NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:883
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"

Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.

Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!

Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Transaksi Pernikahan yang Gila

BAB 1: Transaksi Pernikahan yang Gila

"Aku setuju. Aku akan menikah dengannya. Tapi syaratku satu: Maharnya 1 MILIAR EMAS, dibayar lunas sebelum acara dimulai."

Suara itu terdengar dingin, tegas, dan tanpa sedikit pun keraguan.

Seluruh ruangan yang tadinya riuh dan berisik tiba-tiba menjadi hening total. Semua orang menatap wanita yang berdiri di tengah ruangan itu dengan mata terbelalak tak percaya.

Wanita itu bernama Lin Qingyan.

Ia berdiri dengan postur tubuh yang tegap sempurna. Wajahnya cantik dengan garis rahang yang tegas, matanya tajam dan jernih seperti air danau di pegunungan. Ia tidak memakai riasan berlebihan, tidak memakai perhiasan mewah, tapi aura yang dipancarkannya begitu kuat hingga membuat orang-orang kaya di ruangan itu merasa tertekan.

Di hadapannya duduk perwakilan dari keluarga terbesar dan terkaya di kota, Keluarga Gu.

Seorang wanita paruh baya dengan wajah sombong dan angkuh, Nyonya Gu, menatap Lin Qingyan dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

"Kau gila ya, Nona? Satu Miliar Emas? Kau pikir kau siapa? Putri Kerajaan?" ceplos Nyonya Gu ketus. "Kau cuma anak dari keluarga bangkrut yang mau mati kelaparan! Berani-beraninya kau minta harga setinggi itu?"

Orang-orang yang hadir pun langsung berbisik-bisik mengejek.

"Hahaha! Gila harga diri! Mana ada orang waras minta mahar segitu?"

"Dasar wanita matre! Padahal kan dia yang butuh uang buat nyelamatin perusahaan ayahnya."

"Sudah sana terima tawaran kami yang biasa saja, bersyukurlah keluarga Gu mau menampung kau!"

Lin Qingyan tidak marah. Ia justru tersenyum miring, senyum yang sangat sinis dan menantang.

Ia melangkah maju selangkah, menatap lurus ke mata Nyonya Gu.

"Nyonya, tolong gunakan logika yang benar," ucap Lin Qingyan pelan tapi suaranya terdengar jelas sampai ke telinga semua orang.

"Kalian datang ke rumahku, memintaku menikah dengan 'orang sakit' yang tidak bisa bergerak, tidak bisa bicara, dan katanya tinggal menunggu waktu mati. Kalian ingin aku merawat mayat hidup itu, menghabiskan masa mudaku, dan menjadi janda muda sebelum umurku kepala dua."

Lin Qingyan menunjuk dirinya sendiri dengan dagunya yang terangkat tinggi.

"Jadi menurut kalian, pengorbanan sebesar itu harganya murah? Kalau bukan karena keluargaku sedang butuh dana darurat sebesar itu, suruh kalian membayar dua kali lipat pun aku tidak akan mau melirik pria cacat macam itu!"

DUG!

Kata-katanya tajam seperti pisau! Menusuk tepat ke hati!

Nyonya Gu tersipu marah tapi tidak bisa membalas. Karena apa yang dikatakan Lin Qingyan itu BENAR.

Mereka butuh seorang istri untuk Tuan Muda Gu mereka yang sakit parah. Mereka butuh wanita yang sehat, kuat, dan berani untuk menemani putra mereka yang dianggap tidak punya masa depan. Dan mencari istri untuk orang sakit itu tidak mudah.

"Baiklah!" Tiba-tiba seorang pria tua dengan wibawa tinggi angkat bicara. Itu Kakek dari keluarga Gu.

Ia menatap Lin Qingyan dengan pandangan tertarik. "Satu Miliar Emas. Aku setuju."

Semua orang terkejut! "Apa?! Tuan Muda benar-benar mau membayar segitu?!"

"Tapi ada syaratnya," kata Kakek Gu dingin. "Kau akan menjadi istri sah cucuku, Gu Beichen. Kau harus tinggal di kediaman kami, merawatnya dengan baik, dan tidak boleh menceraikannya selama dia masih hidup. Jika kau melanggar atau menyakitinya, kau harus mengembalikan uang itu sepuluh kali lipat dan nyawalah yang jadi taruhan."

Lin Qingyan tertawa kecil. "Hahaha! Kesepakatan yang adil."

Ia mengulurkan tangannya. "Deal. Berikan kontraknya. Aku tanda tangan sekarang juga."

 

Acara Pernikahan yang Aneh

Tiga hari kemudian.

Acara pernikahan digelar dengan sangat megah dan mewah, tapi suasananya aneh. Tidak ada musik, tidak ada tawa bahagia. Semua tamu datang cuma karena penasaran ingin melihat wanita gila yang mau menikah dengan orang sakit.

Lin Qingyan mengenakan gaun pengantin berwarna putih bersih yang sangat sederhana namun membuatnya terlihat seperti bidadari yang dingin dan jauh. Ia berdiri di depan altar pernikahan sendirian.

Karena... mempelai pria tidak bisa berdiri.

Di atas singgasana yang tinggi, terdapat sebuah kursi roda yang ditutupi kain hitam tebal. Di sana duduk sosok pria yang seluruh tubuhnya dibalut kain, wajahnya tertutup topeng putih pucat, hanya terlihat sepasang mata yang sangat dalam dan gelap.

