BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA

Aku langsung meminta supir taksi untuk mengantarkan aku ke rumah orangtuaku, karena aku akan menyimpan barang-barangku di sana.

Besok sore Luis sudah bisa pulang kembali ke rumah.

Aku bersyukur karena keadaan anakku akhirnya mulai pulih, dengan begitu aku sudah bisa mulai fokus mencari pekerjaan.

Sesampainya di rumah orang tuaku, aku melihat toko sembako ayah sedang sangat ramai, karena memang ayah membuka toko sembako di sebelah rumah.

Rumah kami sangat sederhana dan juga sangat teduh, karena di situ ada pohon rambutan, pohon mangga dan juga pohon alpukat dan juga banyak bunga-bunga yang ibuku tanam, membuat udara sekitar rumah kami menjadi sangat sejuk.

Aku segera menyuruh supir taksi berhenti, lalu membantuku menurunkan barang-barang, lalu dia pun pergi setelah aku memberikan bayaran.

Aku segera masuk ke dalam pekarangan rumahku.

Laras, adik kandungku kaget karena melihat kedatanganku dengan membawa banyak barang.

“Kak Kirana,"

dia lalu mencium punggung tanganku dan memelukku.

“Kak, kenapa kakak bisa datang dengan membawa koper? ada apa sebenarnya? Lalu di mana Luis, kak?” tanyanya tanpa henti.

“Laras, bisakah kamu bantu kakak bawa barang-barang ini masuk? nanti sampai di dalam baru kakak akan ceritakan semuanya sama kalian ya.” ucapku yang kesulitan membawa barang- barangku.

Akhirnya Laras pun membantuku membawa koper-koper ke dalam rumah seraya memanggil ibu yang mungkin sedang ada di dapur.

“Ibu, Kak Kirana ada datang?” teriak adikku ketika masuk dalam rumah.

“Husss...kamu jangan teriak-teriak begitu laras! pergi panggil ibu di dapur sana. lalu kenapa kamu tidak ke sekolah?” tanyaku padanya.

“Aku kan udah habis ujian kak, tinggal tunggu ijazah keluar aja. Tunggu ya aku panggil ibu dulu di belakang.”

Tidak berapa lama kemudian, ibuku datang dan beliau sangat kaget saat melihatku datang dengan koper yang banyak.

“Nak, kamu kenapa datang dengan koper banyak begini? apa ada masalah antara kamu dengan David, nak?” tanya ibuku.

“Maafkan aku bu, mas David sudah menalakku dan mengusir aku dan Luis dari rumah itu.” ucapku sambil terisak.

“Menalak dan mengusir? Ya Tuhan, tega sekali David melakukan itu padamu, nak! lalu di mana Luis sekarang?” tanyanya lagi.

“Luis masuk rumah sakit, buk! dia terkena penyakit types. Tapi, besok sore dia sudah boleh pulang.”

“Aku harus kembali ke rumah sakit, bu! karena Luis aku tinggal bersama bik Imah. Dan untuk sementara barang-barangku aku titip di sini dulu ya, buk?” pintaku pada ibu.

“Nak, jangan bilang titip, Ini juga rumahmu, nak. Jadi kamu akan kembali tinggal bersama Ayah, Ibu, dan juga Laras.” Tegas ibu.

“Laras, temani kakakmu ke rumah sakit untuk menjaga Luis, dan ibu akan bicara dengan ayah. Sebentar setelah menutup toko, kami akan menyusul kalian ke rumah sakit.” Terang ibu.

Aku pun setuju, lalu bergegas menelepon taksi online.

Setelah taksi itu datang, Aku dan Laras langsung pergi ke rumah sakit.

***

Kami pun segera menyelesaikan makan kami dan setelah itu kembali ke rumah masing-masing.

Pak faisal memberikan aku kartu namanya, dia bilang jika aku butuh sesuatu, aku bisa segera menghubunginya. Kami akan bertemu kembali di pengadilan agama pada hari jumat jam 8 pagi.

Dan mas agung pun mengantarkan aku sampai di depan rumah, setelah itu dia langsung pamit karena ada panggilan dari rumah sakit.

***

Sampai di Rumah Sakit ternyata ada asisten suamiku yang datang untuk mengantarkan surat cerai dari pengadilan negeri, dan juga cek untuk pelunasan biaya rumah sakit anakku.

