❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨
AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.
Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.
Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.
Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2: MALAM YANG PENUH DOSA
Di mata dunia, Aaryan Singhania adalah pria sempurna. Kaya raya, tampan, dan berkuasa. Namun, di balik kesuksesan itu, tersimpan sisi gelap yang tak banyak orang tahu.
Malam itu, di salah satu klub malam paling eksklusif di kota Agra, suasana begitu heboh dan panas. Musik berdentum keras, lampu-lampu warna-warni berkedip liar, dan asap tebal memenuhi ruangan.
Di meja paling pojok dan mewah, duduklah seorang pria yang menjadi pusat perhatian semua orang.
Aaryan.
Wajahnya tampan namun terlihat murung dan dingin. Di tangannya, sebuah gelas kristal berisi minuman keras terus ia teguk habis sampai tandas.
"Cih... hidup ini membosankan," gerutunya pelan, lalu menyeringai sinis.
Di sekelilingnya, dikelilingi oleh wanita-wanita cantik dengan pakaian terbuka dan riasan tebal. Mereka tertawa, bersenda gurau, dan berusaha menarik perhatian sang CEO muda. Ada yang mengelus dadanya, ada yang menawarkan minuman, ada pula yang berbisik rayu di telinganya.
"Hei sayang... jangan minum terus dong. Main sama kita dong..." celetuk seorang wanita berambut pirang sambil mendekatkan tubuhnya ke lengan Aaryan.
Aaryan hanya tertawa kecil, tawanya terdengar dingin dan sinis. Ia tidak menolak, tapi juga tidak benar-benar peduli. Tangannya yang besar dengan seenaknya memeluk pinggang wanita itu, lalu menariknya duduk di pangkuannya.
"Kalian ini semua sama saja..." bisik Aaryan di telinga wanita itu, matanya menatap kosong ke arah lantai dansa yang ramai. "Cantik di luar, tapi kosong di dalam."
Bagi Aaryan, wanita hanyalah pelampiasan nafsu sesaat. Hanya teman minum, teman tidur, dan penghilang rasa sepi. Tidak ada cinta, tidak ada hati, hanya kesepian yang ia coba tutupi dengan alkohol dan pesta pora.
"Tuan Aaryan hebat sekali... hari ini sudah botol ke berapa ini?" tanya salah satu wanita lain dengan nada manja.
"Berapapun itu, tidak akan pernah cukup buat memabukkan akal dan menghapus rasa bosan," jawab Aaryan ketus, lalu kembali menegak habis minumannya.
Kepalanya sudah mulai pening, pandangannya sedikit kabur karena pengaruh alkohol. Namun, anehnya... di tengah keramaian dan di antara banyaknya wanita cantik yang memanjakannya itu, bayangan wajah seorang gadis sederhana tiba-tiba muncul di benaknya.
Maheera.
Wajah polos, mata jernih, dan senyum tulus gadis itu.
'Apa yang sedang dia lakukan sekarang? Apakah dia sedang tidur? Atau sedang berdoa?' batin Aaryan bertanya-tanya.
Seketika ia merasa jijik dengan dirinya sendiri dan dengan suasana di sekitarnya. Bau parfum murahan, suara tawa palsu, dan rasa alkohol yang membakar tenggorokan, tiba-tiba terasa begitu menjijikkan.
"Cih!" Aaryan mendorong perlahan wanita yang ada di pangkuannya hingga terjatuh ke samping.
"Hei! Kenapa Tuan?!" tanya wanita itu kaget dan kecewa.
"Pergi kalian semua! Membosankan!" bentak Aaryan dengan mata yang mulai memerah karena emosi dan alkohol. "Aku muak melihat wajah-wajah palsu kalian!"
Semua orang di situ terkejut dan ketakutan. Mereka tahu, saat Aaryan sudah marah, tidak ada yang bisa menenangkannya kecuali dirinya sendiri.
Aaryan berdiri dengan langkah agak sempoyongan. Jas mahalnya ia buka dan lempar sembarangan. Ia berjalan keluar meninggalkan tempat itu, meninggalkan pesta, alkohol, dan wanita-wanita cantik yang biasa ia nikmati.
Angin malam yang dingin menerpa wajahnya, sedikit menyadarkannya. Ia bersandar di body mobil sport merahnya, menatap langit hitam yang bertabur bintang.
"Maheera... kenapa kau terus ada di pikiranku?" gumamnya pelan. "Apa gadis kampung itu sudah menyihirku? Padahal aku punya segalanya di sini..."
Aaryan tidak mengerti. Selama ini ia bisa memiliki wanita manapun yang ia mau dengan mudahnya. Tapi kenapa justru wanita yang jauh dan sulit didapatkan yang membuatnya terus memikirkan dia?
Malam itu, di tengah gelapnya malam dan pengaruh alkohol, Aaryan sadar satu hal. Hidupnya yang penuh dosa dan kesenangan duniawi ini, ternyata tidak bisa membuatnya bahagia selamanya. Dan pertemuan dengan gadis suci itu, mungkin adalah satu-satunya harapan untuk mengubah hidupnya yang hancur ini.