Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua
"hupp!!."
srakkkk
brukkk
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Jessy berhasil naik ke permukaan dengan bantuan tanaman menjalar yang melilit tubuhnya. Dia langsung merangkak menjauh dan terduduk lemas di dahan pohon.
"Hahh... nyaris aja mati dua kali. Ehh gue di sana udah mati apa belum ya? apa gue beneran gila dan punya dua kepribadian?." Gumam Jessy hilang arah.
"Sakit banget, tapi untung ngga ada tulang yang patah. Ini dimana kok bisa gue nyasar di hutan, pakaian nya kuno tapi lusuh banget. Tapi seenggaknya gue seneng sih berhasil transmigrasi ke zaman kuno." Gumam Jessy tersenyum senang.
drap
drap
drap
"Shen Yue!!." Teriakan seseorang membuat Jessy terkejut dan reflek menoleh.
sraattt
"Aakhhhhh." Jessy merintih saat tiba-tiba di tarik kasar oleh wanita tua tidak di kenal.
"Lihat jalang gila ini, apa kau berani menentang perintah Kaisar?! Berani sekali kau kabur dan mencoreng nama baik keluarga Shen!!. Berhenti membangkang, seharusnya kau tahu malu untuk membalas budi." Ucapnya mengomel tiba-tiba.
"Hah?." Jessy memirigkan kepalanya dengan bodoh.
"Sudah lah dasar perempuan tidak berguna, kalau saja dulu kepala keluarga tidak kasihan pada mu pasti kau sudah mati di buang ke laut. Gara-gara menikahi Ibu mu, adik ku jadi mati sia-sia sebelum bisa membalas budi keluarga. Kau dan Ibu mu itu pembawa sial, sekarang saat nya kau menerima karma dan dosa orangtua mu lewat mahar pernikahan." Omel bibi gempal itu di sepanjang perjalanan. Jessy yang di seret dengan kasar hanya bisa pasrah mengikuti.
"Ngomong apa sih? maksudnya gue harus nikah paksa demi bisa dapet mahar buat mereka gitu?." Batin Jessy nyinyir.
Jessy di tarik dan di bawa ke kaki tebing, di sana ada sebuah pemukiman selayaknya sebuah desa pedalaman. Penduduk nya cukup banyak, semua orang menatap tajam ke arah Jessy seakan Jessy memang objek kebencian di desa ini.
Lihat itu, dia benar-benar kabur.
Dasar pembawa sial.
Desa kita juga sial karena dia.
Untunglah setelah ini dia akan pergi.
Cih, menatap wajahnya saja membuatku merinding jijik.
Kau lihat warna mata nya itu? seperti penyihir.
Persis seperti Ibu nya, menjijikan.
Jessy yang mendengar cibiran orang-orang hanya bisa menarik nafas diam-diam. Ternyata entah di zaman modern atau di zaman kuno dirinya memang selalu di kucilkan.
Bruukkkk
"Jangan berharap mendapatkan makan hari ini, ingat!! besok kau harus menikah dan pergi dari sini tanpa membawa nama keluarga Shen lagi." Ucap si bibi melempar Jessy ke sebuah gudang berdebu.
BRAKKKK
Pintu di tutup dengan kasar lalu di kunci dari luar, Jessy hanya bisa berdecak kesal karena pengap. Meraba sekitar dan menemukan lilin, setidaknya ada sedikit penerangan yang bisa membantu nya bernafas.
"Kayaknya tuhan benci banget deh sama gue." Lirih Jessy merasa pusing.
Jessy merasa kepala nya berkunang-kunang dan perutnya kelaparan. Perlahan matanya meredup dan kegelapan menelan nya dengan menyedihkan.
BRAAKKKKK
Deg.
Padahal rasanya baru pingsan beberapa detik lalu, tapi suara keras mengejutkan Jessy sampai terbangun dengan cepat. Jessy melihat ke arah jendela kecil, langit sudah gelap artinya dia sudah pingsan seharian.
"Bangun juga kau jalang." Suara seorang gadis terdengar dari balik pintu.
"Siapa?." Tanya Jessy.
"Hahahaha astaga Kakakku sayang, apa karena frustasi membuatmu jadi gila? siapa aku? tentu saja aku adik mu, adik yang akan merebut apapun yang akan menjadi milikmu." Ucap nya dengan nada penuh kemenangan.
"Ohh." Jawab Jessy singkat.
"Anjirr, muak banget gue." Batin Jessy memutar bola mata nya malas.
"Sialan!! Lihat aja setelah ini kak, apa kau masih bisa bersikap sombong seperti sekarang?!! Besok tepat sebelum fajar, kau akan di bawa menuju istana untuk di nikahkan paksa dengan Paman Kaisar yang seorang tirani. Apa kau dengar?!!." Teriaknya marah-marah.
