NovelToon NovelToon
The Buwono Family

The Buwono Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Komedi / Rumah Tangga
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.

Generasi ke 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kacau Yang Begitulah

"JENG DAIISSSYYYYYY!"

Daisy yang sedang memberikan ASi ke Kenzie, hanya menatap suaminya gedubrakan. Dia tahu suaminya kesiangan bangun. Tadi Daisy ingin membangunkan Dokter Lucky tapi dia juga tahu, suaminya baru pulang pukul satu malam setelah menyelesaikan operasi yang sangat susah. Makanya Daisy tidak tega membangunkannya.

"Kenapa aku tidak dibangunkan?" Dokter Lucky bergegas ambil handuk yang dijemur di luar lalu masuk ke dalam kamar. Daisy yang duduk di ruang tengah bersama Winston, sampai tidak bisa membalas ucapan suaminya.

"Kan kasihan kamu enak banget boboknya sampai ngowoh dan ngiler," jawab Daisy sambil tertawa kecil. Dia melihat putranya yang sedang menatapnya sambil memegang dadanya. "Papamu tuh lho Ken. Maksud Mama kan baik, supaya papamu ada waktu istirahat."

Mata hazel Kenzie hanya menatap polos ke ibunya. Daisy tidak tahan untuk tidak menguyel-uyel pemilik mata bening itu.

"Jeng Daisy ... Aku kan ada operasi lagi jam satu siang!" ucap Dokter Lucky yang sudah rapi dan wangi. "Aku kan kesiangan!"

Daisy cekikikan. "Mas, masih jam tujuh pagi."

"Hah? Jam di kamar sudah jam sepuluh!" protes Dokter Lucky.

"Lha, jam di kamar kan mati mas. Batereinya habis semalam, belum sempat di ganti."

Dokter Lucky melongo. "Apaaaaaa?"

Kenzie melepaskan sumber makanannya dan menoleh ke arah papanya. "Pa ... Pa ...."

"Oh, Kenzie anak Papa. Kenapa hari ini papa kena prank sama jam ya?" keluh Dokter Lucky.

"Minum air hangat dulu mas biar kalem."

Dokter Lucky mencium pipi Daisy. "Hari ini kamu masih cuti?" Dokter Lucky mencium pipi gembul Kenzie dan mencium dada Daisy.

"Masih mas. Kan Kenzie masih tidak enak habis vaksin campak. Dok Wayan tahu aku repot kan?"

"Apa kamu perlu ART atau baby sitter? Kita cari yang direkomendasikan keluarga kamu?" tawar dokter Lucky. "Olivia kan job desk nya mengawal kamu bukan jadi baby sitter Kenzie meskipun dia juga sayang anak ganteng aku yang tidak mirip aku sama sekali karena gen Turin begitu kuatnya dan itu membuat aku sebal!"

Daisy terbahak membuat Kenzie ikut tertawa memamerkan dua gigi bayinya.

"Bagaimana bisa, anak pertama kita, yang akan aku banggakan ... Lebih memilih gen ibunya daripada aku? Padahal semua bibit dari aku! Sejujurnya, aku cukup sedih Jeng Daisy. Hanya sama jenis kelamin dan kromosom. Please, Jeng Daisy. Kalau besok kita program adiknya Kenzie, aku mau cewek dan ikut gen aku."

Daisy semakin geli menatap suaminya yang tampak serius. "Mas Lucky, dokter kan?"

"Terus?"

"Memangnya mas Lucky bisa mengatur gen, jenis kelamin dan fisik?" senyum Daisy.

"Kalau buatnya dengan niat dan doa, insyaallah dikabulkan Jeng. Kan aku suami dan ayah yang baik," eyel dokter Lucky.

Daisy tersenyum lalu meminta suaminya mendekat. Dokter Lucky mendekat wajah istrinya dan Daisy mencium bibirnya lembut.

"Saking baiknya, semua aset atas namaku ya?" senyum Daisy.

"Kecuali mobil Camry aku. Itu satu-satunya harta yang atas nama aku ...."

"Dan apartemen kamu mas," timpal Daisy. "Kan aku tidak pernah minta kan?"

"Eh iya ya. Tunggu, kenapa kita membahas aset sih?" gumam dokter Lucky.

"Hehehe. Mas Lucky sarapan dulu, sudah aku siapkan. Tadi Kenzie bangun sebelum subuh dan aku kasih ASI terus siapkan sarapan buat Mas Lucky."

"Ora salah aku tresno karo Kowe Jeng ..." senyum Dokter Lucky sambil mencium bibir Daisy lagi.

***

RS Bhayangkara Jakarta

"Aku ngatuuuuukkkkk!" keluh dokter Lucky diatas meja kerjanya.

"Kenzie rewel?" tanya dokter Rahmat.

"Kenzie mah bayi yang sangat pengertian sama papanya yang comel ini. Serius ... operasi semalam ngajak gelut sama waktu!" jawab dokter Lucky.

