bab tiga

"Masuk sekarang!!"

Ke empat gadis itu masuk ke dalam kelas tanpa rasa bersalah sedikitpun, bagimana ibu Yayuk tidak marah . pasalnya,ini sudah jam setengah sembilan

"KALIAN INI, APAKAH SUDAH BOSAN BERSEKOLAH DI SINI,DARI MANA SAJA KALIAN?!"omel ibu Yayuk menatap ke empatnya tajam

"Pak, satpam gak mau bukain pintu gerbang"ujar Bianca membela diri, tetapi menyudutkan satpam

"Iya Bu, habis itu kita di hukum, capek tau"ujar Victoria dengan wajah penuh dengan tipu dayanya

"Hu'um, Bu btw ada om om tampan Lo tadi"ujar Almaira malah memperkenalkan Samuel

"I_

"SAYA, TIDAK SURUH KALIAN UNTUK MENJAWAB SAYA, URUSAN KAMU KETEMU SAMA DUDA KE, WARIA KE,ITU TERSERAH KAMU,KALO SATPAM SUDAH TUTUP GERBANG BERARTI KALIAN SUDAH TERLAMBAT!!"OMEL Ibu Yayuk menatap mereka dengan tak habis pikir

Ibu Yayuk menghela napas, tidak percaya bahwa keempat gadis itu masih berani membuat alasan dan bercanda di dalam kelas.

"Sudah terlambat, dan sekarang kalian masih berani berbicara tentang om-om tampan?! Kalian harusnya fokus pada pelajaran, bukan pada mencari perhatian laki-laki!" katanya dengan nada yang tegas.

Varsya mencoba menjelaskan lagi, "Kita udah dihukum kok Bu, sama wakil ketua osis. Kita disuruh putar lapangan ." Namun, Ibu Yayuk tidak terpengaruh oleh alasan mereka.

"Kalian harusnya datang lebih awal, bukan malah membuat alasan dan menghamburkan waktu kelas. Sekarang, kalian semua harus membuat surat pernyataan tidak akan terlambat lagi. Dan jika kalian masih terlambat lagi, maka akan ada konsekuensi yang lebih berat!" tegas Ibu Yayuk.

Keempat gadis itu mengangguk serempak, menunjukkan bahwa mereka mengerti dan akan mematuhi perintah Ibu Yayuk.

"Iya Bu, kami paham," kata mereka hampir serentak.

Ibu Yayuk memandang mereka dengan mata yang masih tajam, tapi sedikit lebih lega karena mereka tampaknya sudah mengerti.

"Baik, sekarang kalian semua duduk di tempat masing-masing dan catat materi pelajaran hari ini. Jangan membuat keributan lagi!" perintahnya.

Keempat gadis itu kemudian duduk di tempat masing-masing, membuka buku catatan dan siap untuk mencatat materi pelajaran.

*****

Sedangkan di kelas IPA satu, ke lima pemuda tengah berdiskusi tentang memilih ketua basket baru karena ketua basket mereka sudah pindah. "Bos, Lo mau gak?" tanya Kelvin kepada Edgar.

Samudra menambahkan, "Iya, bos, kita butuh ketua yang bisa Kita percaya "

"Hmm."Edgar hanya berdehem dengan wajah datarnya

"Artinya iya, gak bos?"tanya velix memastikan

"Iya."ujar Edgar singkat

Samudra tersenyum lega, "Yes, akhirnya kita punya ketua baru!!"

Kelvin dan velix mengangguk setuju,"kita latihan sehabis istirahat " katanya dengan semangat.

Edgar kemudian memandang teman-temannya dengan mata yang tajam, "Oke, kita mulai dengan membuat strategi dan rencana latihan yang baik. Kita harus bekerja sama jika ingin mencapai tujuan kita."

Samudra, Kelvin, dan velix mengangguk setuju, "Kita siap,!"

"Lo udah dapat informasi nya?"tanya Edgar tiba tiba, menatap samudra

"Belum bos, tapi gue bakalan bantu Lo, gue janji"ujar samudra

"Ingat tujuan gue pindah ke sini,"ujar Edgar datar, mereka menganggukkan kepala, memahami kenapa ketua mereka pindah

"Sebentar malam, gue dapet informasi mereka balapan di jalan xx"ujar Kelvin

"ADA APA INI?!, KENAPA KALIAN MALAH BERKUMPUL SEPERTI IBU IBU YANG SEDANG NGERUMPI!!"omel pak Rafael yg baru saja memasuki kelas

"Kepo benar,pak"ujar velix, sambil berjalan ke mejanya

"ngejawab saya kamu ?"tanya pak Rafael

"Gak,pak"Jawab velix tanpa Beben

"Samudra Arkana, pindah ke depan "ujar ujar pak Rafael

"Eh,pak jangan gitu dong pak "protes Kelvin yang tidak mau samudra pindah

"Diam kamu, berani ngatur saya ?" Kelvin menggelengkan kepalanya

"Kamu anak baru,maju dan perkenalan nama"ujar nya menatap Edgar

"Edgar "ujarnya singkat

"Saya suruh kamu maju"

"Uda lah pak, kasian tdi pagi habis di tempelin cewek jadi jadian "ujar velix, pastinya pak Rafael sudah tau siapa cewek itu yang tak lain Bianca cewek berwatak cowok

"Yah sudah,sekarang buka buku halaman 34"ujar pak Rafael

Semuanya membuka buku halaman 34. "Siap, pak,"

Pak Rafael memulai pelajaran, "Hari ini kita akan membahas tentang...". Edgar memperhatikan dengan seksama.

Terpopuler

Comments

Muffin🧚🏻‍♀️

Muffin🧚🏻‍♀️

Kelasnya berisik kwkw jadi kangen sekolah huhu. Sedikit saran kak next buat oenutup bab ditambhkan nrasi sedikit atau biat clifhanger biar nggak langsung putus gt hehe saran aja sbg pembaca 🙏🏻

2025-08-15

2

mama Al

mama Al

yah Bu kalau murid pada bosan sekolah sepi kelasnya nanti. kan ibu juga yang pusing enggak ada murid.

2025-08-18

0

Anyelir

Anyelir

astagfirullah, padahal muridnya berbagi info loh
mungkin aja gurunya berminat, wkwkwk

2025-08-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!