“Selamat siang ibu Kirana.” Sapa asisten suamiku itu.

“iya, siang pak Andre. Ada perlu apa ya bapak datang ke sini?” tanyaku padanya.

“Saya mau mengantarkan surat dari pengadilan dan juga cek untuk biaya rumah sakit tuan Luis, bu kirana.”

Aku tidak menyangka kalau begitu cepatnya mas David mengurus perceraian kami.

Sebegitu tidak berartinya aku di matanya, aku merasakan sakit yang teramat dalam di hati ini.

Aku tidak akan membalasnya, aku akan biarkan karma yang bertindak.

“Oke, makasih pak Andre. Kalau begitu saya ambil uangnya ya, pak.” Ucapku Padanya.

Aku pun mengambil surat cerai dan cek itu dari tangannya, Lalu dia pun segera pamit untuk kembali ke kantor.

Aku juga menyuruh bik Imah untuk pulang dan berpesan untuk tidak lagi mengantarkan makan lagi kepada kami, karena semuanya akan diurus oleh orangtuaku.

Bik Imah memelukku dengan sangat kuat dan aku pun membalas pelukannya.

Lalu dia pun segera pamit, dan aku pun memberikan sedikit uang untuk pegangannya.

***

Karena bik Imah sudah tidak lagi mengantarkan makan siang untuk kami.

Maka, aku pun bergegas ke kantin rumah sakit membeli nasi untukku dan juga Laras, juga roti dan buah untuk Luis.

Sampai di dalam kamar, aku melihat Laras sedang mengobrol dengan Luis, anakku.

“Sayang, kamu sudah bangun?” tanyaku sambil mencium pipi gembul anakku itu.

“sudah mama, aku lapar.” Jawabnya

Aku melihat bubur dari rumah sakit yang masih panas, Ini pasti baru diantarkan oleh perawat.

“Sayang, kamu makan dulu bubur ini ya? nanti baru mama berikan roti dan buah untukmu.” ucapku dengan tegas kepadanya.

Luis pun menganggukkan kepalanya, dan aku pun menyuapkan bubur untuknya.

“Ras, kamu bisa makan duluan. Itu di dalam kantong plastik kakak ada belikan kamu nasi, kakak bantu Luis makan dulu sampai selesai, baru kakak makan.”

“Kak, biar kita makan sama-sama ya. Aku malas kalau makan sendirian, biar aku tunggu sampai keponakanku yang ganteng ini makan habis.”

Jawabnya sambil mencubit pipi Luis sehingga dia pun tertawa.

Dan setelah Luis makan lalu minum obat dan tertidur.

Aku dan Laras pun segera makan siang, Karena memang kami berdua sudah sangat lapar.

***

Malam itu Ayah dan Ibuku datang ke rumah sakit membawakan makanan untuk kami semua.

“Selamat malam cucuku yang ganteng, Eyang putri dan Eyang kakung sangat merindukanmu, sayang.”

Ucap ibuku sambil memeluk dan mencium Luis, begitupun dengan ayahku.

“Gimana keadaannya Luis, Kirana?” tanya ayahku.

“Udah agak baikan, besok sore dia sudah bisa keluar dari rumah sakit."

“Kurang ajar sekali si David itu! mentang-mentang dia sudah berhasil dan jadi kaya, dia menjadi sombong.!!"

Ucap Ayahku dengan wajah marah.

“Sudahlah Ayah, aku gak apa-apa kok. Mungkin ini sudah menjadi takdir hidupku, jadi aku mohon pada Ayah dan Ibu tolong terima aku dan Luis kembali ke rumah kalian.”

“Tentu saja Kirana, kalian bisa kembali kapan pun. Itu juga rumahmu, nak! Aku tidak mau anak dan cucuku menderita, Aku masih bisa menghidupi kalian semua.” Jelas ayah

“Ayah, tidak usah khawatir, setelah Luis keluar dari rumah sakit, aku akan kembali bekerja.”

Ayah pun setuju sekali kalau aku kembali bekerja, untuk membuktikan ke mereka kalau aku bisa sukses tanpa mas David.

Di saat kami sedang bercengkrama, datanglah dokter Agung untuk melihat kondisi Luis.

