NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Sikap Arlan yang Berubah ubah

Mendengar Arlan mengigau Safa merasa lidahnya kelu. Siapa yang yang dia impikan? Kenapa ekspresi Arlan begitu sedih dan tak rela?

Tiba-tiba Safa membayangkan masa lalu Arlan yang belum selesai. Atau dirinyalah penyebab Arlan harus berpisah dengan pujaan hati.

Tak ingin berpikir terlalu jauh Safa kembali membangunkan sang suami.

"Mas bangunlah. Ayo kita solat," ajak Safa dengan suara lirih. Ia tak ingin terlalu mengejutkannya.

Perlahan Arlan membuka mata. Melihat Safa yang sudah mengenakan mukena ia terperanjat.

'Apa dia sedang mengajakku untuk solat. Tapi aku sudah lama meninggalkannya,' batin Arlan.

"Ayo kita berjamaah. Aku tunggu Mas siap-siap, ya."

Sajadah mulai digelar. Safa menatanya menjadi dua saf. Ia berharap Arlan bisa menjadi imam solatnya.

Merasa tak enak, Arlan bangkit. Hatinya sudah berpaling cukup jauh. Ia tak yakin masih mengingat bacaan disetiap gerakannya.

Air mulai mengguyur tubuhnya. Dalam setiap basuhan ia selalu berpikir, "pantaskah".

Ia mengenakan pakaian panjang seadanya. Tak ada baju koko ataupun sarung. Saat ia hendak melangkah ke sajadah langkahnya terhenti.

"Aku sudah lama gak melakukannya. Aku gak yakin masih ingat bacaannya," tuturnya dengan wajah datar.

Alih-alih kecewa, Safa justru tersenyum. "Tidak apa, Mas. Asalkan ada niat, itu sudah cukup. Pelan-pelan, saja. Belajar juga belum terlambat."

Arlan berdiri di atas sajadahnya. Tepat saat akan takbir, ia terdiam. Kepalanya tertunduk dan mundur turun dari sajadahnya.

"Maaf, sepertinya aku belum siap. Lakukanlah tanpaku, aku akan keluar sebentar."

Langkah Arlan lebar meninggalkan kamar hotel, meninggalkan Safa yang terlihat kecewa.

Mentari belum sepenuhnya menampakkan dirinya saat Arlan sampai ke lobi. Ia mulai melangkah ringan menyusuri trotoar menuju taman.

Ia sempat berbalik menatap hotel tempatnya menginap. "Aku belum siap. Lagi pula aku sudah lama meninggalkan sholat. Aku gak yakin pantas."

Arlan yang sedari kecil selalu jauh dari orang tua, selalu di didik disiplin tak pernah mendapatkan pendidikan keagamaan dari keluarga dekatnya.

Sang kakek mulai aktif tahun belakangan hingga itu membuat Arlan merasa terlambat untuk memulai. Ia terlalu sibuk bekerja dan bekerja.

Sambil menyambut terbitnya sang surya, Arlan berlari kecil mengitari taman. Sementara Safa tengah duduk bersila di depan leptopnya.

"Apa aku lanjut nulis, ya? Lagian sepertinya aku bisa bagi waktu," gumamnya sambil membuka laptop.

Kedua tangan Safa tergenggam, menyemangati dirinya sendiri. "Baiklah Safa, sepertinya kau bisa mulai menulis lagi. Kita cari sela waktu sebisa mungkin. Ayo, semangat!"

Saat aplikasi terbuka, yang utama ia lihat komentar dari pembacanya. Permintaan update sudah menumpuk.

[Author, kenapa updatenya lama banget? Kau masih lanjut kan?]

[Semoga Author cepat kembali, kami kangen cerita mu Thor.]

[Lanjut dong Thor. Jangan tinggalkan kita, pembaca setiamu.]

Satu persatu dibacanya. Namun, tiba-tiba tangannya terhenti. Ada seorang yang ia harapkan tak muncul.

"Dia kemana, ya? Kenapa tiba-tiba ngilang juga. Apa dia kecewa karena aku pamit mau hiatus?"

Teringat akan setatusnya sebagai seorang istri, Safa segera menepis pikirkan itu. "Gak, gak boleh. Sekarang aku udah jadi seorang istri. Ya walau aku juga gak tau suamiku menyukaiku atau gak."

"Sekarang harus fokus. Fokus apa yang akan menjadi tujuanku. Fuhhh ... "

Tangan Safa mulai mengetik lincah di atas keyboard. Kata demi kata mulai dirangkai. Sebelum mentari benar-benar menyinari ia harus menyelesaikannya.

