NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Anak yang hilang (EPILOGI)

Ruangan itu terasa begitu sunyi.

Tidak ada seorang pun yang berbicara.

Tatapan semua orang tertuju pada Pak Narendra yang masih duduk dengan wajah pucat.

Pria yang selama ini terlihat tegar dan tidak tergoyahkan itu kini tampak seperti seseorang yang memikul beban selama puluhan tahun.

Arkan berdiri perlahan.

"Ayah..."

Suaranya terdengar berat.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

Pak Narendra menutup mata.

Lama sekali.

Seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk membuka luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh.

Kemudian ia membuka laci meja kerjanya.

Dari dalamnya, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu tua yang terlihat usang.

Kotak itu sudah lama terkunci.

Bahkan Arkan tidak pernah melihatnya sebelumnya.

Dengan tangan gemetar, Pak Narendra membuka kotak tersebut.

Di dalamnya terdapat puluhan foto lama.

Surat-surat yang mulai menguning.

Dan sebuah gelang bayi berwarna merah muda.

Arkan mengernyit.

"Apa itu?"

Pak Narendra menatap gelang kecil itu.

Air matanya jatuh.

"Itu milik putriku."

DEG!

Seluruh ruangan membeku.

Arkan merasa jantungnya berhenti berdetak.

"Putri?"

Pak Narendra mengangguk perlahan.

"Iya."

"Tapi aku anak tunggal."

"Itulah yang selama ini kau percaya."

Tiga puluh tahun lalu.

Setelah Alya memilih menikah dengan Narendra, kehidupan mereka berjalan bahagia.

Mereka membangun usaha kecil bersama.

Meskipun tidak kaya, mereka hidup penuh cinta.

Lalu lahirlah seorang bayi perempuan.

Bayi yang menjadi kebahagiaan terbesar mereka.

Namanya...

Keira Alyandra Narendra.

Pak Narendra tersenyum pahit saat mengingat nama itu.

"Alya sangat menyayanginya."

"Dan aku juga."

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Karena Aditya tidak pernah menerima kenyataan bahwa Alya memilih orang lain.

Kecemburuan perlahan berubah menjadi obsesi.

Obsesi berubah menjadi kebencian.

Dan kebencian melahirkan monster.

Suatu malam...

Rumah kecil keluarga Narendra terbakar.

Api melahap seluruh bangunan.

Narendra berhasil keluar.

Namun Alya dan bayi mereka terjebak di dalam.

Saat api berhasil dipadamkan...

Tubuh Alya ditemukan.

Namun bayinya tidak pernah ditemukan.

Semua orang mengira bayi itu ikut tewas terbakar.

Termasuk Narendra.

Sampai hari ini.

"Aku mencari selama bertahun-tahun."

Suara Pak Narendra bergetar.

"Tapi aku tidak pernah menemukannya."

Arkan masih sulit mempercayai semuanya.

"Jadi..."

Ia menelan ludah.

"Kiara..."

Pak Narendra mengangguk.

Air mata kembali mengalir.

"Kiara adalah putriku."

DEG!

Dunia Arkan runtuh dalam sekejap.

Rio bahkan sampai berdiri karena terkejut.

"Itu tidak mungkin."

Pak Narendra tersenyum pahit.

"Aku juga tidak percaya saat pertama kali mengetahui kebenarannya."

"Lalu bagaimana Ayah tahu?"

Pak Narendra menyerahkan sebuah dokumen.

Hasil tes DNA.

Arkan langsung membacanya.

Tangannya mulai gemetar.

Karena hasilnya jelas.

Kecocokan biologis: 99,98%

Kiara adalah anak kandung Narendra.

Anak yang hilang tiga puluh tahun lalu.

"Jadi..."

Suara Arkan terdengar serak.

"Kiara adalah..."

"Adik tirimu."

Kalimat itu terasa seperti petir yang menyambar.

Arkan langsung mundur beberapa langkah.

Pikirannya kacau.

Mustahil.

Ini tidak mungkin.

Namun fakta di hadapannya tidak bisa dibantah.

Ibunya Arkan berbeda dengan Alya.

Setelah kehilangan Alya, Narendra menikah lagi bertahun-tahun kemudian.

Dan dari pernikahan itulah Arkan lahir.

Secara biologis...

