NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Taman Kuno Lautan Api

​Langkah Lin Tian menembus portal spasial di lantai pertama diiringi oleh distorsi ruang yang kuat. Saat matanya kembali menyesuaikan diri, hawa panas yang luar biasa ekstrem langsung menerpa wajahnya, membakar sebagian oksigen di sekitarnya.

​Lantai kedua Pagoda Sembilan Lapis ini bukanlah ruangan atau dataran, melainkan sebuah dunia bawah tanah raksasa. Sungai-sungai magma berwarna merah menyala mengalir deras membentuk semacam labirin mematikan. Udara dipenuhi gas beracun sulfat yang bisa melelehkan paru-paru kultivator biasa dalam hitungan detik.

​Namun bagi Lin Tian, tempat ini terasa seperti rumah.

​Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi di tulang belakangnya berdenyut kegirangan. Api murni di dalam tubuhnya secara alami memurnikan setiap tarikan napasnya, mengubah gas beracun mematikan itu menjadi untaian energi elemen api yang lembut.

​Di tengah-tengah lautan magma yang luas itu, melayang sebuah pulau batu hitam. Berbeda dengan lingkungan sekitarnya yang gersang, pulau itu ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman spiritual yang memancarkan cahaya warna-warni. Aroma obat yang sangat kental tercium hingga ke tempat Lin Tian berdiri.

​"Taman Obat Kuno," gumam Lin Tian, matanya berbinar tajam.

​Namun, indra spiritual tingkat Inti Emas miliknya menangkap sesuatu yang lain. Pulau itu tidak kosong. Ada fluktuasi energi yang sangat besar sedang bersembunyi di balik rerimbunan herba berusia ribuan tahun tersebut.

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian menggunakan Langkah Badai Astral. Bukannya melompat dari satu batu ke batu lain, ia langsung melesat di udara, menginjak ruang kosong di atas sungai magma, meninggalkan jejak angin perak di belakangnya.

​Dalam tiga tarikan napas, ia mendarat dengan mulus di atas pulau batu hitam tersebut.

​[Ding!]

[Mendeteksi Area Konsentrasi Herba Spiritual Tingkat Tinggi.]

[Memindai objek terpenting... Ditemukan 'Teratai Darah Nirvana' (Usia: 3.000 tahun) di pusat taman.]

[Fungsi: Memiliki energi kehidupan tanpa batas, mampu memperkuat kapasitas Dantian hingga batas struktural maksimum.]

​Lin Tian melangkah menyibak semak-semak daun emas yang masing-masing bernilai ribuan batu roh di dunia luar. Tujuannya hanya satu: pusat taman.

​Di sana, di tengah sebuah kolam kecil yang berisi cairan magma putih yang sangat murni, tumbuh sekuntum teratai berwarna merah darah yang kelopaknya memancarkan cahaya bagaikan batu delima.

​Baru saja Lin Tian mengulurkan tangan untuk memerintahkan Sistem mengekstrak Teratai itu, sebuah tawa serak dan bergema yang terdengar seperti gesekan dua lempeng besi menghentikannya.

​"Amitabha... Pendonor muda, barang siapa yang menyentuh pusaka suci ini, akan menanggung dosa karma yang sangat berat. Biarkan biksu miskin ini yang menanggung dosa itu untukmu."

​Dari balik bayangan sebuah batu karang raksasa di seberang kolam, melangkah keluar sesosok pria berkepala plontos. Ia mengenakan jubah biksu berwarna setengah emas dan setengah hitam. Di lehernya, terkalung untaian tasbih yang terbuat dari tengkorak bayi manusia yang telah dikristalkan.

​Ini bukan rahib biasa. Fluktuasi Qi yang memancar darinya begitu pekat hingga membuat ruang di sekitarnya terdistorsi.

​Pembentukan Pondasi Tahap 9 Puncak!

​"Kau dari Kuil Teratai Hitam," Lin Tian menurunkan tangannya, menatap biksu itu dengan pandangan datar.

