NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Anak Genius
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: DafToon

Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎

Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.

Dulu dipuji, kini dihina.

Dulu didekati, kini dijauhi.

Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Sebelum Badai

Lima belas hari tersisa.

Xiao Ba berdiri di puncak Tebing Tujuh, titik tertinggi di seluruh kawasan pertarungan, membiarkan angin laut malam menerpa wajahnya dengan bebas.

Di bawahnya, seluruh kawasan Tebing Tujuh Roh terlihat seperti peta hidup yang bisa ia baca dengan sempurna. Obor-obor kecil dari para kultivator yang membuat kemah di berbagai sudut kawasan terlihat seperti bintang-bintang yang jatuh ke daratan, berpencar tidak merata mengikuti strategi masing-masing kelompok.

Lima belas hari dari dua puluh hari yang tersisa telah berlalu dengan ritme yang nyaris menjadi rutinitas.

Selama lima belas hari itu, tasnya sudah penuh hingga batas maksimal dengan Kristal Roh Laut yang dikumpulkan dari berbagai sudut kawasan ini. Penuh bukan hanya sekali, melainkan sudah tiga kali penuh dan dikosongkan dengan mengirim sebagian isinya ke tempat penyimpanan cadangan yang ia buat di dalam gua favoritnya—sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh kultivator biasa tanpa penguasaan medan seperti miliknya.

Total kristal yang sudah ia kumpulkan, jika dijumlahkan dan dikonversikan, bahkan telah melampaui total milik seluruh junior Keluarga Wang, Keluarga Quon, dan Keluarga Fu jika digabungkan.

Dan itu masih belum mencapai batas waktunya.

Namun bukan itu yang sedang ia pikirkan saat berdiri di puncak tebing di bawah langit malam yang penuh bintang.

Selama lima belas hari terakhir, kultivasinya terus meningkat.

Setiap malam di dalam gua di balik air terjun—g

ua yang tidak pernah ia masuki lagi setelah pertemuannya dengan Penatua Utama Keluarga Yun—dan setiap malam di berbagai gua lain yang ia jadikan tempat beristirahat, aliran Teknik Kultivasi Kaisar Langit terus bekerja membangun sesuatu yang kini sudah sangat dekat dengan puncaknya.

Alam Pengumpulan Qi Tingkat 9 Puncak.

Sudah dua hari ia berada di tingkatan itu.

Dan selama dua hari tersebut, ia bisa merasakan dengan sangat jelas sesuatu yang menunggu di balik batas yang memisahkan alam Pengumpulan Qi dari alam Prajurit Surgawi.

Bukan sekadar merasakan.

Melainkan sudah bisa melihat bentuknya dari jarak yang sangat dekat.

Seperti seseorang yang sudah melihat garis pantai dari atas kapal, mengetahui bahwa daratan sudah dekat, mengetahui seperti apa bentuknya, namun belum benar-benar menyentuhnya.

Ia tidak memaksakan terobosan itu selama dua hari ini.

Bukan karena tidak mampu.

Melainkan karena ia sedang menunggu momen yang tepat.

Dan malam ini, dengan lima hari tersisa sebelum pertarungan berakhir, dengan langit yang bersih tanpa awan dan bintang-bintang yang terlihat begitu jernih, dengan energi dari laut dan langit yang mencapai kondisi tertentu yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang cukup peka—

ia tahu bahwa momen itu telah tiba.

Ia duduk bersila di puncak Tebing Tujuh.

Bukan di dalam gua yang terlindung.

Melainkan di titik tertinggi yang bisa ia capai, di bawah langit terbuka, tempat energi langit dan laut dapat mengalir tanpa hambatan sedikit pun.

Ia menutup matanya.

Membuka lautan kesadarannya selebar yang pernah ia lakukan.

Ribuan bintang berkilauan di hadapan kesadarannya, lebih terang dari biasanya, seolah mereka pun menyadari bahwa sesuatu yang penting akan segera terjadi.

Dan dari arah yang tidak bisa ia tunjuk dengan jelas karena berasal dari dalam dirinya sendiri, aliran Teknik Kultivasi Kaisar Langit mulai bekerja dengan intensitas yang berbeda dari semua sesi kultivasi sebelumnya.

Lebih dalam.

Lebih kuat.

Lebih seperti sesuatu yang sedang mempersiapkan dirinya untuk menerima perubahan besar.

Energi dari Laut Selatan di bawah sana mulai mengalir naik melalui permukaan tebing, masuk ke dalam meridiannya yang sudah terbuka sepenuhnya. Energi langit malam yang mengandung unsur-unsur halus yang hanya bisa diserap oleh mereka dengan akar spiritual tertentu mulai turun, memenuhi setiap ruang kosong di dalam tubuhnya.

