Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?
•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.
•karya original dari Nita Juwita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Between 01
...*💘*...
Siapa yang tidak kenal dengan sekolah megah yang berdiri luas di tanah Jakarta, yang terkenal panas dan penuh dengan kemacetan. Tapi berkembangnya sebuah kota tidak luput dari reputasinya, karena Jakarta juga adalah kota nomer satu di Indonesia. Yang di mana kota itu banyak penduduk luar kota mencari nafkah di sana. Tapi untuk sekolahnya juga banyak terkenal, tapi hanya ada satu sekolah yang berdiri dengan bangunan retro tapi moderen di jalan Pangapura yakni SMA Bhakti Darma SMA itu adalah sekolah terbaik versi majalah SMA, juga sangat terkenal karena kedisplinan. Bahkan rumornya hanya orang kaya yang bisa masuk SMA itu.
Dan untuk seorang gadis yang bernama Something itu hal mudah. Ia sekolah di sana karena papanya punya jalinan bisnis dengan pemilik sekolah itu. Dia adalah anak dari pengusaha terpandang. Hanya siswi yang terbiasa hidup kaya. Karena orang tuanya memang selalu memanjakannya dengan uang. Tapi tidak apa - apa Some nama panggilannya menyukai itu semua.
Hidup dalam kelimpahan uang membuatnya berpikir terlalu sayang kalau uangnya tidak digunakan. Lagi pula ia adalah tipikal cewek masa kini yang suka make up dan pakaian. Dirinya dengan sukarela merawat kecantikannya supaya tetap terlihat good looking.
Some anak yang terkenal modis itu tentu saja menetap di rumah kawasan elit bersama keluarga yang menurut Some biasa saja -bahkan adorable. Ia punya adik, jadi mungkin rumah itu tidak sepi juga. Tapi setiap rumah punya kelebihan dan kekuranganya masing - masing. Terutama bagi adiknya yang memang kadang kala mengganggu aktivitas Some. Bagi adiknya Some yang terlihat penyendiri. Bahkan mereka menyebutnya putri di dalam kamar.
Ada dua pembantu yang bertugas mempersiapkan segala kebutuhan keluarga. Mereka sangat baik, tapi terkadang menuntut ketika mama dan papa di luar kota. Untuk Some anak pertama, mereka lebih suka menuruti gadis 16 tahun itu. Danu mereka lebih suka menyapa dan menuruti keinginannya. Katanya anak orang kaya lebih manja dari anak - anak mereka di kampung.
Cerita kita hanya akan berlanju pada gadis yang sedang tertidur terlentang di sofa itu. Di pagi hari ini ia tidak sekolah merasa tidak tertarik dengan sekolahnya, jadi ia memutuskan untuk ngemil di sofa sambil selonjoran nonton drama kesukaannya. Bahkan saking fokusnya telinganya hanya terpasang pada cowok yang ada di layar televisi, karena dia mau nembak cewek. Terdengar suara pintu utama di buka, fokus Some beralih pada cowok empat belas tahun yang baru datang.
"Kenapa kamu udah pulang?" tanya Some sedikit kesal melihat raut cemberut yang dilakukan Ranu ketika ia duduk di sebelah Some. Cowok itu datang ke rumah masih menggunakan seragam SMP, jadi ceritanya ia juga ikutan bolos kayak kakaknya yang pemalas kalau dibandingkan anak komplek lainnya.
"Aku tuh pokoknya nggak tahu deh, males," balas Ranu sambil melipat kedua tangannya di dada, tidak mau menanggapi sang kakak bicara.
"Jadi kamu males sekolah, ngapain juga ke rumah sana balik lagi aja lagi istirahat kan," kata Some ketika melihat adiknya yang sepertinya memberengut dan merasa kesal sendiri. Yang jelas pasti berasal dari sekolahnya.
"Ngapain sih kak orang aku udah ada di sini, aku udah capek ya ke sekolah," kata Ranu sambil membuka sepatu dan kaos kakinya lalu menjinjingnya seolah mau beranjak dari sana.
"Emang loe udah di bolehkan pulang sama guru?" tanya Some kepo.
"Orang sekolah udah bubar kok, tapi kalau kakak ke sana masih rame karena Ranu cukup mempercepat waktu pembubaran aja kok kak. Jadi pulang duluan," ujar Ranu menjelaskan yang membuat Some ber-oh saja.
"Bagus deh kalau loe nggak bolos jangan ikutan kakak loe ini, juga nggak sekolah karena sakit ya," ucap Some sambil melihat layar televisi lagi. Ia merasa bersyukur kalau adiknya ternyata nggak seburuk itu, bahkan mungkin Some harus lebih sering sekolah takut jadwal datang ke sekolahnya terkalahkan oleh sang adik.
