NovelToon NovelToon
Mawar Beracun Sang Menantu

Mawar Beracun Sang Menantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Warning!!

***
Mawar datang ke keluarga terpandang itu sebagai menantu yang sempurna.

Cantik, lembut, dan tampak penuh bakti.

Namun di balik senyumnya yang manis, tersimpan dendam yang telah ia rawat selama bertahun-tahun.

Pernikahannya bukan tentang cinta.

Melainkan jalan untuk menghancurkan keluarga Black dari dalam.

Semua berjalan sesuai rencana… hingga satu hal mulai menggoyahkan tekadnya.

Suaminya.

Arestio Black mencintainya dengan tulus. Tanpa curiga. Tanpa syarat.

Tetapi ketika kebenaran akhirnya terungkap, cinta berubah menjadi luka paling dalam.

***

“Apa selama ini… kamu hanya memanfaatkan ku, sayang ?” bisik Arestio, suaranya retak.

Mawar tersenyum tipis, mata-nya berkabut. “Jika iya… apa kamu masih ingin memeluk ku, suamiku ?”

Di antara hasrat, tipu daya, dan rahasia masa lalu,
balas dendam berubah menjadi permainan perasaan yang mematikan.

Karena terkadang… racun paling berbahaya bukanlah kebencian. Melainkan cinta yang tumbuh di tempat yang sala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Sekali dayung, Mengantongi satu set berlian

0o0__0o0

Mobil mewah itu meluncur tenang meninggalkan restoran. Di dalamnya, suasana sempat hening.

Mawar duduk di kursi penumpang, jemarinya saling bertaut di pangkuan, seolah sedang menimbang sesuatu.

Rison melirik sekilas. “Kamu diam saja dari tadi. Masih kepikiran sesuatu ?”

Mawar menoleh pelan. Senyum-nya lembut, tapi matanya menyimpan sesuatu yang sulit di tebak.

“Papa…” suaranya halus, hampir seperti bisikan. “Mawar boleh minta bantuan ?”

Rison langsung menegakkan duduknya sedikit. Nada suaranya berubah lebih hangat. “Tentu. Apa yang kamu butuhkan ?”

Mawar menarik napas pendek, seolah ragu, padahal itu hanya bagian dari perannya.

“Aku ingin ke toko berlian… Aku mau belikan sesuatu untuk Mama Reta.”

Alis Rison sedikit terangkat. “Untuk Reta ?”

“Iya,” Mawar mengangguk pelan. “Walaupun Mama belum benar-benar menerima Mawar… tapi aku tetap ingin berusaha. Setidaknya… sebagai menantu, aku ingin menunjukkan itikad baik.”

Nada suaranya tulus. Terlalu tulus.

Rison menatap wajah Mawar lebih lama dari seharusnya. Ada sesuatu dalam sikap wanita itu—lembut, sabar, seolah tanpa cela, yang perlahan menggerogoti pertahanan-nya.

Wanita seperti ini… bagaimana mungkin tidak disukai oleh laki-laki ?

Dan tanpa Rison sadari, bukan hanya simpati yang tumbuh. Namun rasa ingin memiliki yang mulai membara.

“Aku temani,” ucapnya cepat, hampir tanpa jeda. “Kita ke toko berlian terbaik. Papa yang bantu pilihkan kalau kamu mau.”

Mawar menoleh, senyum-nya mengembang manis, penuh rasa terima kasih.

“Benarkah ?" Pekiknya girang. "Terima kasih, Papa…” Ia menunduk sedikit, seolah malu.

Namun di balik helaian bulu mata yang merunduk itu, terselip kilatan licik yang nyaris tak terlihat.

0o0__0o0

Toko berlian itu megah, berkilau dengan cahaya lampu yang memantul dari setiap sudut kaca.

Mawar berjalan perlahan di samping Rison, sesekali mendekat, seolah mencari perlindungan di dekat sosok laki-laki itu.

“Papa… yang ini bagus ?” Mawar menunjuk sebuah kalung berlian elegan.

Rison mendekat. Terlalu dekat.

“Kurang cocok,” gumam-nya pelan. “Yang ini terlalu biasa… untuk kamu.”

Mawar mengangkat wajah. “Untuk Mawar ?”

