bab Lima

"Hay, baru habis latihan ya?"tanya Bianca dengan sedikit kikuk tersenyum lebar.

"menurut Lo?"tanya Edgar dingin, dengan berjongkok memasukan peralatan nya.

"nih, air buat Lo"Bianca menyelipkan rambut di telinganya tersenyum lebar.

Edgar hanya menatap air yang di berikan oleh Bianca, pemuda itu berdiri beralih menatap wajah Bianca datar.kemudian menarik napasnya

"Gue gak butuh," kata Edgar dengan nada dingin, kemudian berbalik.

"Boleh ikut gak?" tanya Bianca dengan nada penasaran.

"Eh, neng cantik, Lo kalo ikut kita, Lo mau lihat kita ganti baju?" tanya Samudra sambil menggelengkan kepalanya, tersenyum nakal.

Bianca merasa malu dan tersenyum kikuk, meraba lehernya. "O-oh, kirain kalian mau ke mana," ujar Bianca, mencoba untuk menutupi rasa malunya.

"Kalo Lo mau ikut, ayok. Kebetulan di sini ada cewek," ujar Velix sambil melirik ke arah Kelvin yang sedang memasukkan bajunya.

"Enak aja Lo, kalo monyong, ganteng gini mirip Lin Yi. Gini-gini wakil ketua OSIS, kebanggaan sekolah," ujar Kelvin dengan bangga, menepuk dadanya.

"Dih, Lo aja kalo sama Varsya, cayang hiks hiks cakyit," ledek Velix, sambil tertawa dan menggoda Kelvin. Namun, Kelvin tidak bisa menahan diri lagi dan langsung memberikan tamparan maut kepada Velix.

"Cabut," ajak Edgar tanpa menghiraukan Bianca yang masih berdiri di sana.

"Bye, Bye, pulang sono tuh Victoria udah nungguin Lo," ujar Samuel sambil melambaikan tangan.

"Nih, gue titip ini untuk Varsya," ujar Kelvin sambil memberikan coklat kepada Velix untuk disampaikan kepada adiknya.

"Woy, gue kan udah bilang stop kasih adek gue coklat," ujar Velix, menatap Kelvin dengan tajam, tidak suka dengan permintaan Kelvin. "Lo mau bikin Varsya manja, ya?" tambahnya dengan nada tidak setuju.

"Diam Lo, ayok udah di tinggal nih kita," ujar Kelvin sambil merangkul pundak Velix, menariknya untuk pergi.

"Ca!!" panggil Victoria, Almira, dan Varsya yang tiba-tiba muncul di depan mereka.

"Sok, ganteng banget sih jadi cowok," gerutu Bianca, membuang botol air yang dipegangnya dengan frustrasi.

"Eh, ngapain Lo esmosis, Lo masih waras?" tanya Almira sambil mengambil kembali botol air yang dibuang Bianca, tersenyum geli.

"Gue kurang apa coba, montok iya, cantik iya, gemoy iya, gue juga gak tepos-tepos amat, gue standar sedang gitu," ujar Bianca kesal, gadis itu merasa bahwa dirinya sudah cantik tidak ada yang kurang dari nya.

"Udah, nanti di kira Lo gila entar," ujar Victoria dengan nada menenangkan.

"Iya ih, entar kita bantu deh," ujar Varsya dengan senyum.

"Gak, gue gak mau dibantu, gue yakin tu laki sok ganteng itu butuh yang lebih wow lagi," ujar Bianca dengan nada yakin, merasa bahwa dia perlu melakukan sesuatu untuk menarik perhatian cowok yang disukainya. "gue harus dapatin hati dia dengan cara gue sendiri " tambahnya dengan tekad.

"Iya iya ayok ke kelas," ajak Victoria sambil tersenyum.

"Let's go girls!!" teriak Bianca dengan gaya tengilnya, mengangkat tangan ke atas dan berlari menuju kelas dengan langkah yang ceria.

Varsya dan Almira tertawa dan mengikuti Bianca, berlari bersama-sama menuju kelas dengan semangat.

"mau heran tapi ini Bianca " ujar Almira sambil tertawa.

"yuhuuuu, spadaaa!!" jawab Bianca dengan melambaikan tangan untuk menyapa murid murid yang berda di dalam kelas

Brukk

"auhh, oh my God!!"pekik Bianca karena baju nya tertumpah saus

Terpopuler

Comments

Nurul An-nisa

Nurul An-nisa

Garing Bi plis nggak gitu caranya,

2025-08-26

0

chelsea~♡

chelsea~♡

hai,genteng jangan terlalu dingin yah

2025-08-15

0

CumaHalu

CumaHalu

Makanya tanya dulu mau kemana, jangan sembarang ikut aja/Facepalm/

2025-08-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!