NovelToon NovelToon
KATAKAN CINTA

KATAKAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Orang bilang, cinta masa SMA itu, adalah cinta monyet? Aku rasa iya. Tapi ini berbeda, sejak mengenal gadis cantik bernama Cinta Alisya, disitulah aku sadar, kalau ini lebih dari sekedar cinta monyet. Aku Rangga 18th. Aku akan berjuang demi Cinta, untuk sebuah ungkapan... KATAKAN CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYELAMATAN TAK TERDUGA

Sabtu pagi di bengkel Mang Ojak menjadi titik balik pertama bagi harga diri Rangga. Di bawah kepulan asap rokok dan bau oli yang menyengat, Rangga dan Aldi menyaksikan si Vega dibongkar total. Mang Ojak, montir senior bertato Maung di lengan kanannya, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat mengangkat karburator Vespa itu yang sudah dipenuhi daki hitam.

"Ini mah bukan motor masuk angin lagi, Ngga. Ini mesinnya udah sekarat, mirip paru-paru orang yang hobi begadang," seloroh Mang Ojak sambil membersihkan komponen mesin dengan bensin.

"Bikin jadi prima lagi, Mang. Tolong setting biar suaranya gahar tapi tetep berwibawa. Jangan cempreng kayak motor alay," sahut Rangga yang duduk di atas ban bekas sambil memperhatikan setiap detail pengerjaan.

"Siap. Pokoknya lu tenang aja, Ngga. Habis ini Vega bakal melesat kencang, minimal bisa bikin getar kaca spion mobil sport anak-anak elite itu," timpal Aldi yang ikut membantu mengelap bodi Vespa dengan kain penutup.

Setelah seharian penuh berkutat dengan kunci pas dan oli baru, kerja keras mereka membuahkan hasil. Minggu sore, Vega sudah kembali bugar. Bodinya yang berwarna abu-abu kusam kini tampak mengkilap setelah dipoles, dan yang paling penting, deru suaranya berubah menjadi bass yang padat dan bertenaga. Rangga merasakan keyakinan baru mengalir di dalam tubuhnya. Dia sudah siap untuk melangkah maju.

Hari Senin yang dinantikan pun tiba. Jarum jam tangan Casio milik Rangga telah menunjukkan pukul satu siang, waktu di mana bel pulang sekolah SMA Garuda Bangsa biasanya berbunyi. Kali ini, Rangga tidak lagi menggunakan taktik penyamaran yang konyol. Dia dengan sengaja mengenakan seragam putih-abu-abu kebanggaannya dari SMA Bina Karya. Seragam itu disetrika dengan sangat rapi, sepatu kets nya yang sempat menganga sudah dilem kuat-kuat, dan rambutnya ditata rapi. Rangga datang bukan untuk bersembunyi. Dia datang dengan kepala tegak untuk menunjukkan identitas aslinya tanpa rasa minder sedikit pun.

Alasan awal yang dibawa Rangga hari itu cukup logis. Dia ingin mengembalikan sebuah buku catatan rumus matematika milik Cinta Alisya yang tertinggal di kolong meja kelas lamanya. Rangga hanya ingin memastikan keadaan gadis itu secara langsung pasca-kejadian di kafe, sekaligus memberikan dukungan moral bahwa dia tidak membenci Cinta atas sikap dinginnya kemarin.

Deru mesin Vega yang mantap memecah keheningan jalanan di depan gerbang megah SMA Garuda Bangsa. Rangga memarkirkan motornya dengan kokoh di dekat area luar pagar sekolah. Gedung sekolah itu benar-benar mewah, berdiri menjulang tinggi bak menara gading yang memisahkan kasta sosial penghuninya dari dunia luar. Karena murid-murid belum sepenuhnya keluar dan penjagaan di gerbang utama sangat ketat oleh barisan sekuriti, Rangga memutuskan untuk berjalan menyusuri pagar luar secara perlahan. Dia berniat mencari celah di area samping yang berbatasan langsung dengan taman belakang sekolah, berharap bisa melihat sekilas sosok Cinta dari kejauhan.

