Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.
ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.
"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."
Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.
Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?
Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01 Janji Palsu Sang Selebtok
“Tadaaa... Ayo, pilih wae, mau yang seksi atau anggun?”
“Kamu edan! Kamu mau Bapakku mati berdiri liat aku pake baju kayak gitu?”
Nandini Basundari, 24 tahun, seorang montir bengkel di bengkel milik ayahnya sendiri, memalingkan wajah dari sahabatnya Fiona Raharjo, 24 tahun, yang sedang manggut-manggut bangga.
Kedua wanita tomboy itu sedang terjebak dalam adegan memilih pakaian untuk Nandini berkencan dengan kekasihnya. Kencan spesial, peringatan satu tahun.
“Dasar kurang wawasan! Pake bodycon dress tuh bisa diakalin, biar ndak terlalu seksi.
Kamu bisa pake outer atau jaket kulit. Tenaaang, semua ada di lemariku.” Fiona tersenyum lebar.
“Aku sih pilih bodycon daripada midi dress. Biar si Alex sontoloyo tuh sadar kalo dia punya pacar kebangetan ayu. Udah satu taun, masih saja ditutupin!
Ayu tapi bodho sih kamu tuh, Din. Mau-maunya kayak gitu.” Dengan entengnya gadis dengan model rambut pixie cut itu menghina Nandini.
“Kamu tuh ndak pernah pacaran, ndak tau arti berkorban buat pasangan. Alex itu kan lagi ngerintis karir, dobel pula. Pembalap sekaligus selebtok.
Kalo netizen tau dia punya cewek, apalagi yang ayu tenan kayak aku gini, followernya ndak bakal banyak.
Nanti kalo udah terkenal, aku yakin, kita bakal go public. Nanti kalo aku ikut terkenal, jangan sirik, huh!” Nandini mengibaskan rambutnya.
“Dih, ngapain aku sirik? Model pengeretan gitu, tukang peres. Inget tagihan dia di bengkel Bapakmu, ada berapa?
Dini, Dini, kayaknya kamu dipelet deh sama si Alex. Bodhonya ndak kira-kira!”
Nandini terdiam mendengar ujaran Fiona. Terasa salah, karena kasar—namun juga terasa benar, karena fakta.
Nandini menjalin hubungan dengan Alex Dewanto, 25 tahun. Seorang pembalap semi profesional yang sedang meniti karir profesionalnya.
Alex juga seorang selebtok, dengan jumlah pengikut di platform Tiktok hampir 1 juta orang. Di kota Solo, nama Alex cukup bergaung. Muda, tampan dan berprestasi.
Awal perkenalan Alex dan Nandini tentunya di bengkel milik Surbakti Mulyo, 52 tahun, ayah Nandini. Jangan bayangkan perkenalan yang romantis.
Alex datang ke bengkel Surbakti, yang diberi nama Mulyo Jaya oleh pemiliknya. Niat Alex adalah untuk bertemu dengan Hendro Wibowo, salah satu montir di sana. Ia berniat menyervis motor kesayangannya.
Siapa tahu, Hendro, teman SMA Alex, bisa memberi harga miring. Harap maklum, Alex masih meniti karir, kantong masih perlu dititi, tipis.
Hendro menyambut Alex dengan semringah. Ada rasa bangga dalam hatinya, dianggap oleh Alex, salah satu anak tergaul di zaman SMA dulu.
Apalagi sekarang Alex sosok artis lokal. Selebtok itu artis bukan? Kapan lagi jadi teman artis? Itu hemat Hendro.
“Bro, piye kabare?” Hendro menyapa Alex. Mereka bersalaman nonformal.
“Apik, bro. Sori, kita udah lama nggak ketemu, tiba-tiba aku hubungin. Kamu tau kan kalo aku tuh sibuk. Bukan bermaksud sombong.
Wah, tempat kerjamu keren ya? Lengkap banget kayaknya. Tapi, kata rekomendasi orang-orang, harganya bersahabat ya?
Bisa nggak dituker sama engagement? Kamu tau kan follower aku banyak. Itu bisa jadi iklan yang bagus buat bengkel ini.” Mata Alex memindai sekeliling bengkel modern Surbakti.
“Wah, itu sih bukan keputusan aku, Lex. Minimal yang mutusin, Dini, anaknya owner.”
Orang yang dibicarakan panjang umur, tak lama terlihat turun dari lantai 2. Hendro memberikan kode pada Alex bahwa gadis yang menggunakan wearpack abu-abu, sedang berjalan di tangga itu adalah Nandini, yang tadi mereka bicarakan.