"Takutnyaa." Ledek Jessy.
"SHEN YUE!!! AKU AKAN MENIKAH DENGAN YANG MULIA KAISAR DAN MENJADI PERMAISURI. TAPI KAU HANYA AKAN MENIKAH DENGAN PAMAN KAISAR YANG SEORANG JENDRAL TIRANI, DIA TELAH MELANGGAR ATURAN KAISAR DAN MENDAPATKAN HUKUMAN PENGASINGAN!!! Apa kau paham nasib mu sekarang? setelah menikah pun kau hanya akan ikut mati di pengasingan bersama suami mu itu." Ucap si gadis dengan menggebu-gebu.
"Melanggar apa memangnya?." Jessy tidak ambil pusing.
"Huhh dasar gila. Kau lupa jika beberapa waktu lalu Paman Kaisar melakukan kudeta besar-besaran saat Kaisar sebelumnya tewas? tapi sayang sekali yang naik tahta justru Pangeran ke 3 yang akan segera menikah dengan ku." Ucap nya pamer.
"Ngomong apa sih? ngga paham deh." Batin Jessy pusing.
"Aku tidak bisa memahami ucapan mu itu, bisa kah kau menjelaskan siapa Pengeran ke 3 atau Paman Kaisar itu?." Tanya Jessy.
"Hahaahahaha ternyata benar kata Ibu, kau jadi bodoh setelah gagal kabur ya?." Ucapnya tertawa merendahkan.
"Pergi saja jika tidak mau menjawab, aku lelah mendengar suara mu yang berisik." Usir Jessy.
"Dasar congkak. Kaisar terdahulu adalah Ayah dari Pangeran ke 3 yang saat ini sudah naik tahta menjadi Kaisar baru. Sedangkan Paman Kaisar pemberontak itu adalah adik dari Kaisar terdahulu alias Paman dari Kaisar saat ini. Apa kau paham gadis bodoh?." Ucapnya.
"Ya\~ya\~ ya sudah pergi sana." Usir Jessy dengan cuek.
"Lihat saja... aku pastikan kau akan menangis darah dan mati menyedihkan. Shen Yue, sejak dulu Kakek selalu saja memanjakan mu. Bahkan awalnya kau lah yang harus menikah dengan Pangeran ke 3 yang saat ini menjadi Kaisar, dan aku yang harus menikahi pemberontak. Tapi untung nya Ibu ku cepat-cepat membunuh Kakek, jadi pernikahan kita bisa di tukar. Kau yang akan menderita sampai akhir, karena sekarang tidak akan ada lagi yang membela mu." Ucap nya penuh iri dengki.
"Memangnya keluarga kita sepenting apa sampai bisa kenal dengan Kaisar? aku lihat rumah kita sempit dan sangat miskin seperti rakyat jelata. Bisa saja selama ini kita hanya di bohongi kan? mana mungkin sekelas keluarga kekaisaran mau menikah dengan rakyat jelata seperti kita." Ucap Jessy menohok.
"DIAM LAH DASAR JALANG!!! Kakek adalah keturunan bangsawan agung sekaligus Mentri kepercayaan Kaisar terdahulu. Keluarga kita miskin karena semua harta benda habis di berikan Kakek untuk pemakaman orangtua mu yang tidak penting itu. Sejak awal kau dan keluarga mu itu memang pembawa nasib buruk." Ucap nya penuh kemarahan.
"Ya sudah, maaf kalau begitu." Jessy sangat cuek.
"Aarrgghh sialan." Gadis yang mengaku adik dari Jessy itu berteriak seperti orang gila.
"Kau mengatakan jika kau itu adik ku kan? bukankah artinya orangtua ku itu orangtua mu juga?." Tanya Jessy merasa sedikit krisis identitas.
"Hahahaha mana mungkin. Kita hanya sepupu, Ibu ku adalah kakak dari Ayahmu. Ayah mu itu bungsu keluarga Shen, sedangkan Ayahku adalah pejabat pemerintahan yang dekat dengan Kakek semasa hidup nya. Artinya apa? artinya aku adalah bangsawan murni tidak sepertimu yang memiliki darah rakyat jelata yang begitu rendah dan menjijikan." Ucap nya dengan congkak.
"Baiklah, maaf ya bangsawan." Celetuk Jessy meledek.
"AARRGGHHHH INI LAH ALASAN KU TIDAK MAU BICARA DENGAN DARAH RENDAHAN. MEREKA SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI TATA KRAMA DAN TIDAK TAU DIRI." Teriaknya marah dan langsung menjauh pergi dari sana.
Jessy hanya menghela nafas lelah, berharap fajar segera datang dan dia akan cepat pergi dari sini. Setidaknya besok pasti dia akan di berikan makan, dia sungguh sangat kelaparan dan luka nya perlu di obati.