"Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada gang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.
Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.
"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.
Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.
Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.
Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa dan bingung akan melakukan apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukapena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Jalang
Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada digang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.
Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.
"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.
Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.
Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima, saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.
Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa bingung akan melakukan apa, tubuhnya terpaku bak patung dan dengan bodohnya menerima sentuhan lelaki yang tidak dia kenal.
"Maafkan aku, aku akan membayarmu" gumam lelaki misterius itu kemudian membawa tubuh Garima ke dalam gendongannya, Garima meneteskan air mata saat lelaki itu menyetubuhi dengan kurang ajarnya.
Dia memang terlahir dari seorang pekerja seks komersial dan tumbuh dilingkungan itu namun dia bukan wanita penghibur seperti mereka, Rima tidak berani melakukan apapun karena aura lelaki yang telah menjelajahi tubuhnya itu sangat menakutkan.
Ini bukan tentang uang, ini bukan soal siapa yang memiliki harta maka dia berhak atas tubuh seorang wanita namun ini semua soal harga diri dan kesucian.
Rima tak henti - hentinya menangis saat lelaki itu seperti memperkosa dirinya, tidak ada gerakan lembut tidak ada ciuman cinta yang selama ini selalu dia idam - idamkan bersama dengan orang yang dia cintai.
Lelaki itu menjauhkan tubuhnya saat dia sudah mengeluarkan apa yang dia tahan sedari tadi, para anak buah Bella juga sudah menghilang "wanita ular, dia dengan sengaja memberiku obat" gumam lelaki itu dengan lirih tanpa melihat kearah Rima yang saat ini masih meringkuk dan menangis.
Lelaki itu mengeluarkan berlembar - lembar uang ratusan ribu kemudian dia serahkan kepada Rima yang masih terduduk menutupi tubuhnya yang setengah telanjang.
"Terima kasih atas bantuanmu" ucap lelaki tersebut seraya berjalan keluar dari rumah kecil milik Rima, kini suara tangis Rima terdengar pecah diruangan kecil rumahnya.
"Hiks hiks tuhan kenapa ini terjadi kepadaku, aku bukan seorang pelacur" ucapnya seraya melempar dan menendang uang yang lelaki tadi berikan padanya "siapa dia, kenapa dia dikejar oleh anak buah mami Bella" Rima bertanya pada diri sendiri saat menyadari bahwa lelaki yang baru saja menyetubuhi dirinya itu dikejar oleh kacung kacung mami Bella.
Mami Bella terkenal bringas jika kesenangannya diganggu, dan dia seorang mucikari ternama di gang sempit itu. aparat Negara tidak berani mengusiknya karena setiap bulan dia memberi sogokkan puluhan hingga ratusan juta kepada aparat negara, membuat siapapun yang berurusan dengan mucikari itu akan mati mengenaskan.
Ratih salah satu pekerja dirumah bordil milik Bella saat dia masih muda namun kini tubuhnya tidak seperti dulu dan sering sakit membuat Bella selalu marah saat pelanggannya tidak puas dengan apa yang Ratih suguhkan.
Rima bangkit dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar kecil yang menurutnya tempat paling aman itu, Rima melihat merah dileher dan rambut yang acak - acakan didepan cermin besar miliknya.
Rima mengambil gunting kemudian dengan diam memotong rambut panjang nan indah miliknya, kedua mata Rima tidak henti - hentinya meneteskan air mata "aku buang kesialanku dengan cara kupotong rambutku" gumam Rima didalam hati.