Steven ---seorang Gumiho yang telah tertidur selama 1000 Tahun demi untuk naik tingkat menjadi seorang dewa. Namun di hari terakhirnya, seorang manusia mengacaukan pengorbanan nya.
Setengah kekuatan yang di miliki Steven berpindah pada manusia itu. Membuat dirinya harus tertunda menjadi dewa.
Zoelva Erlangga---- gadis lemah yang selalu di bully oleh ketiga Kakak dan ibu tirinya setiap kali Ayah nya tidak ada. Namun segalanya berubah saat kekuatan asing melindungi nya dan menjadikan nya sangat kuat.
Steven yang menginginkan kekuatan nya kembali. Namun Zoe yang merasa bisa melawan ibu tiri serta ketiga Kakak tirinya dengan kekuatan itu. Justru menolak untuk mengembalikan kekuatan tersebut.
Sementara Rahasia lain telah menantinya.
Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Steven
Tepi Jurang Hutan Lindung – Tengah Malam.
Joe berteriak hingga suaranya serak. "ZOE! JAWAB PAPA, NAK! ZOE!"
Joe jatuh berlutut di tanah yang lembap, jemarinya meremas potongan kain flanel kotak-kotak yang tersangkut di dahan semak tepat di bibir jurang. Napasnya memburu, bercampur dengan isak tangis yang tertahan.
"Harusnya aku tidak memaksanya ikut... Harusnya aku sadar dia belum siap. Sialan! Di mana kamu, Zoe? Sungai di bawah sana sangat deras..."
Tina mendekat dengan langkah yang dibuat-buat gontai, wajahnya dipasang semelas mungkin sambil memegang bahu Joe. "Mas, tolong... jangan seperti ini. Hatiku hancur melihatmu begini. Ini semua salahku, Mas. Kalau saja aku tidak mengusulkan ide perkemahan ini untuk mendekatkan kami, Zoe pasti masih ada di sini bersama kita."
Joe menepis tangan Tina pelan, matanya kosong menatap derasnya air sungai di bawah sana. "Bukan salahmu, Tina. Aku ayahnya. Aku yang membiarkannya berjalan sendirian sampai ke arah sini. Aku gagal menjaganya... sama seperti aku gagal menjaga ibunya dulu."
Dika, anak tiri tertua berdiri sedikit jauh di belakang, berbisik pada adik-adiknya dengan senyum tipis yang tersembunyi di balik kegelapan. "Lihat Papa. Dia benar-benar hancur. Akting Mama luar biasa, bukan?"
Siska, anak tiri kedua menyahut dengan nada dingin. "Biarkan saja. Lagipula, tanpa Zoe, tidak ada lagi yang akan menghalangi warisan Papa jatuh ke tangan kita. Hutan ini melakukan tugasnya dengan baik."
Komandan Tim SAR datang mendekat dengan lampu senter besar. "Pak Joe, mohon maaf, kondisi medan semakin berbahaya karena hujan mulai turun. Arus sungai di bawah sangat kuat. Kami harus membagi tim, sebagian menyisir aliran sungai sejauh lima kilometer ke depan. Tapi saya harus jujur... dengan robekan baju dan jejak darah di batu ini, kemungkinannya sangat kecil."
Joe berdiri dengan amarah dan keputusasaan. "Jangan katakan kemungkinan! Cari dia sampai ketemu! Hidup atau mati, aku harus membawa putriku pulang!"
Tina menangis histeris, lebih tepatnya pura-pura."Zoe... maafkan Mama, Nak... Mas, ayo kita berdoa, semoga keajaiban datang." Dalam hati, Tina tersenyum. "Tidurlah yang nyenyak di dasar sungai itu, Zoe. Jangan pernah kembali.
Suasana mencekam itu tiba-tiba pecah oleh teriakan melengking dari salah satu anggota Tim SAR di kejauhan. "Ketemu! Kami menemukan tubuh seorang gadis di tepi sungai!"
Joe bangkit dengan tenaga yang entah datang dari mana, berlari sekuat tenaga menembus rimbunnya hutan hingga sampai di pinggir sungai yang berbatu.
Di sana, Zoe terbaring diam. Joe langsung menghambur, mendekap tubuh mungil itu dengan teriakan histeris yang menyayat hati.
Namun, saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Zoe, Joe tertegun. "Hangat..." gumamnya tak percaya. Secara logika, tubuh yang jatuh ke sungai dingin selama berjam-jam seharusnya sudah sedingin es, namun tubuh Zoe justru memancarkan kehangatan yang aneh.
Petugas SAR yang memeriksa nadinya pun terbelalak. "Detak jantungnya masih ada, Pak! Nadinya stabil, ini benar-benar keajaiban!"