​"Benar. Aku Gu Tian, Murid Utama Kuil Teratai Hitam," biksu itu menangkupkan tangannya, namun matanya memancarkan keserakahan dan niat membunuh yang tidak disembunyikan. "Aku melihatmu menghancurkan rahib bodoh Yuan Kui di Tangga Giok Darah. Tubuh fisikmu sangat luar biasa untuk seorang Tahap 1. Jika kau bersedia membiarkan aku merobek tulang-tulang logammu untuk kujadikan tasbih baru, aku berjanji akan memberikanmu kematian yang cepat."

​Gu Tian telah berada di lantai ini lebih dulu berkat sebuah pusaka teleportasi spasial rahasia milik kuilnya. Ia sedang menunggu Teratai Darah Nirvana itu mekar sempurna untuk menyerapnya guna menerobos ke ranah Inti Emas, namun Lin Tian tiba-tiba muncul.

​Lin Tian tidak marah mendengar ancaman itu. Sebaliknya, senyum tipis terukir di bibirnya. Niat Pedang di matanya mulai berdesir pelan.

​"Banyak orang yang menjanjikanku kematian yang cepat sejak aku memasuki reruntuhan ini," ucap Lin Tian. Tangannya perlahan meraih gagang belati Baja Hitam di pinggangnya. "Tapi biasanya, mereka semua mati berteriak."

​Sikap arogan Lin Tian memicu amarah di balik wajah tenang Gu Tian.

​"Bocah sombong yang tidak tahu kebesaran langit dan bumi! Kau pikir aku sama dengan Yuan Kui?!"

​BUM!

​Gu Tian menghentakkan kakinya. Pulau batu hitam itu bergetar hebat. Qi Iblis berwarna hitam pekat meledak dari tubuhnya, membentuk siluet Buddha raksasa bermata enam yang memegang berbagai senjata pembunuh di belakang punggungnya.

​Seni Rahasia Kuil: Avatar Asura Buddha Hitam!

​"Hancurlah menjadi lumpur daging!" raung Gu Tian.

​Avatar Buddha Hitam itu mengayunkan telapak tangannya yang sebesar rumah, menampar langsung ke arah Lin Tian dengan kekuatan yang mampu meratakan sebuah gunung kecil. Tekanan anginnya saja sudah membuat herba-herba spiritual di sekitarnya tercabut dari akar.

​Menghadapi telapak tangan raksasa itu, Lin Tian tidak menghindar.

​Ia mengaktifkan Tubuh Logam Kaisar Emas. Lengannya berubah menjadi warna emas keperakan yang memancarkan kilau kokoh tak tertembus. Ia melesatkan pukulan tinju lurus ke atas, menyongsong langsung telapak tangan Avatar Asura.

​DUAAAAARR!

​Benturan dua kekuatan fisik yang mengerikan meledakkan kolam magma di dekat mereka. Gelombang kejut menyapu seluruh pulau.

​Mata Gu Tian terbelalak ngeri. Telapak tangan Avatar Asura-nya yang terbuat dari kondensasi Qi Tahap 9 Puncak... dihentikan secara paksa oleh satu kepalan tangan pemuda Tahap 1! Tidak ada satu pun retakan pada kulit Lin Tian, sebaliknya, retakan jaring laba-laba muncul menyebar di lengan Avatar tersebut.

​"Fisik macam apa ini?! Ini melanggar hukum langit!" jerit Gu Tian tidak percaya.

​"Hukum langitku adalah menelan hukum langitmu," bisik Lin Tian, suaranya terdengar jelas di tengah ledakan.

​Sedetik kemudian, tangan kanan Lin Tian mencabut belatinya.

​Kali ini, ia tidak menahan diri. Tunas Niat Pedang di Lautan Kesadarannya memancarkan cahaya perak yang membutakan. Belati Baja Hitam biasa itu berubah menjadi senjata yang memancarkan aura kehancuran absolut.

​"Mati."

​Satu tebasan lurus ke depan.

