menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembantaian
Setelahnya para pasukan penyusup kabur dari tempat kediaman para pangeran setelah itu pasukan kekaisaran dan para warga berdatangan dengan membawa obor mereka terkejut dengan pemandangan para pangeran di gantung mayatnya serta kediaman mereka terbakar para pasukan kekaisaran menyuruh warga untuk bubar beberapa dari mereka mencari para pelaku dengan menyisir wilayah sekitar beberapa lagi mengadu kepada kaisar soal tragedi tersebut, setelah kaisar mengetahui kejadian tersebut kaisar merasa terkejut kesal lalu segera menuju tempat kediaman para pangeran beserta dengan permaisuri utama kaisar segera menuju tempat pembantaian dia menyuruh kusir kerajaan untuk memacu kereta kudanya secepatnya
Sesampainya di tempat para pasukan segera membentuk barisan dan bersikap tunduk sang kaisar melihat putranya wafat di bantai pun dia merasa iba serta sedih sang permaisuri pun sampai meneteskan air mata sang kaisar marah siapakah yang melakukan hal ini komandan pasukan pun mengatakan kalau hal ini bisa saja ulah bandit atau perampok namun sang kaisar menolak pasti bukan karena tidak mungkin bandit atau perampok bisa menyerang istana kepangeranan dengan pasukan keamanan lalu sang kaisar segera menyuruh para pasukan untuk menyelidiki serta mencari siapa sajakah pelakunya,
Di tempat lain pasukan barvatia yang merupakan pelaku pembantaian segera berkumpul mereka berhitung siapa saja yang selamat terhitung sepuluh orang dari mereka mati dalam penyerangan namun mereka tidak perlu panik karena mereka sudah menyembunyikan identitas serta membakar mayat rekan mereka yang tewas setelah itu mereka segera menghapus jejak jejak mereka lalu mengamankan harta jarahan mereka, keesokan harinya di pasar serta di jalan jalan kerajaan serta di istana terdengar desas desus soal di balik pembunuhan 7 pangeran kekaisaran yang katanya ada perebutan takhta ataupun akan terjadi perang saudara namun sang kaisar sendiri sudah curiga kalau pelaku utamanya adalah yaboath, kemudian di istana kaisar sedang berbicara dengan perdana menterinya rodiu serta bertanya "aku merasa kalau yang melakukan ini adalah putraku yang di kucilkan yaboath bagaimana pendapatmu perdana menteri"
"Menurut saya sangat tidak mungkin sebab wilayah yang di pimpinnya sangat lah jauh dan sangat tidak mungkin jika dia bisa lakukan itu" jawab sang perdana menteri dengan keyakinannya namun sang kaisar pun sedikit termenung
Para selir sedang berdebat serta permaisuri dan istri istri kaisar berdebat soal siapakah pelakunya serta kesedihan dari beberapa istri kaisar karena anaknya ikut terbunuh dari peristiwa tersebut mereka marah dan mengecam tindakan para pelakunya dan berharap mereka tertangkap lalu di hukum mati
Di barvatia yaboath yang mendengar keberhasilan pasukannya membuat teror serta kepanikan dia merasa senang dan ingin menambah serangannya untuk kekaisaran sang ibunda yang mengetahui kekejamannya pun menegur yaboath kalau tindakannya sudah salah serta tidak di benarkan karena sudah kelewatan batas yaboath yang mendengar nasihat sang ibunda dia hanya diam saja serta memberikan penjelasan "para tiran tidak perlu di kasihani ibunda mereka kejam makan mereka pun harus di tindas selayaknya perbuatan mereka" lalu yaboath memerintahkan kepada petinggi militernya untuk mengirimkan perintah lakukan teror lagi serta kalau bisa tambah jumlah pasukan biar kekaisaran berada dalam kepanikan
