NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 15 - Malam Operasi

Cahaya bulan tertutup awan tipis dan membuat seluruh Puncak Awan Pengembara tampak redup di bawah cahaya lentera merah yang bergoyang pelan tertiup angin malam. Dari kejauhan suara dengusan babi spiritual terdengar samar bercampur dengan desir daun bambu dan suara jangkrik yang memenuhi hutan lereng utara.

Malam di area kandang babi selalu terasa berbeda dibanding kandang ayam spiritual.

Udara di sana lebih berat, lebih lembap, dan dipenuhi aroma tanah basah, jerami, serta qi spiritual liar yang keluar dari tubuh para babi spiritual besar di dalam kandang batu hitam. Bahkan angin malam yang bertiup dari pegunungan pun terasa membawa hawa hangat bercampur bau khas peternakan yang sulit dijelaskan.

Dan malam itu operasi mereka akhirnya dimulai.

Di balik rumpun bambu tidak jauh dari kandang utara, Han Gu dan Bai Fengxuan sedang berjongkok sambil mengenakan pakaian hitam sederhana seperti dua pencuri amatir yang terlalu percaya diri. Wajah Han Gu terlihat sangat serius sementara Bai Fengxuan justru semakin lama semakin merasa hidupnya perlahan menjauh dari jalan murid luar normal.

Beberapa hari lalu ia masih sibuk membersihkan kandang ayam spiritual dan menghadiri kelas kultivasi dasar bersama murid lain.

Sekarang ia sedang bersiap mencuri babi spiritual bersama kakak seniornya di tengah malam.

Han Gu perlahan membuka gulungan kain di tangannya lalu memperlihatkan beberapa roti kukus isi daging yang masih mengeluarkan uap hangat samar.

Tatapannya penuh keyakinan. “Umpan terbaik.”

Bai Fengxuan langsung menatapnya dengan wajah kosong. “Kakak, apa kau serius?”

Han Gu mendengus kecil. “Babi spiritual juga makhluk hidup. Semua makhluk hidup punya kelemahan.”

“Kelemahan mereka roti kukus?”

“Kalau aku jadi babi spiritual, aku juga akan keluar kandang demi makanan enak.”

Bai Fengxuan mulai merasa mereka akan gagal total malam ini. Namun meskipun begitu, jantungnya tetap berdetak cukup cepat. Dibanding mencuri ayam spiritual sebelumnya, situasi malam ini jauh lebih menegangkan. Seekor ayam masih bisa dimasukkan ke dalam karung dan dibawa lari diam-diam tanpa terlalu menarik perhatian.

Tapi babi spiritual…

Makhluk itu hampir sebesar kereta kecil. Dan itulah masalah terbesar mereka sejak awal, bukan bagaimana cara mencurinya. Melainkan bagaimana cara membawa benda sebesar itu kembali ke gubuk kayu Bai Fengxuan tanpa ketahuan seluruh sekte.

“Kalau dipikir-pikir…” gumam Bai Fengxuan sambil menatap area kandang yang dipenuhi pagar kayu tinggi dan lentera penjaga, “kita benar-benar belum menyelesaikan masalah terpenting.”

Han Gu perlahan mengangguk.

“Aku tahu.”

Suasana mendadak menjadi sunyi. Kabut malam bergerak perlahan melewati rumpun bambu sementara suara para murid malam terdengar samar dari arah gudang belakang kandang. Berdasarkan informasi Sun Wei, sebagian besar penjaga biasanya mulai lengah setelah tengah malam dan berkumpul diam-diam di belakang gudang untuk berjudi sambil minum arak murah hasil barter dengan murid dapur.

Dan malam ini semuanya benar-benar terjadi persis seperti dugaan mereka.

Dari celah bambu, Bai Fengxuan dapat melihat beberapa cahaya lentera bergerak ke arah gudang belakang. Suara tawa pelan dan dentingan dadu sesekali terdengar tertiup angin malam.