Joe menangis sejadi-jadinya sambil memeluk erat putrinya, seolah tak ingin membiarkan maut mendekat lagi. Sementara itu, beberapa langkah di belakang mereka, atmosfer mendadak berubah menjadi dingin.
Wajah Tina memucat, matanya membelalak bukan karena lega, tapi karena tidak percaya. "H-hangat? Bagaimana mungkin? Dia jatuh dari ketinggian itu dan terendam air sungai berjam-jam... maksudku, Syukurlah! Oh Tuhan, ini keajaiban!" Tina mengepalkan tangannya di balik punggung, kuku-kukunya menusuk telapak tangannya sendiri.
Maudy berbisik tajam pada Dika. "Bagaimana bisa dia masih hidup?"
Dika gelisah, keringat dingin mulai muncul. "Aku tidak tahu... arus sungai itu seharusnya menghancurkannya. Sial, dia benar-benar punya nyawa sembilan."
Joe memeluk Zoe dengan erat, mengabaikan tatapan aneh dari istri dan anak tirinya. "Maafkan Papa, Zoe. Papa tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuhmu lagi."
Tina, Siska, Dika, dan Maudy saling berpandangan dengan rahang yang mengeras. Wajah khawatir mereka masih terpasang sempurna untuk dilihat orang lain, namun di dalam hati, mereka dipenuhi kebencian yang mendalam. Gadis itu seharusnya sudah menjadi mayat, namun kini ia kembali, membawa sebuah misteri yang jauh lebih hangat dan hidup dari yang mereka perkirakan.
•
•
Di dasar jurang, air terdalam, kegelapan gua yang lembap, udara terasa bergetar dan hening. Suara gesekan logam emas bergema saat tutup peti bergeser otomatis. Cahaya emas yang tadinya menyilaukan meredup dengan cepat, digantikan oleh aura perak yang dingin.
Steven... atau yang lebih di kenal dengan nama-- GUMIHO.
Sosok pria dengan rambut seputih perak perlahan bangkit dari peti emas yang telah terbuka. "Seribu tahun... penantianku berakhir."
Dia mencoba melangkah keluar dari peti, namun tiba-tiba lututnya lemas. Dia jatuh terduduk di batu goa yang berlumut. Napasnya terengah, tangannya gemetar melihat telapak tangannya sendiri.
Suaranya berat dan bergema, penuh kebingungan. "Ada apa ini? Kenapa tubuhku seperti kehilangan tenaga? Seribu tahun... aku seharusnya sudah melampaui batas fana. Aku seharusnya menjadi Dewa..."
Dia melihat ke arah tangannya yang pucat, cahaya berpendar terang lalu menyusut kembali secara tidak stabil. "Energi ini... terasa terbagi. Aku bisa merasakannya di luar sana. Ada jantung lain yang berdenyut seirama dengan kekuatanku. Siapa yang berani mencuri esensi rubahku saat aku tertidur?"
Ia memejamkan mata, merasakan getaran energi yang tertinggal di udara. "Sialan! Siapa manusia fana yang berani mengacaukan pengorbananku?! Seseorang telah menghirup separuh kekuatan ku sebelum aku terbangun. Jika kekuatanku tidak utuh, aku hanya akan menjadi monster rongsokan yang terjebak di bumi."
Steven menatap ke arah permukaan sungai dengan mata perak yang menyala. "Aku mencium aromanya. Hangat, manis, dan berbau darah manusia. Tunggu aku, pencuri kecil. Aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku, meski harus merobek jantungmu."
Steven berdiri sebagai entitas yang melampaui logika fana--- ia bukanlah sekadar Gumiho biasa, melainkan mantan algojo kesayangan Surgaloka yang ditugaskan memburu sisa-sisa kegelapan di bumi.
Namun, ketika benih keserakahan mulai mengakar dan memicu ambisi terlarang untuk menyamai derajat sang pencipta, Caelum, sang Dewa Tertinggi, memberikan sebuah anugerah yang berbalut kutukan. Melalui ritual pengorbanan yang agung, Steven dipaksa terlelap dalam hibernasi spiritual selama seribu tahun demi membasuh noda ambisinya.
Namun, tepat saat fajar kebangkitannya menyingsing, campur tangan ceroboh kaum manusia fana menghancurkan segel penyucian tersebut, menyebabkan aliran kekuatannya yang dahsyat pecah terfragmentasi. Kini, Steven terjebak dalam eksistensi yang retak—seorang calon dewa yang gagal naik tingkat, memikul amarah yang membara di tengah dunia yang tak lagi ia kenali.
"Aku akan datang...aku akan merampas kekuatanku kembali."
•
•
•
BERSAMBUNG
tapi semoga stev adalah jodoh Zoe dan nanti anak" mereka mewarisi kekuatan orang tuanya, pasti seru tuh...ayo Thor tambah semangat, buat ceritanya tambah menarik dan seru 💪💪💪💪😘😘😘😘