Kesetiaan Dibalas Pengkhianatan

Kesetiaan Dibalas Pengkhianatan

BAB 1. PROLOG

"Noda apa ini, seperti bekas lipstik?”

Saat aku akan memindahkan baju-baju kotor ke dalam ember dan memberikan kepada Bik Imah untuk dicuci aku menemukan noda bekas lipstik di baju suamiku. Aku merasa curiga dan akhirnya aku memutuskan pergi ke perusahaan mas David untuk menanyakannya.

Aku segera bersiap dan meminta bang Ujang untuk mengantarkan aku ke perusahaan mas David.

Setelah sampai di sana aku segera naik ke lantai di mana ruangan suamiku berada. Tapi di depan ruangan suamiku aku tidak melihat sekretarisnya itu akhirnya tanpa mengetuk pintu aku segera membukanya dan ternyata apa yang kulihat sangat menyakiti hatiku.

“MAS...!! apa yang kamu lakukan? Dan siapa wanita ini?” aku menunjuk wajah perempuan itu.

aku mendapati mereka berdua sedang asyik bercumbu mesra, bahkan suamiku mulai menjalarkan tangannya di badan perempuan itu.

“Kamu menjijikkan mas,,,bisa-bisanya kamu melakukan ini semua di belakangku?"

aku meneteskan air mata di depan suamiku dan perempuan itu menatapku dengan sinis.

“Hmmm...Tina kamu bisa keluar dulu dari ruanganku?"

Mas David menyuruh wanita itu untuk keluar dari ruangannya. Wanita itu pun segera keluar sambil tersenyum sinis padaku.

“Siapa dia mas? Bisa-bisanya kamu bermesraan dengan perempuan jalang itu...!!"

“Cukup Kirana, dia bukan perempuan seperti itu dan dia mempunyai nama, namanya Tina dan dia adalah sekretarisku.”

“Perempuan baik-baik tidak akan merayu suami orang mas, hanya PELACUR sajalah yang tega berbuat seperti itu?” jawabku lagi, dan

“PLAAKKK”

Aku kaget mas David tega sekali menamparku dengan sangat keras. Rasa panas menjalar di pipiku ini, bukan hanya rasa panas tapi juga rasa sakit hati yang begitu dalam.

“Harusnya kamu sadar diri Kirana! semenjak kamu melahirkan, kamu tidak pernah memperhatikan aku. Kamu hanya memperhatikan anakmu itu wajar kalau aku mencari pelampiasan di luar.”

Mas david bukannya meminta maaf malah menyalahkanku seperti ini.

“Anak kita mas, Luis bukan hanya anakku saja tapi anakmu juga. Aku heran sekali kamu bisa cemburu dengan anakmu sendiri?”

Aku merasa tidak masuk akal dengan kelakuan mas david ini.

“Lebih baik kamu keluar dari ruanganku ini, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu lagi. Kita akan membahasnya lagi di rumah.” ucap mas david dengan tegas

Tanpa banyak bertanya aku segera keluar dan membanting pintu dengan sangat keras, tidak terasa air mata menetes di pipiku.

Aku pun terus terjatuh di depan ruangan suamiku, aku merasa kakiku sudah tidak bisa dipakai untuk berdiri lagi.

“Hahaha...kasihan kamu Kirana!!” Aku melihat ke arah suara itu. Ternyata perempuan jalang itu sudah berdiri di depanku sambil menertawakanku.

Lalu dia pun berjongkok dan mencengkram daguku “ini belum seberapa sayang? Kamu akan merasakan yang lebih parah dari ini. Aku akan merebut mas David darimu dan membuat kamu dan anakmu diusir dari rumahmu yang besar itu.”

Lalu dia pun melepaskan daguku dengan sangat kasar dan kembali masuk ke ruangan suamiku.

Aku seperti orang bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa. Aku pun memaksakan kakiku untuk berdiri dan segera pergi dari perusahaan mas david.

Aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu menghancurkan keluargaku. Aku akan mempertahankannya sebisa mungkin, aku tidak mau rumah tangga yang sudah terjalin selama 5 tahun harus kandas hanya karena orang ketiga.

Aku pun segera memesan taksi dan pulang ke rumah. Karena memang tadi aku menyuruh mang ujang untuk pulang karena aku berpikir akan lama di kantor mas david.

Ketika sampai di rumah tiba-tiba bik imah mendekatiku dan berkata, “Non, den Luis sepertinya sakit, karena badan den Luis sangat panas.”

Aku pun segera berlari ke kamar anakku, dan aku melihat Luis sedang berbaring di tempat tidur dan wajahnya sangat pucat.

Aku sangat ketakutan, aku takut terjadi apa-apa dengan anakku itu. Aku pun segera membereskan beberapa pakaian Luis, dan memanggil bang Ujang untuk mengantarkan kami ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit mereka langsung membawanya ke UGD dan segera memeriksanya.

Ternyata anakku terkena penyakit tipes dan harus segera dirawat secara insentif di rumah sakit.

Lalu Aku pun memesan kamar kelas 1 untuk perawatan anakku.

Dokter berpesan bahwa anakku tidak boleh kecapean dan tidak boleh makan-makanan yang pedas karena akan membawa dampak buruk untuk kesehatan ususnya, dan dia pun hanya boleh makan bubur ataupun makanan ringan seperti roti dan buah.

Aku pun mengucapkan terima kasih pada dokter tampan itu.

Setelah dokter itu keluar aku pun baru ingat bahwa aku belum memberitahukan kepada mas David kalau anaknya sedang dirawat di rumah sakit.

Aku pun segera meneleponnya “TUT...TUT...TUT...” tapi tidak diangkat.

Aku pun segera meneleponnya lagi “TUT...TUT...TUT...” pada deringan ketiga barulah teleponku diangkat.

“Hallo...” aku mendengar suara perempuan yang mengangkat telepon suamiku, aku sudah dapat memastikan bahwa itu adalah Tina, karena aku ingat suara perempuan jalang itu.

Tanpa banyak basa-basi aku lanģsung berbicara pada intinya “di mana suamiku, aku ingin berbicara dengannya?”

“Ada perlu apa? Kalau ada yang penting sampaikan saja padaku, karena mas David sedang tidur. Dia kecapean akibat pergulatan panas tadi.”

Aku kaget mendengar perkataannya itu. Perempuan ini benar-benar tidak tau malu, dia bisa menceritakan hal yang tidak pantas itu dengan aku istri sahnya mas David.

Aku pun segera mematikan sambungan telepon itu, karena aku merasa jijik dengan tingkah laku mereka berdua.

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak menelepon mas David lagi. Biarkan dia sendiri yang menghubungiku kalau memang dia rasa aku penting untuknya.

Aku pun tetap duduk menjaga anakku di samping tempat tidurnya. Dan aku merasa lapar sekali, tadi siang aku tidak sempat makan karena terburu-buru mengantar luis ke rumah sakit.

tapi siapa yang akan menjaga anakku kalau aku keluar mencari makan. Apalagi sekarang sudah jam 8 malam.

“Ma.....” tiba-tiba anakku memanggilku dan ternyata dia sudah bangun.

Dan aku segera memegang dahinya, dan syukurlah ternyata panasnya sudah turun. Karena memang tadi dokter memberikan obat penurun panas.

“Papa mana, ma? apakah papa tidak menyayangiku ma? kenapa papa tidak pernah perhatian pada Luis?” tanyanya dengan mata yang berkaca- kaca.

Aku bingung harus menjawab apa, karena memang selama ini mas David tidak terlalu memperhatikan Luis, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia berbuat seolah-olah Luis bukan darah dagingnya.

“Papa masih sibuk sayang, papa bilang kalau pekerjaannya sudah selesai, dia akan segera ke sini untuk menengok kamu sayang.” Jawabku dengan tersenyum.

