Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01
Seina keluar dari ruangan tempat dia baru saja melakukan wawancara, dengan senyum lebar gadis itu berjalan ke arah wanita yang sudah menunggunya. Dia berhasil lolos seleksi dan akan memulai debut sebagai aktris.
"Kak Tania, aku lolos!" seru Seina sambil memeluk manajernya yang sudah dia anggap seperti kakak sendiri.
"Selamat, Sei. Kakak sudah yakin kamu pasti diterima. Selain berbakat, kemampuan aktingmu juga menurun dari ibumu," ujar Tania ikut bahagia.
"Kakak tidak terkejut mendengarnya?"
Tania tersenyum tipis. "Kakak tidak pernah meragukanmu, jadi Kakak sudah menduganya sebelum kamu mengatakan hal itu."
Ibu Serina dahulu adalah seorang aktris, sedangkan ayahnya bekerja sebagai koki di kafe milik keluarga mereka. Dua bulan lalu, kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan, dan hanya Seina yang selamat.
"Aku masih tidak percaya, Kak," ucap Seina penuh haru.
"Kamu juga harus memikirkan kuliahmu. Sayang kalau kemampuanmu tidak dikembangkan lebih jauh lagi, Sei," kata Tania.
"Nanti aku pikirkan lagi."
Keduanya berjalan keluar gedung sambil berbincang. Namun, di depan pintu sudah banyak wartawan menunggu.
Seina berhasil melewati kerumunan itu, tetapi saat hendak masuk ke mobil, sebuah pisau melayang dan mengenai lehernya yang langsung tembus dan membuat darah muncrat keluar.
Suara teriakan menggema di antara kerumunan orang yang hadir di sana, banyak yang tak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.
Tubuh Seina seketika melemah. Darah mengalir dari luka di punggungnya hingga dia terjatuh.
"Seina!" teriak Tania dan para pengawal panik.
Dalam sisa kesadarannya, Seina melihat seseorang bertopeng berdiri tidak jauh darinya. Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini? Aku bahkan belum mencapai mimpiku.
Perlahan, mata Seina tertutup oleh kegelapan yang tak mungkin bisa terbuka lagi.
Seina, aktris yang baru memulai kariernya, meninggal di usia sembilan belas tahun akibat serangan dari orang yang membencinya.
***
Di tempat lain, seorang wanita tengah berjuang melahirkan. Namun, wanita itu berkali-kali teriak dan memaki para tenaga medis yang membantunya melahirkan.
Segala upaya di lakukan oleh para tenaga medis untuk menenangkan wanita itu, tapi wanita bernama Serina tersebut tidak mendengarkan intruksi mereka dengan baik yang membuat seluruh ruangan gaduh dalam sekejap.
"Satu kali lagi, Nyonya. Bayinya hampir keluar," ujar dokter menenangkan.
"Berisik! Tidakkah kamu melihat aku sedang kesulitan bernapas?" Bentak Serina murka.
Dokter itu menelan salivanya susah payah, baru kali ini dia menangani wanita melahirkan yang begitu cerewet dan galak.
"Anda harus mengatur napas dengan baik, Nyonya. Agar tenaga Anda tidak terkuras terlalu banyak."
"Diam kamu! Bisanya cuma ngomong, dasar dokter sialan!"
Wanita itu terus mengejan meski tenaganya hampir habis, sesekali dia mencengkeram ranjang sebagai pegangan saat mengejan. Pandangannya mulai kabur hingga akhirnya dia menutup mata. Ruangan mendadak hening, kepanikan melanda semua orang.
"Nyonya Serina! Bangun!" Panggil sang dokter cemas.
"Dok, bagaimana ini?" Seorang suster bertanya dengan gemetar.
"Siapkan alat–" ucapan sang dokter terhenti ketika melihat mata Serina terbuka kembali.
Serina membuka mata kembali dan menatap sekeliling dengan bingung, "Di mana aku?" lirihnya pelan.
Dia terkejut saat menyadari perutnya membesar seperti wanita hamil, dia Seina. Gadis muda yang hendak menjadi artis namun gagal setelah seseorang menikamnya dengan pisau.
"Bukankah aku tadi tertusuk pisau dan meninggal? Lantas kenapa perutku buncit begini?" gumamnya syok.
"Nyonya Serina, satu kali lagi. Bayinya akan segera lahir!" seru dokter yang ada di ruangan itu.
Serina membelalakkan mata. Rasa sakit di perutnya membuatnya tidak sempat berpikir panjang, rasanya dia seperti ingin berak di atas ranjang.
"Perutku sakit..." lirihnya menahan nyeri.
Dia mengikuti instruksi dokter dan mulai mengejan, mengatur napas hingga akhirnya suara tangisan bayi menggema di dalam ruangan tersebut.
"Selamat, Nyonya Serina. Bayi Anda laki-laki."
Serina menatap langit-langit ruangan dengan napas tersengal. Kepalanya masih dipenuhi kebingungan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Keringat masih membanjiri tubuhnya, dadanya naik turun akibat kelelahan yang mendera. Hingga akhirnya bayangan ruangan itu mulai samar, dan kegelapan kembali menelannya.
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣
heheheheeheeee