BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL

Aku terbangun di jam 5 pagi, dan aku melihat putraku masih terlelap dalam tidurnya. Aku meraba keningnya, dan syukurlah panasnya sudah turun.

Aku bergegas membersihkan diriku di kamar mandi, karena biasanya pagi-pagi akan ada kunjungan dari dokter.

Dan tepat sekali seperti dugaanku, dokter tampan itu datang bersama dua orang perawat, “Bagaimana kabar jagoan kecil ini?” Tanya dokter sambil meraba kepala anakku.

Luis baru sadar dari tidurnya setelah mendengar suara dokter itu. “om dokter, aku sudah sehat. Aku sudah bisa pulang ke rumah kan om? Aku bosan di sini om?” rengek anakku

“Baru satu malam kamu sudah bosan? Maaf kalau om dokter mengecewakan kamu. Untuk hari ini kamu belum boleh pulang, karena kamu belum terlalu pulih benar. Tunggu dua atau tiga hari lagi baru kamu boleh pulang jagoan.” Jelas dokter itu

Anakku sepertinya kecewa karena hari ini belum bisa pulang ke rumah.

“Sayang, sabar ya. Mama janji setelah kamu sembuh nanti, mama akan mengajakmu jalan-jalan ke manapun kamu mau.” Janjiku kepada Luis.

“Benar ya ma? Mama gak bohong kan?”

tanya Luis dengan penuh harap padaku,

“Benar sayangku, mama janji.”

Aku pun memberikan jari kelingkingku padanya dan Luis pun membalas mengaitkan jarinya dengan jariku.

Dokter dan dua perawat itu pun berpamitan dengan kami berdua.

Tidak lama setelah itu Bik Imah datang membawakan makanan untuk kami berdua, tidak lupa juga roti dan buah-buahan untuk Luis.

“Bik, apakah bapak pulang ke rumah?” Tanyaku pada bik imah,

“Maaf non, bapak tidak pulang semalaman.” Jawab bik Imah

“Baiklah kalau begitu bik, makasih ya. Bik imah bisa langsung pulang ke rumah saja. Sebentar siang tidak usah antar makan ke sini ya, kasihan nanti bik Imah bolak -balik. Kalau saya ada perlu apa-apa, saya akan telepon bik Imah” terangku padanya.

Bik imah pun segera berpamitan denganku dan Luis, aku tidak habis pikir Mas David betul- betul tidak mempunyai perasaan sama sekali. Biar anaknya sakit tidak ada sedikitpun rasa kasihan untuk sekedar melihat keadaan Luis.

“Ma, kenapa papa belum ke sini? Aku merindukan papa.” ucap Luis dengan wajah sedihnya.

Ya Tuhan, apa yang harus kujawab ini? aku tidak mungkin menjawab kalau papanya sedang bersama wanita lain.

Aku berusaha menahan air mataku agar tidak keluar, aku tidak ingin menangis di depan Luis. aku tidak ingin nantinya dia akan membenci papanya sendiri.

“Sayang, papa masih sibuk di kantornya. Mungkin agak siang papa akan datang menjengukmu. Sekarang lebih baik Luis makan dulu ya dan setelah itu minum obat dan beristirahat lagi sambil menunggu papa datang.”

Dan akhirnya Luis pun setuju, aku segera menyuapkannya bubur, dan memberikannya obat, dan juga memberikan sepiring buah untuknya.

Dia pun menghabiskan semua makanan yang aku berikan padanya. Mungkin karena pengaruh obat, pada akhirnya dia terlelap juga.

Ketika aku sedang membereskan piring bekas makanan kami. Tiba-tiba dokter tampan itu mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar kami.

“Hai dok, bagaimana? Apa ada yang mau dibicarakan tentang kondisi putraku?”

Dokter itu pun tersenyum mendengar pertanyaanku, “tidak ada apa-apa dengan Luis, dia baik-baik saja. aku hanya ingin bicara sesuatu denganmu, boleh?” ucapnya padaku.

