"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."
Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.
Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.
Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.
apakah sang penguasa akan kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Sembilan
Sinar mentari pagi yang baru saja menyentuh puncak-puncak bukit di sisi barat Desa Jinan membawa kehangatan yang disertai aroma pegunungan yang segar. Di bawah naungan Pohon Memori yang kini dahan-dahannya telah merangkul sebagian besar halaman kedai, Zhou Ji Ran duduk bersandar di kursi goyangnya. Di tangannya, sebuah cangkir tanah liat berisi teh melati yang dicampur dengan sesendok kecil susu kambing gunung pertama hasil perahan pagi tadi. Rasa teh itu kini jauh lebih kaya; ada perpaduan antara ketajaman melati, kesejukan esensi teratai salju, dan kelembutan protein murni yang diperah dari hewan-hewan yang merumput di lereng energi.
Di seberang halaman, Suan Ji—sang mantan Auditor Kosmik—terlihat sedang memegang sebuah papan kayu besar yang dipenuhi dengan deretan angka yang sangat rapi. Ia tidak lagi mengenakan jubah kelabunya yang kusam, melainkan baju kerja berwarna biru tua yang praktis. Matanya yang tajam mengawasi sekumpulan kambing gunung yang sedang digiring oleh Jenderal Lu Xing melintasi Jembatan Pertumbuhan.
"Satu, dua, tujuh, lima belas... Lu Xing! Kambing nomor empat puluh dua itu sedikit pincang di kaki kanan belakangnya! Itu akan mengurangi efisiensi pergerakan kawanan sebesar tiga koma dua persen! Segera oleskan salep esensi tanah di bagian kuku kakinya!" teriak Suan Ji dengan suara yang penuh dengan otoritas statistik.
Lu Xing, yang kini memegang tongkat kayu panjang alih-alih tombak cahaya, menghela napas panjang namun tetap melakukan apa yang diperintahkan. "Aku mengerti, Tuan Auditor! Kau benar-benar tidak bisa membiarkan satu detail kecil pun lewat, ya?"
"Detail kecil adalah fondasi dari keberhasilan sistem, Lu Xing! Tanpa akurasi, kita hanya sedang menunggu kekacauan!" balas Suan Ji tanpa mengalihkan pandangan dari papan hitungnya.
Zhou Ji Ran tersenyum tipis melihat perdebatan rutin tersebut. Ia merasa bahwa kehadiran Suan Ji memberikan dimensi keteraturan yang baru bagi desanya. Jika dulu ia harus memikirkan semuanya sendiri, kini ia memiliki orang-orang yang terobsesi dengan detail untuk mengurus hal-hal teknis yang membosankan. Baginya, tugas paling berat pagi ini hanyalah memastikan ulat bulu tidak menemukan jalan menuju daun sawi barunya.
"Tuan, roti gandum hangat dengan selai teratai salju sudah siap," ucap Lin Xiaoqi yang keluar dari dapur membawa piring kecil. Di belakangnya, Bai Ling mengikuti dengan membawa kendi berisi air mineral dingin dari Telaga Selatan.
"Letakkan saja di meja, Xiaoqi. Terima kasih," sahut Zhou Ji Ran. Ia mengambil sepotong roti, merasakan tekstur gandum yang kasar namun lembut saat dikunyah. "Bagaimana keadaan di area peternakan baru, Bai Ling? Apakah suhu di sana cukup stabil untuk kambing-kambing itu?"
"Sangat stabil, Tuan. Berkat bantuan Mo Ye yang memangkas vegetasi berlebih, sirkulasi udara di lereng barat menjadi sangat lancar. Saya juga sudah menanam beberapa rumput es di sekitar tempat minum mereka agar suhu tubuh mereka tetap terjaga saat matahari terik," lapor Bai Ling dengan senyum yang menenangkan.
Namun, di tengah suasana sarapan yang damai itu, Zhou Ji Ran tiba-tiba merasakan adanya sebuah getaran yang sangat aneh di dalam struktur molekul udara di sekelilingnya. Getaran itu bukan berasal dari kekuatan spiritual yang meledak-ledak, melainkan sebuah getaran yang sangat ritmis, seperti suara detak jam raksasa yang sedang disesuaikan. Langit di atas Desa Jinan yang tadinya biru jernih, tiba-tiba tampak seperti sebuah kanvas yang sedang digores oleh penggaris tak terlihat. Garis-garis cahaya putih muncul secara horizontal dan vertikal, membagi langit menjadi kotak-kotak sempurna yang menyerupai denah bangunan.