Bola mata Alex membesar melihat Nandini. Gadis bermata besar dengan kulit kuning langsat. Potongan rambutnya messy wolf cut. Hidungnya mancung, alisnya tebal, bibirnya penuh menggoda. Walaupun memakai pakaian bengkel, pesona tubuh sintalnya tak tertutupi.
Jika bertemu di pinggir jalan, Alex tidak menyangka kalau Nandini adalah gadis bengkel. Ia langsung jatuh hati.
Siapa yang tak tertarik pada gadis cantik? Apalagi anak pemilik bengkel. Bisa memuluskan karir Alex. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. Naluri buaya materialistis Alex muncul.
Dari situlah Alex mulai melakukan pendekatan. Awalnya Nandini menampik, menolak dengan ketus. Gadis bermode singa.
Tapi seorang buaya berpengalaman dengan label brengsek macam Alex, tentu punya banyak cara. Gadis galak namun polos seperti Nandini pun akhirnya takluk. Setelah pendekatan hampir dua bulan.
Awalnya Alex royal, lama-lama jadi benalu. Pria itu pandai, jika berkencan menggunakan uangnya. Namun, saat ia menyervis motornya, Nandini yang harus mengeluarkan modal. Tak seimbang.
Sikap dan mulut manis Alex berhasil meyakinkan Nandini. Sang selebtok kadang membayar tagihan servisnya, namun sebulan kemudian mengutang lagi. Gali lubang tutup lubang.
Nandini juga menjadi kekasih rahasia Alex. Alasan klasik, takut ditinggal pengikut. Karirnya belum stabil.
Jika Alex sedang live, Nandini ikut. Tapi yang disorot hanya tangan, punggung, rambut. Diaku oleh Alex sebagai bidadari penolong, bagian dari tim balapnya.
Itu menjadi hook bagi penggemar Alex. Mereka penasaran dengan sosok bidadari itu.
Alex pintar menjual, ia ulur terus kerahasiaan bidadari penolong. Pengikutnya pun tambah penasaran, semakin terikat dengan konten Alex.
Hubungan Nandini dan Alex benar-benar menguntungkan sepihak bagi Alex. Perpaduan dari kelicikan Alex dan kebodohan Nandini.
*
*
Fiona mengoleskan lip cream berwarna merah sebagai pamungkas kosmetik di wajah Nandini. Gadis tomboy namun pintar berdandan itu bak MUA bagi sang bos.
Ya, Fiona juga bekerja di Mulyo Jaya, sebagai montir. Tangannya bermata dua, pandai memutar kunci pas sekaligus memoles kuas make up.
Tadinya Nandini dan Fiona hanya teman satu klub motor, RX King. Sudah delapan bulan ia direkrut oleh Nandini untuk memperkuat barisan pasukan Mulyo Jaya.
“Rampung! Ayu tenan kamu Dini, cantik pol! Awas aja si Alex kalo cuma ngeshoot tangan atau punggung kayak biasanya! Kebangetan.”
Wajah telah dipoles, rambut sudah ditata, tubuh sudah dilulur. Penampilan Nandini malam ini sudah paripurna.
Nandini mematut diri di cermin. Ia tampak pangling. Fiona benar, jaket kulit menyamarkan lekuk tubuh akibat gaun ketat berwarna marun yang ia gunakan.
Akhirnya dari dua kandidat, terpilihlah bodycon dress sepanjang betis dan bertangan panjang. Setidaknya masih aman di mata, walau pun tak menutup kesan seksi yang keluar alami dari Nandini.
“Nih, biar gong pake ini.” Fiona mengangsurkan ankle boots dengan hak 5 cm pada Nandini.
Sang bos montir ternganga, mustahil ia menggunakan alas kaki semacam itu. “Ndak Fio, jangan yang pake hak. Aku ndak biasa. Keseleo aku nanti.”
“Ck, udah nurut aja. Atas udah keren, masa bawahnya memble. Ini momen spesial Dini, jangan banyak omong-omongan.”
Dengan wajah merengut, Nandini mematuhi sahabatnya itu. Ia pakai sepatu dari Fiona.
Nandini bersumpah jika Alex tidak kunjung mengakuinya, ia mau putus saja. Sudah setiap hari makan hati, sekarang repot sekali perkara kencan istimewa.
Akhirnya dengan menggunakan taksi online, Nandini meluncur menuju sebuah kafe estetik di area Colomadu, tempat yang sudah disepakati bersama Alex.