Han Gu perlahan menyipitkan matanya ke arah kandang utama.

“Sekarang waktu terbaik.”

Bai Fengxuan menelan ludah pelan. Untuk pertama kalinya sejak datang ke Forgotten Blade, ia benar-benar merasa seperti penjahat kecil dalam cerita rakyat dunia fana.

Anehnya di tengah ketegangan itu, ada sedikit rasa bersemangat yang sulit dijelaskan di dalam hatinya. Mungkin karena kehidupannya di Puncak Awan Pengembara terlalu damai. Atau mungkin karena sejak bertemu Han Gu, hidupnya perlahan mulai dipenuhi kekacauan aneh yang justru terasa hangat dan hidup.

“Kalau kita tertangkap…” gumam Bai Fengxuan sambil mengikuti Han Gu keluar dari balik rumpun bambu, “aku akan bilang semua ini ide Kakak.”

Han Gu mendecakkan lidah pelan.

“Kalau kita berhasil, kau pasti orang pertama yang makan paling banyak.”

“…Bisa jadi.”

Keduanya segera bergerak cepat menyusuri sisi pagar utara yang lebih gelap dibanding area lain. Bai Fengxuan dapat merasakan jantungnya berdetak jauh lebih cepat dibanding biasanya sementara qi spiritual tipis di tubuhnya ikut bergerak tanpa sadar karena gugup.

Setelah mencapai Qi Gathering level 1, indranya memang menjadi jauh lebih tajam dibanding sebelumnya. Ia dapat mendengar langkah kaki penjaga dari kejauhan, suara dengusan para babi spiritual di dalam kandang, bahkan suara angin malam yang bergerak melewati dedaunan bambu di atas kepala mereka.

Dan justru karena itu ia semakin sadar betapa gilanya rencana mereka malam ini.

Mereka akhirnya berhasil melewati celah pagar belakang yang selama beberapa hari terakhir diam-diam mereka longgarkan sedikit demi sedikit. Begitu masuk ke area kandang utama, udara hangat bercampur aroma jerami dan qi spiritual langsung menyeruak ke wajah mereka.

Lantai batu kandang dipenuhi jerami tebal sementara beberapa babi spiritual besar terlihat tertidur sambil saling bertumpuk di sudut kandang. Tubuh mereka yang besar membuat seluruh kandang terasa sempit dan penuh tekanan.

Dari jarak dekat, babi-babi spiritual itu tampak jauh lebih mengintimidasi dibanding saat dilihat dari luar pagar. Beberapa memiliki kulit hitam kasar seperti batu gunung. Sebagian lagi memiliki taring pendek mengilap yang bahkan tampak mampu menembus batang pohon.

Han Gu perlahan mengeluarkan salah satu roti kukus dari balik pakaiannya lalu menatap Bai Fengxuan penuh keyakinan.

“Lihat baik-baik.”

Bai Fengxuan sudah terlalu lelah untuk menghentikannya.

Han Gu mulai berjalan perlahan menuju target utama mereka sambil menggoyang-goyangkan roti kukus di tangannya seperti orang gila.

“Babi baik…” bisiknya pelan. “Lihat ini…”

Bai Fengxuan langsung menutup wajahnya sendiri.

Namun yang mengejutkan babi spiritual hitam besar itu benar-benar membuka mata. Makhluk tersebut perlahan mengangkat kepalanya lalu mengendus udara beberapa kali. Tatapannya akhirnya jatuh pada roti kukus di tangan Han Gu.

Suasana mendadak menjadi sangat sunyi.

Han Gu tersenyum penuh kemenangan. “Kulihat kau memahami dao makanan.”

Babi spiritual itu perlahan berdiri. Dan tepat ketika tubuh sebesar kereta kecil itu bergerak lantai batu kandang ikut bergetar pelan.

Wajah Bai Fengxuan langsung berubah.

“Kenapa ukurannya terasa lebih besar dibanding sebelumnya?!”

