NovelToon NovelToon
My Stupid Wife

My Stupid Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Trauma masa lalu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.

Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,




— Stupid Wife —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Hilang

Bunga melangkah kan kakinya keluar dari Villa tersebut, ia tidak peduli ia tidak menggunakan mantel yang tebal alhasil hawa dingin menusuk hingga ketulang-tulangnya namun rasa dingin itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang membelenggu nya.

" 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵?, " Tanya Bunga kakinya terhenti lalu Ia menatap Langit yang berwarna biru sebuah benda langit jatuh berwarna putih dingin. "𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢, 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶. 𝘉𝘪𝘴𝘢-𝘣𝘪𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘺𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘰𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪? "

Bunga meneruskan langkah kakinya, ia menoleh sekeliling nya tidak ada satupun yang ia kenali ini negara orang ia tidak kenal siapapun sialnya ia tidak membawa sedikitpun uang dan alat komunikasi nya.

" Bunga!!, "

" Dekk! "

Muis, sudah dua jam lebih berkeliling salju turun begitu deras membuat jantungnya semakin berdetak tidak karuan ia tidak tahu kemana gadis itu pergi karena ini adalah tempat baru bagi gadis itu. Ia begitu takut kehilangan sosok tersebut mana Bunga belum memakai mantel yang cukup tebal dan sarung tangan serta kupluk.

" Dek kamu dimana? " Tanya Muis lirih hampir tidak terdengar penyesalan itu, menggerogoti dirinya ia menggeleng kan kepalanya ia tetap mencari gadis itu mau hujan salju sekalipun untung saja ia membawa payung.

" Dek jangan membuat abang khawatir pulanglah " Racau Muis nampak khawatir

" Lapar! " Gumam Bunga ia menggeleng kan kepalanya, kakinya sudah mati rasa rasa dingin itu menusuk sendi-sendinya.

Bruk!

Ia terjatuh di gang kecil, tak ada orang yang berlalu-lalang hanya kesepian yang menemaninya ia memeluk lututnya guna menghangatkan tubuh matanya menatap nanar ke depan.

" 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪??.. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬? "

Ia menatap lekat langit, yang dimana kumpulan salju kecil-kecil itu mulai berjatuhan ke tanah membuat jalanan licin.

" 𝘈𝘬𝘶, 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶.. 𝘔𝘢𝘴𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘩? "

" 𝘉𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘶𝘪𝘴 " Panggil Bunga entah kenapa ia begitu merindukan sosok tersebut, ia ingin tertidur di pelukan hangat lelaki yang membuatnya kabur itu. Namun tidak ada lagi kekesalan di dalam dirinya hanya kerinduan yang mendalam di dalam hatinya,

"Dingin.. " Racau Bunga pandangannya mulai menghitam, tetiba ia tidak merasakan lagi yang namanya kejatuhan Salju ia menatap sepatu boots warna hitam yang berada di depannya. Ia mendongakkan kepalanya bibirnya bergetar saat melihat lelaki yang berdiri di depannya sambil memegangi payung untuk mereka berteduh

" Abang! "

Di negara lain,

Areta dengan bangga nya, memamerkan uangnya kepada teman-temannya. Ia bahkan menyuruh teman-temannya makan yang banyak di restoran yang sangat berkelas itu,

" Ayo nambah, yang banyak! "

" Lo yakin ada duit? " Tanya salah satu temannya bernama Dita

" Ya, gue habis palakin adik ipar gue yang kaya raya itu. " Sahut Areta dengan bangga ia mengeluarkan Kartu debit milik Bunga,

" Wihh. Keren! "

" Gue mau nambah steak wagyu nya ya! "

" Ya tambah aja! "

Mereka pun menikmati pesanan, yang tiada habisnya Areta tersenyum saat melihat lima temannya itu selesai makan ia meminta bill. Ia tersenyum miris kala melihat nya andai saja ia tidak mendapatkan uang dari adik iparnya mungkin, apa yang teman-temannya makan akan menjadi tanggungan masing-masing karena dia ogah mengeluarkan seluruh uang pemberian papanya untuk mereka,

" Bayar pake kartu debit! " Kata Areta dengan bangga menyodorkan kartu tersebut, ke kasir namun kasir itu langsung memberikannya kembali ke Areta " Maaf mba, kartu ini sedang di beku kan jadi bisa membayar dengan Kartu debit lainnya? "

" Apa??, di beku kan ngga mungkin! " Kata Areta kekeh membuat teman-temannya berkerut dahi dan menghampiri Aret

" Ada apa? "

" Katanya kartu gue di beku kan, ngga mungkin lah siapa yang beku kan mba nya jangan macem-macem ya! "

" Maaf mba, tapi kartu ini tidak bisa coba mba telepon pihak bank" Kata kasir tersebut

" Ck!, "

" Mba silakan selesaikan pembayaran nya! "

Glek!, Areta menelan ludahnya ia masa harus membayar pesanan mereka yang berjumlah dua puluh juta itu tidak mungkin pakai uang jajan nya tinggal lima juta.

" Tunggu! "

Areta dengan langkah berat, menghampiri kelima temannya dengan rasa malu dan gugup ia mengungkapkan bahwa kartunya di blok membuat temannya tidak mau tahu mereka tidak memiliki uang lima belas juta dalam satu malam.

" Ngga bisa gitu dong, kita cuman lo undang semuanya tanggungjawab lo! " Tegas Naira

" Ya gue tahu, tapi situasinya beda! "

" Bodolah gue. Mau balik! " Kata Naira lalu berlalu begitu saja di susul keempatnya

" Akhh! Sial! " Pekik Areta

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!