Kalian lagi, kalian lagi"suara bariton dari belakangnya membuat gadis itu berhenti dan berbalik
"Eh, si waktos tampan"ujar keempatnya dengan tersenyum manis dan lebar
"Turun "ujar remaja yang merupakan wakil ketua osis, tetapi matanya menatap tajam ke arah varsya sekarang
"Sayang ka_
Bugh
Tampah, berbicara lagi Bianca gadis itu langsung melompat dari tembok, tapi kali ini bukan kemauannya tetapi,karna terlalu terpesona dengan seseorang dari balik koridor
"Bianca,mau mati Lo ha?!"kesal Viktoria kemudian ikut melompat
"Woy, perempuan gila,ada tangga ngapain Lo ikutan lompat?!"tanya Almaira kesal, sambil menggelengkan kepalanya
"Lo,gak ngasih tau s_
"Ganteng banget gila!!"pekik Bianca tiba tiba, yang tadinya menganga sekarang berpekik
"Mana mana,ca?"tanya Victoria penasaran, melihat ke arah yang di lihat oleh Bianca tetapi tidak menemukan siapapun
"Woy,Lo pada dengerin kita gak!!"kesal Kelvin si wali ketua osis
"Sura,Lo cempreng banget sih, jadi waria!!"kesal varsya tanpa sengaja membentak Kelvin
"Kamu bentak aku?"tanya Kelvin yang mulai tidak profesional lagi
"Gak kok, cuman refleks tadi"ujar varsya panik mengusap bahu Kelvin
Bianca berlari dengan cepat, diikuti oleh teman-temannya yang penasaran. "Woy, Bianca, ?" teriak Viktoria sambil berlari mengejarnya.
"Lo lihat apa sih?" tanya Almira, yang juga ikut berlari.
Ketika mereka mendekati tempat yang dilihat Bianca, mereka melihat seorang pria tampan dengan senyum yang menawan. "Itu, itu siapa?" tanya Victoria, yang langsung terpesona oleh penampilan pria itu.
Cowok itu melihat ke arah mereka dengan tatapan datar mata elang cowok membuat Bianca semakin terpesona.
"Lo suka,ca?" tanya Almira lagi, sambil menatap pria itu dengan penasaran.
"Cinta pandang pertama ini mah"ujar varsya yang melihat raut wajah Bianca
Namun, sebelum mereka bisa mendekatinya, Kelvin si Wakil Ketua OSIS memanggil mereka. "Woy, kalian! Kembali ke sini!" teriaknya, sambil menggelengkan kepalanya.
"Apaan sih "kesal Victoria menatap tajam ke arah Kelvin
Kemudian mereka berlari memasuki sekolah, Kelvin hendak mengejar tetapi sudah mendapatkan lirikan membahana yang mungkin mengancam hubungan mereka
"Diam,atau kita putus?"kata Varsya pelan tidak mengeluarkan suara tetapi Kelvin tau apa yang di maksudkan pacarnya
Kelvin langsung berhenti di tempatnya, matanya terpaku pada Varsya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Dia tahu bahwa Varsya tidak main-main dengan ancamannya, dan dia tidak ingin kehilangan pacarnya.
Dengan napas yang terengah-engah, Kelvin mengangguk pelan, menunjukkan bahwa dia akan mematuhi keinginan Varsya. Varsya kemudian memalingkan wajahnya, tidak lagi menatap Kelvin.
"Hay,siapa nama lo"tanya Bianca yang tiba-tiba sok asikk
Tetapi pemuda itu tidak menjawabnya dan terus berjalan, varsya, Viktoria dan Almaira terlihat Senggol menyenggol sekarang melihat kelakuan temanya yang terlihat sok asik
"Kok,gak di jawab sih?"tanya varsya yang terus menyeimbangi langkah pemuda itu, padahal Bianca sudah kesal sekarang tetapi harus menetralkan wajahnya agar terlihat tidak kesal
"Lihat tu teman Lo"bisik Almaira
"Teman Lo,juga"bisik, varsya dan Victoria memukul lengan Almaira
"Sakit nyet"kesal Almira lalu mengelus lengannya yang panas akibat varsya memukulnya
Tiba tiba, pemuda itu menarik Bianca sehingga Bianca langsung membentur lengan pemuda itu
"Jalan itu lihat pake mata"ujar pemuda itu tiba tiba, suaranya yang berat membuat seseorang Bianca terpanah
"Ed,dari mana saja kamu Daddy sudah menunggu dari tadi"ujar seorang pria matang yang tak kalah tampan
"Arkk,om ,om ganteng banget"ujar Almira tiba tiba
"Kalian ini?"tanya pria itu menatap empat gadis itu satu persatu
"kenalin Aku Almira,calon istri om"ujar Almira membuat ketiga gadis itu menoleh ke arahnya
"Ada ada saja kamu ini"pria itu menggelengkan kepalanya menatap Almira memberikan senyuman manis
"Kalian tau kelas,dua belas IPA satu?"lanjutkan keempat gadis itu menggelengkan kepala
"Itu kelas sebelah kelas kita om"Jawab Viktoria
"Kebetulan Edgar, masuk kelas itu"ujar pria itu tersenyum
"Om,gak usah senyum om,btw 80 berapa namanya siapa om"tanya Almira yang sudah ke habisan kewarasannya
"Sama saya Samuel Grissham,kalo 08 berapa ini" ujar Samuel memberikan sebuah kartu kepada Almaira, dengan cepat gadis itu mengambilnya
Sementara Bianca gadis itu dari tadi tak menjawab karna melihat garis wajah sempurna yang di miliki pemuda di sampingnya, kebetulan tangan Edgar belum melepaskan tangannya
"Mau kamu pegang sampai kapan Ed?"tanya Samuel kepada putranya
Edgar, langsung melepaskan tangan Bianca dengan cepat,melap lap tangan dengan tisu
"Kamu, masuk sama mereka, Daddy masih ada pekerjaan di kantor,om pamit ya"ujar Samuel Edgar langsung menyalimi tangannya,di ikuti empat gadis itu
Setelah Samuel pergi, Edgar lebih dulu melangkahkan kakinya memasuki kelas,dan satu kerucut mengikutinya tiga ekor milik kerucut itu pun juga mengikuti mereka
"Lo, masuk kelas kita aja"tawar Bianca, tetapi Edgar tidak menjawab kemudian menyelonong masuk ke dalam kelasnya
"Gue suka, yang menantang seperti itu"ujar Bianca tersenyum tengil
"Gue dapet nomor bapaknya"ujar Almira
"Gila, giliran lihat orang ganteng aja matanya langsung terbuka lebar"ujar Victoria kepada kedua temannya
"Sudahlah, jangan hiraukan setan yang terkutuk ini"ujar varsya
"Sudah jam berapa ini kalian ?"tanya Seorang guru berkacamata sambil memegangi mistar panjang berwarna coklat keramat
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Dewi Payang
Nah, pukulan mistar siap mendarat pada 4 sekawan🤭
2025-08-14
0
@dadan_kusuma89
Hayuh-hayuh..... siap-siap aja kalian di hukum.
Kalau di jaman belum ada Sosmed udah di gebuk pake mistar itu😀
2025-08-14
0
Sarifah Aini
Wah, cowoknya muncul tiba-tiba gitu, langsung bikin semua cewek terpukau... 🤓
2025-08-14
0