Aku tidak ingin mengatakan kalau papanya sedang sibuk dengan perempuan lain. Aku tidak ingin membuat kesan buruk Luis untuk papanya.

Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu, dan ternyata bik Imah yang datang.

Dia membawakan makanan dan bubur untukku dan Luis dan juga membawa beberapa baju dan perlengkapan mandiku.

Bik Imah sudah bekerja lama denganku, jadi aku sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri.

“Makasih banyak ya bik, kebetulan memang aku sudah sangat lapar sekali. Bibi dengan siapa ke sini?”

“Bibi dengan mang ujang, non. Mang Ujang ada menunggu bibi di parkiran.” Jawab bik imah.

“Apa bapak sudah pulang bik?”

“Belum non?”

Bik Imah pun akhirnya pamit kepadaku untuk pulang kembali ke rumah.

Aku tidak menyangka mas David tega sekali padaku dan anaknya.

Baiklah mas kalau ini maumu, tapi aku pun tidak akan menyerah mas untuk tetap mempertahankan hubungan kita.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Liana CyNx Lutfi

Liana CyNx Lutfi

Kirana jngn cengeng iya harus jd prempuan kuaattttt

2025-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PROLOG
2 BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3 BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4 BAB 4. PINDAH RUMAH
5 BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6 BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7 BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8 BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9 BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10 BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11 BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12 BAB 12. KEINGINAN LUIS
13 BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14 BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15 BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16 BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17 BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18 BAB 18. PENYESALAN DAVID
19 BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20 BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21 BAB 21. MASA LALU TINA
22 BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23 BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24 BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25 BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26 BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27 BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28 BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29 BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30 BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31 BAB 31. MENEMUI TINA
32 BAB 32. KEJUJURAN TINA
33 BAB 33. TINA HAMIL
34 BAB 34. JOGJAKARTA
35 BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36 BAB 36. BIBIT PELAKOR
37 BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38 BAB 38. KIRANA SAKIT
39 BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40 BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41 BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42 BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43 BAB 43. RENCANA JAHAT
44 BAB 44. TERBONGKAR
45 BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46 BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47 BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48 BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49 BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50 BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51 BAB 51.
52 BAB 52. PINDAH KE MANSION
53 BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54 BAB 54. KEGUGURAN
55 BAB 55. KESEDIHAN TINA
56 BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57 BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58 BAB 58. KIRANA HAMIL
59 BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60 BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61 BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62 BAB 62. TINA DEPRESI
63 BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64 BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65 BAB 65. TALAK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
BAB 1. PROLOG
2
BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3
BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4
BAB 4. PINDAH RUMAH
5
BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6
BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7
BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8
BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9
BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10
BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11
BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12
BAB 12. KEINGINAN LUIS
13
BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14
BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15
BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16
BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17
BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18
BAB 18. PENYESALAN DAVID
19
BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20
BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21
BAB 21. MASA LALU TINA
22
BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23
BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24
BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25
BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26
BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27
BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28
BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29
BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30
BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31
BAB 31. MENEMUI TINA
32
BAB 32. KEJUJURAN TINA
33
BAB 33. TINA HAMIL
34
BAB 34. JOGJAKARTA
35
BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36
BAB 36. BIBIT PELAKOR
37
BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38
BAB 38. KIRANA SAKIT
39
BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40
BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41
BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42
BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43
BAB 43. RENCANA JAHAT
44
BAB 44. TERBONGKAR
45
BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46
BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47
BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48
BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49
BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50
BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51
BAB 51.
52
BAB 52. PINDAH KE MANSION
53
BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54
BAB 54. KEGUGURAN
55
BAB 55. KESEDIHAN TINA
56
BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57
BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58
BAB 58. KIRANA HAMIL
59
BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60
BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61
BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62
BAB 62. TINA DEPRESI
63
BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64
BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65
BAB 65. TALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!