NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Desa Kerang biru

​Awan hitqm bergelung rendah di atas Desa Kerang Biru, sebuah perkampungan nelayan terpencil yang berbau amis garam dan pembusukan.

Di dermaga yang kayu-kayunya mulai lapuk dimakan usia, seorang pria muda berbadan tegap mamun kurus melangkah turun dari perahu kecilnya.

​Beni menghela napas berat. Matanya merah dan kantung matanya menghitam akibat semalaman suntuk bertarung dengan ombak di tengah laut.

Kulitnya yang legam terbakar matahari terasa perih diguyur air asin. Ia melemparkan tali tambat, lalu menatap ember kayu di dalam perahunya. Isinya hanya beberapa ekor ikan kurus dan sedikit udang.

​"Hanya segini..." Beni mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. "Bahkan untuk membeli beras satu gantang pun tidak akan cukup, apalagi untuk..."

​"Nah, ini dia orangnya! Hei, Beni! Jangan berlagak tuli kau!"

​Sebuah teriakan kasar memotong keluh kesah Beni. Tiga orang pria berbadan besar dengan pakaian yang jauh lebih layak daripada warga desa lainnya berjalan angkuh membelah kerumunan nelayan.

Di depan mereka berdiri seorang pria paruh baya berkumis tebal dengan tatapan mata yang licik. Dia adalah kaki tangan kepala desa, sang penagih utang.

​"Beni, bayar utangmu sekarang juga! Hari ini adalah batas akhir yang diberikan oleh Tuan Kepala Desa. Jika kau tidak bisa membayar lunas beserta bunganya hari ini, kami akan menyita rumah kayumu!" bentak si penagih utang, melangkah maju hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari Beni.

​Beni merasakan darahnya berdesir panas. Ia mengepalkan tangan kuat-kuat di balik saku celananya yang rombeng. Rasa amarah yang membara membakar dadanya.

​"Rumah itu? Itu rumah peninggalan orang tuaku! Dan demi apapun, aku tidak pernah meminjam sepeser pun uang dari kalian!" suara Beni bergetar, menahan ledakan amarah yang nyaris lepas kendali. "Walaupun aku miskin, walaupun perutku kelaparan, aku tidak pernah mengemis atau berutang pada siapa pun!"

​Beberapa warga desa yang sedang memperbaiki jala di sekitar dermaga mulai berkerumun. Bukannya membela tetangga mereka yang sedang kesusahan, mereka justru menonton dengan tatapan menghina. Bisik-bisik beracun mulai terdengar di antara mereka.

​"Dasar pecundang! Sudah miskin, tidak tahu diri pula. Berani-beraninya menentang orang-orang Kepala Desa," cemooh seorang pria tua berwajah tirus.

​"Aku benar-benar kasihan kepada Serena, istrinya yang cantik itu. Bagaimana bisa wanita seanggun dia mendapatkan suami rongsokan seperti Beni? Hidupnya pasti menderita setiap hari," timpal seorang ibu-ibu dengan nada sinis.

​Beni memejamkan mata sesaat. Kalimat terakhir dari warga desa itu bagai belati yang menusuk langsung ke jantungnya. Istrinya... Serena.

​Beni tahu betul dari mana asal utang sialan ini. Beberapa pekan lalu, ia tidak sengaja menwmukan surat perjanjian dengan cap jempol Serena di dalam laci.

Istrinya telah meminjam sejumlah uang dalam jumlah besar dengan menggunakan namanya sebagai jaminan, tanpa sepengetahuannya.

Dan entah untuk apa uang itu digunakan, karena rumah mereka tetap saja dingin dan kosong tanpa makanan. Namun, sebagai seorang suami, Beni memilih untuk menelan kepahitan itu sendiri dan mencoba bertanggung jawab.

​Beni menarik napas dalam-dalam, menurunkan ego dan harga dirinya ke titik paling rendah. "Saya... saya akan segera membayarnya. Tolong, beri saya waktu beberapa hari lagi. Laut sedang tidak bersahabat akhir-akhir ini. Hasil tangkapan saya sedikit."

​Para penagih utang itu saling pandang, lalu tertawa terbahak-bahak seolah-olah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia.

​"Beri waktu? Hei, Pecundang, kau pikir kami ini lembaga amal?!" Pria berkumis itu menepuk-nepuk pipi Beni dengan kasar menggunakan gulungan kertas surat utang. "Baiklah. Kami beri kau waktu tiga hari lagi. Tapi ingat, jika dalam tiga hari uang itu tidak ada, kau dan istrimu akan tidur di jalanan! Ayo pergi, biarkan si miskin ini meratapi nasibnya!"

​Warga desa ikut tertawa riuh mengiringi kepergian para penagih utang. Beni berdiri mematung di dermaga, mengabaikan tatapan merendahkan dan tawa mengejek yang diarahkan kepadanya.

Dengan langkah kaki yang berat dan hati yang diselimuti kabut kelam, ia membalikkan badan, berjalan pulang menuju rumah kayu peninggalan orang tuanya di ujung desa.

​Langkah kaki Beni terhenti tepat beberapa meter di depan pintu rumahnya. Matanya tertuju pada lantai tanah di teras rumah.

​Ada sepasang sepatu kulit mewah berwarna hitam yang tergeletak di sana. Sepatu itu bersih, mengkilap, dan jelas bukan milik orang miskin. Itu adalah barang mahal yang hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang di Desa Kerang Biru.

​Jantung Beni tiba-tiba berdegup kencang. Firasat goreng patut yang teramat sangat menyergap dadanya. Dengan gerakan perlahan dan tanpa suara, ia melangkah mendekati pintu rumahnya yang sedikit renggang.

​Saat ia mendorong pintu itu sedikit lebih lebar, sebuah suara desahan yang sangat familier terdengar dari balik dinding kamar tipis mereka. Suara yang menghancurkan seluruh dinding pertahanan batinnya.

1
Jerry K-el
up-nya harus konsisten biar pembaca tambah dan yg sdh baca gak kabur 😅
Manusia Biasa
utamakan mancing
Manusia Biasa
dimas udah punya wife ternyata 🗿
Manusia Biasa
/Scream/
Manusia Biasa
konsepnya menarik bosku. punya potensi naik rangking fiksi pria ini lanjutkan
Manusia Biasa
nice jangan mau balikan. cuma jadi lingkaran setan nanti
Manusia Biasa
mampus
Manusia Biasa
bro memilih rute membuat restoran 🤣
Manusia Biasa
jenius
Manusia Biasa
ada manusia setengah ikan kagak nanti? lawan mc grade s gitu🗿
Manusia Biasa
ada fantasi battle juga kah
Maul: Dikit-dikit
total 1 replies
Manusia Biasa
jir kirain emas batangan asli🗿
Manusia Biasa
gaz solo vs squad
Manusia Biasa
hindari cewek modelan gini aminn🙏
Manusia Biasa
sad ending😭 mana banyak yang demen genre ginian🗿
Manusia Biasa
wih novel sistem pecah telur gacor😘
Agen One
🤣
Agen One
ada apa nih di kejer
Agen One
🤕
Agen One
🤣🤣jadi seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!