NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dukungan

Alma tertawa di tengah derai airmatanya. Tawa yang terdengar menyakitkan, dan penuh kehancuran.

"Sehina itukah aku di matanya, sampai-sampai dia tak menghargaiku sama sekali?" gumamnya pelan.

Diseka airmatanya dengan kasar, lalu memeluk dirinya sendiri sambil mengusap permukaan tubuhnya seolah merasa jijik.

"Aku tahu kamu sakit hati dan terluka. Tapi tak ada gunanya kamu terus terpaku dengan penyesalan, Al," ucap Danish hati-hati.

"Kamu benar, Nish." Alma menoleh ke arah sahabatnya itu dengan mata berbinar tajam.

Ia menjentikkan jarinya, seolah baru saja mendapatkan ide yang cemerlang. "Aku harus bangkit, dan tentunya aku butuh bantuanmu."

"Oh, baiklah. Sebagai seorang sahabat, aku pasti akan membantumu semampuku," jawab Danish antusias.

"Kalau begitu bantu aku mendapatkan posisi tertinggi di perusahaan tempat Nova bekerja. Saat ini dia sedang mati-matian mengincar posisi itu," kata Alma

"Dia bekerja di mana?" tanya Danish penasaran.

"Perusahaan cabang Al Gha Corp," jawab Alma santai

Kalimat yang baru saja Alma ucapkan membuat Danish tersentak ringan. "Benarkah?"

Alma mengangguk. "Itulah sebabnya, aku merasa keberuntungan ada di pihakku kali ini. Aku ingin jabatan itu dan menjadi atasannya."

"Bukankah kamu mendukungku untuk balas dendam?" imbuhnya bertanya.

"Tentu saja aku akan mendukungmu. Tapi apa kamu yakin? Biasanya harus lewat uji kelayakan dan persaingan ketat," sahut Danish sedikit ragu.

"Tak masalah, meski aku harus bersaing uji kelayakan bersama kompetitor yang lain. Aku ingin melihat bagaimana reaksinya begitu melihatku sebagai atasan barunya nanti." Alma tersenyum menyeringai, matanya berkilat penuh rencana.

Danish langsung tersenyum lebar, kagum sekaligus bangga. "Wowww... Ide brilian! Kamu benar-benar Alma yang kukenal."

"Oke, aku setuju. Nanti aku akan bilang sama papa. Aku pastikan untuk mengatur semuanya sesuai keinginanmu. Dan posisi itu akan menjadi milikmu."

...

Di sisi lain, sore itu sepulang dari kantor, Nova langsung menuju rumah Alma. Berniat kembali membujuk wanita itu, dia yakin sekali bahwa dengan pendekatan yang intens, Alma akan luluh lagi seperti dulu. Namun, betapa terkejutnya dia, begitu sampai di sana, pintu rumah terkunci dan spanduk besar bertuliskan "RUMAH INI DIJUAL" terpasang di teras rumah. Bahkan ketika dirinya mencoba membuka pintu utama, ternyata telah diganti dengan yang baru.

Alma memang sudah pindah ke apartemen Danish, tak lama setelah pertemuannya dengan Papa Barra. Ia sengaja meminta orang kepercayaan Danish untuk mengurus semuanya, termasuk mengganti kunci rumah dan memasang spanduk iklan penjualan. Baginya rumah itu penuh kenangan pahit dan kepalsuan yang membuatnya tak ingin tinggal lebih lama di sana.

Nova menatap tulisan itu dengan mata melotot tak percaya. Raut wajahnya berubah cemas bercampur marah.

"Dijual...? Siapa yang mengijinkan rumah ini dijual? Lalu ke mana perginya Alma?" suaranya terdengar panik.

Pikirannya mulai berkecamuk. Meskipun rumah itu sepenuhnya hak Alma sebagai pemiliknya, tetapi bagi Nova, tempat itu adalah sumber hidupnya, tempat dirinya bisa memperoleh segala kenyamanan. Jika Alma menjualnya dan pergi menghilang, bagaimana caranya dia mendekati wanita itu lagi? Bagaimana pula nasib serta rencananya untuk tetap memperalat wanita itu demi kepentingannya?

Nova mengeluarkan ponselnya, mencoba menghubungi nomor Alma berulang kali. Namun, selalu masuk ke pesan suara. Nomor itu sudah tidak aktif lagi. Tubuhnya terasa lemas, kakinya gemetar menahan rasa frustrasi yang meluap.

