Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Telapak Tangan Penggenggam Surga
Langit di atas Puncak Awan Pusat telah berubah menjadi lukisan neraka yang indah.
Di bawah, Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian bagaikan tiga inkarnasi dewa kematian yang melompat ke dalam kawanan domba. Niat Pedang Pembelah Surga, Jaring Bintang Penggiling Tulang, dan Jurang Kegelapan yang menelan segalanya berpadu menjadi simfoni pemusnahan. Ratusan kapal perang spiritual meledak berkeping-keping, dan jeritan puluhan ribu kultivator bergema menciptakan harmoni keputusasaan.
Namun, di atas langit yang lebih tinggi, sebuah konfrontasi yang jauh lebih menakutkan sedang terjadi.
Lin Chen melangkah di atas udara kosong, kedua tangannya terlipat dengan santai di belakang punggung. Setiap langkahnya menghasilkan riak-riak emas di kehampaan, memancarkan resonansi Hukum Dao yang membuat ruang di sekitarnya berdengung layaknya lonceng kuil kuno.
Di seberangnya, keenam Leluhur Puncak Jiwa Baru Lahir (Peak Nascent Soul) menatap pemuda itu dengan mata memerah. Keringat dingin membasahi punggung mereka, namun harga diri sebagai penguasa Tanah Suci membuat mereka menolak untuk mundur.
"Jangan tertipu oleh auranya!" raung Leluhur Pertama Paviliun Pedang, seorang kakek tua yang matanya memancarkan cahaya pedang yang tajam. "Dia memang memiliki Inti Emas yang aneh, tapi dia hanyalah seorang junior! Tidak peduli seberapa murni Inti Emas-nya, sebuah Inti Emas tidak akan pernah bisa menembus Domain dari Jiwa Baru Lahir!"
"Benar! Keluarkan Avatar Jiwa kita! Bunuh dia dengan Penindasan Hukum Dunia!" teriak Master Sekte Teratai Hitam.
Keenam ahli tingkat puncak itu serempak menggigit lidah mereka dan membakar Darah Esensi.
BOOOOOOM!
Enam pilar cahaya dengan warna berbeda meletus ke langit, menembus jaring emas penyegel ruang yang mereka pasang sendiri. Di belakang tubuh mereka, bermanifestasi enam sosok raksasa setinggi seribu kaki—Avatar Jiwa Baru Lahir!
Ada Avatar Gagak Emas Berkepala Tiga yang membakar awan, Avatar Pedang Ilahi Bermata Satu, hingga Avatar Teratai Iblis Berwajah Seribu. Keenam raksasa energi itu menyatukan domain hukum mereka, menciptakan sebuah zona kematian di mana ruang, waktu, dan elemen dikendalikan sepenuhnya oleh kehendak mereka.
Suhu udara melonjak hingga bebatuan di puncak gunung mulai meleleh menjadi lahar. Angin berubah menjadi bilah-bilah pisau spasial yang merobek kekosongan.
"Mati kau, iblis kecil! Hancur menjadi debu di bawah kehendak Jiwa Baru Lahir!" keenam Leluhur itu meraung serempak. Keenam Avatar raksasa itu mengayunkan senjata mereka, membawa kekuatan yang mampu membelah benua, langsung menuju kepala Lin Chen.
Di bawah penindasan yang bisa meremukkan jiwa itu, Lin Chen bahkan tidak mengedipkan mata. Ia menghela napas panjang, tatapannya dipenuhi kebosanan yang mutlak.
"Avatar Jiwa Baru Lahir? Penindasan Hukum Dunia?" Lin Chen menggelengkan kepalanya pelan. "Kalian menyebut proyeksi energi yang rapuh ini sebagai Hukum? Benar-benar segerombolan katak di dasar sumur yang mencoba menebak luasnya langit."
Lin Chen perlahan mengeluarkan tangan kanannya dari balik jubahnya. Ia mengangkat telapak tangannya ke atas, menghadap keenam Avatar raksasa yang sedang turun menimpanya.
"Di hadapan Kursi Ini (Ben zuo), bahkan Surga Tertinggi pun harus menundukkan kepalanya. Apalagi hanya setitik debu fana seperti kalian!"
