NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1 Gadis dibawah Langit Cerah

Hari ini cuaca terlihat sangat cerah. Langit biru membentang luas dengan beberapa awan putih menjadi penghiasnya. Dan juga beberapa burung kecil yang berjejer terbang dengan rapih. Dedaunan seakan menari riang bergoyang karena tiupan angin yang kencang, menyegarkan rasa gerah karena terik matahari yang semakin panas. Empat orang siswa berteduh dibawah pohon rindang yang ada di taman sekolah seusai bermain bola. Mereka terlihat sangat lelah dengan wajah yang memerah karena paparan sinar matahari dan peluh keringat yang mengucur di dahi mereka.

Salah satu pandangan mata seorang siswa tertuju pada seorang gadis yang sedang asik berlarian di lapangan dengan teman-temannya sambil sesekali tertawa lepas. Tawa gadisnya terlihat lebih cerah dari cuaca hari ini. Jantung siswa itu seketika berdebar.

Deg~

Dia mulai berkhayal tentang gadis itu. Walaupun dari kejauhan ia menatapnya, tetapi hanya wajah manis gadis itu yang seakan paling jelas ia lihat. Bahkan tahi lalat kecil yang ada dibawah mata kanan gadis itu bisa dengan jelas ia lihat.

"Sa? Loh liatin apa sih?" tanya salah satu temannya membuyarkan hayalan Aksa tentang gadis itu. Namanya Feri.

Yah, namanya Aksa Aksara. Siswa pintar yang selalu menjadi pujaan hati para gadis di sekolah. Siswa tampan dengan tubuh atletis dan selalu jadi juara pertama di sekolah. Orangnya kalem, keren, dan sedikit cuek. Ia hanya hangat kepada orang-orang terdekatnya saja.

Aksa menoleh ke arah Feri sambil tersenyum. "Gak ada. Cuma lagi bengong aja. "

Feri melihat ke arah sekumpulan gadis yang bermain dilapangan. Seketika ia sadar siapa yang sedang Aksa perhatikan. Lantas, Feri tersenyum lebar sambil merangkul pundak Aksa.

"Bro? Tembak aja napa sih?" usul Feri tiba-tiba.

"Siapa? Loh mau nembak siapa? " sahut Samsul yang sedang berbaring dengan begitu antusias langsung duduk mendekati mereka.

"Kepo aja sih luh!" Balas Feri sambil mengusap wajah Samsul dengan cepat.

Aksa tertawa kecil sambil menoleh ke arah gadis itu sejenak. "Entahlah. Gue gak yakin, " jawabnya kemudian.

"Hmm, apa yang buat loh gak yakin sih, Sa? Loh takut ditolak? " imbuh Rifal menimpali.

"Lah, jadi gue sendiri yang gak tahu siapa yang sedang kita bicarakan? " kesal Samsul karena tidak tahu apa-apa.

Aksa tertawa lagi sambil bangkit berdiri. "Sudahlah. Ayo kita ke kelas, sebentar lagi pelajaran mau dimulai, " ucapnya melengos pergi begitu saja.

"Woi? Kasih tahu gue siapa sih cewek itu? " tanya Samsul lagi pada Feri dan Rifal karena masih penasaran.

Kedua temannya itu hanya geleng-geleng kepala kecil, lalu pergi menyusul Aksa tanpa menjawabnya. Samsul sangat kesal karena merasa telah diabaikan. Ia menatap tajam ke arah mereka sambil mengumpat dalam hati.

Tanpa mereka sadari, ternyata gadis yang Aksa perhatikan tadi, ternyata sesekali ia juga memperhatikannya. Gadis itu bernama Devina Laura Cahaya. Siswi manis dengan bola mata yang bulat dan bulu mata yang lentik. Ia ceria, hangat, polos, baik hati dan selalu full semangat. Tapi terkadang ia juga sedikit ceroboh.

"Aksa?! " Suara yang nyaring dan melengking itu memanggil dengan heboh nama Aksa.