Aku pun menganggukkan kepalaku dan mempersilahkan beliau untuk duduk di sofa.

“Ada apa ya dok? Macamnya serius sekali?” tanyaku penuh rasa was-was padanya.

“Apa kamu sama sekali tidak mengenaliku, Kirana?” tanya dokter tampan itu.

Aku pun menggelengkan kepalaku, karena memang aku merasa tidak mengenal pria ini.

“Kamu Kirana Larasati kan? Yang dulu SMP dan SMA nya di Puspita Bangsa, dan kamu punya nama panggilan kesayangan kiki” ucap dokter itu dengan tersenyum manis

Aku merasa heran kenapa dia bisa tau nama panggilan kesayanganku? Karena yang tau nama ini hanya kedua orangtuaku dan anak laki-laki itu.

HAAA... apa jangan-jangan? Aku menatap lekat wajah dokter itu, apa betul dia teman kecilku, tapi temanku dulu itu sangat gendut dan berjerawatan. Sedangkan dokter ini sangat tampan dengan wajah mulus tanpa jerawat, perawakannya juga tinggi dan kekar.

“Apa kamu itu Agung Baskara ya? Teman masa kecilku dulu?”

Dia pun akhirnya tersenyum dengan sangat manis kepadaku. “akhirnya kamu ingat juga, ki...!"

“Maaf ya, karena kamu yang sekarang beda banget. Dulu kamu gendut dan jerawatan, sedangkan yang sekarang sangat tampan dan bersih.” Jawabku secara jujur dengan malu-malu.

“Iya kan aku udah ada pekerjaan dan mulai merawat diri makanya sudah berubah. Kamu juga sekarang tambah cantik?” ucap agung

“Cantik apanya? Biasa ajalah, gung.” Jawabku sambil tersenyum malu.

“Kamu ke mana aja sih selama ini? setelah lulus SMA yang aku tau, kamu kan pindah? aku sempat mencari tau dari sahabatmu Adelia, tapi Adelia bilang dia juga sudah hilang kontak denganmu. Saat itu aku ingin mencarimu, tapi karena kesibukanku akhirnya aku melupakan untuk mencarimu dan setelah lulus SMA, aku langsung kuliah kedokteran di Singapore. Dan saat itulah aku mulai kehilangan jejakmu.” Jelas agung panjang lebar padaku.

“Sudahlah gak apa-apa, yang penting kan sekarang kita udah ketemu lagi.”

“Kamu gimana kabarnya saat ini, ki? dan sekarang kamu sibuk apa?” tanya agung.

“Kabar aku ya baik lah, Gung. Hanya seperti yang kamu lihat anakku sedang sakit. Aku sekarang fokus menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecilku. Aku sebenarnya lulusan sarjana keuangan, tapi karena suamiku melarang aku kerja, jadi sekarang aku di rumah aja.”

“Hmmm...sayang juga kalau sarjana keuanganmu disimpan rapat-rapat tanpa digunakan.” Ejek agung

“Begini saja ya, ini aku kasih kartu namaku, Kalau seandainya besok-besok kamu butuh kerjaan, kamu bisa hubungi aku.” pesan agung.

“Kamu sepertinya yakin sekali kalau aku akan mencarimu dan meminta pekerjaan padamu?”

“Entahlah? tapi aku merasa dalam waktu dekat ini kamu pasti akan butuh kerjaan.” Jawab Agung sambil mengerlingkan matanya padaku, dan aku pun hanya bisa tertawa melihat tingkahnya itu, yang tidak pernah berubah dari dulu.

Ketika aku sedang asyik berbincang dengan Agung, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Dan di situ muncullah mas David, tapi ia tidak datang sendiri melainkan dengan pelacur sialan itu.