Zhou Ji Ran meletakkan rotinya kembali ke piring. Ia menyeka tangannya dengan serbet kain, matanya menatap tajam ke arah jembatan. "Sigh... baru saja aku ingin menikmati susu kambing ini sampai habis. Sepertinya 'Sang Arsitek' akhirnya memutuskan untuk datang dan melakukan renovasi tanpa izin."
Gu Lao yang duduk di kursi goyang sebelah seketika berhenti memilin janggutnya. "Ji Ran, aku merasakan aura 'Konstruksi Absolut'. Ini adalah energi milik mereka yang membangun penjara-penjara dimensi untuk para Dewa Kuno. Ini bukan lagi soal audit atau takdir, ini soal bentuk fisik dari realitas ini."
Dari pusat garis-garis cahaya di langit, muncul sebuah lubang kunci raksasa yang terbuat dari logam kuningan yang berkilau. Dari lubang kunci tersebut, melangkah keluar seorang pria dengan pakaian yang sangat aneh. Ia mengenakan banyak kantong di ikat pinggangnya yang berisi penggaris, jangka, palu kecil, dan berbagai alat ukur yang terus bergerak sendiri. Di punggungnya, ia membawa sebuah gulungan kertas yang sangat besar yang memancarkan aroma tinta dan kayu tua. Namanya adalah Gong Sun, Sang Arsitek Primal dari Paviliun Konstruksi, entitas yang bertugas memastikan bahwa seluruh bangunan dan struktur fisik di multisemesta sesuai dengan "Cetak Biru Utama" yang dibuat oleh para Pencetus.
Gong Sun tidak melayang di udara; ia berjalan di atas garis-garis cahaya di langit seolah-olah itu adalah lantai yang padat. Ia mengeluarkan sebuah kaca pembesar raksasa dari sakunya dan mulai mengamati Jembatan Pertumbuhan dari kejauhan.
"Penyimpangan Struktural Terdeteksi," suara Gong Sun terdengar sangat mekanis namun memiliki nada kemarahan yang tertahan. "Jembatan ini... ia memiliki lengkungan yang melanggar hukum geometri suci! Dan penggunaan Logam Abadi untuk pondasi irigasi adalah pemborosan estetika yang sangat memuaskan namun secara fungsional ilegal!"
Gong Sun melompat turun dari langit, mendarat tepat di tengah jembatan dengan dentuman yang sangat halus namun membuat seluruh jembatan bergetar secara frekuensi. Ia mengabaikan Huo Fen dan Lu Xing yang sedang tercengang. Ia segera mengeluarkan sebuah meteran gulung yang terbuat dari jalinan cahaya perak dan mulai mengukur lebar jembatan tersebut.
"Tiga milimeter terlalu lebar! Ini adalah penghinaan terhadap keharmonisan ruang!" teriak Gong Sun. Ia mengangkat palu kecilnya dan bermaksud untuk menghantam salah satu tiang jembatan untuk "membongkarnya" secara otomatis ke dalam bentuk asalnya.
Huo Fen yang melihat itu seketika melompat maju, palu godamnya yang membara ia angkat tinggi-tinggi. "Hei, Pak Tua Berbaju Kantong! Jangan berani-berani kau menyentuh karyaku dengan palu mainanmu itu! Aku menghabiskan tiga hari tiga malam untuk memastikan logam itu menyatu dengan sempurna!"
Gong Sun bahkan tidak menoleh ke arah Huo Fen. "Karyamu adalah kekacauan yang diberkati, Pandai Besi. Tapi di dunia ini, hanya Cetak Biru Utama yang benar. Segala sesuatu yang tidak sesuai harus dibongkar dan disusun kembali."
Gong Sun mengayunkan palu kecilnya. Saat palu itu mengenai tiang logam abadi, tiang tersebut tidak hancur, melainkan mulai memudar, berubah kembali menjadi partikel-partikel energi mentah yang siap untuk dibentuk ulang.
Melihat karyanya mulai menghilang, Huo Fen menggeram marah dan menghantamkan palu godamnya ke arah Gong Sun. Namun, Gong Sun hanya mengangkat sebuah penggaris kayu tua. Secara ajaib, penggaris itu mampu menahan palu godam Huo Fen tanpa bergetar sedikit pun.
"Sudut seranganmu salah, Pandai Besi. Empat puluh lima derajat terlalu miring. Kekuatanmu terbuang percuma sebesar dua belas persen," ucap Gong Sun datar.