Lantas, langkah Aksa terhenti sejenak untuk menoleh ke arah asal suara itu yang tidak lain adalah milik Devina. Disana Aksa melihat Devina yang sedang melengkungkan kedua tangannya diatas kepala membuat bentuk hati sambil tersenyum manis.

Deg~ Deg~

Jantung Aksa semakin berdebar sangat cepat. Sejenak ia mematung tanpa ekspresi, seolah tatapannya kosong. Namun sebenarnya, dalam hati ia sangat senang dengan tingkah lucu Devina. Gadis itu benar-benar sangat menghibur dirinya walaupun hanya dengan hal-hal kecil.

Tidak lama kemudian, salah satu teman Devina menyeretnya pergi karena merasa kalau tingkah Devina sangat memalukan. Ia begitu terang-terangan menunjukkan rasa sukanya kepada Aksa, walaupun Aksa tidak pernah merespon dirinya.

Tiba-tiba saja Feri merangkul bahu kiri Aksa dan Rifal merangkul bahu kanan Aksa.

"Masih takut ditolak? Bukankah sudah jelas, dia sangat suka sama loh, " ucap Feri.

"Mmm... Nanti keburu diambil orang. Loh nyesel pun gak akan ada gunanya, " timpal Rifal menambahkan.

"Ooohhh... Ternyata Devina? Jadi loh suka sama Devina? Kok gue baru ngeh yah? " tambah Samsul dengan polosnya.

Aksa pun tersenyum. "Gue bukan takut ditolak. Cuma gue punya alasan lain, kenapa gue gak mau melibatkan dia dalam hidup gue, belum saatnya," jawab Aksa sambil menoleh ke arah Fari dan Rifal bergantian. Lantas, ia menepis tangan kedua temannya itu, lalu pergi melanjutkan langkahnya menuju kelas.

Teman-temannya menyusul langkah Aksa dengan cepat mengimbangi dan pergi bersama ke kelas. Tatkala bel sekolah sudah berbunyi menandakan pelajaran selanjutnya akan segera dimulai. Semua siswa sibuk berlarian masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kelas selanjutnya.

***

Di dalam kelas 11-A, guru sejarah sedang mengajar dan menjelaskan beberapa point penting tentang pengorbanan para pahlawan. Namun, kebanyakan siswa di kelas merasa sangat bosan dan mengantuk mendengarkan. Jadi, ada beberapa siswa yang hanya melamun, ada beberapa yang menggambar benang kusut dan ada beberapa yang tidur, juga mengobrol berbisik pelan dengan teman sebangkunya.

Tetapi, Aksa terlihat tidak begitu. Ia memperhatikan pelajaran itu dengan sangat baik walaupun tidak benar-benar serius mendengarkan. Sementara Devina hanya menopang dagu dengan kedua tangannya tersenyum-senyum sendiri menatap punggung Aksa dari belakang. Walaupun hanya menatap punggungnya Devina sudah merasa sangat senang dan bahagia.

"Indah sekali. Bahkan punggungnya terlihat lebih indah dari bunga, " gumam Devina.

Tidak terasa satu jam sudah berakhir dengan cepat. Guru sejarah menutup kelasnya dan pergi. Masih tersisa satu mata pelajaran. Sambil menunggu guru lainnya datang ke kelas, para siswa kembali riuh bermain dan mengobrol.

"Dev? Devina?!" Leni memanggilnya, namun tidak di sahutnya, sampai Leni harus berteriak di samping telinganya.

Devina spontan terhentak karena kaget. "Apa?! " sahut Devina sambil memegang telinga nya yang terasa berdenging.

"Loh lagi ngelamun apaan sampe gue panggil aja gak nyaut? " tanya Leni kemudian.

Leni adalah teman terdekat Devina. Tidak hanya sering satu kelas. Tetapi mereka juga selalu sebangku.

"Memangnya apa lagi, kalau bukan Aksa? " jawab Devina sambil menyeringai penuh.

