NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PETIR DISIANG BOLONG

Hujan sore itu tidak deras, tapi cukup untuk membuat genteng berisik dan hati Bailla tambah sumpek.

Di meja makan, surat-surat dari bank tergeletak seperti mayat. Amplop merah, cap “Peringatan Terakhir”, dan satu map berisi sertifikat rumah yang sudah atas nama orang lain sejak minggu lalu. Mami meremas ujung taplak. Papi menatap gelas kosong, seolah di dasarnya ada jawaban.

“Pak Arya mau bantu,” kata Mami akhirnya. Suaranya tipis, seperti kertas. “Semua utang perusahaan lunas. Rumah ini kembali. Kita akan kembali seperti semula dan kamu bisa tetap kuliah.”

Bailla yang baru melepas sepatu kuliah, mendadak lupa caranya menelan ludah. “Pak Arya temannya Papa yang hadir waktu ulang tahun ku itu?”

Papi mengangguk. Tidak berani menatap mata anaknya. “Dia duda usia sekarang 38 tahun. Tiga tahun ditinggal istri. Anaknya tiga orang. Anak sulungnya SMA, yang tengah SMP sedangkan Yang paling kecil masih balita. Bayu itu orang baik Bailla Papi merasa tenang kalau kamu sama dia”

Kalimat itu jatuh ke lantai, pecah. Bailla menghitung: Jarak usia antara dia dan pak Bayu, sekarang Bailla berusia 20, sedangkan pak Bayu 38 tahun. 18 tahun jarak yang tidak bisa dijembatani dengan kata “dia orang baik”.

“Jadi syaratnya apa?” Bailla bertanya, meski dia sudah tahu. Orang kepepet tidak dapat tawaran gratis.

“Kamu,” jawab Mami. Satu kata itu saja sudah membuat tembok rumah terasa menghimpit. “Dia mau kamu jadi ibu buat anak-anaknya. Jadi istrinya.”

Bailla tertawa. Bukan karena lucu. Karena kalau tidak tertawa, dia akan menjerit dan mengemparkan seisi rumah . “Aku kuliah belum lulus, Mi. Aku mau kerja. Mau nulis. Mau pacaran kayak orang-orang. Bukan... bukan jadi mama dadakan buat tiga anak orang. Mama Bailla aja belum bisa masak, cuci pakaian saja Bailla gak pernah ini menikah langsung dapat 3 anak, mami bayangin gimana Bailla bisa-bisa Bailla jadi nenek-nenek sebelum waktunya belum lagi ngurus suami Bailla siang belum malamnya lagi.” ujar Bailla dengan suara yang tinggi

“Tidak ada yang mau, Bailla,” suara Papi serak. Lelaki yang dulu terlihat gagah dan plamboyan itu kini kusut dan tidak seceria seperti dulu, dikalahkan angka-angka. “Papi sudah jual semua aset dan mengadaikan semua termasuk rumah ini Bailla. Sudah gadai cincin kawin Mami juga. Tinggal rumah ini. Kalau ini hilang, kita ke mana?”

"Papa tau kamu pasti sulit untuk menerima ini, tapi papi tidak sanggup jika kamu dan mami hidup sengsara, Kamu satu-satunya nak kami. Sementara papi tidak tau Bailla mungkin papi akan meringkuk di penjara jika tidak bisa melunasi semua hutang perusahaan Papi bagaimana nasib kamu dan mami nanti". Suara Papi mulai terdengar bergetar.

Tuhan begitu berat nya cobaan ini batin Bailla. Dia bayangkan dirinya bangun jam 5 pagi bikin bekal, bukan ngejar deadline skripsi. Dia bayangkan teman-temannya wisuda, sementara dia wisuda jadi istri orang. Tidak terasa air matanya tumpah seakan seperti air bah yang tidak bisa tertahan lagi. bahannya bergetar kakinya seakan tidak bisa menopang tubuh mungilnya.

“Kalau aku bilang enggak?” bisik Bailla.

Mami menutup mulut dengan kedua tangan. Papi menunduk sampai dagunya hampir menyentuh meja. Tidak ada yang menjawab. Karena mereka tahu, “enggak” dari Bailla berarti itu harga mati.

Malam itu Bailla tidak tidur. Dia menulis di buku diari yang sampulnya sudah mengelupas:

“20 tahun aku dipanggil ‘Anak Mami Papi’. Ternyata harganya adalah jadi ‘Istri Orang’ dan ‘Mama Tiga Anak’ dalam semalam. Aku tidak benci Papi dan Mami dan juga Pak Arya. Aku benci karena aku tidak punya pilihan. Katanya wanita bebas memilih. Bohong. Aku cuma bisa memilih: keluargaku hancur, atau aku yang hancur pelan-pelan.”

...****************...

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!