Di dalam dantiannya, Pagoda Emas Sembilan Tingkat bersinar dengan intensitas yang membuatnya terasa seperti matahari kecil yang lahir di pusat energinya.

Tingkat pertama pagoda itu memancarkan cahaya penuh.

Lalu tingkat kedua.

Ketiga.

Keempat hingga kesembilan—satu demi satu—seperti lampu-lampu yang dinyalakan secara berurutan dari bawah ke atas, hingga seluruh pagoda itu memancarkan cahaya emas yang begitu terang sampai-sampai cahaya samar keemasan mulai keluar dari pori-pori tubuh Xiao Ba.

Di luar sana, malam yang tadinya sunyi mulai menunjukkan tanda-tanda aneh.

Binatang buas yang beristirahat di berbagai sudut kawasan mulai bergerak gelisah. Naluri mereka mendeteksi sesuatu yang tidak bisa dipahami, namun juga tidak bisa diabaikan.

Angin yang bertiup dari arah laut tiba-tiba berhenti selama beberapa detik.

Seolah alam itu sendiri sedang menahan napas.

Lalu angin kembali berhembus.

Lebih kencang dari sebelumnya.

Berputar di sekitar puncak Tebing Tujuh seperti membentuk pusaran tak kasatmata.

Di berbagai lokasi di dalam kawasan, beberapa kultivator yang masih terjaga mulai merasakan sesuatu yang tidak dapat mereka jelaskan. Sebuah tekanan yang datang dan pergi dalam hitungan detik, terasa seperti napas dari sesuatu yang sangat besar yang sedang bergerak di suatu tempat yang tidak bisa mereka tentukan.

Wang Chunying, yang sedang berkemah bersama kelompoknya di kawasan Tebing Dua, langsung terbangun dari setengah tidurnya. Tangannya refleks bergerak ke senjata spiritual di sampingnya.

“Ada apa?” bisiknya kepada Wang Dunrui yang sedang berjaga.

“Tidak tahu,” jawab Wang Dunrui dengan ekspresi serius yang jarang terlihat di wajahnya. “Ada sesuatu yang bergerak. Tapi aku tidak bisa mendeteksi dari mana.”

Jauh dari sana, di kawasan antara Tebing Lima dan Tebing Enam, Fu Jingmi yang telah bergabung kembali dengan adiknya, Fu Haocun, juga membuka mata.

Ia duduk tegak, memejamkan mata, lalu mencoba menggunakan indra spiritualnya untuk menemukan sumber dari fenomena yang ia rasakan.

Namun ia tidak menemukan apa pun.

Dan justru itu yang membuatnya semakin waspada.

Karena dari pengalaman kultivasinya, ketika indra spiritual tidak mampu menemukan apa-apa namun tubuh tetap merasakannya, itu bukan berarti tidak ada sesuatu.

Melainkan sesuatu itu berada di tingkat yang melampaui kemampuan deteksinya.

Dan dalam seluruh pengalaman kultivasinya yang tidak terlalu panjang namun cukup mendalam, hanya ada satu jenis peristiwa yang bisa menciptakan sensasi seperti ini.

Seseorang yang sedang menembus batas alam besar.

Di puncak Tebing Tujuh, dalam pusaran energi yang kini sudah cukup intens hingga terlihat sebagai distorsi tipis di udara, sesuatu akhirnya mencapai puncaknya.

Di dalam tubuh Xiao Ba, Pagoda Emas Sembilan Tingkat yang sudah bersinar penuh mulai berputar.

Perlahan pada awalnya.

Lalu semakin cepat.

Semakin cepat hingga putarannya menciptakan aliran energi sendiri di pusat dantiannya, meniupkan Qi yang tersimpan di setiap tingkat pagoda ke seluruh penjuru meridiannya.

Dan dari tingkat kesembilan—tingkat tertinggi dari pagoda itu—muncul cahaya yang berbeda.

Bukan emas.

Melainkan putih.

Putih yang tidak menyerupai warna biasa.

Putih yang terasa seperti cahaya sebelum semua warna lain lahir.

Putih yang mengandung kesan permulaan dari sesuatu yang sangat fundamental.

Cahaya itu mengalir turun dari tingkat kesembilan ke tingkat kedelapan.

Lalu ketujuh.

Terus turun melewati setiap tingkat pagoda, mengubah cahaya emas di setiap tingkat menjadi campuran emas dan putih yang semakin terang.

Lalu cahaya itu mencapai dasar pagoda.

Dan meledak keluar.

BOOM!

Bukan ledakan yang terdengar secara fisik.

Melainkan ledakan energi yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memiliki koneksi terhadap Qi di sekitarnya.

