NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Keesokan harinya, Seina datang ke kediaman megah Daneswara dengan pakaian sederhana namun rapi. Ia membawa Maudi yang tertidur pulas dalam gendongan kainnya, serta Saka yang ia tuntun.

Pintu gerbang terbuka sedikit, seorang penjaga datang menemui..

"ada apa ya Mbak?, ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga dengan ramah.

"maaf ..., kemarin saya mendengar kalau pemilik rumah ini membutuhkan Asi, kebetulan, saya juga baru melahirkan, dan Asi Saya sangat banyak, anak saya kewalahan, padahal sudah di bantu kakaknya" jawab Seina dengan ramah.

Sang penjaga melihat wajah saka yang menyedihkan namun tetap lucu, "sebentar ya, saya menghubungi tuan Doni dulu".

setelah menghubungi pemilik rumah, penjaga rumah mempersilahkan Seina untuk masuk karena sudah ditunggu oleh Tuan Doni.

"Silahkan masuk mbak, Tuan Doni sudah menunggu Anda di ruang tamu.

Dengan langkah mantap, Seina berjalan mendekat ke arah mansion yang jarak antara pintu utama dan gerbang sangat jauh.

pelayan yang menjaga di depan teras. Segera mengantarkan Seina ke ruang tamu.

Doni tertegun saat melihat wanita di depannya. "Seina? Kamu..."

Seina memasang wajah paling sedih yang ia miliki. "Brama sudah meninggal, Don. Aku hidup susah sekarang. Aku dengar putri kandungmu tidak mau menyusu... aku baru saja melahirkan, dan ASIku sangat melimpah , padahal Putraku juga masih ikut minum Asi. Biarkan aku membantu, setidaknya sebagai bentuk penebusan dosaku di masa lalu."

Doni, yang sudah tidak punya pilihan lain melihat kondisi Eliza yang melemah, akhirnya mengangguk. Ia tidak tahu bahwa ia baru saja memasukkan serigala ke dalam rumahnya.

Seina tersenyum dalam hati. Di satu sisi ia akan menyusui putri kandungnya sendiri yang sekarang bernama Eliza untuk mendapatkan kemewahan. Di tangan lain, ia menggendong Maudi, putri asli Doni, yang ia rencanakan akan ia besarkan sebagai pengingat akan kemenangannya atas nasib.

"Sus....bawa Eliza kemari" seru Doni kepada perawat yang mengurus putrinya...

Dengan berjalan cepat namun, benar-benar dengan langkah yang pasti dan penuh ke hati-hatian suster datang dengan membawa Eliza yang berwajah pucat yang dari semalam terus menangis.

Suster mengajak Seina agar bisa menyusui Eliza dengan mudah.

"Anda bisa meletakkan bayi anda yang satunya di sini nona" ucap sang perawat dengan ramah, karena ada Doni yang masih berdiri di ambang pintu.

Seina segera meletakkan Maudi di sofa lebar yang berada di samping dirinya dengan ditemani oleh Saka...

perawat memberikan Eliza yang masih menangis pada Seina dengan hati-hati.... dalam waktu sekejap Eliza langsung terdiam berada di pangkuan Seina membuat Doni yang masih berdiri tertegun.

"kenapa bisa" gumamnya pelan...

"ah mungkin karena Seina juga sudah memilikinya bayi, jadi Elisa bisa nyaman bersamanya". Doni masih larut dalam pikirannya sampai Seina berdehem.

"ehmmmm....kau bisa keluar dulu Don, aku akan menyusui anakmu dulu" ucap Seina dengan lembut.

Ehmmmm...

Doni berdehem,lalu keluar ....

Perawat yang menjaga Eliza tetap berdiam diri karena belum percaya dengan orang baru, Seina dengan senang hati menyusui putri kecilnya yang menurutnya sangat pintar " kau sangat pintar nak, teruslah begini, sampai mama bisa berada di sisimu selamanya" gumam Seina tersenyum licik.

Sedangkan Maudi dari tadi hanya anteng bersama Saka....

Saka melihat mamanya menyusui anak orang lain, terlihat sangat berbeda saat mamanya menyusui Maudi.

"mama, Tenapa nen na lama tekali, adek modi nen nya, tebental " ucap saka dengan polosnya.

"adek Eliza dari semalam tidak menyusu sayang,jadi dia kelaparan" sahut Seina dengan lembut, membuat perawat yang dari tadi berdiri mematung dengan tatapan tidak suka kini mulai melembut karena melihat perlakuan Seina kepada anak-anaknya.

"tapi nanti , nen na abis, adek modi dak tebadian " protes Saka pada mamanya...