Zhou Ji Ran berjalan menuruni tangga teras, menyeret kakinya dengan malas di atas rumput. Di tangannya, ia memegang sebuah sendok kayu yang tadi ia gunakan untuk mengaduk susu kambingnya. "Tuan Arsitek, kau baru saja merusak pemandangan pagiku. Dan jembatan itu baru saja diresmikan kemarin. Jika kau ingin membongkar sesuatu, kenapa tidak kau bongkar saja egomu yang terlalu kaku itu?"
Gong Sun menoleh ke arah Zhou Ji Ran, ia menyesuaikan letak kacamatanya yang terbuat dari lensa kristal dimensi. "Zhou Ji Ran. Subjek Anomali Utama. Keberadaan desa ini tidak terdaftar dalam Cetak Biru Utama yang saya pegang. Rumah kayumu itu... ia tidak memiliki fondasi yang sesuai dengan hukum gravitasi tingkat lima. Dan telaga itu... posisinya mengganggu aliran simetri kosmik."
Gong Sun membuka gulungan kertas raksasa di punggungnya. Seketika, sebuah proyeksi hologram dari Desa Jinan yang "seharusnya" muncul di udara. Dalam proyeksi itu, gubuk Zhou Ji Ran menghilang, digantikan oleh tanah datar yang kosong. Telaga naga dihilangkan, dan jembatan kebanggaan Huo Fen dihapus sepenuhnya.
"Saya diperintahkan untuk mengembalikan koordinat ini ke status asalnya: Kosong," ucap Gong Sun. Ia mengangkat jangka besarnya, membukanya hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat. "Operasi Pembongkaran Dimensi dimulai!"
Sebuah gelombang energi berbentuk lingkaran sempurna meluas dari jangka Gong Sun, bermaksud untuk meratakan segala sesuatu yang ada di jalurnya menjadi debu atom.
Para pekerja dan penduduk desa berteriak panik, mereka merasakan getaran yang sangat kuat di bawah kaki mereka. Namun, Zhou Ji Ran hanya berdiri diam. Ia mengangkat sendok kayunya yang masih menyisakan sedikit bekas susu kambing.
"Kau tahu, Gong Sun," ucap Zhou Ji Ran dengan suara yang sangat tenang. "Masalah dengan cetak birumu itu adalah ia terlalu statis. Kau membangun dunia seperti membangun lemari kayu, tanpa memikirkan bahwa kehidupan itu cair dan terus tumbuh. Kau ingin meratakan desaku? Coba saja ratakan rasa susu kambing ini terlebih dahulu."
Zhou Ji Ran melakukan gerakan sederhana: ia memercikkan sisa susu kambing dari sendok kayunya ke arah gelombang energi lingkaran milik Gong Sun.
Setiap tetes susu putih itu, saat bersentuhan dengan energi pembongkaran, tiba-tiba meledak menjadi struktur kehidupan yang sangat kompleks. Tetesan susu itu berubah menjadi akar-akar pohon cahaya yang sangat kuat yang seketika melilit energi lingkaran Gong Sun, menahannya agar tidak meluas, dan kemudian menyerap seluruh energi tersebut untuk diubah menjadi nutrisi tanah.
"Apa?! Hukum Pembongkaran saya diserap oleh... residu protein?!" Gong Sun terbelalak, ia mencoba menyesuaikan alat ukurnya namun semuanya menunjukkan angka yang tidak masuk akal.
Zhou Ji Ran melangkah maju, kini ia berdiri hanya satu langkah di depan sang arsitek. "Dunia ini tidak butuh denah yang kaku, Gong Sun. Dunia ini butuh arsitek yang tahu bagaimana caranya mengikuti pertumbuhan alam. Kau bilang jembatan ini melanggar geometri suci? Itu karena kau hanya melihat dengan matamu, bukan dengan jiwamu."
Zhou Ji Ran menangkap jangka besar di tangan Gong Sun. Dengan satu sentuhan kecil dari jarinya, ia mengubah struktur jangka tersebut. Logam dimensi yang tadinya keras itu seketika melunak seperti lilin, lalu mengeras kembali menjadi bentuk sebuah sendok semen dan sekop kecil yang sangat ergonomis.
"Kau punya bakat besar dalam memahami struktur dan material," ucap Zhou Ji Ran. "Kebetulan sekali, setelah jembatan ini selesai, aku merasa rumah kayuku sudah mulai terlalu kecil untuk menampung semua orang. Aku butuh paviliun baru di tengah telaga untuk tempat minum teh, dan aku butuh renovasi pada kandang kambing agar memiliki sirkulasi udara yang lebih baik menurut hukum 'Geometri Bahagia'."