Tiba di kafe itu, Nandini langsung duduk di meja yang telah direservasi olehnya. Satu jam telah berlalu dari waktu yang dijanjikan.
Pesan dan telepon telah Nandini layangkan ke ponsel Alex, tak cuma sekali. Ada tiga pesan dan lima panggilan. Tak ada respons. Dada Nandini mulai terasa sesak.
Nandini membuka aplikasi Tiktok. Matanya membelalak mendapati Alex sedang melakukan live.
“Gaess, aku otw Jakarta nih bareng tim aku. Kita dapet sponsorship baru. Doain ya gaess, sponsor baru prestasi baru.
Hhmm... terima kasih ya giftnya... Bidadari Penolong? Ada gaes, dia lagi tidur di belakang. Siapin stamina.
Love youuu too, Kak, maaf nih kurang jelas, oh Kak Citaa...”
Netra Nandini mulai berkaca-kaca. Ia mendongakkan kepalanya, mencegah kaca itu pecah menjadi aliran air mata.
Bagaimanapun Nandini adalah seorang perempuan. Setomboy apa pun, ia punya perasaan. Diperlakukan seenaknya oleh Alex, bukan kali pertama, tentu menyakiti hatinya.
Kaca itu rapuh, tak tertahankan untuk mengalir dari mata indah Nandini. Ia tertunduk, terisak kecil. Sakit hati sakit pula kakinya.
Kaki Nandini lecet karena sepatu boot itu kulitnya masih kaku, baru dibeli oleh Fiona. Belum lagi ia tak terbiasa menggunakan sepatu dengan hak seperti itu.
Nandini mencopot sepatu itu. Ia tak lagi peduli akan penampilannya. Buat apa? Yang ia niatkan untuk terkesan sedang menuju ibukota. Tak mengingat janjinya.
“Terima kasih lho, Gus. Kami senang sekali bisa kerja sama dengan Gus. Sampai ketemu hari Senin.”
Santaka Muttaqa Al-Fatih, 28 tahun, anak kyai besar di Solo yang berprofesi sebagai chef pastry, mengangguk pada pemilik kafe di depannya. Mereka baru saja meeting. Kafe itu menginginkan Santaka menjadi penyuplai kue dan kudapan manis di tempatnya. Telah tercapai kata sepakat.
Dengan perasaan puas dan bangga, Santaka melangkah keluar kafe. Tungkainya terhenti ketika ia melihat sesosok wanita di dekat pintu keluar.
Santaka mengenali wanita itu. Nandini, putri Surbakti, tetangga sekaligus pemilik bengkel langganannya. Langganan pesantren ayahnya pula. Nandini pernah menangani mobilnya juga, jadi mereka mengenal satu sama lain.
Gus muda itu menaikkan sebelah alisnya. Heran dengan raut sendu yang tercetak di wajah Nandini. Riasannya agak berantakan, wajahnya memerah. Kakinya juga tak beralas. Sepasang sepatu teronggok di lantai.
“Mbak Dini?” Santaka memberanikan diri menyapa.
Nandini menoleh malas. Siapa pula yang berani mengganggu kekhusyukannya bersedih? Ia cukup terkejut melihat sang sumber suara.
“Gus Taka?”
pas mau Unboxing ehhhh passa tamu tak diundang datang tanpa kodess 😤🤣🤣🤣 ditunda minggu depan yaaa Takaaa 😆
istri Gus Taka, te ou pe be ge te. aku padamu mb Dini... 😘😘
Rasainnnn kelennnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rasain Ahsan, emang enak lihat bekas kemesraan Taka & Dini... ? suruh tuh abahmu belain kamu, agar Taka kena sanksi Krn bekas mesranya Taka+ Dini terlihat. biar semua sadar, siriknya si Mahmud+ Ahsan
g tidur ah, nungguin Ahsan + Yai Mahmud angkat kaki balik ke Magelang 😄😄
panaaaaassss nihhhh Ahsannn panass yaaaaa.... yaaa panassss dongggg pastinyaaaa 🤣🤣😏 Nandini ituu sama Santaka udah saling sayang saling cinta jadi otomatis saling menguatkan satu sama lainn.. kamuuu iriiiiii ? ya tentu sajaaaa, maka nikmati dg baikkkk wahai sampahhhh pondok 😏😏😏😤
semoga Gus Abi bijak dlm mensikapi. tendang aj Ahsan dr Al Fatih. biar dia penerus PP Al Irsyad aj