Bab 2

Ken pun melangkah masuk ke kamar nya. Tak lama ia kembali lagi keluar setelah berganti pakaian. Karna malam ini ia ada urusan dengan temannya

" Mau kemana Ken?" tanya bunda saat berpapasan di ruang tengah

" Mau ketemu Haris dulu Bun, kami punya bisnis baru," kata Ken sembari menyalami bundanya.

" Hati hati, ingat jangan minum ya," kata bunda

" Tidak akan Bun," kata Ken tersenyum melanjutkan langkahnya ke arah pintu, dan menghilang dalam sekejap

" Anak itu, kalo ngak cepat di nikahkan pasti keluar malam melulu," kata bunda sembari melangkah menuju kamar.

************

Disisi lain Syara yang membawa tas ranselnya saat keluar dari ATM langsung cepat cepat masuk mobil dan menuju ke melesat pergi ke sebuah area kost putri yang tak jauh dari kampusnya

" Mudah mudahan saja Mini belum tidur," kata Syara turun dari mobilnya sambil kembali membawa tas ranselnya. Dan menuju barisan pintu pintu kost yang berjejer. Dan Syara menuju pintu kost yang berada di paling ujung.

Tok...tok....tok

" Siapa !! terdengar teriakan dari dalam.

" Gue Min..." jawab Syara.

Clek......

Pintu pun terbuka lebar dengan gadis yang berdiri melongo menatap Syara yang sedang mengendong ranselnya.

" Astaga Sya...kamu mau kemana?" tanya Mini penuh selidik.

" Ngak disuruh masuk dulu nih?" kata Syara manyun

" Aish kau ini, masuklah !! " kata Mini bersamaan Syara yang masuk melewatinya Sedangkan Mini menutup pintu kamarnya.

" Kamu bilang butuh teman buat patungan bayar kost, mulai hari ini aku teman kos loe. Dan ini barang barang ku, yang aku cicil. Aku mau kabur dari rumah," kata Syara

" Hah....jangan bercanda Sya...loe kabur dari rumah?" tanya Mini tak percaya Jika Syara ingin tinggal di kostnya. Padahal Syara masih anak orang berada.

" Rencananya sih begitu....aku ngak mau di jodohkan papi Min. Beliau masih kekeh maksa aku buat nikah sama tuh orang ngak jelas," kata Syara

" Astaga Sya, tapi kan pria itu juga sepadan dengan keluarga mu sya. Orang tua mu pasti punya niat baik untuk kebahagiaan anaknya. Terima aja lagi, lagian menikah tertutup kan" kata Mini sembari duduk menatap Syara

" Gila....kamu Min, apa kamu pikir menikah itu semudah seperti membalikkan telapak tangan hah...Kita harus mengurusi suami, lalu hamil dan melayaninya setiap hari. Apa kamu tahu itu. Di tambah aturan aturan ngak jelas dari pria yang tidak aku kenal, aku belum siap untuk itu" kata. Syara panjang lebar. Membuat Mini melongo mendengar perkataan temannya itu.

" Lalu ....apa dengan kamu lari dari masalah. Semuanya akan selesai Sya?" tanya Mini menatap Syara lekat

" Aku hanya ingin menghindar sementara Min, Aku ingin menyelesaikan kuliah ku dulu. Dan mencari pria yang aku cintai," kata Syara memberi alasan.

" Huh....kau membuat masalah," kata Mini mendengus sembari berdiri berkacak pinggang.

" Mau ngak mau, karna mungkin ini jalan ku untuk belajar hidup mandiri. Agar tidak selalu bergantung sama papi dan mamiku. Dari pada di jodohkan secara paksa," kata Syara

" Terserah kau saja, tuh ranjangnya. Beres kan pakaianmu di lemari sana. Ingat disini ngak seperti rumah sendiri. Kau harus ikut peraturan. Jika tidak ingin di marahi ibu semang," kata Mini

" Tahu.....ok aku taruh ini dulu, nih uangnya ....," kata Syara mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku jaketnya. Lalu memberikannya pada Mini

" Ini buat dua bulan kan," kata Mini menghitung uang Syara.

" Terserah ...besok aku tambah lagi untuk setahun," kata Syara sembari beranjak menuju ranjang dipan sederhana.

" Hah ....apa kau yakin bisa tinggal selama itu disini," kata Mini tak percaya.

" Entah lah, kita lihat saja nanti. Apa kamu sudah makan. Ayo temani aku keluar cari makan. Aku traktir loe deh. Aku sedari sore tadi belum makan," kata Syara yang memang diam diam pergi dari rumah setelah ia bangun tidur dan mandi.

