" Kamu diam apa karna kamu sudah tau.???"
Smp Nusa Jaya menjadi sekolah pertama yang menghantar dito pada kehidupan supranatural nya, terkadang diam bukan selalu menjadi hal baik.
kejadian dan misteri sekolah perlahan lahan terungkap ketika sosok yang selama ini berdiam diri mulai menebarkan teror dan ganguan nya, hanya mereka yang terbiasa dengan kesunyian yang bisa tau siapa dirinya.
apakah yang terjadi di balik sekolah itu?? apa tujuan dan maksud dari teror mencekam itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di kursi sudut
" Diam tidak selalu baik, diam juga bisa mendampingi mereka yang tak terlihat.!!"
...****************...
^^^Tahun 1977^^^
Pagi tampak begitu cerah, langit menunjukkan warna nya yang indah matahari bersinar dengan semangat seolah olah turut menyambut kehadiran siswa siswi baru di SMP Nusa Jaya.
Hari itu sedang di langsung kan upacara penyambutan tahun ajaran baru dan murid murid baru, seorang kepala sekolah berdiri dengan senyum ramah berpidato di depan para muridnya. Dengan kehangatan sekolah menyambut siswa siswi baru dengan antusias.
Di barisan paling kanan tampak siswa siswi yang masih mengenakan seragam merah putih, mereka mendengar kan dengan saksama pesan dan kata sambutan dari kepala sekolah juga guru-guru baru nya.
Setelah upacara penyambutan selesai, anak-anak kelas 7 di arahkan ke aula sekolah untuk mendengarkan dan mengikuti kegiatan MOS ( masa orientasi siswa).
Para OSIS dan panitia berdiri didepan panggung, anak-anak kelas 7 mendengar kan dengan saksama. Di barisan paling ujung seorang siswa laki-laki menatap dengan sudut matanya ada seseorang siswi
Perempuan yang terlihat pucat menatap kosong kedepan.
siswi itu terlihat tidak ada semangat hanya ada tatapan kosong, ia mencoba mengabaikan nya namun hati nya seolah terusik dengan keberadaan siswi itu.
setelah perkenalan dan pengumuman selesai, para calon murid kelas 7 di bagi menjadi beberapa kelompok. Karna akan diadakan sesi pengenalan sekolah, Dito masuk di kelompok dua, yang di pimpin oleh dua orang panitia cowo.
Sepanjang perjalanan di lorong sekolah, dua panitia menjelaskan tentang sekolahan dan peraturan paraturan di sekolah ini. hingga tiba lah mereka tiba di lorong paling ujung yang dekat dengan toilet sekolah, yap itu adalah kelas 7.
dengan senyum ramah salah satu dari panitia itu bicara, " Jadi selama kalian bersekolah disini wajib mengikuti aturan yang ada, jika tidak ingin bersekolah dengan tenang jangan pernah membuat masalah.!!"
" untuk aturan pertama selama kegiatan MOS, kalian di wajibkan mendengar kata dan perintah panitia tanpa membantah." dengan tersenyum sinis ia melanjutkan pembicaraan nya
" tanpa terkecuali di antara kalian jika ada yang melangar peraturan akan terima akibat nya, PAHAM!!!"
" paham!!!" ucap para calon kelas 7 dengan serempak
Namun tiba-tiba
'Brakkkkkkkk'
Suara pintu toilet paling ujung tertutup dengan nyaring, semua tampak saling memandang tidak ada angin tidak ada yang lewat tiba-tiba saja pintu tersebut tertutup dengan sendirinya.
Kedua panitia itu9 terlihat agak gugup dan saling berbisik, mereka berusaha terlihat biasa aja namun dito dapat melihat seperti ada ketakutan yang di sembunyikan.
" sebaiknya kita lanjutkan pengenalan di tempat lain." dito Masih menatap kearah toilet itu
Ia melihat seperti ada seseorang yang tengah mengintip di balik pintu, namun terlihat samar atau Dito hanya salah lihat mungkin saja itu siluet pantulan dari cahaya matahari yang mengenai pepohonan sehingga tampak seperti bayangan besar hitam.
" hey kamu kenapa diam saja di sana.???" semua mata tertuju kearah dito yang masih berdiri tak bergerak di tempat nya.
Dito segera berjalan ke arah kelompok nya, namun seperti ada suara suara bisikan kecil di telinga nya. " kamu diam apa kamu sudah tau.???" seketika dito tercengang suara bisikan itu samar tapi terasa tak nyaman.
Dito terus merasa tak nyaman selama mengikuti kegiatan MOS hari ini, rasanya banyak hal yang tidak biasa yang ia rasakan.
Bel istirahat berbunyi semuaa murid berlari menuju kearah kantin, namun dito hanya duduk diam di aula sendirian ia malas untuk jajan di kantin. Selama ini dia sudah terbiasa membawa bekal dari rumah jadi ia memilih makan di aula saja toh ia juga baru di sini jadi tidak tau di mana tempat yang nyaman untuk makan saat istirahat.
saat tengah asik menyantap makanan nya, suara sayatan yang begitu ngilu memekakan telinga dito.
'syrettttttttttttt'
Dito bergidik ngeri sekaligus geli, ia menoleh ke kanan dan kiri namun tidak ada seorangpun selain dirinya. Bulu kuduk nya berdiri seketika seolah serasa angin kecil melewati nya, ia menarik nafas dan berusaha meyakinkan diri bahwa ini hanya perasaan nya saja.
" krekkkkkk'
Suara pintu aula seperti terbuka namun saat ia menoleh tak ada seorangpun yang masuk, merasa tak nyaman dito mengakhiri makan siang nya dengan buru-buru.
Setelah mengemas kotak bekal nya ia segera berjalan meninggalkan aula, namun belum sempat dia melangkah kan kaki nya kursi di sudut ruangan itu bergerak maju mundur sendiri.
Sosok dengan seragam smp Nusa Jaya, namun rambut nya terurai dengan kepala yang menunduk kebawah. Dito merasa kan hawa dingin di sekitar ruangan itu
tubuhnya tak dapat di gerakan, terdiam kaku seolah seutas benda berat menahan pergerakan kakinya. Ia berulang kali menarik nafas dalam-dalam namun ia tak dapat berbicara mulutnya kaku.
Ini hal pertama kali ia alami dalam hidup nya, sebelum nya hal seperti ini ia anggap sebagai bunga dari tidur tapi sekarang ia merasa kan adegan nyata ini.
Ia berdoa dalam hati nya meminta pertolongan dari yang di atas, ia berharap segera suara lonceng atau seseorang masuk agar ia bisa segera sadar dari itu semua.
sunyi yang begitu mencekam seolah olah hanya ada dirinya di tempat ini, untunglah suara pengeras suara mengagetkan nya. Semua anak kelas 7 di suruh segera berbaris di lapangan untuk pembagian kelas.
Dito segera berlari meningalkan aula itu, ia berharap kejadian hari ini tidak akan pernah terjadi lagi di hidup nya.