Dantian Lin Chen bergemuruh. Inti Emas Surgawi di dalam tubuhnya, yang dipadatkan oleh energi sistem tingkat alam semesta, memutar satu putaran penuh. Sebuah cahaya keemasan yang sangat murni, sangat suci, dan sangat arogan meledak keluar dari telapak tangannya.
"Telapak Tangan Penggenggam Surga."
Lin Chen membalikkan telapak tangannya dan menekannya ke bawah.
KRAAAAAAAK!
Sebuah suara retakan yang sangat mengerikan bergema di seluruh langit Benua Tengah wilayah Timur. Jaring penyegel ruang tingkat Surga yang dipasang oleh musuh hancur lebur menjadi serpihan cahaya dalam sekejap mata.
Di langit, dari balik kehampaan ruang, sebuah telapak tangan energi raksasa berwarna emas murni bermanifestasi. Telapak tangan itu begitu besar hingga menutupi seluruh cakrawala, seolah-olah tangan tuhan baru saja turun dari kahyangan untuk menghukum dunia fana!
Keenam Avatar Jiwa Baru Lahir yang setinggi seribu kaki itu, ketika disandingkan dengan Telapak Tangan Emas Lin Chen, terlihat tak lebih dari sekumpulan mainan lilin anak-anak.
"A-APA INI?! ENERGI MACAM APA INI?!"
Mata keenam Leluhur itu nyaris copot dari rongganya. Ketakutan yang membekukan jiwa menelan seluruh arogansi mereka. Mereka mencoba menarik kembali Avatar mereka dan melarikan diri, namun ruang di bawah Telapak Tangan Emas itu telah dikunci oleh kekuatan yang tak bisa dilawan.
Telapak tangan raksasa itu turun.
BLAAAMMM!
Bahkan tanpa suara ledakan yang berlebihan, keenam Avatar Jiwa Baru Lahir itu langsung remuk dan meledak menjadi partikel debu seketika saat disentuh oleh cahaya keemasan telapak tangan Lin Chen.
"TIDAAAAAAAAAAAAK!"
Keenam Leluhur menjerit histeris saat Niat Dao (Dao Intent) mereka hancur berkeping-keping. Pukulan pantulan dari hancurnya Avatar Jiwa memporak-porandakan organ dalam mereka.
Telapak tangan raksasa itu terus turun, menampar keenam ahli puncak Benua Tengah itu layaknya menampar lalat, dan menghempaskan mereka langsung ke tanah!
BOOOOOOOOOOOOOOM!
Bumi terbelah. Sebuah kawah raksasa berbentuk telapak tangan sedalam seratus tombak tercipta di dasar lembah Puncak Awan. Gempa bumi meratakan sisa-sisa gunung di sekitarnya.
Hening.
Sisa puluhan ribu prajurit Aliansi Tiga Tanah Suci yang masih hidup, yang sedang bertarung melawan Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian, langsung mematung. Senjata mereka terlepas dari tangan. Mereka menatap kawah telapak tangan raksasa itu dengan lutut gemetar.
Di dasar kawah tersebut, keenam Leluhur Puncak Jiwa Baru Lahir yang tak terkalahkan itu terbaring sekarat. Tulang-tulang mereka remuk, Dantian mereka hancur, dan Jiwa Baru Lahir di dalam tubuh mereka telah ditepuk hingga menguap. Mereka yang dulu menguasai wilayah Timur Benua Tengah, kini telah menjadi manusia cacat total yang bahkan lebih lemah dari manusia fana.
Satu telapak tangan!
Hanya butuh satu telapak tangan dari pemuda berbaju putih itu untuk menghancurkan mitos tak terkalahkan dari Tiga Tanah Suci!
Lin Chen perlahan melayang turun, tangannya kembali terlipat di belakang punggung seolah ia tidak melakukan apa-apa. Ia melayang tepat di atas kawah, menatap keenam Leluhur yang sedang memuntahkan darah esensi.
"Kalian memiliki keberanian," ucap Lin Chen dengan nada dingin. "Sayangnya, keberanian tanpa kekuatan hanyalah sebuah kebodohan yang mengundang maut."
Lin Chen mengangkat tangannya, bersiap menjentikkan jarinya untuk mengakhiri nyawa mereka.