" Ok...aku ganti baju dulu, letakkan saja tas mu disana," kata Mini

" Hmm...." dehem Syara sambil meraba tempat tidur sempit dari tempat tidur di rumahnya. Namun mau apa lagi, ia akan bertekad pergi jika pernikahan itu tetap dipaksakan bulan depan.

************

Ditempat lain Ken dan Haris masih asyik membahas tentang urusan bisnis mereka di sebuah kafe. Sambil menyesap kopi pahitnya sesekali Haris melihat ke sekeliling cafe seperti sedang mencari seseorang

" Ada apa ris, apa kau menunggu seseorang?" tanya Ken memperhatikan tingkah temannya sedari tadi

" Hmm...tidak juga, aku hanya sedang menunggu seseorang yang bisa melayani ku di tempat ini," kata Haris

" Pelayan cafe ini?" tanya Ken tersenyum tipis

" Begitulah"Kata Haris tersenyum. " Oh ya bukannya lusa, kamu ada jadwal mengajar di kampus UP?" kata Haris

" Ya besok sore, aku hanya mengisi dua jam per mata pelajaran. Supaya ilmu ku tersalurkan," kata Ken

" Yakin...atau kau sedang mencari siswi untuk kau jadikan kekasih simpananmu," goda Haris sembari tersenyum

" CK....kau ini, aku sudah dijodohkan. Untuk apa lagi mencari wanita," jawab Ken santai sembari tangannya mencomot roti bakar di depannya.

" Hahaha ....kau yakin bisa menerima gadis kecil itu. Keluarga mu cukup unik juga Ken

Di jaman semodern ini masih punya ikatan politik bisnis," kata Haris terkekeh.

" Huh.....ya begitulah, mau apalagi. Tapi jika gadis itu menarik, tidak masalah. Kita harus maklum karna anak perempuan tidak bisa diandalkan untuk mengelola perusahaan ris. Sebab itulah mereka menjadikan perjodohan ini untuk menjaga saham mereka, agar milik mereka tetap terjaga dan bisa dikelola," kata Ken terlihat santai

" Iya juga sih tapi jika kita tidak sehati. Apa itu nyaman untuk mu Ken. Mengikat urusan bisnis dengan ikatan keluarga itu kadang bisa menjadikan masalah jadi rumit," kata Haris.

" Entahlah, itu sebabnya pernikahan itu diadakan secara simbolis saja. Agar ketika kami tidak punya kecocokan di dalam rumah tangga. Kami bisa berpisah secara baik baik," jelas Ken

" Yah.. mungkin begitu lebih baik, apa seorang Anggara Kenza Kusama tidak laku. Hingga mau di jodohkan oleh keluarganya. Padahal selama ini banyak wanita yang mengejar mu. Terutama Almira," kata Haris menyingung teman semasa SMA mereka dulu.

Ken hanya tersenyum tipis. " Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya ris. Kenapa kau mengungkitnya. Sudah....!! Aku pulang duluan ya.Ini sudah jam 9 lewat," kata Ken

"Kau ini kenapa buru buru, sekali kali nongkrong kan tidak masalah Ken.. Jangan jadi anak penurut melulu," kata Haris tertawa menyindir Ken.

" Bukan begitu, ini biar aku yang bayar ....sudah aku pergi," kata Ken cuek. Lalu beranjak dari kursinya melangkah menuju kasir untuk membayar minuman mereka. Lalu Ken melambaikan tangan pada Haris, Sambil melangkah ke keluar.

" Ken....Ken ...kau tidak berubah sama sekali. Pantas jika kau sampai dijodohkan. Karna kau terlalu dingin seperti patung Liberty," kata Haris tersenyum.

Sedangkan Ken yang ingin pulang. Tidak sengaja menabrak seseorang. Ketika keluar dari pintu cafe

Brug.......

" Aish....matanya kemana sih !!" kata gadis itu kaget Ketika seorang pria tinggi besar menabraknya

" Maaf....saya tidak sengaja," kata Ken meminta maaf kepada gadis yang ia tabrak

" Sya ...kamu ngak apa apa?" kata sang teman mendekatinya

" Sekali lagi saya minta maaf, apa ada yang sakit? tanya Ken menatap kedua gadis itu Karna tadi ia sambil menelpon seseorang. Jadi tidak fokus melihat ke depan.

" Ngak apa apa mas, lain kali lihat jalan," kata Mini menarik tangan Syara untuk masuk cafe. Sehingga Ken hanya terdiam melihat kedua gadis itu melewatinya.

" Huh....gadis gadis aneh. Orang minta maaf tidak di jawab. Main pergi saja ," kata Ken menggelengkan kepalanya. Lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil.

.

Terpopuler

Comments

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Wah calon jodoh bertemu tanpa tahu 1 sama lain
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?

2025-08-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!