papanya elvaro dan zavira pernah sahabatan di waktu SD ,Namun nasib membedakan mereka , papanya elvaro sudah sukses sekarang. sedangkan papanya zavira hanya mempunyai toko bengkel.
keduanya bertemu setelah beberapa tahun menghilang,tapi masih dengan persahabatan yang hangat, terukir janji mereka yang dulu akan menjodohkan anak mereka. mamanya elvaro sangat keberatan menerima nya ,Karna menurutnya tidak setara. begitu juga dengan zavira menolak keras perjodohan ini Karna elvaro adalah musuh bebuyutan nya di sekolah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahealza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keputusan
siang telah berganti malam, suasana sangat dingin jalanan pun masih basah habis di guyur oleh hujan.
makanan sudah dihidangkan sempurna di ruang tamu .tidak pernah ibunya memasak masakan yang lumayan mahal seperti ini. berkali kali Vira bertanya siapa yang akan datang, jawaban nya tetap sama ," nanti kamu juga tau".
beberapa menit setelah nya terdengar suara klakson mobil, mobil itu terparkir di depan rumah nya. sepasang suami istri turun dari mobilnya, pak Dian dan Riska menyambut nya dan menjamu nya hangat.
jika diperhatikan kedua orang ini tidak asing bagi nya.ia seperti pernah bertemu sebelumnya.
" ini putri kamu " ? tanya pak Wijaya tersenyum ramah kepada zavira.
" ia ... ini putri saya, lah putra kamu di mana? ucap Dian bertanya balik.
" ouh biasa anak muda, GX mau berangkat dengan orang tuanya, dia masih dijalan"?
gerak gerik seperti ini ,Vira jadi tau apa maksud dari kedatangan mereka. tapi ia tetap bersikap santai.
di tengah pembicaraan mereka , Suara ketukan pintu menjeda pembahasan mereka.
" anak saya pasti" ucap pak Wijaya girang.
langkah itu semakin dekat seorang pria dengan hoddy hitamnya berjalan santai menatap layar ponselnya.
vira menutup wajahnya dengan helaian rambutnya, agar tidak terliha t dengan pria yang baru datang itu.
pria itu duduk tepat disamping Bokapnya ." ni kenalin om Dian , temannya papi waktu SMP.dan itu istrinya mbak Riska. dan itu putri nya yang papa bilang tadi "? jelas Wijaya merangkul pundak putranya.
pria itu tersenyum seadanya, pak Dian menyenggol tangan putri nya agar berkenalan lebih lanjut . terpaksa Vira mengangkat dagunya merapikan rambutnya membalas jabatan tangan elvaro.
betapa terkejutnya elvaro melihat gadis yg akan di jodohkan dengan nya.ia menarik tangan nya yg sempat berjabatan.rahangnya mengeras jakunnya naik turun tidak stabil.
" El GX mau perjodohan ini " ucapnya lantang, berdiri dari duduknya menatap zavira sinis .
semua ikut berdiri .
" kenapa" tanya Wijaya heran.
" dia itu orang yang selalu jahilin El di sekolah pi!!! " ucapnya mengadu bak anak SD.
" Lo duluan yg jahilin gue " !!! lantang zavira tak mau kalah.
kedua orang tua mereka bingung menghadapi mereka ?
" pokoknya El GX mau di jodohin sama dia ," lantang nya merogoh kunci motor diatas meja.
" MISKIN" ucap nya datar.
PRAK....
satu tamparan melesat kepipi El ,ia hampir terhuyung ,untung saja ada maminya membantu menstabilkan pergerakan nya.
" kurang ajar kamu !!! papi GX pernah ajarin kamu seperti itu " gerutunya.
El memegang kedua pipinya yang terasa sangat perih , menatap zavira tajam . ingin saja beradu mulut dengan El tapi di cegat oleh pak Dian.
tanpa menghiraukan panggilan dari papanya ,ia melangkah cepat pergi dari rumah zavira.
pak Wijaya mengelus dadanya ,dan dibantu oleh Lidia istrinya, yang sedari tadi tidak pernah angkat suara.
bahkan ia enggan untuk mencicipi makanan yang dihidangkan. setelah merasa dadanya tidak sakit lagi ia duduk ke posisinya semula.
" maafin anak saya ," ucapnya merasa bersalah .
" tidak apa apa". jawab Dian berusaha ramah walaupun di hati nya terasa sangat sesak.
" bagaimana pun perjodohan ini akan tetap berlangsung, saya akan memenuhi janji saya beberapa tahun lalu untuk menjodohkan anak anak kita." ucapnya ramah
pak Dian dan buk riska membalasnya dengan anggukan beserta senyum yang hangat, tidak mau mengecewakan niat baik pak Wijaya .
keduanya pamit pulang setelah semuanya selesai. suasana jadi canggung setelah kepergian mereka.zavira menekuk lehernya menatap kedua lututnya.sentuhan manja menyentuh bahunya yang berbalut dress mahal pilihannya.
