5. AKU MENYUKAINYA

NovelToon
[Dean Lawrence]
***
Gray Arnold
Gray Arnold
Ku dengar kalian putus?
Dean menatap sahabatnya yang baru saja tiba di kafe tempat temu janji mereka.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Tidak ada kah hal lain yang bisa kau tanyakan?
Gray Arnold
Gray Arnold
Ayolah, aku sangat penasaran.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Siapa yang memberitahumu?
Gray Arnold
Gray Arnold
Semua orang membicarakannya di kampus.
Dean menatap Gray.
Gray Arnold
Gray Arnold
Kau tahu kan, pacarmu itu adalah seorang model. Semua orang mengidolakannya!
Gray Arnold
Gray Arnold
Dan kau!
Gray Arnold
Gray Arnold
Kau malah melepaskannya!
Dean melipat tangannya di depan dada.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Dia sendiri yang ingin mengakhiri hubungan kami.
Gray Arnold
Gray Arnold
Tidak mungkin kan tiba-tiba dia ingin putus begitu saja.
Gray Arnold
Gray Arnold
Pasti ada alasannya.
Gray Arnold
Gray Arnold
Jujur padaku. Kau apakan dia?
Dean menghela napas panjang. Ia melihat sekelilingnya.
Suasana kafe tidak terlalu ramai.
Gray Arnold
Gray Arnold
Kalian sudah berpacaran selama lima tahun!
Gray Arnold
Gray Arnold
Apakah kau tidak merasa sangat disayangkan untuk berhenti di tengah jalan.
Dean mendengarkan ocehan Gray.
Gray Arnold
Gray Arnold
Kau tidak akan menemukan gadis seperti Sera di sudut bumi manapun.
Gray Arnold
Gray Arnold
Sera adalah definisi dari kata sempurna.
Gray Arnold
Gray Arnold
Dia cantik, berprestasi, di usia muda pun karirnya sudah bagus!
Gray Arnold
Gray Arnold
Kau sudah gila karena melepas gadis itu.
Dean mengangkat sebelah alisnya.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Pacaran saja dengannya jika kau sebegitu menyukainya.
Gray malah melotot.
Tidak percaya sahabatnya itu akan mengatakan hal seperti itu.
Apakah pria ini benar-benar menyukai kekasihnya dulu?
Setelah dipikir-pikir, Dean nyaris tidak pernah membicarakan Sera dengannya. Hanya Gray saja yang terus memancing Dean untuk membicarakan gadis itu.
Gray Arnold
Gray Arnold
Kau yakin kau suka padanya? Mengapa jawabanmu terdengar seperti orang yang tidak pernah menjalin hubungan selama ini?
Dean terdiam beberapa saat. Ia kembali melihat sekelilingnya.
Ia bahkan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang, dan seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam kafe.
Dean menatap Gray.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Aku menyukainya.
Gray mengerutkan kening.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Kau bertanya kan apa aku menyukainya?
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Tentu saja aku menyukainya.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Aku benar-benar menyukainya.
Gray Arnold
Gray Arnold
Tapi kenapa kau--
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Kurasa kau harus segera mengikuti magang.
Dean mengganti topik obrolannya, agar Gray tidak lagi menanyakan tentang Sera.
Gray Arnold
Gray Arnold
Aku akan segera memikirkanya, untuk saat ini aku masih sibuk mengurus organisasi.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Ya, daripada mengurus urusanku, buatlah dirimu sibuk.
Gray menggerutu. Ia berceloteh panjang lebar kepada Dean.
Dean mendengarkan keluh kesal sahabatnya dan sesekali menanggapi.
***
***
Di seberang jalan, Alluna memperhatikan Dean yang sedang duduk sendirian di dalam kafe.
Pria itu sedang memainkan ponselnya untuk menyibukkan dirinya sendiri.
Alluna Allison
Alluna Allison
Sepertinya dia menunggu seseorang.
Gumam Alluna.
Alluna Allison
Alluna Allison
Kuharap orang itu bukan Sera.
Alluna mendengar kabar dari Jane, bahwa Sera dan Dean sudah mengakhiri hubungan mereka.
Alluna senang sekaligus bingung.
Apa alasan hubungan mereka yang sudah sejauh itu tiba-tiba kandas?
Tapi daripada itu, Alluna merasa senang.
Akhirnya waktu yang ia tunggu telah tiba.
Alluna harus menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaannya, sebelum mereka berubah pikiran dan kembali bersama.
Dilihatnya seorang pria duduk di kursi tepat dihadapan Dean.
Pria itu adalah, Gray, sahabat Dean.
Alluna Allison
Alluna Allison
Apa yang mereka bicarakan?
Karena tak ingin penasaran, Alluna beranjak dari tempatnya dan menuju kafe tersebut.
Ia akan berpura-pura duduk manis di kafe itu sembari belajar. Dipasangnya topi hitam dan sebuah masker di wajahnya, agar Dean tak mengenalinya.
Alluna membuka pintu Kafe. Hawa dingin menusuk kulitnya. Ia cukup grogi jika menyangkut hal tentang Dean.
Namun, raut dan gerak-geriknya tetap saja tampak normal, tak ada tanda-tanda ia gemetaran.
Alluna memang pandai berpura-pura.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Aku menyukainya.
Suara berat Dean sampai ke telinga Alluna.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Kau bertanya kan apa aku menyukainya?
Alluna terlihat berpikir, namun ia tetap melangkah dengan santai.
Siapa yang dimaksud Dean?
Apa mereka sedang membicarakan Sera?
Begitu pikir Alluna.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Tentu saja aku menyukainya.
Dean Lawrence
Dean Lawrence
Aku benar-benar menyukainya.
Hati Alluna berdegup sangat kencang.
Apakah Dean sebegitu sukanya kepada Sera?
Lalu mengapa mereka putus?
Alluna merasa hatinya memanas.
Ia cepat-cepat memesan es americano lalu mengambil tempat duduk yang posisi nya cukup jauh dari Dean.
Alluna mengeratkan topinya.
Ia tidak mendengarkan apa yang pria itu bicarakan, karena kepalanya dipenuhi dengan pertanyaan..
"Apakah Dean sesuka itu kepada kekasihnya?"
Meskipun terkesan jahat, Alluna berharap itu tidaklah benar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!