"Kamu masih ingat juga dengan anakmu mas? Dan kenapa kamu datang dengan wanita jalang ini!!" tunjukku pada perempuan itu.

"TUTUP MULUTMU KIRANA!!" PLAKK...

"MAMA...!!" teriak anakku saat dia melihat mas David memukulku.

Dan untuk yang kedua kalinya mas David berani menamparku.

Aku hampir saja terjatuh kalau Agung tidak cepat menahan badanku.

"Kenapa kamu sangat kasar pada istrimu?" tanya Agung pada mas David

"Siapa kamu? Jangan pernah ikut campur urusan rumah tanggaku. Dia istriku jadi terserah aku mau berbuat apa padanya." Jawa Mas David

Agung pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang ini bukan urusannya. Jadi dia pun hanya bisa melihat pertengkaran kami.

Aku segera menghampiri anakku, dia menangis dalam pelukanku. "Kenapa papa tega sekali menampar mama, apa salah mama pada papa?"

Aku pun ikut menangis mendengar pertanyaan anakku.

"Sebaiknya kalian berdua cepat pergi dari sini, brengsek!! Kedatangan kalian malah memperparah penyakit anakku, apalagi kamu pelacur sialan! Silakan kalian tinggalkan ruangan ini, dan jangan pernah kembali ke sini." Teriakku pada mereka berdua, aku muak melihat wajah mereka di sini

"Agung, bisa tolong kamu panggilkan security untuk menyeret keluar kedua orang ini?"

Agung pun segera berteriak memanggil security, dan saat mereka datang aku menyuruh mereka untuk mengusir pengkhianat itu.

"'Jangan sentuh saya, kamu tidak tau siapa saya? Kami akan segera pergi, lagian kami juga tidak mau berlama-lama di sini. Ingat Kirana, kalau ada apa-apa dengan Luis silahkan kamu urus sendiri, karena saya tidak akan pernah perduli lagi!! ayo sayang kita pulang." Ancam mas David padaku, dan pelacur itu pun tersenyum sinis padaku.

Aku benar-benar sedih dan kecewa sekali, aku tidak menyangka mas David setega itu pada aku dan anak kandungnya sendiri.

Aku dan Luis menangis sambil berpelukan, tanpa menyadari kalau masih ada sepasang mata yang menatap kami dengan penuh kesedihan dan mungkin sebuah rasa kasihan kepada kami berdua.