🍃🍃🍃

Pagi itu suasana restoran cukup ramai menemani sarapan mereka. Safa benar-benar dibuat takjub dengan semua hidangan. Lidahnya seolah lupa rasa makanan yang tersaji.

Ia bukan tergolong anak kurang mampu, namun untuk menikmati makanan mewah ia tak bisa lagi.

Melihat mata Safa yang berbinar, Arlan hanya menyunggingkan bibir. "Makanlah. Tapi pelan-pelan."

Arlan mengambil secangkir kopi dan menyesapnya. Namun, sorot matanya tak lepas dari gadis di depannya.

Satu persatu hidangan di cicipinya. Saat suapan pertama mata Safa membelalak. Senyumnya mengembang. Kedua kaki bergoyang pelan seolah ia benar-benar menikmatinya.

Melihat tingkah lucu sang istri Arlan tak bisa tak mengembangkan senyumnya. Saat mata mereka bertemu Arlan dengan cepat menatap ke arah lain.

Sering ponsel berbunyi. Arlan menatap ponselnya. "Kakek bawel" tertera di layar.

Ia segera mengangkatnya, namun belum sempat ponsel menempel di telinga, suara yang memekakan lebih dulu melukai gendangnya.

"Dasar anak nakal! Kamu bawa kemana cucu mantuku, hah!" omel sang kakek.

Arlan menjauhkan ponsel dari telinganya. "Aku tidak menculiknya. Dia aman, Kek. Tenang aja, Kek."

"Tenang-tenang, gundulmu! Kamu membawanya tanpa memberi kabar. Sekarang berikan ponselnya ke Safa!"

Ponsel diulurkan ke Safa.

Makanan di mulut segera ditelan. Sendok dan garpu diletakkan. Safa mengambil ponsel, dengan berdehem pelan ia bicara.

"Assalamu'alaikum, Kakek."

"Waalaikumsalam, Safa, kamu baik-baik saja kan. Arlan tidak ngapa-ngapain kamu kan?" suara kakek Wijaya terdengar panik.

"kakek tenang saja. Aku baik-baik saja. Kami cuma menginap dihotel."

"Hah, di Hotel? Apa kalian berencana mau memberikan cucu pada Kakek, ha?"

Mendengar perkataan kakeknya yang semakin ngawur Arlan kembali menyambar ponselnya.

"Sudah dulu, Kek. Hentikan pikiran ngawur itu. Kami masih sarapan."

Tut! Tut! Tut!

Arlan mematikan ponselnya secara sepihak. Sikapnya kembali tenang.

Entah kenapa setiap membahas masalah mereka berdua Arlan tiba-tiba bersikap dingin. Seolah sudah ada yang mengisi hatinya.

Pernikahan ini hanya memenuhi janji yang kakeknya buat. Dulu ayah Safa adalah orang kepercayaan sang kakek. Dengan ceroboh mereka membuat janji.

Mengetahui orang kepercayaan meninggal, kakek Wijaya mengutarakan niatnya. Awalnya memang Riana yang akan ia jodohkan, namun melihat kehidupan Safa yang tragis sang kakek membuat skenario sampai sedemikian rupa hingga akhirnya Safa lah yang datang ke keluarga mereka.

"Cepat selesaikan sarapanmu, nanti kamu terlambat," ucapnya tanpa menatap. Ia kembali fokus pada ponselnya.

Tiba-tiba mata Arlan berbinar seolah tengah memenangkan lotre besar. Ia bangkit lalu meninggalkan Safa sendiri.

Safa terperangah. Entah mengapa dadanya terasa sakit. Ia meremas kain bajunya hingga ujung jarinya memutih.

"Kenapa tiba-tiba Mas Arlan keliatan bahagia. Apa itu pesan dari wanita yang di sukainya?" gumam Safa sambil menusuk-nusuk steak di piringnya.

Waktu menunjukkan pukul sembilan. Safa segera menuju lobi menghampiri sang suami yang sudah menunggu di dalam mobil. Mobil pun segera melaju meninggalkan hotel.

Dari hotel jarak yang mereka tempuh hanya butuh sejam. Begitu sampai kampus Safa langsung saja keluar.

Arlan celingukan, tak biasanya Safa akan langsung turun. Ciuman tangan itu tak ada lagi.

Sebelum masuk ke halaman kampus Safa menghampiri sang suami. "Nanti gak perlu jemput. Aku mau pulang sendiri, soalnya aku mau mampir ke tempat Farah."

Kata-kata itu terlontar begitu saja. Entah mengapa bahkan ia pun tak mengerti. Atau mungkin Safa mulai merasa ingin memiliki Arlan seutuhnya sebagai seorang suami.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!