Rison tersenyum tipis. “Maksud Papa… untuk pilihan mu. Kamu punya selera yang lebih tinggi dari ini.”

Mawar tertawa kecil. Lembut. Hangat. Ia melangkah sedikit lebih dekat. Bahunya nyaris bersentuhan dengan lengan Rison.

“Kalau begitu… Papa yang pilihkan saja.”

Kalimat sederhana. Tapi cukup untuk membuat jantung Rison berdetak lebih keras.

Beberapa saat kemudian, Rison mengambil sebuah set berlian yang jauh lebih mewah. Ia berdiri di belakang Mawar.

“Tunggu,” ucapnya pelan. "Kamu coba pakai ini."

Mawar terdiam.

Dengan perlahan, Rison mengangkat kalung itu… lalu memakaikan-nya ke leher Mawar.

Sentuhan jemarinya hangat, terlalu lama berada di sana.

Mawar memejamkan mata sesaat. Bukan karena malu. Tapi karena ia menikmati momen itu… sebagai bagian dari rencana-nya.

“Cantik…” bisik Rison tanpa sadar.

Mawar membuka mata. Menatap pantulan mereka di cermin.

Seorang pria dewasa di belakang-nya. Tangan-nya masih berada di dekat lehernya. Dan dirinya… terlihat seperti milik pria itu.

Bukan menantu.

Lebih dari itu.

Mawar tersenyum tipis. “Kalau Mama memakai ini… pasti beliau akan terlihat semakin cantik, ya kan Pa ?”

Rison terdiam sepersekian detik. Lalu menjawab pelan, suara yang mulai berubah makna.

“Iya… tapi tidak akan secantik dirimu.”

Namun tatapan-nya di cermin tidak tertuju pada kalung itu. Melainkan pada Mawar.

Dan Mawar tahu. Ia berhasil menanam benih kagum, yang perlahan akan berubah jadi suka.

Lampu kristal di dalam butik berlian itu memantul di setiap sudut ruangan, menciptakan kilau yang hampir menyilaukan.

Mawar masih berdiri di depan cermin, jemarinya menyentuh kalung yang tadi di pakaikan Rison.

“Kalau gitu ambil Ini saja untuk Mama,” ucapnya pelan, berusaha kembali pada tujuan awal.

Rison yang berdiri di samping-nya tidak langsung menjawab. Tatapan-nya justru masih tertahan pada bayangan Mawar di cermin—terlalu lama, terlalu dalam.

Terpesona

Bukan sekadar terpesona sebagai mertua.

Pikiran-nya mulai melangkah ke arah yang seharus-nya tidak Rison pikirkan.

“Ambilkan yang itu,” ujar Rison pada pelayan, menunjuk kalung pilihan pertama Mawar untuk istrinya.

“Baik, Pak.”

Mawar mengernyit heran. “Loh,, gak jadi yang ini, Pa ?”

"Tidak." Jawab Rison tenang. "Reta lebih cocok pakai pilihan pertama mu tadi."

Padahal pilihan pertama Mawar tadi sangat sederhana. Dan dia hanya asal tunjuk saja. Namun siapa sangka Rison malah setuju.

Mawar hendak melepas kalung yang ia kenakan, tangan Rison tiba-tiba menahan.

“Tidak perlu di lepas.”

Mawar menoleh, sedikit terkejut. “Kenapa, Pa ? Kita kan tidak jadi beli yang ini."

Rison menghela napas pelan, seolah baru saja membuat keputusan.

“Itu untuk kamu.” Ucap'nya tenang. "Kalung itu lebih cantik saat melingkar di lehermu."

Mawar mengerjap. “Untuk… Mawar ?”

“Iya,” jawab Rison tenang, meski ada nada lain yang tersembunyi di baliknya. “Anggap saja… hadiah pernikahan. Papa belum sempat memberikan apa pun.”

Mawar tersenyum kecil, tampak ragu. “Tapi, Pa… ini terlalu mahal” Ucap'nya menolak. "Harusnya ini buat mama saja, lebih co___"

“Untuk kamu, tidak ada yang terlalu mahal.” Potong Rison tenang. "Ingat, kamu menantu keluarga Black. Lagian Reta sudah tua tidak cocok pakai yang glamor."

Sejenak hening.