Seina terkekeh mendengar ucapan putranya yang polos." sayang, ASI itu semakin di keluarkan malah akan semakin banyak, jadi kakak saka tidak usah khawatir, Maudi tetap kebagian, Saka juga sama, "

"saka dak mau nen ladi, katian mama, nanti tambah tulus " Seina terkekeh melihat wajah putranya yang polos begitupun dengan perawat yang ikut gemas melihat tingkah menggemaskan putra pertama Seina.

Setelah beberapa saat, Eliza tertidur pulas dalam pelukan Seina. Napas bayi itu yang tadinya tersengal karena kelelahan menangis, kini menjadi teratur dan tenang. Seina membetulkan letak pakaiannya dengan gerakan anggun yang sengaja ia buat-buat agar terlihat sopan di mata perawat yang terus memperhatikannya.

"Dia sudah tidur, Suster," bisik Seina lembut.

Perawat itu mendekat, lalu dengan sangat hati-hati mengambil Eliza dari dekapan Seina. Ada rasa lega yang luar biasa terpancar dari wajah sang perawat. "Luar biasa... sejak semalam kami semua di rumah ini tidak bisa tidur karena Nona Muda Eliza tidak mau berhenti menangis. Terima kasih banyak, Bu Seina."

Seina hanya mengangguk rendah hati, lalu ia beralih pada Maudi yang sejak tadi hanya diam menatap langit-langit ruangan dari sofa, ditemani Saka yang setia memegang tangan mungil adiknya.

Doni kembali masuk ke ruangan setelah perawat meletakkan Eliza kembali ke boks bayinya. Langkah kakinya yang berat bergema di atas lantai marmer. Ia menatap ke arah boks bayi, lalu beralih pada Seina.

"Dia tenang sekarang," ucap Doni singkat, suaranya masih terdengar datar namun ada nada lega yang terselip. "Terima kasih, Seina. Aku tidak menyangka kamu akan datang di saat seperti ini."

"Aku tidak tega mendengar kabar itu, Don. Bagaimanapun, anak ini tidak berdosa," jawab Seina sambil menunduk, menyembunyikan kilat kemenangan di matanya.

Doni kemudian melirik jam tangannya, lalu menatap Saka yang tampak kehausan dan lelah setelah berjalan jauh dari gerbang depan. "Kalian pasti belum makan. Jarak dari gerbang ke sini cukup jauh, apalagi kamu membawa dua anak."

Doni memanggil Bik Sum, kepala pelayan yang sejak tadi berdiri tak jauh dari ruang tamu dengan wajah kaku.

"Bik Sum, tolong siapkan makan siang di meja makan kecil untuk Seina dan putranya. Pastikan ada menu yang bergizi untuk ibu menyusui, dan siapkan susu serta camilan untuk anak laki-laki itu," perintah Doni tegas.

"Baik, Tuan," jawab Bik Sum singkat. Meski patuh, tatapannya saat beralih pada Seina terasa tajam, seolah sedang membedah niat terselubung wanita itu.

"Jangan lupa siapkan tempat tinggal mereka di paviliun belakang, agar mudah memanggilnya saat Eliza membutuhkan Asi" ucap Doni dengan wajah datar. Bagaimana pun juga ia masih sakit hati saat Seina membuangnya hanya gara-gara ia miskin, dan lebih memilih Brama , untung saat itu ada Ambar, gadis kaya yang mau memungutnya karena melihat kecerdasan Doni, saat itu juga hidupnya menjadi sangat bahagia,ia sangat mencintai Ambar yang sangat lembut, tidak meremehkan dirinya meski ia laki-laki miskin.

.

"Mari, Mbak... silakan ikut saya ke ruang makan," ajak Bik Sumi tanpa senyum.

Seina menggendong Maudi kembali, sementara tangan satunya menuntun Saka. Saat berjalan melewati lorong-lorong mansion yang dihiasi lukisan mahal dan guci antik, Seina berbisik pelan pada Saka.

"Lihat rumah ini, Saka... nanti kamu akan sering bermain di sini," gumamnya sangat pelan hingga hampir tak terdengar.

Saka hanya mendongak bingung. "Lumahna betal ya Ma? Ada tolam itan nda?"

"Ada sayang, ada banyak hal indah di sini," sahut Seina dengan senyum penuh arti.

Di ruang makan, sebuah meja kayu jati besar sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan. Aroma sup ayam kampung yang gurih dan sayuran segar langsung menusuk indra penciuman. Saka tampak berbinar melihat piring berisi potongan buah dan puding yang diletakkan di depannya.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!