"Aksa lagi, Aksa lagi! Emang dipikiran loh gak ada hal lain apa, selain Aksa? " geram Leni karena merasa Devina itu terlalu bucin dan berlebihan.

"Terus? Gue mau nanya hal yang sama ke loh. Emangnya dipikiran loh gak pernah ada nama si Arsya, apa? " sahut Devina membalikkan pertanyaan Leni.

"Hello?! Arsya itu beda, gak bisa disamain sama si Aksa. Wajar gue mikiran dia, karena dia pacar gue yang sah. Lah, si Aksa siapa loh? Pacar bukan, gebetan juga bukan? Ngapain loh pikirin? Belum tentu juga kan dia jadi milik loh? " timpal Leni dengan nada ketus.

Devina menatap Leni dengan tajam dari kedua sudut matanya. Wajahnya terlihat sangat kesal dengan perkataan Leni tersebut.

"Jahat banget sih, loh. Lagian kalau bukan karena gue yang jadi mak comblang loh sama si Arsya emangnya loh bakalan jadian sama dia? Kalian bisa pacaran kan karena gue juga, " delik Devina mengungkit jasanya.

"Hehehe... Iyah deh, maaf yah. Gue yang salah, ini mulut susah dikontrol, " sesal Leni kemudian sambil memeluk canggung Devina dari samping.

"Oke, duduk semuanya! Jangan berlarian! " Guru Fisika akhirnya datang untuk memulai kelas. Semua siswa langsung duduk dengan patuh saat guru Fisika datang, karena memang sangat ditakuti itu. Dia dikenal sebagai guru killer.

Pelajaran pun kembali dimulai. Tapi kali ini para siswa tidak ada yang berani tidur atau mengobrol. Karena takut kalau-kalau nanti guru Fisika akan menyuruh mereka untuk menjawab soal. Beruntung jika bisa menjawab dengan benar. Kalau tidak bisa menjawab, habis sudah tangan kena pukul oleh penggaris.

Ditengah-tengah pelajaran yang semakin serius, Devina malah asik melamun soal Aksa sambil tersenyum-senyum sendirian. Hal itu membuat menarik perhatian Guru Fisika.

"Devina? Kamu senyum-senyum, sudah mengerti soal yang Bapak terangkan ini. Kalau begitu cepat kerjakan soal ini. "

Pandangan Devina teralihkan dari punggung Aksa ke wajah Guru Fisika yang tidak pernah tersenyum itu. Senyuman Devina semakin melebar canggung dan ia pun segera berdiri melangkah maju ke depan kelas. Tatkala semua siswa menatap dirinya dengan tatapan simpati.

Devina mengambil spidol dan berdiri didepan papan tulis untuk memperhatikan soal yang akan dia jawab. Untungnya Devina pintar dan ia langsung mengerti soal-soal tersebut. Ia pun langsung mengerjakannya tanpa sedikit pun merasa sulit. Soal itu terlihat ringan dan mudah bagi Devina.

Sebenarnya, Devina itu anak yang cerdas. Hanya saja ia tidak pernah serius dan selalu bermain-main. Ia tidak suka belajar dan hanya ingin menikmati masa remajanya dengan bebas tanpa tekanan apapun.

"Sudah, Pak! " Devina menaruh spidol itu diatas meja guru.

Guru Fisika mengangguk puas melihat hasil pengerjaan soal yang begitu teliti yang dikerjakan oleh Devina itu.

"Bagus. Sangat bagus, jawabanmu benar. Kamu boleh duduk. Lain kali, jangan melamun didalam kelas. "

"Siap, Pak! " Devina kembali ke bangkunya dan duduk kembali menopang dagu melihat punggung Aksa yang indah itu lagi.

__________________

Hallo guys! Jangan bosen-bosen yah dukung karyaku. Karena satu komentar dan like dari kalian itu sangat sangat berharga buat aku. Jadi, terus dukung dan support aku yah? Terima kasih🥰🤗

LOVE YOU ALL😘

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!