggak papa gue tetep jalanin amanat Lo, dia sekarang juga di jaga sama yang bener bener sayang dan cinta dia selain Lo, delisa sekarang lebih dewasa ya kadang masih suka child tapi enggak papa gue suka karena kayak masih di butuhkan " ucap Bayu mengelus rambut delisa pelan,
" Lo tau dia punya keinginan jadi pelukis kayak lo, tapi gue cegah karena itu bukan keinginan nya pasti Lo juga setuju kan kalau gue cegah dia, Lo tenang disana ya gue janji bakal selalu jaga delisa dengan baik " ucap Bayu mengakhiri ucapanya
" pulang ya Del kasian bang varo nyariin dia panik banget saat tau Lo ngilang gitu aja " ucap Bayu pada delisa,
" iya gue pamit dulu " ucap delisa dengan nada tidak rela
" kakak delisa pulang ya nanti delisa main lagi kesini,kakak jangan sedih ya delisa pamit pulang, baby mochi sayang kakak " ucap delisa mengecup batu nisan Arsya setelah itu berdiri di bantu Bayu,
" gue bawa delisa pulang dulu ya, Lo tenang tenang disana " ucap Bayu dan mengajak delisa melangkah pergi dari makam,
Sesampainya didepan mobil delisa sempat terkejut karena Bayu tidak sendirian melainkan bersama Alvaro,delisa menatap Bayu,
" gue tau Lo pengen sendiri tapi bang varo juga khawatir sama Lo,gih sana masuk mobil " ucap Bayu tersenyum hangat
" Lo juga bareng kan satu mobil sama gue kan " ucap delisa seperti anak kecil,ada ketakutan Dimata delisa dan Bayu tau kalau delisa pasti enggak baik baik aja,
" iya gue temenin, sekarang masuk ya " ucap Bayu membuka pintu mobil bagian belakang dimana disana Alvaro duduk,delisa masuk dengan diam,
Setelah memastikan delisa nyaman Bayu segera memutar di bagian depan dan masuk duduk disebelah sopir.
" jalan pak " ucap Bayu
" baik den " ucap sopir
" Del mau minum " ucap Bayu menyerahkan sebotol air mineral dan Alvaro mengambil nya membukanya setelah itu menyerahkan pada delisa,
Delisa menerima setelahnya meneguk sedikit air iya menyerahkan lagi Alvaro,
" pak tolong anter ke jln.anggrek nomor 25 ya " ucap Bayu
" lohh den itu bukanya tempat dr.maya ya " ucap sopir bingung
" iya pak delisa butuh dia " ucap Bayu,
" dokter spesialis psikologi?? " ucap Alvaro dia segera memandang ke arah delisa yang tampak tenang dengan bersandar di bahunya,
" nanti ya bang gue cerita, saat ini delisa butuh penanganan" ucap Bayu memperhatikan delisa diam dengan tatapan kosong,
" Bayu nanti beli kue stroberi ya kak Arsya suka " ucap delisa tersenyum tapi juga air matanya jatuh
" iya delisa " ucap Bayu
" cepetan ya nanti kak Arsya nunggu " ucap delisa
" sayang jangan seperti ini " batin Alvaro segera memeluk tubuh delisa,
" jangan tinggali delisa ya om,jangan kayak kak Arsya dia suka tinggalin delisa " ucap delisa mengeratkan pelukannya menangis sejadi-jadinya,
" aku enggak kemana mana delisa dan gak akan tinggalin kamu " ucap Alvaro,
" tenang ya " ucap Alvaro lagi menenangkan delisa,
Delisa mulai tenang lama-lama ia memejamkan matanya dan nafasnya mulai teratur menandakan dia mulai terlelap tidur,
" bang delisa tidur " ucap Bayu menoleh kebelakang dimana delisa terlelap di pelukan Alvaro,
" iya, masih mau ke dokter maya " ucap Alvaro
" kalau udah tenang begitu besok dia bakal lupa dan kembali seperti biasa,jadi menurut ku enggak usah " ucap Bayu Alvaro mengangguk mengerti
" pak kita pulang aja " ucap Bayu pada sopirnya
" iya den " ucap sopir.
Mereka sama-sama diam dalam keheningan dengan pikiran Mereka masing-masing.
" delisa maaf belum bisa jadi kakak yang baik untuk kamu " batin Bayu merasa bersalah
" delisa sebenarnya apa yang kamu lalui hingga jadi begini " ucap Alvaro sembari mengecup kening delisa berkali-kali,
" tadi yang di kunjungi di makam dia cinta pertama delisa bang " Bayu buka suara
" dia satu satunya orang yang buat delisa seperti saat ini, dia yang selalu jaga delisa,dia juga yang berkorban nyawa untuk delisa, aku sendiri tidak sebaik sekarang berkat dia aku jadi sekarang yang tenang dan bisa dewasa " ucap Bayu menerawang jauh saat masih ada Arsya,
" Bayu kenapa dia bisa meninggal " ucap Alvaro
" kecelakaan di akibatkan rem blong pada mobilnya, dan mencoba melindungi delisa yang saat itu berada di sampingnya dan juga bertepatan ulang tahun Arsya " ucap Bayu
" maka setiap hari ulang tahun Arsya pasti delisa hilang dia akan berdiam diri di makam,sampai pernah tertidur disana, sampai membuat mental delisa drop memicu ketakutan atau serangan panik, ini termasuk enggak parah dia dulu hampir mengakhiri hidupnya " ucap Bayu membuat Alvaro tidak menyangka kalau delisa pernah melakukan itu,
" jadi gadis penyuka bunga lili ini terluka " ucap Alvaro menitikkan air matanya,
" bunga lili yang selalu di belinya itu kenangan terakhir sebelum Arsya meninggal,maka setiap kali berkunjung pasti yang di beli bunga lili" ucap Bayu dengan menunduk dalam kesedihan.