Zhou Ji Ran menjentikkan jarinya ke dahi Gong Sun. Seketika, jubah penuh kantong sang arsitek berubah menjadi pakaian tukang bangunan yang kokoh berwarna abu-abu, lengkap dengan sabuk peralatan yang kini isinya sudah disesuaikan untuk konstruksi bangunan pedesaan.
"Mulai hari ini, kau adalah Kepala Konstruksi dan Arsitektur Desa Jinan," perintah Zhou Ji Ran. "Tugas pertamamu adalah memperbaiki tiang jembatan yang baru saja kau bongkar tadi, lalu temui Suan Ji untuk mendiskusikan denah perluasan kandang kambing. Dan ingat, jika kau mencoba membongkar rumahku tanpa izin tertulis dariku, aku akan memintamu untuk membangun kembali seluruh istana dewa kuno menggunakan pasir pantai satu per satu."
Gong Sun merasa seluruh konsep arsitektur yang ia miliki selama jutaan tahun tiba-tiba runtuh dan disusun kembali ke dalam bentuk yang lebih sederhana namun jauh lebih kuat. Ia menatap tangannya yang kini memegang sekop semen, dan anehnya, ia merasakan sebuah gairah baru yang belum pernah ia rasakan saat hanya mengikuti cetak biru dari Pencetus.
"Membangun tanpa denah yang dipaksakan... mengikuti aliran kehidupan..." gumam Gong Sun dengan mata yang mulai bersinar penuh ide. "Diterima. Saya akan segera melakukan audit material pada jembatan ini dan memastikan estetika barunya selaras dengan aura Tuan Zhou."
Sore harinya, pemandangan di Jembatan Pertumbuhan menjadi sangat luar biasa. Gong Sun terlihat sedang berdiskusi sengit dengan Huo Fen di tengah jembatan.
"Huo Fen! Kau tidak bisa hanya menggunakan kekuatan untuk menyambung logam ini! Kau harus memperhatikan sudut pemuaian saat air naga mendinginkannya di malam hari! Gunakan teknik penguncian melingkar ini agar strukturnya bisa 'bernapas'!" teriak Gong Sun sambil mendemonstrasikan sebuah teknik penyambungan yang sangat rumit menggunakan sekop semen barunya.
Huo Fen yang tadinya marah, kini tampak sangat tertarik. "Oh? Teknik penguncian melingkar? Jadi ini yang kau sebut geometri suci? Baiklah, mari kita coba! Lu Xing! Berikan aku panas api matahari yang lebih fokus di bagian sambungan ini!"
Ketiganya kini bekerja sama dengan harmoni yang sangat efisien. Jembatan yang tadinya sudah bagus, kini mulai memiliki detail-detail arsitektur yang sangat indah, seolah-olah jembatan itu tumbuh secara alami dari tanah.
Wu Tie di meja kasirnya mencatat aset baru tersebut. "Kepala Konstruksi: Gong Sun. Nilai Tambah Infrastruktur: Tak Terbatas. Biaya Operasional: Dua liter teh melati susu per hari dan kebebasan untuk mengubah bentuk pagar sesuka hati."
Zhou Ji Ran kembali duduk di terasnya, kali ini ditemani oleh Lin Xiaoqi yang sedang membawa keranjang penuh benih anggur yang akan ditanam besok. "Satu lagi orang yang terobsesi dengan aturan, satu lagi tenaga ahli untuk desa kita."
"Tuan benar-benar luar biasa," puji Lin Xiaoqi sambil menuangkan teh baru untuknya. "Tapi Tuan, apakah Anda tidak merasa bahwa dengan adanya Sang Arsitek ini, rumah kita akan berubah menjadi istana yang sangat megah? Bukankah Tuan ingin hidup sederhana?"
"Kesederhanaan bukan berarti tidak nyaman, Xiaoqi. Jika Gong Sun bisa membuat gubuk ini tetap terasa seperti gubuk namun memiliki kenyamanan istana imortal, kenapa tidak? Yang penting bagiku adalah aku tidak perlu lagi memperbaiki genteng yang bocor saat musim hujan tiba," jawab Zhou Ji Ran sambil tertawa santai.
Namun, di balik suasana damai tersebut, Zhou Ji Ran menatap ke arah langit yang kini garis-garis cahayanya sudah menghilang. Ia tahu bahwa "Pembongkaran yang Gagal" ini akan menjadi berita besar bagi para Pencetus Utama. Mengirimkan utusan-utusan fungsional seperti auditor, penilai takdir, pemangkas, dan arsitek adalah cara mereka untuk mencoba "mengatur" anomali. Namun ketika semua alat pengatur itu justru bergabung dengan anomali, maka para Pencetus akan dipaksa untuk mengambil langkah yang lebih drastis.