"Berarti semalam sama suster Lia juga?" tanya dokter Rahmat.

"Iyalah. Siapa lagi suster yang tabah sama aku dan satu server?" jawab dokter Lucky.

"Satu server kalau bidang medis dok! Server gabut dan unfaedah nggak ya! Huaaaahhhmmmm!" balas suster Lia sambil menutup mulutnya dengan tangan.

"Dih! Ikutan!" cebik dokter Lucky sebal.

"Menguap itu menular dok! Menurut penelitian, menguap menular ( contagious yawning ) terjadi terutama karena adanya empati dan ikatan sosial, di mana otak kita meniru perilaku orang lain secara otomatis ( echophenomena ). Ini didorong oleh sistem neuron cermin ( mirror neuron system ) di otak yang aktif saat melihat orang lain menguap, terutama orang terdekat. Gitu dok," jawab Suster Lia.

"Iya memang!" Dokter Lucky menoleh ketika ponselnya bergetar. "Ya Piktor? Kenapa? ... Aku? Nganggur. Ke TKP? Karena Jeng Daisy nggak ada?"

Dokter Rahmat dan Suster Lia menatap dokter Lucky dengan kepo.

"Kenapa gue yang harus jadi dokter forensik, Piktoooorrr! Kan ada yang lain di ME!" protes dokter Lucky. Dia terdiam sesaat lalu, "Haaaiisshhhh! Ya sudah! Sekali ini saja ya! Gue yang kerja tapi gaji kasih ke Jeng Daisy!"

Dokter Rahmat dan Suster Lia saling berpandangan. "Pasti bakalan ramai," kekeh dokter Rahmat.

***

Lampu polisi berkelip-kelip menerangi sebuah gang sempit. Garis kuning “POLICE LINE” membatasi area, sementara beberapa petugas mondar-mandir dengan wajah tegang.

Di tengah semua itu, satu sosok justru terlihat sangat tidak cocok berada di sana. Dokter Lucky.

Dokter bedah yang selalu tampil necis dan rapi itu, tampak jijik dengan kondisi gang yang becek bekas hujan semalam.

“Pikttoooorrrr!” seru dokter Lucky dengan nada kesal. “Gue ini dokter bedah, bukan dokter forensik dadakan! Bisa nggak sih cari TKP yang bersih? Menyesal gue pakai sepatu Pradaku!”

AKP Victor berdiri santai sambil menyilangkan tangan. “Dan gue ini polisi, bukan tukang sulap. Kita sama-sama lagi improvisasi, Dok.”

Dokter Lucky menatapnya tidak percaya.

“Improvisasi? Ini TKP pembunuhan, bukan acara bakat!”

AKP Victor menunjuk ke arah tubuh korban yang sudah ditutupi kain. “Tim forensik lagi di jalan dan dokter Wayan sibuk dengan kasus lain. Sementara gue lebih percaya elu karena tidak ada Daisy.”

Dokter Lucky menghela napas panjang. “Di OR gue pegang pisau bedah dengan steril, di sini gue pegang … apa ini?” Ia mengangkat sebuah pulpen yang diberikan petugas. “Pulpen gratisan dari bank?!”

AKP Victor santai. “Fungsinya sama. Sama-sama menunjuk sesuatu.”

Dokter Lucky mendengus. “Gue tidak ‘menunjuk’, gue mengoperasi!” Pria itu memakai sarung tangan lateks yang selalu dibawanya.

Seorang petugas tiba-tiba mendekat. “Pak, warga mulai ramai.”

AKP Victor mengangguk lalu kembali ke dokter Lucky. “Dok, bantu sedikit saja. Analisis awal. Nanti kalau tim forensik datang, kamu bisa balik ke dunia sterilmu.”

Dokter Lucky melipat tangan. “Gue tidak mau menyentuh apa pun sebelum tahu siapa yang terakhir cuci tangan di sini.”

AKP Victor langsung menoleh ke semua petugas.

“Siapa terakhir cuci tangan?”

Semua diam. Dokter Lucky menatap AKP Victor dengan tatapan gue bilang juga ape.

“Lihat?” kata dokter Lucky. “Ini alasan kenapa gue kerja di ruang operasi, bukan di gang begini.”

AKP Victor mendekat sedikit, berbisik, “Kalau elu bantu, gue traktir kopi sebulan.”

Dokter Lucky langsung melirik. “Kopi apa dulu?”

“Yang mahal.”

“Berapa mahal?”

AKP Victor menghela napas. “Yang lu pesan kemarin itu … yang namanya susah dibaca.”

Dokter Lucky berpikir sejenak … lalu tersenyum licik. “Baik. Gantian sama Chagee ya?"

AKP Victor menatap sebal ke sahabatnya. Sialan! Gue dipalak habis-habisan!