Mawar menunduk, seolah tersentuh. “Mawar tidak enak… nanti Mas Ares—”

“Ares tidak akan marah.” Nada suara Rison berubah lebih rendah. Lebih tegas.

Mawar perlahan mengangkat wajahnya.

Tatapan mereka bertemu. Dan kali ini… tidak ada lagi batas yang jelas antara mertua dan menantu.

Rison memberi isyarat pada pelayan. “Tambahkan satu set lagi. Yang keluaran terbaru.”

Pramuniaga segera mengangguk dan mengambil sebuah set perhiasan lain—lebih mewah, lebih mencolok.

"Silahkan, Tuan."

Ia menyodorkan sekotak yang berisi Gelang, anting, dan cincin dengan potongan berlian sempurna.

Mawar sedikit mundur. “Pa… ini terlalu berlebihan.”

Rison melangkah mendekat.

“Coba dulu.” Suaranya lembut, tapi tak memberi ruang untuk menolak. "Uang papa banyak, jangan sungkan."

Mawar mengangguk kaku.

Dengan perlahan, Rison mengambil gelang itu… lalu menggenggam pergelangan tangan Mawar. Sentuhan-nya kali ini lebih berani. Lebih lama.

Mawar diam. Tidak menarik tangan-nya. Hanya menatap, seolah terperangkap dalam situasi, padahal ia sadar penuh.

Klik.

Gelang itu terpasang sempurna di pergelangan tangan Mawar.

“Pas,” gumam Rison. Jarinya masih belum lepas.

Mawar menatap gelang itu, lalu kembali ke wajah Rison. Senyum-nya lembut, nyaris tak terbaca.

Tangan Rison mengambil cincin berlian dan menyematkan ke jari tengah Mawar. Lalu mengambil anting dan memasangkan langsung ke telinganya juga.

"Sempurna." Bisik Rison. Terkagum-kagum.

Mawar berkali-kali lipat terlihat semakin cantik dan begitu berkelas. Bahkan pramuniaga di roko itu sampai ternganga.

"Nona, anda terlihat semakin cantik." Pujinya. "Di tambah pasangan anda begitu loyal. Anda benar-benar beruntung."

Mawar meringis gugup. Tangan'nya melambai-lambai. "Terima kasih pujian-nya. Tapi ini bukan Pa___"

"Bungkus semuanya." Potong Rison cepat. Seolah tidak ingin kesalahpahaman ini di luruskan.

Pramuniaga itu mengangguk sopan. "Baik, tuan."

Hening.

“Papa baik sekali…” Ucap Mawar pelan.

Rison tersenyum tipis. “Selama kamu menjadi bagian keluarga Black… Papa yang akan memastikan kamu mendapatkan yang terbaik.”

Ada penekanan di kalimat itu. Seolah bukan hanya tentang statusnya sebagai menantu.

Di balik senyum lembutnya, Mawar menunduk sedikit. Bulu matanya menyembunyikan kilatan dingin.

Mendapatkan yang terbaik ? Ia tahu itu bukan omong kosong tanpa maksud tersembunyi. Dan justru itu tujuan Mawar mendekati mertuanya itu.

Perlahan, Mawar mengangkat tangan-nya yang kini di hiasi gelang dan cincin berlian mahal itu… menatap-nya seolah kagum.

Padahal dalam hatinya Ia sedang menghitung. Seberapa jauh laki-laki itu sudah masuk ke dalam perangkap permainan-nya.

0o0__0o0

Beberapa menit kemudian, mereka berjalan menuju meja kasir eksklusif. Seorang manajer toko bahkan ikut turun tangan, menyambut Rison dengan penuh hormat.

“Suatu kehormatan bisa melayani Anda, Pak.”

Rison hanya mengangguk singkat. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya. Gerakan-nya tenang. Terbiasa.

Tidak ada keraguan.

Tidak ada pertimbangan.

Seolah angka sebesar apa pun… bukan masalah.

Mawar berdiri di samping-nya, memperhatikan dari sudut matanya. Tidak terang-terangan. Tapi cukup untuk menangkap setiap detail.

Kartu itu di serahkan.

Transaksi di lakukan.

Cepat.

Hening.

Hanya suara mesin yang memproses pembayaran.