***Bersambung***

Terpopuler

Comments

Liana CyNx Lutfi

Liana CyNx Lutfi

Tak tnggu tngnmu buntung david krn suka sekali menampar kirana

2025-07-17

0

murni l.toruan

murni l.toruan

Ringan banget tanganmu David... semoga cepat di balas oleh Allah

2025-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PROLOG
2 BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3 BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4 BAB 4. PINDAH RUMAH
5 BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6 BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7 BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8 BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9 BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10 BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11 BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12 BAB 12. KEINGINAN LUIS
13 BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14 BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15 BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16 BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17 BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18 BAB 18. PENYESALAN DAVID
19 BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20 BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21 BAB 21. MASA LALU TINA
22 BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23 BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24 BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25 BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26 BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27 BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28 BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29 BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30 BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31 BAB 31. MENEMUI TINA
32 BAB 32. KEJUJURAN TINA
33 BAB 33. TINA HAMIL
34 BAB 34. JOGJAKARTA
35 BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36 BAB 36. BIBIT PELAKOR
37 BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38 BAB 38. KIRANA SAKIT
39 BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40 BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41 BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42 BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43 BAB 43. RENCANA JAHAT
44 BAB 44. TERBONGKAR
45 BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46 BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47 BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48 BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49 BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50 BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51 BAB 51.
52 BAB 52. PINDAH KE MANSION
53 BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54 BAB 54. KEGUGURAN
55 BAB 55. KESEDIHAN TINA
56 BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57 BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58 BAB 58. KIRANA HAMIL
59 BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60 BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61 BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62 BAB 62. TINA DEPRESI
63 BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64 BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65 BAB 65. TALAK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
BAB 1. PROLOG
2
BAB 2. BERTEMU KEMBALI DENGAN TEMAN KECIL
3
BAB 3. MENERIMA TAWARAN BEKERJA
4
BAB 4. PINDAH RUMAH
5
BAB 5. KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA
6
BAB 6. JANGAN HARAP BISA MEMBAWA ANAKKU
7
BAB 7. KEMBALI BEKERJA
8
BAB 8. ANAKKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT
9
BAB 9. BERTEMU PENGACARA
10
BAB 10. HARI PERTAMA BEKERJA
11
BAB 11. PROSES PERCERAIAN
12
BAB 12. KEINGINAN LUIS
13
BAB 13. KEINGINAN LUIS 2
14
BAB 14. ACARA MAKAN MALAM
15
BAB 15. KEGUNDAHAN KIRANA
16
BAB 16. BONUS DARI PERUSAHAAN
17
BAB 17. MASUK RUMAH SAKIT
18
BAB 18. PENYESALAN DAVID
19
BAB 19. PEMANDANGAN YANG MENYENANGKAN
20
BAB 20. AGUNG BASKARA DAN RESMI BERCERAI
21
BAB 21. MASA LALU TINA
22
BAB 22. AGUNG MELAMAR KIRANA
23
BAB 23. KECEMBURUAN DAVID DAN KEDENGKIAN TINA
24
BAB 24. CINTAKU SUDAH TIDAK ADA LAGI UNTUKMU
25
BAB 25. KEDATANGAN OM BURHAN
26
BAB 26. MASA LALU OM BURHAN
27
BAB 27. RENCANA PERJALANAN
28
BAB 28. RENCANA PERTUNANGAN
29
BAB 29. ACARA IJAB KABUL
30
BAB 30. PERJALANAN BISNIS PLUS BULAN MADU
31
BAB 31. MENEMUI TINA
32
BAB 32. KEJUJURAN TINA
33
BAB 33. TINA HAMIL
34
BAB 34. JOGJAKARTA
35
BAB 35. MENGECEK KANDUNGAN
36
BAB 36. BIBIT PELAKOR
37
BAB 37. BERTEMU LAGI DENGAN TEMAN LAMA
38
BAB 38. KIRANA SAKIT
39
BAB 39. OM BURHAN MENEMUI TINA
40
BAB 40. SALING MEMAAFKAN DAN MEMBONGKAR RAHASIA
41
BAB 41. DINDA BERTEMU DENGAN TINA
42
BAB 42. MAKAN MALAM ROMANTIS
43
BAB 43. RENCANA JAHAT
44
BAB 44. TERBONGKAR
45
BAB 45. AKHIRNYA MASUK PENJARA
46
BAB 46. MENYERAHKAN BUKTI
47
BAB 47. MAKAN MALAM BERSAMA
48
BAB 48. KEMBALI KE JAKARTA
49
BAB 49. KIRANA BERTEMU TINA
50
BAB 50. IBU MERTUA YANG SOMBONG
51
BAB 51.
52
BAB 52. PINDAH KE MANSION
53
BAB 53. RENCANA TANTE RINA
54
BAB 54. KEGUGURAN
55
BAB 55. KESEDIHAN TINA
56
BAB 56. MENJENGUK TANTE DINDA
57
BAB 57. MUNTAH- MUNTAH
58
BAB 58. KIRANA HAMIL
59
BAB 59. MEMERIKSAKAN KEHAMILAN
60
BAB 60. ANCAMAN AGUNG
61
BAB 61. SINTA MULAI BEKERJA
62
BAB 62. TINA DEPRESI
63
BAB 63. NADIA MULAI BEKERJA
64
BAB 64. MEMERGOKI SANG SUAMI
65
BAB 65. TALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!