​Tidak ada naga cahaya atau ledakan elemen yang dramatis. Hanya sebuah garis lengkung berwarna perak yang sangat tipis dan senyap, melesat membelah ruang.

​Gu Tian merasakan ancaman kematian yang mutlak. Ia mengorbankan separuh esensi darahnya secara instan, menarik Avatar Asura Buddha Hitam untuk menjadi perisai mutlak di depan tubuhnya, menggunakan pertahanan paling puncak dari sektenya.

​Namun, Tunas Niat Pedang memiliki efek pasif yang sangat mengerikan: Mengabaikan 50% pertahanan fisik dan Qi!

​SRING!

​Garis perak itu melewati Avatar Asura raksasa seolah-olah pertahanan tingkat bumi itu hanyalah selembar kertas basah. Tanpa suara ledakan, tanpa ada perlawanan.

​Garis itu terus melaju dan menembus tubuh Gu Tian yang berdiri di belakang avatar.

​Waktu di taman kuno itu seakan terhenti. Avatar Asura Buddha Hitam terdiam, lalu perlahan terbelah dua dari tengah dan memudar menjadi debu energi.

​Gu Tian berdiri kaku, matanya melotot menatap dadanya sendiri. Sebuah garis halus muncul dari pangkal leher hingga ke perutnya.

​"Kau... pedang apa..."

​Sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, kedua sisi tubuhnya bergeser dan jatuh terbelah, menumpahkan darah dan organ dalam ke atas tanah batu hitam. Jenius terkuat Kuil Teratai Hitam mati dalam satu tebasan, bahkan tidak diberi kesempatan untuk menggunakan pusaka pelariannya.

​Lin Tian mengibaskan belatinya dengan tenang dan menyarungkannya kembali.

​"Sistem, Ekstrak Massal. Tarik fondasinya, dan tarik Teratai Darah Nirvana itu sekaligus."

​[Ding!]

[Mendeteksi Target Kematian: Pembentukan Pondasi Tahap 9 Puncak. Mendeteksi Herba Spiritual Kelas Surga Rendah.]

[Memulai Ekstraksi Puncak Berkelanjutan...]

​Pusaran emas raksasa kembali muncul. Mayat Gu Tian mengering dalam sekejap mata, diiringi oleh kelopak Teratai Darah Nirvana yang layu lalu hancur menjadi partikel cahaya merah yang sangat murni.

​Seluruh energi tersebut disaring menjadi lautan Qi Cair Murni dan langsung dipompa ke dalam Inti Bintang Lin Tian.

​BOOM!

​Di dalam tubuhnya, suara ledakan tumpul terdengar. Hambatan kultivasi hancur berkeping-keping.

​Tahap 1 Puncak...

Tahap 2 Awal...

Tahap 2 Menengah...

Berhenti kokoh di Pembentukan Pondasi Tahap 2 Puncak!

​Kapasitas Qi di dalam dantian-nya yang sudah seratus kali lipat dari kultivator biasa, kini berlipat ganda kembali. Kepadatan energinya begitu mengerikan hingga ruang di sekitar Lin Tian sedikit melengkung tanpa ia harus melakukan apa pun.

​[Proses asimilasi Teratai Darah Nirvana selesai. Meridian Inang telah diperlebar secara struktural. Batas penampungan Qi meningkat 300%.]

​Lin Tian menghela napas yang bercampur dengan uap merah panas. Ia menatap ke arah ujung pulau batu hitam, di mana sebuah tangga spiral melayang yang terbuat dari tulang naga menjulang ke atas, menembus kubah gua menuju lantai ketiga.

​"Lantai pertama memberikan jiwa. Lantai kedua memberikan perluasan Qi," Lin Tian tersenyum buas, jubah putihnya yang kini bebas noda melambai diterpa angin magma. "Pagoda Kaisar Kuno ini benar-benar tidak mengecewakan. Mari kita lihat siapa lagi yang bersedia menyumbangkan nyawanya di lantai tiga."

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!