Han Gu juga mulai terlihat sedikit gugup sekarang. Namun semuanya sudah terlambat.

Babi spiritual hitam itu berjalan mendekati Han Gu sambil terus mengendus roti kukus di tangannya. Taring pendek hitamnya terlihat sangat jelas dari jarak dekat sementara tekanan qi spiritual dari tubuhnya membuat Bai Fengxuan tanpa sadar menelan ludah.

Untuk sesaat suasana benar-benar terasa menegangkan.

Lalu—

*HAP!

Roti kukus di tangan Han Gu langsung lenyap dalam sekali makan.

Mata Han Gu berbinar.

“Berhasil…”

Namun sebelum ia sempat merasa puas, babi spiritual itu justru terus mendekat dengan mata penuh harapan seperti anjing besar yang meminta makanan tambahan.

“Kakak…” bisik Bai Fengxuan pelan. “Kurasa dia masih lapar.”

Han Gu mulai berkeringat. Ia buru-buru mengeluarkan roti kedua.

Makhluk itu langsung memakannya lagi.

Lalu maju selangkah lebih dekat.

Han Gu perlahan membeku.

“…Kenapa aku merasa kita sedang dipalak?”

Bai Fengxuan hampir tertawa keras di tengah situasi menegangkan itu. Namun beberapa detik kemudian ekspresinya kembali berubah serius. Karena mereka akhirnya menyadari sesuatu yang sejak awal sebenarnya sudah jelas.

Babi spiritual sebesar ini mustahil dibawa diam-diam. Makhluk itu terlalu besar, terlalu berat, dan terlalu mencolok. Bahkan langkahnya saja bisa membuat tanah bergetar pelan.

“Bagaimana sekarang?” bisik Bai Fengxuan sambil mulai panik. Di sisi lain Han Gu terdiam cukup lama.

Tatapannya bergerak dari babi spiritual ke jalan keluar kandang lalu ke arah tubuh Bai Fengxuan.

Dan beberapa detik kemudian, ekspresi aneh perlahan muncul di wajahnya.

Bai Fengxuan langsung merasakan firasat yang sangat buruk. “Kakak…”

Han Gu perlahan menunjuknya. “Kau sudah Qi Gathering sekarang.”

“…Lalu?”

“Kau lebih kuat dibanding sebelumnya.”

Bai Fengxuan mulai mundur pelan.

“Jangan bilang…”

Han Gu menepuk bahunya dengan wajah penuh harapan seperti kakak senior yang baru menemukan solusi sempurna.

“Adik Bai.” Suaranya terdengar sangat tulus sekarang. “Kau angkat bagian depan.”

Wajah Bai Fengxuan langsung berubah hitam.

“KENAPA AKU YANG ANGKAT?!” bisiknya marah.

“Karena kau lebih muda.”

“Itu bukan alasan!”

Namun tepat ketika mereka mulai berdebat pelan di tengah kandang, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari arah luar. Kedua wajah mereka langsung pucat.

Dan di saat bersamaan, babi spiritual hitam itu mendengus keras hingga seluruh kandang bergetar pelan.

Han Gu langsung membekap mulut Bai Fengxuan dan menariknya bersembunyi di balik tumpukan jerami besar. Babi spiritual itu ikut berjalan mengikuti mereka sambil terus mengendus roti kukus yang masih tersisa di tangan Han Gu.

Suara langkah kaki semakin dekat. Cahaya lentera mulai terlihat dari celah pagar kandang.

“Kenapa aku merasa ada suara dari dalam?” terdengar suara salah satu murid malam dari luar.

“Periksa sebentar.”

Jantung Bai Fengxuan langsung berdetak semakin cepat. Ia bahkan bisa mendengar suara napas Han Gu yang mulai tidak stabil di sampingnya.

Dan yang paling parah, babi spiritual hitam itu perlahan mulai mengunyah jerami dengan suara keras tepat di belakang kepala mereka.

1
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!