NovelToon NovelToon
DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / One Night Stand / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

Amalia tak pernah menyangka, penghianatan dari calon suami dan sahabatnya sendiri, justru membawanya pada takdir yang tak terduga.

"Kau sudah tidur denganku, kau tidak akan bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

"Beb! Ruangan ini bau!"

"Beb! Ganti cat warna Oren!"

"Beb! Ganti mawar dengan lavender!"

Bara akhir-akhir ini berubah menjadi sosok yang penuh permintaan aneh. Bebby, harus ekstra sabar menghadapi segala tingkah aneh atasannya itu.

"Beb, aku pengen... jus mangga campur durian! Sekarang juga!"

Bebby menghela napas panjang, menahan godaan untuk membanting map yang ada di tangannya. Ia tersenyum kaku.

"Baik, Tuan Bara. Aku carikan sekarang."

Tak lama Bebby sudah kembali dengan jus mangga durian.

"Aarrggg! Bau apa ini?" Bara menutup hidungnya.

"Sesuai request, Tuan."

Bara menyingkirkan jus itu. "Singkirkan! Buat kamu saja."

Mata Bebby melebar sempurna. "Aku mana doyan....." keluhnya dalam hati.

****

Dalam perjalanan, Bara merasa mual lagi dengan aroma di dalam mobil.

"Kenapa baunya begini?"

"Ini aroma kopi seperti biasa, Tuan."

"Baunya buat mual," kata Bara sambil menutup hidungnya. "Menepilah di mini market, aku mau pewangi diganti."

Namun belum sempat Bebby bergerak, Bara menunjuk ke arah lahan durian yang mereka lewati.

"Tunggu! Berhenti!"

Bebby melirik bosnya,"Apa lagi kali ini?" batinnya.

Setelah mobil menepi, Bara keluar memandang lahan durian. Bebby ikut memandang, seketika ia punya ketakutan sendiri.

"Tolong.... Jangan yang aneh-aneh, bos...."

Bara menatap sekertarisnya. "Panjat," suruhnya datar.

Mata Bebby membulat melebar, "Apa?"

"Panjat pohon durian. Aku ingin makan durian."

"Kalau ingin makan durian, kenapa enggak beli aja, sih?"

"Aku ingin durian yang langsung dari pohonnya."

Mulut Bebby membulat seketika, matanya mengerjab. Lalu Bebby memandang pohon durian itu dengan tatapan kosong. Tingginya hampir enam meter, dan duri-duri buahnya tampak mengancam. Dalam hati, ia merutuk.

"Gila. Ini gila. Aku sekretaris, bukan Tarzan."

Tapi Bara sudah memandangnya dengan wajah tegas dan mata tajam.

"Cepat!"

Bebby menghela napas. Tak ada pilihan lain. Dengan keluhan yang hanya terdengar di dalam hati, Bebby mulai memanjat pohon durian itu.

"Ini gila, sumpah! Dia kerasukan apa sih? Apa dia punya dendam padaku? Tidak! Tidak! Dendam apaan? Apa jangan-jangan gara-gara enggak dapat nona Lia dia jadi gila? Astaga, dia kan jadi begini sejak menyelinap ke rumah, dan setelah itu dia tidak pernah menemui lagi."

"Awas durinya, Bebby!" teriak Bara dari bawah.

"Jadi, aku mengalami kesialan ini apa gara-gara tak bertemu nona Lia?"

Bebby melihat ke bawah, ingin sekali melempar satu durian ke kepala Bara saat itu juga.

"Sebaiknya kujatuhkan saja durian ini ke kepalanya," gumam Bebby dalam hati sambil menyengir sinis.Ia melihat lagi ke bawah, nyengir sinis lagi. Lalu selintas bayangan Bara yang melemparnya ke kandang buaya setelah itu, seketika membuat Bebby bergidik dan menggeleng.

Setelah perjuangan berdarah-darah, Bebby berhasil menjatuhkan dua buah durian. Tepat di samping Bara.

"Apa kau sengaja?" tanya Bara datar dan dingin. "Kau bermaksud mengincarku?"

Bebby tertawa canggung,"Hahaha, tidak! Tidak. Biar cepat mungutnya. Nanti kalau jauh, dipungut sama orang lain," katanya ngeles. "Ayo, ayo, ambil duriannya, hahaha."

Setelah semua durian dipunguti, Bara bawa satu, Bebby satu.

"Bagus! Bawa ke mobil!"

Di dalam mobil, Bara menyimpan durian di kursi penumpang. Aroma semerbak khas durian mengisi ruang dalam mobil.

"Baunya, bikin mual saja," keluh Bebby sambil menyetir. Tentu saja suara keluhannya hanya bisa dia dengar sendiri.

****

Sorenya, setelah mengantar Bara pulang, Bebby mengemudikan mobilnya ke sebuah danau yang tenang. Ia memarkir di pinggir, turun, lalu berteriak sekeras-kerasnya.

"Bara, kau gila!!!" pekiknya, membuat burung-burung di semak berhamburan. "Semua perintah remehmu membuatku kesal, kenapa tidak kau suruh aku Bun uh orang!? Lebih keren!"

"Lihat kali ini, manjat pohon durian? Haaahh! Manjat? Apa aku ini monyet?" teriaknya menambahkan."Kau jadi kacau setelah bertemu gadis itu! Sial aku kena getahnya!"

"Sialan!"

Setelah puas memaki, dan mengumpat, Bebby tertawa kecil. Beban di dadanya terasa lebih ringan.