Langkah kaki Rangga terhenti tepat di dekat pagar kawat yang tertutup rimbunnya pohon-pohon palem. Area itu adalah bagian belakang gedung laboratorium yang sangat sepi dan jarang dilewati oleh murid-murid lain. Suasana yang tadinya sunyi mendadak terusik oleh suara perdebatan yang samar-samar terdengar dari balik rimbunnya tanaman hias. Rangga menajamkan pendengarannya. Itu bukan sekadar obrolan biasa, melainkan suara tangisan tertahan seorang perempuan yang sedang ketakutan.

"Niko, lepasin! Jangan keterlaluan kamu! Aku mau pulang!"

Suara itu sangat akrab di telinga Rangga. Jantungnya seketika mencelos. Itu adalah suara Cinta Alisya.

Tanpa memedulikan risiko, Rangga segera menyelinap melewati celah pagar kawat yang sedikit terbuka dan mengintip dari balik pohon besar. Pemandangan di depannya seketika membuat darah Rangga mendidih hingga ke ubun-ubun. Kedua tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Di sudut taman yang tersembunyi itu, Nicholas sedang menyudutkan tubuh Cinta ke dinding tembok pembatas. Kedua tangan Nicholas mengunci pergerakan Cinta, sementara wajahnya mencoba mendekat dengan paksa. Sifat asli cowok yang dikenal sebagai ketua OSIS berprestasi itu kini runtuh, berganti menjadi sosok predator yang licik dan memanfaatkan keadaan. Cinta menangis, kedua tangannya mati-matian menahan dada Nicholas agar tidak semakin merapat, namun tenaganya kalah jauh.

"Kamu jangan sok jual mahal ya, Cinta! Ingat, posisi perusahaan Papa kamu itu ada di tangan keluarga aku! Kalau aku bilang ke Papa aku untuk batalin investasi minggu ini, keluarga kamu bisa bangkrut dalam sekejap!" ancam Nicholas dengan nada suara yang rendah namun penuh dengan intimidasi. Nicholas tersenyum licik, kembali mencoba merengkuh tubuh Cinta secara paksa. "Jadi, turuti aja kemauan aku sekarang. Lagian gak bakal ada yang tahu di sini."

"Niko, tolong jangan begini! Lepasin!" jerit Cinta dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Dia merasa sangat tidak berdaya, terjebak di antara ancaman hancurnya bisnis keluarga dan kehormatan dirinya sendiri.

Melihat gadis yang selama ini dipujanya dan dijaganya dengan sepenuh hati sedang dilecehkan secara keji, akal sehat Rangga seketika hilang. Amarah yang membakar dadanya meledak menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Jiwa badung anak SMA Bina Karya yang tidak pernah takut pada apa pun bangkit sepenuhnya.

Rangga berlari kencang dari tempat persembunyiannya tanpa mengeluarkan suara. Langkah kakinya begitu cepat dan tak terduga. Sebelum Nicholas menyadari apa yang terjadi, Rangga sudah berada tepat di belakangnya.

Rangga mencengkeram kerah belakang baju seragam mahal milik Nicholas dengan tangan kirinya, lalu menarik tubuh cowok itu menjauh dari Cinta dengan satu sentakan yang sangat keras. Nicholas yang terkejut langsung kehilangan keseimbangan dan berbalik badan secara refleks.

*Bugh!*

Satu pukulan mentah yang sangat telak dari kepalan tangan kanan Rangga mendarat tepat di rahang bagian kiri Nicholas. Suara hantaman itu terdengar begitu nyaring di kesunyian taman. Kekuatan pukulan Rangga yang didasari oleh amarah yang memuncak sukses membuat tubuh Nicholas terpelanting dan jatuh tersungkur di atas tanah yang berumput.

Nicholas mengaduh kesakitan, memegangi rahangnya yang terasa bergeser. Di sudut bibirnya yang robek, mengalir setetes darah segar. Dia menatap tidak percaya ke arah sosok yang baru saja memukulnya.

Rangga tidak memberikan celah sedikit pun. Dia langsung melangkah maju, memposisikan tubuh tegapnya tepat di depan Cinta yang masih gemetar ketakutan di sudut dinding. Rangga berdiri pasang badan, seolah menjadi perisai hidup bagi gadis itu.