"Jadi kakak sakit ya udah gws ya, gue mau ke kamar dulu," ucap Ranu sambil berdiri dan melangkahkan kaki menuju tangga. Ia lalu meninggalkan Some ke kamarnya. Membuat Some hanya menggelengkan kepala. Lucu juga punya adik jadi punya orang yang bisa di ajak ngatur datang ke sekolah.
Sebenarnya papa dan mama itu sama - sama orang pintar dan berprestasi dulu di sekolah. Jadi mereka punya anak random gitu merasa ada yang kurang. Tapi kasih sayang mereka terhadap anak - anaknya tidak pernah berkurang. Sekalian pun Ranu dan Some sama saja, masih masuk sepuluh besar saja syukur. Apalagi sekolah di sekolah unggulan kebanggaan kedua orangtuanya pun masih beruntung.
...*💘*...
Some melihat pantulan dirinya di kaca, terlihat gadis kecil yang cantik sedang cemberut. Tadi adiknya memintanya untuk mengantar ke sekolah, yang katanya di panggil sama guru bk. Dan Some sebagai wali harus ikut. Meskipun dirinya ogah - ogahan tapi ia merasa senang karena akhirnya bisa bertemu dengan gurunya dulu. Yang lumayan dekat dengannya ketika menempuh pendidikan SMP. Gurunya itu adalah Pak Rahman seorang dokter juga. Tapi mungkin karena Some yang sibuk SMA jadi ia jarang ketemu dengan guru kesayangannya itu.
Some akhirnya memasangkan jepit pita berwarna biru gelap di rambut panjangnya yang terurai. Rambut itu begitu panjang sampai sepinggangnya, dan berwarna hitam. Rambutnya itu lurus dan rapih, seperti sering ke salon atau mungkin sering perawatan rambut. Karena jujur Some adalah orang yang suka dengan jenis sampo dan perawatan ke dokter setiap bulan.
Dan wajar saja karena Some adalah anak seorang pengusaha. Jadi bagi mereka yang mengenal Some di wilayah tempat mereka, Some adalah cewek sosialita yang super royal untuk ukuran remaja. Bahkan terkesan berlebihan, tapi tenang saja karena watak Some yang baik hati juga nggak pernah membedakan mana orang kaya dan orang miskin Some tidak dijauhi. Cenderung disukai.
"Aduh Some belum beres juga?" tiba - tiba Ranu datang dengan tampang bete dan masuk begitu saja ke kamar Some. Some melihat Ranu dengan wajah bete juga, ketika tahu kalau adiknya selalu merasa kesal dengan tingkahnya ini.
"Belum lah Ran, kamu pikir bedak kakak ini udah di lapis apa. Bedak kakak nggak mungkin natural kalau cuma satu lapis, dan lagian kakak cuma pake jepit aja kok," balas Some membela diri seperti biasa.
"Cuma pake jepit segede itu kok lama banget, Ranu udah nungguin kakak lime belas menit lho cuma mau pake jepit," ucap Ranu sambil melipat tangannya di dada. Kesal sendiri dengan tingkah kakaknya ini, apalagi guru bk yang minta ke sekolah sekarang. Mau apa sih guru bk itu, pikir Ranu.
"Jepit siapa yang gede, ini nggak gede Ranu, ini tuh wajar di pake cewek tahu," kesal Some sambil melihat jepit yang bertengger di atas rambutnya. Emang terkesan lugu sih.
"Yah terserah kakak deh, lagian mau pake jepit mana pun kakak aku selalu cantik. Yuk kita pergi udah hampir sore, nanti kemaleman," ucap Ranu dengan dewasa bahkan Some juga sangat heran kenapa Ranu seperti ini. Biasnya dia manja banget, kalau mau beli buku novel kesukaannya itu.
"Yuk!" balas semangat Some sambil membalikan badannya menghadap Ranu. Wajah cantik dan tubuhnya yang feminim membuat Some terlihat begitu menawan, mungkin ketika ia berhadapan dengan pria komplek di luar sana. Ranu hanya akan merasa risih saja. Tapi ia tetap mengulurkan tangannya untuk menarik kakaknya itu ke mobil. Dan ketika Some menerima uluran tangan itu, Some memekik karena dengan cepatnya sang adik menariknya ke mobil.
"Aww, Ranu kamu bisa nggak sih nggak sekencang itu narik tangan kakak loe," komentar Some dan Ranu bukannya tidak mau mendengar ia hanya merasa kesal dengan tingkah guru bk itu. Jadi ia bersikap cuek bebek.
...*💘*...