"Mau lari ke mana pun, kamu tetap milikku, Al. Segala sesuatu yang kamu punya, itu juga milikku," geramnya penuh amarah.

"Kamu pikir bisa lepas begitu saja dariku? Kita lihat saja nanti, aku akan tetap menemukanmu. Dan saat itu tiba, aku pastikan kamu akan menyesal sudah berani meninggalkanku!"

Dengan langkah gontai penuh dendam, Nova kembali masuk ke mobilnya. Ia bersumpah akan mencari cara apa pun untuk kembali masuk ke dalam kehidupan wanita itu, sebelum semua keuntungannya hilang lenyap begitu saja.

...

Sementara itu, di kediaman keluarga Al Ghifari, suasana malam itu terasa begitu hangat. Semua anggota keluarga, anak dan cucu berkumpul di ruang keluarga, bercengkerama seperti biasa setelah santap malam selesai. Tawa dan obrolan ringan mereka terdengar memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang damai dan penuh keakraban.

Di antara mereka, tampak Papi Baim duduk santai di sofa single sambil menyeruput teh hangat, sesekali tertawa mendengar celotehan Zayn dan Zoey. Danish menggeser duduknya lebih dekat dengan Papi Baim, seolah ingin membicarakan sesuatu yang penting dan bersifat rahasia.

"Papi, boleh bicara sebentar? Ada hal penting yang ingin mas sampaikan," ucap Danish pelan, memastikan hanya ayahnya yang mendengar.

Papi Baim menoleh, meletakkan cangkir tehnya ke atas meja. Ditatapnya raut wajah sang putra yang begitu serius, berbeda dari biasanya.

"Ada apa, hummm? Katakan saja, papi akan mendengarkan" jawab Papi Baim lembut, memberi isyarat agar putranya berbicara terus terang.

Danish menarik napas panjang sejenak, mengumpulkan keberaniannya, lalu mulai menceritakan segalanya. Dia menuturkan panjang lebar mengenai apa yang menimpa Alma, mulai dari perlakuan buruk Nova, kenyataan pahit soal pernikahan siri hingga kejahatan yang lebih parah yang dilakukan pria itu. Danish juga menjelaskan betapa besar peran Alma dalam keberhasilan karir Nova selama ini dan betapa hancur hati wanita itu saat tahu bahwa ketulusan dirinya hanya dimanfaatkan.

"Alma itu, wanita yang hebat, Pi. Cerdas, pekerja keras, dan sangat berdedikasi. Dia nggak meminta belas kasihan, dia hanya ingin keadilan. Dan sekarang, dia punya keinginan besar untuk bangkit kembali," lanjut Danish penuh keyakinan.

"Dia menginginkan posisi Direktur Operasional di perusahaan cabang. Dia bahkan siap bersaing dengan Nova yang sangat mati-matian mengincar jabatan itu. Papi, tolong bantu dan izinkan dia menduduki posisi tersebut. Mas yakin Alma memiliki kemampuan dalam hal ini. Tolong bantu dia untuk merebut kembali haknya yang telah dirampas oleh pecundang Nova," lanjutnya memohon.

Papi Baim menyimak setiap kata dengan saksama. Wajahnya berubah serius saat mendengar kisah pahit itu. Namun perlahan raut wajahnya melembut kembali. Pria paruh terkesan mendengar keteguhan hati Alma, dan betapa gigih usaha putranya berjuang demi wanita itu.

Setelah hening sejenak, Papi Baim lalu tersenyum lebar. Senyum yang mengandung makna mendalam. Ia menatap Danish lekat-lekat dengan pandangan yang penuh selidik.

"Papi tak keberatan membantu, jika memang dia kompeten dan memiliki kemampuan. Dan papi akan mengujinya secara langsung. Tapi ada satu hal yang membuat Papi penasaran..."

Papi Baim lantas mendekatkan sedikit tubuhnya pada Danish, lalu bertanya dengan nada menggoda.

"Selama ini kamu dikenal pemuda yang dingin dan cuek, jarang sekali peduli berlebihan pada wanita mana pun, bahkan seolah tak ada yang menarik hatimu. Tapi dilihat dari caramu berbicara soal Alma, papi jadi berpikir...Jangan-jangan kamu sebenarnya sedang jatuh cinta sama dia, ya?"

"Haaahhh....?"

1
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!