Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Lalu kepala sekolah mengundang guru-guru untuk rapat. Semua guru yang ada di kelas yang waktu itu sedang mengajar langsung bergegas ke ruang rapat. Setelah semua guru berkumpul kepala sekolah langsung mulai berbicara ia berkata
"Sekolah kita hari ini baru saja mendapatkan investasi besar dari perusahaan terbesar nomor 1 di dunia "ucap pak kepala sekolah.
Lalu ada salah satu guru yang berkata "sebesar apa investasi yang ia berikan ke sekolah kita sampai kita harus begitu sangat menghormatinya bahkan menyiapkan upacara penyambutan untuknya "ucap salah satu guru.
"Lalu kepala sekolah berkata Dia memberikan kita investasi satu triliun" Ucap kepala sekolah.
Seketika semua guru yang ada di dalam ruang rapat terdiam karena tidak pernah ada yang memberikan investasi sebesar itu.
Lalu ada lagi salah satu guru yang bertanya "sebenarnya siapa bos dari perusahaan yang rela mengeluarkan uang satu triliun hanya untuk sekolah kita" ucapnya
Lalu kepala sekolah menjawab pertanyaan dari guru itu" dia adalah Aditya Pratama pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia dan anaknya akan sekolah di sini mulai minggu depan" ucap kepala sekolah.
"Berarti kita harus memperlakukan anaknya dengan begitu sangat baik "ucap salah satu guru
"Tentu saja "ucap kepala sekolah .
"Jadi tujuan saya mengadakan rapat ini adalah untuk memberitahukan kepada semua guru agar memperlakukan anaknya dengan baik, tidak boleh ada satupun kesalahan. karena dia adalah salah satu investor terbesar di sekolah ini. jika ada satu kesalahan saja maka sekolah ini bisa runtuh seketika" ucap kepala sekolah.
Lalu semua guru mengangguk paham. Setelah rapat selesai semua guru keluar dan kembali mengajar ke kelas masing-masing.
Semua siswa-siswa yang mendengar akan adanya murid baru yang merupakan anak dari pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia langsung berteriak kegirangan tidak terkecuali Milka yang telah lama mengagumi keandra. Hal itu tersebar dengan begitu sangat cepat bahkan seisi gedung sekolah semuanya tau jika akan datang seorang murid baru yang sangat populer dan terkenal.semua anak membicarakan itu dilorong sekolah.termasuk Milka dan teman-temannya itu , siapa lagi kalau bukan Lala dan Tasya.
Sisil yang mendengar itu langsung cepat-cepat memberitahukan Nara. Iya bergegas ke kelas dan duduk tepat di depan Nara. Lalu Sisil berkata kepada Nara
"Nara apakah kamu sudah dengar tentang murid baru yang akan pindah ke sekolah kita katanya dia tampan dan kaya, populer pula" ucap Sisil.
"Mana mungkin aku tidak tahu seisi sekolah membicarakan itu dari pagi sampai pulang sekolah tentu saja aku tahu "ucap Nara.
"Menurutmu apakah dia seorang anak kolong mera atau anak pemilik perusahaan "ucap sisil lagi.
"Dari kabar yang kudengar dia adalah anak pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia "ucap Nara lagi.
"Tunggu tunggu pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia ,haaaaa aku tahu itu aku pernah baca di internet Kalau tidak salah nama pemilik perusahaan itu adalah Aditya Pratama" ucapnya lagi.
Sisil sampai kaget mengetahui bahwa anak baru yang akan sekolah di sekolah mereka adalah anak pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia.
"Wah wah wah sepertinya sekolah kita sedang beruntung benar kan nara "ucap sisil.
"Sepertinya "ucap Nara.
"Hei Nara apakah kamu tidak bosan membaca buku itu apakah kamu tidak mau tampil cantik di depan murid baru itu besok" ucap Sisil.
"Tidak ,aku tidak tertarik bahkan kau tahu jangankan aku bisa menarik perhatiannya, di sekolah saja aku sering di-bully" ucap Nara.