"Huufffttt! Lumayan! Hahaha!"

Ia kembali ke mobil dengan senyum getir, siap menghadapi hari-hari aneh berikutnya bersama bosnya yang, entah kenapa, makin hari makin absurd.

****

Sementara itu, di sudut kota M, Lia menjalani harinya dengan damai.

"Aahh, nyamannya," gimana Lia merenggangkan otot.

Ia kembali sibuk bekerja dan membawa beberapa  pekerjaan ke rumah, menikmati hidup tanpa gangguan Bara yang entah ke mana menghilang.

Seperti malam ini, Lia duduk di kamarnya, menulis laporan sambil mengunyah keripik dengan lahap. Piring bekas seblak, tomyang, bahkan lontong, masih menumpuk di samping laptop. Ia menengok ke dinding, ke arah kalender yang penuh coretan deadline.

"Tunggu... ini tanggal berapa?" pikirnya.

Ia mendekat, menghitung mundur, dan tiba-tiba jantungnya mencelos.

"Sudah satu bulan lebih... aku belum datang bulan."

Panik menggerogoti dirinya. Ingatan tentang malam menggemparkan bersama Bara menghantam seperti badai. Malam saat segala logika kabur, dan hanya hasrat yang berbicara.

"Tidak mungkin!"

Dengan tangan gemetar, Lia meraih tas, menyambar kunci motor, dan meluncur ke apotek terdekat. Sepanjang perjalanan, bibirnya berdoa tanpa henti.

"Tolong, Tuhan. Jangan... jangan sekarang. Aku belum siap..."

Di kamar mandi rumahnya, Lia berdiri gemetar, menatap alat tes kehamilan di tangannya. Waktu berlalu lambat, seolah dunia menahan napas bersamanya.

1
Lies Atikah
si Lia kayanya cinta sama si tangkur mangkanya diem aja lagian barra ngapain di jemput maksa in banget cewe gak jelas gitu maunya apa jadi sebel sama bodoh lia cewegak bersukur dapat si Barra udah segalanya eh malah ngeremehin so cantik loh jadi emosi euy
Lies Atikah
maka nya pinter dikit napa ini mah bodoh di pelihara bedegong dasar
Lies Atikah
lia oon binti bodoh sok sendiri so kuat so tak butuh bantuan orang bahka tak ada harga nya seorang suami dimata dia makan tuh sukurin biar jadi pelajaran bagi dirinya yang egois dan arogan
Lies Atikah
uyuhan cewe apaan ini aneh banget di leceh kan mau tapi di ajak baik2 malah berutal udah lah Barra maksain banget masih banyak perempuan yang lain
Lies Atikah
kenapa laki namanya bebby harus nya bobby atuh thor kukira cewe
Lies Atikah
gak suka banget cewe macam begini murahan banget gak ada harga diri udah di tolak masih maksa ih amit2
Lies Atikah
Adit baik pasti nya orang sahabat tapi aku kasihan sama Adit masa dapat bekas jadi sama Bara aja deh katanya makan banyak mulu . apakah Lia hamidun
Lies Atikah
sabar lia semoga kamu jodoh nya Bara
Lies Atikah
jadikan dia milikmu lia mau gimana lagi sudah terjadi semoga aja si Bara orng nya baik dan tanggung jawab dari pada si Jono jontor 😄
Lies Atikah
main nancap seenak nya mana masih segel lagi hajar li
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Oktaviana Maria Regina Leki
masih nyimak ya thorr
Diah Susanti
kota m: Malang, Madiun, Mojokerto, Magelang, Makassar, Medan, Manokwari🤔🤔🤔🤔
Beatrys Abbas
Semalaman tidak balik rumah.. Di biar kan saja anak-anak sendiri.. biar betul
𝗔𝗧𝘂𝗮 𝗞𝗼𝗲𝗶𝗻𝗮𝘁𝗮
𝔻𝕚𝕒 𝕥𝕒𝕜 𝕝𝕒𝕙𝕚𝕣 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕘𝕒𝕚 𝕞𝕠𝕟𝕤𝕥𝕖𝕣... 𝕄𝕖𝕞𝕒𝕟𝕘 𝕤𝕖𝕞𝕦𝕒 𝕞𝕒𝕟𝕦𝕤𝕚𝕒 𝕥𝕚𝕕𝕒𝕜 𝕥𝕖𝕣𝕝𝕒𝕙𝕚𝕣 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕘𝕒𝕚 𝕞𝕠𝕟𝕤𝕥𝕖𝕣, 𝕥𝕒𝕡𝕚 𝕞𝕖𝕞𝕒𝕟𝕘 𝕒𝕕𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕜𝕖𝕞𝕦𝕕𝕚𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕞𝕦𝕥𝕦𝕤𝕜𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕞𝕚𝕝𝕚𝕙 𝕞𝕖𝕟𝕛𝕒𝕕𝕚 𝕞𝕠𝕟𝕤𝕥𝕖𝕣... ℍ𝕚𝕕𝕦𝕡 𝕚𝕥𝕦 𝕡𝕚𝕝𝕚𝕙𝕒𝕟 𝕜𝕒𝕟?? 😄😄😄
Ai Mulyani
bener-bener edan ini cerita
Ai Mulyani
ini rada-rada author nya, bikin pembaca makin 😕❓
Indah Rohmiatun
lia begoj
Rahma Susanty
top
Sunarmi Narmi
Nia semoga kau berjodoh dgn Bebby
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!