NovelToon NovelToon
KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Ayah Balqis

Lumpuh di hari pernikahan.
Dibuang keluarga sendiri.
Mereka bilang hidupku sudah tamat.

Tapi demi Nisa…
aku akan bangkit dan membuktikan kalau masa depanku belum suram.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayah Balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Nisa dan Janji Seorang Ayah

"Tangisan itu lebih tajam dari vonis dokter."

Nisa, 5 tahun, memeluk kaki matiku. Air matanya jatuh di kulit yang tak lagi bisa merasakan apa-apa. Dingin. Mati rasa.

"Yah... teman Nisa di PAUD bilang Ayah suram. Katanya Nisa juga bakal suram karena ayahnya lumpuh..."

Dunia runtuh kedua kalinya Jendral.

Lumpuh cuma matiin kakiku. Tapi kalimat polos anakku barusan matiin harga diriku sebagai seorang Ayah. Sebagai lelaki. Sebagai manusia.

Malam itu di kandang ayam bekas, aku tidak tidur. Aku menatap langit-langit yang bocor. Rembulan ngintip dari sela genteng. Tikus berlari bawa remah nasi. Bau kotoran ayam campur pesing nusuk hidung sampai ke ubun-ubun.

Aku ini apa? Sampah masyarakat? Beban istri? Aib keluarga? Produk gagal?

Pertanyaan itu muter di kepala kayak kaset rusak. Aku benci suaranya. Aku benci bau kandang ini. Aku benci diriku sendiri.

Tiba-tiba, di tengah gelap dan sunyi, tangan Nisa kecil menggenggam jariku dari balik selimut lusuh yang bolong. Ia mengigau sambil sesenggukan.

"Yah... jangan sedih... Nisa sayang Ayah... Ayah jangan suram..."

JEDAR.

Jantungku yang mati 3 bulan lalu, tiba-tiba hidup lagi. Cuma karena 5 kata dari malaikat kecilku.

Itu suaranya. Suara alasan aku masih harus bernapas. Suara alasan aku belum boleh nyerah.

Aku terduduk. Sakit. Tapi aku paksakan. Merangkak kayak bayi ke meja reyot di sudut kandang. Di situ ada pensil patah sisa Nisa belajar nulis. Ada kertas bungkus semen bekas mertua. Harta karunku satu-satunya di dunia ini.

Dengan tangan gemetar, keringat dingin, dan air mata, aku tulis huruf pertama setelah berbulan-bulan jadi mayat hidup.

N.

N untuk Nisa. N untuk Nekat. N untuk Nyawa. N untuk NOLAK SURAM.

"Ayah janji, Nak," bisikku ke udara pengap. Suaraku parau, serak, tapi sumpah ini tembus langit ketujuh. Didengar tikus. Didengar kecoa. Didengar Allah.

"Ayah akan robek kata SURAM dari akte kelahiranmu. Jika Ayah harus merangkak, Ayah akan merangkak. Jika Ayah harus menulis dengan darah, Ayah akan menulis. Demi kamu, Ayah akan mengubah takdir yang mereka tuliskan."

Pagi buta, istriku menemukanku tertidur di atas meja. Kepalaku di atas kertas. Tanganku masih menggenggam pensil patah. Di depanku selembar kertas bungkus semen penuh coretan jelek.

Judulnya besar-besar: "Wasiat Untuk Anakku Nisa".

Ia menutup mulutnya. Bahunya bergetar. Ia menangis. Bukan tangis sedih melihat suami lumpuh. Tapi tangis lega melihat lelakinya kembali.

Hari itu Galih yang lama mati. Galih yang baru lahir. Bukan dari rahim ibu, tapi dari tangis dan igauan Nisa.

Berita cepat menyebar. Tetangga mulai berbisik lagi. Lebih kencang. Lebih jahat.

"Galih stres. Gila. Ngapain nulis-nulis di kandang ayam?"

"Percuma. Lumpuh mau jadi penulis? Mimpi! Halu!"

"Kasihan anaknya. Bapaknya gak waras."

Aku dengar semua dari balik dinding triplek. Dan aku tersenyum. Senyum pertama. Senyum paling lebar setelah vonis dokter itu.

Karena mereka tidak tahu Jendral. Mereka tidak tahu bahwa pena di tangan lelaki yang dihina, yang diludahi takdir, lebih tajam dari pedang. Lebih keras dari vonis. Lebih mahal dari semua hinaan mereka.

Bab pertama dari perlawanan sudah kutulis. Tinta pertamanya adalah air mata Nisa. Tinta keduanya adalah darah dari harga diriku yang terinjak.

Perang sesungguhnya baru dimulai.

1
Ray Penyu
Makasih banyak ya sudah jadi pembaca setia novel ini 😊
Author benar-benar menghargai setiap like dan hadiah yang kamu kasih 🙏 Semoga cerita ini selalu bisa nemenin harimu, dan jangan bosan ikut perjalanan mereka sampai akhir ya ✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!