Sebuah gelombang tak terlihat menyapu ke segala arah dari puncak Tebing Tujuh secara bersamaan—halus, namun terasa hingga ke sudut paling jauh kawasan pertarungan.

Di seluruh kawasan Tebing Tujuh Roh, semua orang yang masih terjaga merasakan gelombang itu melewati mereka.

Seperti hembusan angin hangat di malam dingin.

Seperti sentuhan sesuatu yang tidak memiliki bentuk, namun terasa sangat nyata.

Dan sesaat kemudian...

semuanya kembali normal.

Angin kembali bertiup dari arah laut seperti biasa.

Bintang-bintang di langit kembali bersinar tenang.

Suara ombak kembali ke ritme abadi yang tidak pernah berubah sejak sebelum zaman ini dimulai.

Di puncak Tebing Tujuh, Xiao Ba membuka matanya.

Cahaya bintang yang sama.

Angin laut yang sama.

Namun segalanya terasa berbeda.

Bukan berbeda secara visual.

Bukan pula berbeda secara fisik dengan cara yang mudah dijelaskan.

Melainkan berbeda pada tingkat yang lebih mendasar.

Cara ia merasakan energi di sekitarnya berubah sepenuhnya. Aliran Qi yang ia rasakan dari lingkungan terasa lebih kaya, lebih berlapis, lebih hidup dibanding sebelumnya.

Seperti seseorang yang sebelumnya hanya mendengar satu nada musik, lalu tiba-tiba mampu mendengar keseluruhan orkestra.

Ia mengangkat tangan kanannya.

Mengalirkan Qi ke permukaan kulitnya.

Bukan untuk membentuk teknik.

Bukan untuk menyerang.

Hanya untuk merasakan.

Dan apa yang ia rasakan membuat sudut bibirnya melengkung tipis.

Qi yang mengalir keluar dari tubuhnya tidak lagi berhenti di permukaan kulit seperti sebelumnya.

Kini ia bisa mendorongnya keluar.

Lebih jauh.

Membentuknya di udara di luar tubuhnya.

Mengendalikannya dari jarak tertentu.

Manifestasi Qi eksternal.

Kemampuan dasar yang menjadi garis pemisah antara alam Pengumpulan Qi dan alam Prajurit Surgawi.

“Akhirnya...” gumamnya pelan.

Alam Prajurit Surgawi Tingkat 1.

Bukan angka yang mengesankan jika dibandingkan dengan lawan-lawan yang akan ia hadapi nanti.

Prajurit Surgawi Tingkat 1 masih jauh di bawah para penatua pengkhianat.

Masih jauh di bawah kekuatan Kerajaan Ying.

Dan lebih jauh lagi di bawah Nanggong Ming dari Klan Cakar Hitam.

Namun bukan angka itu yang penting.

Yang penting adalah bahwa ia telah menyeberangi jurang.

Telah berada di sisi yang berbeda dari batas tersebut.

Dan dari sisi ini, dengan Akar Spiritual Kaisar yang akan terus berkembang bersamanya, dengan Pagoda Emas Sembilan Tingkat yang berdiri kokoh di pusat energinya, serta ribuan bintang di lautan kesadarannya yang masih menunggu untuk dijelajahi—

jalan di hadapannya kini terlihat jauh lebih jelas.

Ia berdiri dari posisi duduknya.

Menatap ke arah Laut Selatan yang membentang luas di bawah sana.

Lima hari tersisa sebelum pertarungan berakhir.

Lima hari untuk menstabilkan alam barunya.

Lima hari untuk menyelesaikan semua urusan di kawasan ini.

Dan setelah itu...

ketika gerbang Tebing Tujuh Roh dibuka kembali, dan ia melangkah keluar menuju dunia yang selama ini menganggapnya sebagai sampah yang tidak berguna—

dunia itu akan menyadari bahwa sampah yang mereka abaikan selama ini telah berubah menjadi sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Angin laut berhembus kencang dari bawah, membawa aroma garam dan kehidupan.

Xiao Ba membiarkan angin itu menyentuh wajahnya, sementara matanya menatap cakrawala yang memperlihatkan batas samar antara laut dan langit.

1
sibaweh abduh
nice thor
Dafa Faiha Roshiq: Terima kasih bossku
total 1 replies
Jerry K-el
bagus ceritanya mengalir,tdk bertele-tele.
pertahankan👌
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Dafa Faiha Roshiq: done yahhh
total 1 replies
Dafa Faiha Roshiq
teman aku butuh penilaian mu
Dafa Faiha Roshiq
Gimana masih ada yang kurang tidak bro
Dafa Faiha Roshiq
gesss harap dibaca dengan hikmat dan kalo ada kesalahan tulis tolong kasih tau ya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!