"A-Ampun..." rintih Leluhur Gagak Emas, air mata darah mengalir dari matanya. "Leluhur... tolong... Tiga Tanah Suci kami... bersedia menjadi anjing Sekte Puncak Awan... Kami akan menyerahkan segalanya..."
"Terlambat," jawab Lin Chen tanpa ekspresi. "Kursi Ini sudah meminta tujuh puluh persen harta kalian tiga hari yang lalu. Karena kalian menolak, Kursi Ini akan mengambil seratus persen harta kalian beserta nyawa kalian."
Crat! Crat! Crat!
Beberapa bilah energi melesat dari jari Lin Chen, langsung memenggal kepala keenam Leluhur tersebut tanpa ampun. Darah mereka menyiram tanah di dalam kawah telapak tangan.
Lin Chen kemudian mendongak, menatap sisa puluhan ribu prajurit musuh yang kini telah bersujud menyembah ke arahnya, meratap dan memohon belas kasihan. Pasukan yang tadinya beringas kini tak lebih dari lautan pengemis.
"Murid-muridku!" panggil Lin Chen.
Tiga pilar cahaya melesat dan Ye Fan, Su Yue, serta Lin Tian mendarat berlutut di hadapan Lin Chen. Jubah mereka sedikit ternoda darah musuh, namun Niat Pertempuran di mata mereka membara terang.
"Hadir, Guru!"
"Ambil alih pasukan sampah ini. Bagi mereka menjadi tiga resimen pelayan. Malam ini juga, berangkatlah ke markas utama Klan Gagak Emas, Paviliun Pedang Surgawi, dan Sekte Teratai Hitam. Hancurkan altar leluhur mereka, sita seluruh perbendaharaan mereka, dan ratakan bangunan yang tidak berguna. Pindahkan semua kekayaan Benua Tengah wilayah Timur ini ke Puncak Awan."
"Murid melaksanakan titah Guru!" ketiga monster muda itu tersenyum buas. Penjarahan skala benua baru saja diizinkan!
Saat murid-muridnya mulai sibuk mengorganisir tawanan perang, Lin Chen kembali melayang menuju singgasananya di puncak Gerbang Pemecah Langit. Ia duduk dengan nyaman, menyandarkan punggungnya sambil tersenyum mendengarkan melodi terindah di dunia.
[Ding!]
[Tuan Rumah berhasil memusnahkan Tiga Tanah Suci Wilayah Timur Benua Tengah!]
[Dominasi Mutlak Tertegas! Reputasi Sekte Puncak Awan menyebar luas seperti wabah di Benua Tengah!]
[Mendapatkan: 100.000 Poin Sistem!]
[Mendapatkan: Bangunan Sistem Tingkat Dewa (Awal): 'Aula Pencerahan Surga'!]
[Mendapatkan: Peta Warisan 'Kunci Alam Semesta Kuno'!]
Mata Lin Chen melebar melihat angka poinnya. Seratus ribu poin! Ia mendadak berubah dari orang miskin menjadi raja minyak di dunia kultivasi.
"Benua Tengah benar-benar tanah yang diberkahi. Sekali memukul anjing, aku mendapatkan gunung emas," gumam Lin Chen sambil meneteskan air liur imajiner.
Namun, notifikasi sistem belum berhenti. Sebuah peringatan berwarna emas kemerahan berkedip di panelnya.
[Peringatan! Fluktuasi energi dari hancurnya Jiwa Baru Lahir Tiga Tanah Suci telah menarik perhatian dari Pusat Benua Tengah!]
[Kekaisaran Abadi Langit Naga (Dragon Sky Immortal Empire), penguasa tertinggi Benua Tengah, telah menyadari jatuhnya Puncak Kaisar!]
[Misi Bertahan Hidup / Dominasi Baru: 'Menghadapi Sang Naga Sejati' akan segera dimulai!]
Senyum di bibir Lin Chen semakin lebar dan semakin arogan.
"Kekaisaran Abadi Langit Naga? Kedengarannya seperti nama sebuah dompet gemuk yang sedang berjalan ke arahku. Biarkan mereka datang. Kursi Ini butuh lebih banyak batu pijakan untuk membangun tangga menuju surga."