Bab 3

Besoknya Syara keluar dari kelas kesehatan. Ia cepat cepat berlari ke kelas bisnis. Karna ia sudah terlambat lebih 15 menit. Akibat ada praktikum yang memakan waktu lama di lab kedokteran.

" Aish.....mudah mudahan hari ini bukan dosen killer," kata Syara berjalan cepat menuju pintu kelas manajemen dan membuka pintu pelan pelan. Karena kelas sudah di mulai

" Hmm....apa ada yang terlambat ?" kata suara dosen yang sedang menulis di depan kelas Sembari melirik sekilas ke arah pintu. Karna terdengar deritan pintu. Namun dosen itu tak memperhatikan Syara. Hanya teman temannya saja yang melihat kearah Syara

" Maaf pak, saya terlambat ....." kata Syara sedikit tergagap memberi alasan

" Duduk lah, lain kali jika terlambat lagi. Harus menunggu di luar kelas.," kata dosen itu dengan tegas

" Baik pak, terimakasih " kata Syara membungkuk. Setelah itu cepat cepat mencari tempat duduk.

" Kenapa bisa sampai telat sih?" bisik teman Syara.

" Tadi ada kelas praktek," jawab Syara pelan

" Nih....kamu ketinggalan satu lembar," kata Mela teman Syara. Memberi buku catatannya ke Syara.

" Terimakasih, nanti aku catat ya," kata Syara sembari membuka tasnya.

" Huh....syukurlah tuh dosen tidak kejam," batin Syara mengambil buku dan pulpennya. Lalu mulai mencatat di bukunya.

" Dia dosen baru," bisik Mela ke telinga Syara

" Apa iya , pantas masih muda," kata Syara mengamati dosen yang berbalik menatap para siswa dan ...

Deg.....

" Bukannya dia......" kata Syara yang tadi malam sempat di tabrakan oleh pria yang berdiri di depan kelas." Aish bisa kena batunya aku, semoga dia tidak mengenaliku," kata Syara dalam hati. Karna Syara sempat bersikap galak pada pria itu tadi malam.

" Siapa disini yang bisa menjelaskan hukum bisnis dan legilitas nya?" tanya dosen itu melihat kepada semua siswa. Membuat Mela menyenggol kaki Syara.

" Auw ....apaan sih?' kata Syara kaget. Sehingga membuat dosen melihat kearah tempat duduk Syara

" Ada apa ....siapa nama mu?" dosen itu pun menunjuk Syara

" Saya pak....." tanya Syara

" Ya kamu, siapa lagi. Jelaskan apa yang tadi bapak tanyakan," kata Ken menatap Syara

" Syara pak," jawab Syara sembari mendelik kearah Mela. Karna Mela memang sengaja melakukannya. Supaya Syara yang menjawab pertanyaan dosen baru mereka

" Jawab saja biar cepat tuntas," kata Mela berbisik

" Pret....." maki Syara kesal pada Mela " Baik pak, masalah hukum bisnis tergantung pada pelaku bisnis itu sendiri. Ada politik, aturan dan ikatan antar relasi bisnis itu sendiri. Sedangkan untuk legitasi nya berpengaruh pada aturan hukum," kata Syara dengan suara lantang.

" Bagus yang lain?" tanya dosen itu lagi

Namun tak ada jawaban dari beberapa siswa. Membuat dosen itu menunjuk ke salah satu siswa pria untuk menjelaskannya kelanjutannya.

" Dogan kan Sya," bisik Mela

" Apa dogan?" kata Syara bingung

" Dosen ganteng," jawab Mela tersenyum.

" Dih mata granit, ngak bisa lihat barang bagus loe," bisik Syara sembari mendengar penjelasan dari temannya.

" Oke....cukup sampai disini pelajaran kita. Ingat tugas kalian, selesaikan 5 soal dari yang bapak tulis. Dan kumpulkan besok lusa, saat kita bertemu lagi," kata pria itu yang tak lain adalah Kenza yang baru saja masuk untuk mengajar hari ini, di kampus Syara untuk mengantikan om nya.

" Pak tanya?" kata Syara mengacungkan tangannya

" Ya silakan," jawab si dosen

" Apa untuk soal no 5 harus di cantumkan pasalnya juga?" kata Syara.

" Ya saya ingin jawaban sempurna, siapa nama mu?" tanya dosen itu menatap Syara

" Syara pak, " kata Syara

" Nama lengkap," ulang Ken memperjelas

" Meisyara Aqila Aulia pak, kenapa pak. Saya tidak di back list kan pak dari kelas bapak," kata Syara harap harap cemas. Takut ia kena masalah, karna sudah datang terlambat.

" Tidak, selama tidak di ulang. Jawaban mu bagus untuk hari ini. Tapi ingat bapak ingin kalian semua mendapatkan hasil yang memuaskan besok. Apa kalian dengar," kata Ken menatap semua siswa.

" Siap pak," kata siswa kompak

" Ok nama saya pak Anggara dan saya yang akan mengantikan pak Rudi sementara waktu ini, selama beliau tidak hadir. Karena beliau sedang berobat ke luar negri.," kata Ken memperkenalkan diri. Karna tadi ia belum sempat memperkenalkan diri.