Kiara memang saudara tirinya.

Arkan memegangi kepalanya.

Tubuhnya terasa lemas.

Ia mencintai Kiara.

Sangat mencintainya.

Mereka sudah menikah.

Mereka bahkan sedang menantikan anak pertama.

Dan sekarang dunia memberitahunya bahwa wanita itu adalah saudara tirinya.

Di markas Wings of Hades.

Kiara juga baru mengetahui semuanya.

Ia duduk diam.

Air matanya terus mengalir.

Selama hidupnya ia selalu bertanya-tanya.

Siapa orang tuanya?

Kenapa ia ditinggalkan?

Kenapa tidak ada yang mencarinya?

Dan kini semua pertanyaan itu terjawab.

Namun jawabannya justru menghancurkan dirinya.

Aditya berdiri di dekat jendela.

"Narendra mengira kau mati."

Kiara menggigit bibir.

"Kenapa kau menyelamatkanku?"

Aditya tertawa kecil.

"Menyelamatkan?"

Tatapannya berubah dingin.

"Aku menculikmu."

Kiara menatapnya.

"Apa maksudmu?"

Aditya tersenyum.

Senyum yang menyeramkan.

"Akulah yang mengambilmu malam itu."

Tubuh Kiara membeku.

"Apa?"

"Aku mengambilmu dari rumah yang terbakar."

Air mata Kiara semakin deras.

"Kenapa?"

Karena aku ingin menghancurkan Narendra.

Jawaban itu keluar begitu saja.

Tanpa penyesalan sedikit pun.

"Aku ingin dia kehilangan segalanya."

"Jadi kau membuangku?"

"Tidak."

Aditya menggeleng.

"Aku membesarkanmu."

Kiara membelalak.

"Apa?"

"Aku mengawasimu selama hidupmu."

Darah Kiara terasa dingin.

"Setiap sekolah yang kau masuki."

"Setiap pekerjaan yang kau ambil."

"Setiap masalah yang kau hadapi."

"Aku selalu ada."

Bulu kuduk Kiara berdiri.

Selama ini...

Hidupnya ternyata diawasi.

Sejak kecil.

Namun sebelum Kiara sempat berkata apa-apa...

Alarm tiba-tiba berbunyi.

WEEEOOOOONNNGGG!!

Lampu merah berkedip di seluruh markas.

Seorang anggota Wings of Hades berlari masuk.

"Wakil Pemimpin!"

Aditya langsung menoleh.

"Ada apa?"

Pria itu tampak panik.

"Tim keamanan perimeter timur diserang!"

"Apa?"

"Mereka menerobos pertahanan luar!"

Aditya menyipitkan mata.

"Siapa?"

Pria itu menelan ludah.

Lalu menjawab dengan suara gemetar.

"Hanya dua orang."

Aditya mengernyit.

"Dua orang?"

Pria itu mengangguk.

"Arkan Narendra..."

Napas Kiara berhenti.

"...dan Rio."

Aditya perlahan tersenyum.

Namun senyum itu tidak bertahan lama ketika pria tersebut melanjutkan laporannya.

"Empat puluh anggota kita sudah tumbang."

DEG!

Bahkan Aditya tampak terkejut.

"Hanya oleh dua orang?"

"Iya."

Ledakan besar terdengar dari luar.

DUUUARRRRR!!

Seluruh markas bergetar.

Asap mulai memenuhi koridor.

Aditya berjalan ke jendela.

Lalu melihat ke arah halaman utama.

Di tengah hujan deras.

Seorang pria berdiri sambil memegang senapan.

Wajahnya dingin.

Matanya dipenuhi amarah.

Arkan.

Di sampingnya berdiri Rio.

Dan di belakang mereka...

Puluhan kendaraan pasukan khusus mulai memasuki area markas.

Aditya tersenyum tipis.

"Menarik."

Sementara Arkan menatap gedung tempat Kiara ditahan.

Lalu mengucapkan satu kalimat yang membuat Rio merinding.

"Aku sudah kehilangan terlalu banyak waktu."

Ia memasukkan magasin baru ke senjatanya.

Klik.

"Kali ini..."

Tatapannya membunuh.

"...aku akan membawa istriku pulang."

rahasia yang lebih mengejutkan daripada identitas Kiara.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!