" kenapa harus dia orangnya" tanya Vira ." seharusnya perjodohan ini di batalkan saja " lirihnya ,air matanya menetes mengenai lutut nya.
" ibuk tidak keberatan jika perjodohan ini dibatalkan, tapi ayah kamu Marasa tidak enak dengan pak Wijaya, mereka karib lama ,dia yg bantuin ayah kamu saat saat keadaan tersulit nya."
zavira tidak punya kekuatan untuk menolak, ia juga tidak mau menjadi gadis yg pembangkang dengan kedua orang tua nya dikasih tumpangan hidup ia juga sudah senang.salah satu jalan keluar nya adalah elvaro.
***
Wijaya melangkah tergesa gesa masuk kedalam rumah , motor elvaro belum ada terparkir di depan ." kemana anak itu , bukannya langsung pulang'" ucap nya kesal .
" pii Kan mami udah bilang ,El itu GX bakal mau dengan perjodohan ini" . ucap Lidia menyusul Wijaya.
" mami GX usah belain El , jalan yg papi ambil ini udah bener semua!!!" jawabnya tegas.
" bener dari mana nya pii, udah bener mami jodohin El sama Clara ,malah di jodohin sama anak tukang bengkel." ucapnya ngeles.
" Mii " bentak nya.
" sifat nya Clara dengan El itu GX jauh beda ,punya pergaulan bebas ,mau jadi apa cucu keturunan kita , jika mereka dinikahkan " jelasnya tersengal sengal.
";mau jadi preman semua " sambung nya lagi.
pintu terbuka kecil seorang pria masuk tanpa salam , ia melangkah cepat tanpa menoleh kedua orang tuanya yang berada di ruang tamu.
" El .... El.." !! pangil Wijaya tegas.
elvaro mengehentikan Langkah nya . ia berbalik badan , menuruni beberapa anak tangga. tatapan nya terlihat malas ." El GX mau pii ..." jawabnya datar. kemudian melanjutkan langkahnya, menaiki anak tangga.
" papi stop fasilitas kamu ,kalo kamu GX mau dengan perjodohan ini " suara nya terdengar serak.
elvaro berbalik badan lagi ,berjalan pelan menuju Wijaya." papi itu kenapa sih ,bawa bawa fasilitas El , " tanyanya sinis.
Lidia bingung harus mebela yang mana, keduanya seperti ayam jago yang ingin bertarung. bayi kecil yang dulu sering menangis kini sudah pandai beradu pandang dengan papinya.
" papi yang punya harta , terserah papi mau kasih kamu atau enggak, anak pembangkang seperti kamu tidak cocok untuk di fasilitasi." gerutu nya .
" banyak perempuan yang lain pi ,,, kenapa harus dia"!!!! El mulai menaikkan suara nya.
" siapa!!! kamu mau sama Clara!!!"
El terdiam ,bukan Clara juga pilihan nya , pikirnya.
" pokoknya....
" akhh..... terserah papi.... mau jodohin sama siapa ,sama orang gila sekalian." memotong pembicaraan Wijaya kemudian pergi menaiki satu persatu anak tangga tergesa gesa. suara bantingan pintu terdengar jelas dari lantai satu.
Wijaya mengelus dadanya , nafasnya seperti terhimpit batu besar .
" kan mami udah billl....
" akh .... kamu Sama aja" ( menghempaskan tangan Lidia yang mencoba megelus punggung Wijaya) " GX heran kalo El membantah seperti itu , orang mamanya juga gitu !!!! "ocehnya pergi meninggalkan Lidia.
" di pikiran kalian cuman harta saja " ocehnya lagi tanpa mengehentikan langkah nya.
***
jam kelas XII ² tengah kosong , gurunya sedang rapat di kantor ,banyak siswa yang berkeliaran.di tengah kebisingan para siswa zavira duduk termenung di kursi nya , menekuk kepalanya.freya dan Nadin datang mengejutkan nya .
dorrr
zavira terperanjat kaget ,ia mengelus dadanya .dan termenung kembali.
" kenapa lu "? tanya Nadin merangkul bahu zavira.
" tumben banget " sambung Freya.
zavira membuang nafas nya kasar , merapikan rambutnya yang sedikit berantakan." elvaro Dimana" !!! tanyanya spontan.
kedua sahabatnya ternganga, sekejap setelahnya mereka tertawa kecil." mimpi apa Lo ? nyari nyari elvaro".goda Freya.
" jangan jangan?" sambung Nadin mencolek dagu zavira.
" gua serius "!!! tanyanya datar.
keduanya terdiam . Nadin mengangkat bahunya . " gua ada lihat tadi ... dia ada di taman belakang"..jawab Freya ragu.
zavira melangkah pergi dari kelas.