"Rangga?" bisik Cinta dengan suara yang parau. Dia membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Matanya yang sembab menatap punggung Rangga yang terbalut seragam putih-abu-abu SMA Bina Karya. Ada rasa syok yang luar biasa, namun di saat yang sama, rasa aman yang begitu besar mendadak menyelimuti hatinya saat melihat cowok itu kembali hadir di depannya.

Nicholas perlahan bangkit berdiri sambil menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. Matanya menatap Rangga dengan tatapan yang dipenuhi amarah yang meledak-ledak. Harga dirinya sebagai penguasa sekolah runtuh seketika di tangan seorang anak sekolah lain yang dianggapnya miskin.

"Sialan! Berani-beraninya lu mukul gue! Lu tahu siapa gue, hah?!" teriak Nicholas dengan suara lantang yang mulai memancing perhatian beberapa murid yang kebetulan sedang berjalan di koridor lantai dua dekat laboratorium. Beberapa pasang mata mulai mengintip ke arah taman belakang karena mendengar keributan.

Nicholas merogoh kantongnya, bersiap memanggil pihak keamanan sekolah melalui ponselnya. "Gue bakal bikin lu membusuk di penjara, anak kampung! Sekuriti! Sekuriti!" teriak Nicholas memanggil bantuan.

Mendengar teriakan itu, Cinta mulai panik dan memegang ujung seragam belakang Rangga dengan erat. "Rangga, sebaiknya kita pergi dari sini. Nicholas bisa ngelakuin hal yang nekat, aku gak mau kamu kena masalah lagi."

Namun, Rangga sama sekali tidak bergeming. Dia tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, baik pada ancaman Nicholas maupun pada kedatangan pihak keamanan sekolah yang sebentar lagi akan mengepung tempat itu. Rangga justru membalikkan badannya sejenak, menatap mata Cinta dengan tatapan yang sangat lembut namun penuh dengan keyakinan.

Rangga kemudian menggenggam jemari tangan Cinta yang dingin dan gemetar, memberikan kehangatan serta kekuatan baru bagi gadis itu. Dia kembali berbalik menghadap Nicholas yang sedang menatap mereka dengan penuh dendam.

Dengan suara yang lantang, tegas, dan berwibawa, yang bergema di antara dinding-dinding kelas menara gading itu, Rangga melempar kalimat tantangan terbuka.

"Gue gak peduli seberapa kaya bokap lu, Nicholas! Gue juga gak peduli seberapa besar pengaruh kekuasaan keluarga lu di sekolah ini! Tapi denger baik-baik, kalau lu berani sentuh Cinta lagi dengan cara kotor dan pengecut kayak gini, lu harus hadapi gue dulu sampai lu mampus! Cowok sejati nggak akan berlindung di balik kekayaan orang tuanya untuk menindas perempuan!"

Kalimat tajam dari Rangga sukses membuat Nicholas terdiam membisu dengan wajah yang memerah padam menahan malu, terutama saat menyadari bahwa beberapa murid dari lantai dua kini sedang merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka. Keberanian luar biasa dari seorang anak SMA Bina Karya yang berdiri gagah demi melindungi gadis yang dicintainya telah mengubah total jalannya cerita di siang hari yang panas itu. Perang terbuka kini telah resmi dideklarasikan.

1
Kam1la
kabur, Rangga!
Kam1la
berjiwa besar. si Tasya ya...
Kam1la
keren aksinya Cinta👍😍
Kam1la
👍👍
Kam1la
aksi penyelamatan yang keren...
Kam1la
nah, kan ada pernyataan maaf
Kam1la
keren...💪 tetap semangat Rangga, meski diremehkan
Kam1la
Aldi, ada selera humor juga
Kam1la: siap...👍
total 2 replies
Kam1la
seru....! Pernikahan 2 Rahasia, hadir kak....
Lalat Mu
Ceritanya seru kak, semangat nulisnya ya! /Good/
Raden Saleh: Terimakasih atas partisipasinya, semoga terhibur, dan aku semangat lagi menulis, insya Allah lebih seru lagi 😍
total 1 replies
Kim Borahae
ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen.. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Hey//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!