"Benar juga ,haiiis tapi kau jangan sedih aku akan selalu disampingmu "ucap Sisil.
Sisil sangat sedih untuk Nara karena ia tahu wajah Nara tidak secantik teman-temannya di sekolah ,meskipun begitu dia tetap mau berteman dengan Nara karena menurutnya hanya nara lah yang bisa dijadikan sebagai teman. karena yang lain hanya memandang status dan kecantikan. Di sekolah itu jika kau tidak cantik maka kau tidak akan dihargai dan jika kau tidak kaya maka kau tidak akan dihormati. Makanya itu Sisil hanya memiliki satu sahabat yaitu Nara karena nasib mereka hampir mirip.
Tiba-tiba saja bel sekolah berbunyi
Tring ! tring ! tring
Menandakan waktu pulang telah tiba. Sisil buru-buru bergegas menghampiri Nara lalu ia berkata
"Wah karena kedatangan murid baru itu kita hari ini full jam kosong, bukankah itu menyenangkan Nara" ucap Sisil.
"Tidak juga hari ini aku bosan karena tidak belajar' ucap Nara.
"ayo lah Nara apakah di pikiranmu hanya belajar apakah kau tidak bosan, haiiis aku saja bosan melihat kau belajar "ucap Sisil.
Sisil mengatakannya dengan wajah murung karena melihat Nara yang begitu sangat fokus belajar sampai tidak ada waktu untuk bermain atau bercanda dengannya.
"Oh iya hari ini apakah kamu sibuk "tanya Sisil.
"Tidak ,memangnya kenapa "sahut Nara.
"Apakah kau ada rencana keluar mungkin untuk bermain" ucap Sisil.
"Tidak ,aku akan pulang ke rumah dan tidur" sahut Nara.
Mereka terus berbincang sambil berjalan menuju ke rumah mereka. Mereka biasanya naik bis tetapi karena kedatangan murid baru mereka pulang jadi jauh lebih awal, sehingga bis belum datang untuk menjemput siswa. Sisil begitu sangat lelah setelah ia berjalan begitu sangat jauh .berbeda dengan Nara ,Nara lebih suka berjalan daripada naik bis. Iya begitu santai saat berjalan tidak seperti Sisil yang sudah ngos-ngosan.
"Nara tunggu apakah kamu tidak lelah "ucap Sisil.
Lalu Nara menjawab "aku sudah terbiasa berjalan ,aku malahan lebih suka berjalan daripada naik bis "sahut Nara
"Apakah kakimu terbuat dari baja ,sudah berjalan sejauh ini masa kakimu tidak capek, ayo berhenti sebentar" Ucap Sisil
Karena kasihan melihat Sisil yang ngos-ngosan, akhirnya Nara setuju untuk istirahat sejenak. Mereka duduk di kursi taman di dekat pinggir jalan. Karena melihat Sisil yang tanpa kehausan ,Nara berinisiatif ingin membelikan Sisil air.
"Apakah kamu haus Sisil "tanya Nara.
"Ya sepertinya begitu" jawab Sisil.
"Kalau begitu tunggu aku di sini ,aku akan membelikanmu air di sana, ingat jangan pergi kemana-mana" ucap Sisil
"Baiklah, aku akan tunggu kamu di sini, cepatlah kembali oke "sahut Sisil.
"Hmm oke "sahut Nara
Nara pergi berjalan menuju Indomaret yang ada di ujung persimpangan jalan .nara berlari sampai di depan Indomaret. Dengan nafas yang ngos-ngosan dia membuka pintu Indomaret dan masuk lalu membeli 2 botol air minum. Setelah mengambil air minum ia buru-buru ke kasir untuk membayarnya.
"Permisi kak jadi ini totalnya berapa ya" ucap Nara kepada penjaga kasir
"Itu totalnya rp10.000 ya kak" jawab penjaga kasir.
Nara langsung mengeluarkan uang dari tasnya lalu membayarnya.
"Ini ya kak" ucapnya.
"Terima kasih kak telah berbelanja di sini" ucap penjaga kasir .