"Mereka akan segera menyadari bahwa Desa Jinan bukan lagi sekadar kesalahan data," bisik Zhou Ji Ran dalam hati. "Ini adalah pusat dari realitas baru yang mereka tidak bisa kuasai."
Tiba-tiba, Yan Fei mendekat lagi, kali ini dengan ekspresi yang lebih tenang namun penuh dengan rasa ingin tahu. "Tuan Zhou... kotak saya mendeteksi bahwa sejak Gong Sun mulai bekerja, frekuensi getaran desa kita telah menjadi sangat stabil, hampir tidak terdeteksi oleh sistem pemantauan jarak jauh. Sepertinya arsitektur yang ia buat bertindak sebagai perisai frekuensi alami."
"Baguslah. Berarti besok kita bisa menanam anggur tanpa perlu khawatir ada radar yang mengintip," sahut Zhou Ji Ran. "Dan katakan pada Gong Sun, setelah jembatan itu benar-benar selesai, aku ingin dia membangun sistem drainase otomatis untuk kandang kambing. Aku tidak ingin aroma kambing itu merusak wangi teh di teras ini."
Malam mulai turun, menyelimuti Desa Jinan dengan cahaya kuning yang hangat dari lampion-lampion yang kini telah ditata dengan simetri yang sempurna oleh Gong Sun. Di bawah jembatan, Ao Kun berenang dengan gembira, merasakan air sungai yang mengalir lebih lancar karena struktur pondasi yang telah diperbaiki.
Zhou Ji Ran berdiri dari kursi goyangnya, ia berjalan menuju kebun sawinya yang kini sudah hampir siap panen kedua. Ia menyentuh daun sawi yang dingin oleh embun malam, merasakan kepuasan yang mendalam. Ia teringat akan masa-masanya saat ia masih harus menghancurkan dewa kuno untuk mendapatkan poin misi. Dibandingkan dengan itu, melihat sebatang sawi tumbuh sehat karena pupuk dari energi primordial jauh lebih bermakna.
"Inilah hidup yang aku cari," gumamnya pelan.
Tanpa instruksi, tanpa naskah yang mengikat, ia telah menciptakan sebuah narasi hidupnya sendiri. Sebuah cerita tentang seorang petani yang berhasil menjinakkan seluruh hukum semesta hanya untuk memastikan kebunnya tetap subur. Dan selama api di dapur Chen Long masih menyala, dan suara kecapi Su Ruo masih terdengar, ia akan tetap menjadi penjaga yang paling setia bagi kedamaian ini.
Malam semakin larut, dan Desa Jinan pun tenggelam dalam kesunyian yang penuh dengan energi kehidupan. Sang petani legenda telah menemukan ritmenya, dan ia siap untuk menyambut hari esok dengan cangkul di tangan dan ketenangan di hati. Semuanya berjalan sesuai dengan kehendaknya yang sederhana namun luar biasa. Kehidupan ini memang benar-benar luar biasa.
"Selamat malam, kawan-kawanku. Sampai jumpa di fajar berikutnya untuk membangun lebih banyak hal indah," bisik angin di sela-sela daun Pohon Memori yang kini bersinar terang seperti mercusuar kedamaian di tengah multisemesta yang luas.
Dan di kegelapan dimensi yang sangat jauh, Sang Pencetus Utama mulai merasa gelisah. Ia melihat bagaimana satu per satu elitnya menghilang ke dalam sebuah desa kecil dan tidak pernah kembali untuk melapor. Ia mulai menyadari bahwa ia tidak sedang berhadapan dengan seorang pemberontak biasa, melainkan dengan seorang rekan lama yang kini telah menemukan sesuatu yang lebih kuat daripada sistem: Realitas yang Penuh Cinta. Perjalanan ini baru saja memasuki fase yang paling krusial, dan setiap detiknya adalah keajaiban yang nyata. Tanpa instruksi apa pun, Zhou Ji Ran telah menjadi petani bagi takdirnya sendiri di atas tanah yang subur ini. Dan ia akan memastikan bahwa takdir itu tetap damai, satu hari pada satu waktu.
"Besok, kita akan membuat keju kambing pertama kita," gumam Zhou Ji Ran sebelum ia benar-benar terlelap dalam tidurnya yang paling damai.
Selesailah satu hari yang penuh dengan renovasi tak terduga, dan fajar esok menanti dengan janji-janji baru dari tanah yang dicintai. Kehidupan sang mantan pemilik sistem adalah sebuah lagu abadi yang dinyanyikan oleh alam semesta itu sendiri.
gak balik jadi orang2ngan sawah soalnya..🤣🤣