Di kekaisaran para pasukan berkumpul mereka mendapatkan perintah untuk lakukan serangan sekali lagi untuk kali ini mereka menggunakan senjata api yang bisa menampung 5 jumlah peluru sehingga mereka tak perlu langsung mengisi ulang setelah menembaknya serta sang kaisar yaboath mengirimkan jumlah pasukan sebanyak 50.000 pasukan tambahan dengan persenjataan full senjata api serta gunakan meriam rakitan kecil yang bisa meledakan bangunan dengan tambahan 10 senapan mesin gatling gun para pasukan berkumpul di pelabuhan mereka menyamar sebagai pedagang serta di sambut oleh para pasukan barvatia yang sudah menyusup duluan para pasukan menyamar sebagai pedagang serta mereka menyelundupkan persenjataannya di dalam kapal
Di malam harinya para pasukan berkumpul di masing masing penginapan mereka tidak langsung muncul secara bersamaan mereka berpecah terdiri dari 20 hingga 10 kelompok pasukan yang menyusup lebih dulu keluar dengan menggunakan senjata api lalu berkeliling menggunakan kuda ketika mereka melihat pasukan kekaisaran mereka segera menembak "dor dor dor"
Pasukan kekaisaran yang mendengarnya pun langsung menuju lokasi lalu mengejar para pelaku mereka langsung saling berhadapan kebetulan para pasukan kekaisaran hanya berpatroli dengan gunakan tombak dan pedang beberapa menggunakan panah serta crossbow
Para pasukan lainnya segera menuju pelabuhan mereka ingin berkumpul lalu memacu kudanya
Sesampainya di pelabuhan mereka kaget ternyata para pasukan kekaisaran sudah berkumpul di pelabuhan serta mengepun mereka para pasukan barvatia pun segera melawan melempar obor api ke arah pasukan kekaisaran lalu saling beradu pedang mereka yang kalah jumlah pun beberapa langsung kabur lalu mereka segera memanggil rekan mereka yang lainnya untuk segera menuju gudang para pasukan penyusup yang berhasil menuju gudang mereka langsung mengambil senapan serta meriam portable mereka langsung saja menembaki pasukan kekaisaran serta melontarkan bom meriam ke arah pasukan kekaisaran yang akhirnya tumbang satu persatu para pasukan penyusup lainnya akhirnya mereka mendapatkan senjata api mereka dengan kuda mereka akhirnya mereka memacu kudanya segera untuk meneror kekaisaran
Pasukan yang lainnya pun segera merakit senapan mesin gatling gun mereka yang memiliki roda lalu memasang nya di kereta kuda hasil rampasan mereka menyerang pos pasukan kekaisaran menembakan meriam hingga markas hancur pasukan kekaisaran banyak yang tewas serta mereka juga hancurkan pasukan lainnya mereka juga kembali menuju kediaman para bangsawan dan para pangeran lalu menembakan senapan mesin mereka para pasukan kekaisaran yang berjaga mereka tewas para bangsawan ketakutan melihat pasukan berpakaian hitam dengan penutup wajah menggunakan senjata api menyerang mereka lalu doooorr bom meledakkan para bangsawan hingga tewas
Di tempat lain para selir kekaisaran merasa takut mereka di tembaki dengan meriam hingga hancur serta mendengar teriakan-teriakan tentara kekaisaran yang tewas akibat di serang lalu pasukan berpakaian hitam tersebut memasuki ruangan selir dan memerintahkan mereka untuk keluar mereka di arak keluar di teriaki serta di maki mereka dipaksa duduk lalu mereka di siram dengan minyak para selir menangis dan ada yang ketakutan hingga berteriak beberapa ada yang kabur lalu "dor door dor" mereka di tembaki hingga tewas akhirnya mereka yang tersisa di bakar hidup hidup para selir menjerit kepanasan hingga akhirnya mereka tewas dan gosong, tentara barvatia yang lainnya mereka membantai para pasukan kekaisaran mereka menembak para prajurit kekaisaran yang kebetulan tidak menggunakan senjata api hingga akhirnya muncullah batalion kekaisaran yang menggunakan senjata api mereka saling adu tembak hingga mayat saling berserakan para pasukan barvatia yang memiliki meriam akhirnya menembakan meriam mereka hingga terjadi ledakan.