Itu adalah Gu Beichen.

Orang-orang menunjuk-nunjuk.

"Lihat itu... itulah calon suaminya. Seperti mayat berjalan."

"Kasihan cewek cantik-cantik nikah sama benda diam."

"Pasti malam pertamanya juga bakal aneh. Dasar pria impoten."

Lin Qingyan mendengar semua ejekan itu. Tapi wajahnya tidak berubah sedikit pun. Tetap datar, dingin, dan tenang.

'Biarin aja mereka ngomong. Uang yang masuk ke rekeningku itu yang nyata. Kalau dia mati, aku dapat warisan. Kalau dia hidup, anggap aku punya anak besar yang perlu diurus. Gampang.'

Upacara selesai. Lin Qingyan resmi menjadi Nyonya Muda Gu.

 

Malam Pertama di Istana Mewah

Setelah acara selesai, Lin Qingyan dibawa ke sebuah kamar tidur utama yang luasnya seluas lapangan sepak bola. Perabotan mewah, harganya selangit, tapi suasananya dingin dan sunyi seperti kubah.

Di tengah ruangan, ada tempat tidur besar yang mewah. Dan di sana, Gu Beichen sudah berbaring. Topengnya sudah dilepas, memperlihatkan wajah pria itu.

Jujur saja, Gu Beichen sangat tampan. Sangat tampan. Kulitnya putih bersih, fiturnya sempurna seperti patung marmer buatan dewa. Tapi matanya selalu terpejam atau setengah terbuka, wajahnya pucat pasi, dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Seolah-olah nyawanya tinggal sedikit.

Lin Qingyan meletakkan tas tangannya, lalu berjalan mendekati ranjang.

Ia menatap wajah tampan itu tanpa rasa bersalah atau malu-malu. Justru dia menilai dengan mata profesional.

'Hmm... fisiknya bagus, tinggi, wajah ganteng. Sayang sekali otaknya mungkin tidak berfungsi atau badannya lumpuh. Sayang sekali potensi terbuang sia-sia.'

"Hey, kamu dengar kan?" Lin Qingyan bicara padanya dengan nada bicara biasa, tidak lembut, tidak manja. "Aku Lin Qingyan, istrimu sekarang. Ingat nama itu baik-baik."

"Kita punya perjanjian. Aku dapat uang, aku rawat kamu. Tapi ingat ya, aku ini tipe orang yang tegas. Kalau kamu mau jadi suamiku, minimal harus bisa nurut sama aku."

Lin Qingyan menarik kursi dan duduk di tepi ranjang. Ia menyentuh pergelangan tangan pria itu untuk merasakan denyut nadinya—kebiasaan dia yang suka analisa.

'Nadinya lemah tapi teratur. Aneh... kok rasanya tidak seperti orang yang sakit parah ya? Tapi sudahlah.'

"Oke, mulai sekarang aturan baru," kata Lin Qingyan santai. "Makan harus tepat waktu, obat harus diminum, dan jangan banyak tingkah karena aku malas ngurusin orang rewel. Mengerti?"

Gu Beichen tidak menjawab. Ia hanya membuka matanya sedikit, menatap wajah Lin Qingyan yang sangat dekat.

Matanya itu... hitam pekat, dalam, dan menyimpan rahasia yang tak terbatas. Tapi tidak ada ekspresi apa-apa.

Tiba-tiba, Lin Qingyan merasa ada yang aneh. Tatapan pria itu... terlalu tajam dan terlalu cerdas untuk ukuran orang sakit yang bodoh.

'Kenapa rasanya dia lagi nilaiku dari atas ke bawah?' batin Lin Qingyan curiga.

Tapi ia menggelengkan kepala. 'Ah sudahlah, mungkin perasaanku saja. Orang lumpuh mana bisa jahat.'

"Yasudah, karena kamu diam berarti setuju," Lin Qingyan berdiri dan mulai membuka jaketnya. "Aku mandi dulu. Kamu tidur yang manis di sana ya. Jangan lari-lari keluar ya bahaya."

Lin Qingyan pun masuk ke kamar mandi, meninggalkan pria itu sendirian di ranjang.

Begitu pintu kamar mandi tertutup...

Suasana di ruangan itu berubah seketika!

Mata Gu Beichen yang tadinya sayu dan lemah tiba-tiba terbuka lebar! Kilatan cahaya merah dan emas berputar di dalam pupil matanya!

Aura yang selama ini ditahannya meledak keluar sedikit saja membuat udara di ruangan itu bergetar!

Ia perlahan menggerakkan tangannya yang tadinya lumpuh... dan tangannya bergerak sempurna, kuat, dan berotot!

Gu Beichen menoleh ke arah pintu kamar mandi yang berembun. Sudut bibirnya yang selama ini kaku perlahan terangkat membentuk senyum yang sangat dalam, sangat memikat, dan sangat berbahaya!

"Lin Qingyan..." bisiknya dengan suara berat, serak, namun sangat seksi dan maskulin. Bukan suara orang sakit!

"Jual diri demi satu miliar emas... tapi tidak mau jual harga diri ya?"

"Kau benar-benar wanita yang menarik... Sangat menarik..."

"Baiklah. Karena kau sudah bayar harga yang mahal untuk hidupmu... maka mulai hari ini, duniamu akan berubah selamanya."

 

SELESAI BAB 1 ✅💰💪

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!