“Transaksi selesai, Tuan.”

Pelayan itu menyerahkan kembali kartu tersebut dengan kedua tangan.

Rison menerimanya tanpa ekspresi.

Lalu sedikit menggeser tubuhnya, memberi ruang, namun justru membuat jarak di antara dirinya dan Mawar terasa lebih dekat dari sebelum-nya.

Kotak-kotak perhiasan itu kemudian di masukkan. Menjadi dua bungkus paper bag.

Namun sebelum pelayan menyerahkan-nya sepenuh-nya, tangan Rison sudah lebih dulu mengambil.

“Biar saya saja.”

Mawar menoleh. “Pa, biar Mawar yang bawa—”

“Tidak perlu.” Jawaban singkat.

Lalu, dengan satu tangan memegang beberapa paper bag, tangan satunya lagi… tanpa sadar menggandeng tangan Mawar pelan.

Mengarahkan.

Membimbing.

Sentuhan yang terlalu akrab.

Mawar sedikit menegang, hanya sepersekian detik. Lalu menyeringai tipis. Ia mengikuti langkah Rison keluar dari toko, berjalan berdampingan.

Dari luar, mereka terlihat seperti pasangan yang serasi. Bukan mertua dan menantu.

0o0__0ol

Saat pintu kaca terbuka dan mereka keluar, Mawar menoleh sedikit.

“Terima kasih, Pa… Mawar tidak tahu harus membalas bagaimana.” Suaranya lirih. Tulus. Menggoda batas.

Rison menghentikan langkah-nya. Menatap Mawar. Lebih lama dari seharusnya.

“Kamu tidak perlu membalas apa pun.”

Hening.

Lalu ia menambahkan, lebih pelan. “Selama kamu tetap seperti ini… itu sudah cukup.”

Kalimat sederhana. Namun sarat makna.

Mawar menunduk perlahan. Senyum-nya tipis. Manis. Berbahaya.

Karena dalam diamnya… ia tahu. Bukan hanya perhiasan yang baru saja ia dapatkan. Tapi juga kendali pertama atas seorang pria yang seharusnya tidak bisa ia sentuh.

0o0__0o0

1
Jojo Marjoko
ngesot gak tuh 🤭🤭🤭🤭 othornya melawak di tengah ketegangan 🤭🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
si presto mintak di sleding otaknya tuh 🤣🤣🤣🤣 jahat bet dah mah Ares
mrahboy Hboy
bagus ares😍😍😍😍 jadi laki jangan lembek...apalagi istrimu banyak yang ngincer👍👍👍
Selindia Morenas
Anjai, Ares mengerikan sekali epribady 🤣🤣🤣🤣 tapi gue suka 😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
antara tegang dan pengen ngakak bayangin LC ngesot kayak suster🤣Aresmu setia Mawar gak akan tergoda selain dengan mu Dreso lebih jahat dari iblis dan binatang emang
Selindia Morenas
gas.. update nya Thor 💪💪💪
mrahboy Hboy
ayo rose....cepat selamatkan suamimu😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
kasihan Ares tak tau apa-apa malah jadi korban
Selindia Morenas: gue heran, mereka adik kakak tapi kayak musuh bebuyutan 🤭🤭🤭
total 1 replies
Qorey
lanjut thor
Selindia Morenas
siapakah itu ?
Selindia Morenas
mangkanya jaga suaminya yang bener....entar di gondol perempuan lain ... ngamok 🤣🤣🤣
Selindia Morenas
mawar benar-benar pemain 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
lanjutkan Thor.....💪💪💪💪 semakipenasaran akoh🙏 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
Mawar memang pintar 😍😍😍😍
mrahboy Hboy
menyala mawar 😍😍😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
salfok sama Mawar apa sudah pakai celana dalam 🤭🤭🤭
soalnya diumpetin sama papa mertua 🤣🤣🤣🤣
Jojo Marjoko
Terkadang perhatian kecil yang di abaikan justru nampak sangat berarti 😄😄😄😄 dan mawar pintar mencari cela itu 😍😍💪💪
Mita Paramita
🔥🔥🔥
sasip
sama seperti kejahatan, perselingkuhan pun bisa terjadi karena ada kesempatan.. 😉🤭😅
Qorey
bermain cantik kau mawar😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!