" Mau di panggil pak Angga atau Gara, atau bisa juga dogan keren pak," kata seorang siswi tersenyum menggoda.

" Terserah kalian, tapi tidak ada pengecualian. bagi yang tidak mengerjakan tugas. Kalian akan tetap dapat nilai D," kata Ken sembari merapikan bukunya. Lalu memasukkannya ke dalam tas

" Ok sampai bertemu di kelas berikutnya," kata Ken berlalu meninggalkan kelas.

" Baik pak, selamat sore pak," kata para siswa riuh. Ketika Ken berjalan keluar dari kelas.

" Alhamdulilah ....." kata Syara lega langsung mengambil buku Mela dan langsung menyalin catatan yang tertinggal.

" Besok jangan terlambat, jika pengen dapat bimbingan. Kita berdua di tangguhkan ke dosen lain," kata Mela

" Hah kok bisa" Syara pun kaget, Sebab proposal mereka belum di putuskan dari dosen pembimbing.

" Ya karna pak Bambang hanya mau menangani 15 orang siswa saja. Dan kita belum dapat," jelas Mela

" Tuh dosen yang tadi bagaimana ?" kata Syara melirik Mela

" Hah.....kamu yakin sama tuh dosen baru, Apa dia punya kwalitas dan kuantitas. Tapi boleh juga sih...sekalian dapat bonus dosen ganteng. Biar galak bisa sambil di pandang saat mengerjakan tugas," kata Mela sumringah

" Otak mu kotor Mel, kita butuh dosen pembimbing buat pengajuan skripsi. Kamu nya malah mikir yang enggak enggak," kata Syara sambil menggelengkan kepala.

" Hahaha ....otak kita boleh stres dan buntu sama proposal dan tugas Sya. Tapi masalah kewanitaan kita butuh pria cogan untuk relaksasi," kata Mela sembari tertawa.

" Dasar otak mesum. Payah lho Mel....jangan terlalu genit sama tuh dosen. Siapa tahu dia pawang buaya," kata Syara

" Tidak masalah," kata Mela tergelak. Mendengar perkataan Syara tentang pawang buaya. Karena begitulah cara Mela dan Syara bercanda untuk menghilang stres, jika mereka dapat tugas kuliah.

Sedangkan di kantor dosen. Kenza baru saja duduk di kursinya. Namun tiba tiba dosen lain datang menghampirinya.

" Ken, ini proposal para siswa kelas manajemen yang butuh bimbingan. Jadwal saya sudah penuh. Apa kau bisa bantu," kata pak Bambang meletakkan beberapa laporan di meja Ken.

" Lah....kan saya masih baru pak, masa saya harus ikut memberi bimbingan juga," kata Ken merasa belum siap. Bahkan ia baru mengajar hari ini

" Tuan Anggara Kenza Kusuma. Saya dengar anda ini lulusan S2 Harvard termuda di bidang Ekonomi dan Bisnis. Bahkan kau di percaya penuh untuk mengantikan pak Rudi. Kenapa masih sungkan. Membimbing siswa dan berbagi tugas itu wajib. Karna ini adalah tugas para dosen," kata pak Bambang

" Huh...baiklah pak, akan saya pikirkan," kata Ken bingung. Karna Ken mengajar sebenarnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Eh sekarang malah waktunya semakin padat. Jika ia harus menjadi dosen pembimbing. Tapi Ken enggan menolak permintaan seniornya itu.

" Tugas mu tidak banyak, hanya 5 siswa," kata pak Bambang berlalu.

" Baik pak," kata Ken. " Yah.....apes gue," kata Ken yang langsung terhenyak bersandar di kursinya. Dan melihat laporan di depannya

" Meisyara !! " kata Ken kaget melihat nama itu tak asing. Lalu membuka laporan di bawahnya

 Meisyara Aqila Aulia Narendra

 TTL : Jakarta 2 April 2000

" Astaga ternyata dia !! " kata Ken meraup wajahnya kasar. Setelah membaca dan melihat biodata pemilik nama Meisyara

" Dunia ini sempit , padahal aku ingin mencarinya. Tapi kami tak sengaja bertemu. Tapi....apa dia mengenali ku?" Kata Ken menatap foto Syara yang sama persis dengan di laci meja kantornya.

" Ken ....sudah selesai ?" tanya seseorang berdiri di depan pintu.

" Hai.....Dev ...sudah," kata Ken kaget. Karna temannya itu menghampirinya. Lalu Ken cepat cepat menutup laporan yang ia baca

" Lagi baca apa?" tanya Devan masuk mendekati Ken

" Hanya melihat laporan siswa yang ikut bimbingan," kata Ken sembari menghela nafas lega. Takut Devan curiga dengan nya. Karna selama ini Ken tak pernah bercerita pada siapapun. Tentang masalah perjodohannya pada sahabatnya itu

Terpopuler

Comments

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Surprise ya Pak Dosen ,calon jodoh jadi mahasiswi bimbingan anda

2025-08-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!