“Selamat malam, bagaimana keadaan jagoan kecil ini?” tanyanya pada kami semua.

“Dia sudah agak baikan, dok.” Jawabku

Mas Agung pun segera memeriksa Luis dan berkata kepada kami bahwa besok sore, Luis sudah bisa pulang ke rumah.

Ayah, Ibu dan juga Laras terpana melihat kedatangan dokter yang sangat tampan ini.

“Pakde, Bude, Laras bagaimana keadaan kalian? Sehat kan?”

Tanya Mas Agung sambil mencium tangan ayah dan ibuku.

“Kami baik, nak. Tapi kamu siapa ya?” tanya Ibuku kepada mas Agung.

“Ayah, Ibu ini mas agung. Agung Baskara, teman kecilku dulu.” Jelasku pada mereka.

“Ya Allah, kamu Agung yang dulu kan? Yang gendut-gendut itu. Tapi sekarang lihat, pak. Dia sangat tampan, tinggi, dan putih mana seorang dokter lagi. Hebatnya kamu, nak.”

Ucap Ibuku kepada kami semua dengan terus melihat mas Agung dengan penuh kekaguman.

Mas Agung pun hanya tersenyum karena dipuji seperti itu.

Lalu ibu pun mengajak mas Agung untuk makan bersama-sama dengan kami apalagi ibu membawa makanan cukup banyak malam ini.

Saat kami sedang makan, tiba-tiba ibu mertua dan Tina, perempuan pelakor itu datang ke ruangan anakku dirawat.

“Selamat malam...”

***BERSAMBUNG***

Episodes
1 BAB 1. PROLOG
2 BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3 BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4 BAB 4. PINDAH RUMAH
5 BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6 BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7 BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8 BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9 BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10 BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11 BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12 BAB 12. KEINGINAN LUIS
13 BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14 BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15 BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16 BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17 BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18 BAB 18. PENYESALAN DAVID
19 BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20 BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21 BAB 21. MASA LALU TINA
22 BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23 BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24 BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25 BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26 BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27 BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28 BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29 BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30 BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31 BAB 31. MENEMUI TINA
32 BAB 32. KEJUJURAN TINA
33 BAB 33. TINA HAMIL
34 BAB 34. JOGJAKARTA
35 BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36 BAB 36. BIBIT PELAKOR
37 BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38 BAB 38. KIRANA SAKIT
39 BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40 BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41 BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42 BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43 BAB 43. RENCANA JAHAT
44 BAB 44. TERBONGKAR
45 BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46 BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47 BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48 BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49 BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50 BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51 BAB 51.
52 BAB 52. PINDAH KE MANSION
53 BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54 BAB 54. KEGUGURAN
55 BAB 55. KESEDIHAN TINA
56 BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57 BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58 BAB 58. KIRANA HAMIL
59 BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60 BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61 BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62 BAB 62. TINA DEPRESI
63 BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64 BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65 BAB 65. TALAK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
BAB 1. PROLOG
2
BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3
BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4
BAB 4. PINDAH RUMAH
5
BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6
BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7
BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8
BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9
BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10
BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11
BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12
BAB 12. KEINGINAN LUIS
13
BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14
BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15
BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16
BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17
BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18
BAB 18. PENYESALAN DAVID
19
BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20
BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21
BAB 21. MASA LALU TINA
22
BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23
BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24
BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25
BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26
BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27
BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28
BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29
BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30
BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31
BAB 31. MENEMUI TINA
32
BAB 32. KEJUJURAN TINA
33
BAB 33. TINA HAMIL
34
BAB 34. JOGJAKARTA
35
BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36
BAB 36. BIBIT PELAKOR
37
BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38
BAB 38. KIRANA SAKIT
39
BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40
BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41
BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42
BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43
BAB 43. RENCANA JAHAT
44
BAB 44. TERBONGKAR
45
BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46
BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47
BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48
BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49
BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50
BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51
BAB 51.
52
BAB 52. PINDAH KE MANSION
53
BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54
BAB 54. KEGUGURAN
55
BAB 55. KESEDIHAN TINA
56
BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57
BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58
BAB 58. KIRANA HAMIL
59
BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60
BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61
BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62
BAB 62. TINA DEPRESI
63
BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64
BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65
BAB 65. TALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!