Dokter Lucky berjalan mendekati tubuh korban dengan gaya berjinjit karena tanahnya agak becek.

“Pertama,” kata dokter Lucky sambil jongkok, “siapa yang menaruh lampu ini? Bayangannya mengganggu analisis.”

AKP Victor langsung berteriak, “Lampu digeser! Dokter lagi review lokasi!”

Dokter Lucky melirik tajam. “Ini bukan review restoran, Pak.”

Beberapa petugas menahan tawa. AKP Victor tersenyum smirk.

Dokter Lucky membuka sedikit kain penutup, lalu berhenti. Dia menatap AKP Victor.

“Victor.”

“Apa?”

“Kenapa semua orang di sini menahan napas?”

AKP Victor bingung. “Ya … karena serius?”

Dokter Lucky menggeleng. “Ini bukan adegan film. Tarik napas. Kalau pingsan, gue harus jadi dokter IGD juga.”

Beberapa petugas langsung menarik napas panjang. AKP Victor menggeleng gemas dengan kelakuan menyebalkan sahabatnya.

Dokter Lucky mulai mengamati dengan serius, lalu tiba-tiba menunjuk. “Ini posisi tubuhnya aneh.”

AKP Victor mendekat. “Kenapa?”

Dokter Lucky menjawab datar. “Karena kalau di meja operasi, pasien gue kagak pernah tiduran di aspal.”

AKP Victor memijat pelipis. “Dok … Joke bapak-bapak dipending dulu lah."

Dokter Lucky melanjutkan, “Dan satu lagi. Gue butuh alat.”

“Apa?”

"Kalau ada Jeng Daisy lebih seru."

AKP Victor tersenyum tipis. “Gimana, Dok forensik dadakan?”

Dokter Lucky menatapnya datar. “Jangan biasakan panggil gue begitu.”

“Kenapa?”

"Tar dikira gue serakah ambil bidang pekerjaan Jeng Daisy."

AKP Victor tertawa kecil. "Jangan ambil pekerjaan istrimu, Luck."

"Lha kan elu yang nyuruh gue kemari!"

***

Yuhuuuu up Sore yaaaaa gaaeeessss

Cerita ini nano nano dan suka-suka up nya.

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Noey Aprilia
Ksian bgt tu bocah....yg slah orngtuanya,tp dia yg kna dmpaknya.....
hikksss.....
Meeta Baggio
Ya allah, tuh buibu apa udah gila yaa kaga waras bener tuhh idup ke gituh, kan skrng anak nya yg nanggung kasihan bangett dehh.
Yuli Budi
kasihan sih flint ..
muhammad ibnuarfan
ya Allah...kok bisa...kasian nya...🤦🤦
Murti Puji Lestari
emaknya minta dikemplang pake stainless pispot juga macam randy, biar otaknya geser jadi bener
Sayem Sayem
lha si embok e gendheng OPO piye to ..ya Allah kasihan banget ank e ..BPK e sing polah ank e sing nanggung beban dosa ne
Andriani Rahmi
ya Allah... lavender marriage... sinting emaknya... kasihan flint...
mama_im
ya ampun seumur hidup, aq aja dulu yg cuma rutin 6bulan pas pengobatan kelenjar bisen banget minun obat, apalagi seumur hidup, mana masih kecil 😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Ujung²nya anak yg gak berdosa, yg menanggung akibatnya
amilia amel
ya Allah....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
awesome moment
maknyak dhegleng. pengin ikutan ngemplang. udh tau bojonya bisek lha koq malah bertahan. takut bgts jd single. mendingan single ning waras lahir batin drpd dying kek gitu
D_wiwied: dan sekarang anaknya yg jd korban keegoisan dia 😞
total 1 replies
Sayem Sayem
lha sesuai pribon to jodoh itu cerminan diri sendiri...setuju pake paket KLO Randy masuk bui trus ktmu anomali kyk ny tambah seru 🤣🤣🤣
Elsa Fanie
lah maka ny jodoh kan mat😁,KLO d taro d sel divisi klenik ke enakan nti malah g MW pulang 🤣 ,, untung dok Daffa telpon pak piktor
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 Yg digibahin malah lg asyik mimpi itu
Noey Aprilia
untng cm kna gplak pke pispot,cba kl pke palu....🤣🤣🤣....
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
Yuli Budi
Viktor tepok jidat ha ha ha ....
awesome moment
lho kan jodoh cerminan diri. dok luck sm daisy.👍👍👍s7 bgts sm dok luck yg gaplok Randi. mulutnya kalah bersih sm septi tank. otaknya jg kalah bersih sm otak udang. pas bgts klo digaplok. msh untg tu drpd dibanting
Meeta Baggio
Keren dehh dok Lucky 👍mantapp ,bagus dok hajar aja lah anak pemadat ke gituhh
amilia amel
kan memang dok lucky dan dok Daisy beneran jodoh
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
coba saja dok, auto langsung pindah alam 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!