Aku baru tau, ternyata jika dilihat dari dekat, wajah Senior jauh lebih tampan.
Ucap gadis itu sembari menatap foto Dean yang ada di ponselnya.
Alluna adalah gadis gila.
Ia mengoleksi semua hal tentang Dean.
Kadang-kadang, ia membeli baju yang sama seperti milik Dean, jika itu adalah hari spesial mereka.
Misalnya, saat mereka pertama kali berbicara.
Alluna mengingat baju apa yang dipakai pria itu, dan sebisa mungkin ia harus mendapatkan baju yang sama, sebagai kenangan untuk mengingat momen itu.
Tentu saja hal gila ini hanya Jane saja yang tahu.
Alluna Allison
Pacarku memang tampan.
Gumamnya.
Semua orang di kampusnya, mungkin tahu bahwa Alluna sangat menyukai Dean.
Namun, tiada yang tahu bahwa Alluna se tergila-gila itu padanya.
Tujuh tahun lamanya ia hanya memendam perasaannya.
Ia masih mengingat awal mula ia menyukai Dean adalah saat ia berumur 15 tahun.
Dua tahun pertama, ia tak menyatakan perasaannya karena merasa masih terlalu muda untuk pacaran.
Mungkin satu tahun lagi, menurutnya.
Namun, Alluna menyesali keputusannya itu.
Setelah dua tahun sejak ia menyukai Dean, Dean memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang bernama Sera.
Alluna Allison
Aku tidak menyangka mereka akan berpacaran sampai selama ini.
Gumamnya.
Jadi, Alluna memutuskan untuk menunggu Dean, hingga laki-laki itu benar-benar mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya.
Karena Alluna juga tidak ingin menjadi perusak hubungan seseorang, meskipun setiap hari ia dibakar api cemburu.
Alluna Allison
Aku harus menyimpan rapat-rapat semua benda ini.
Ucap Alluna kembali membereskan kamarnya, saat ia telah membuka sebuah box besar berisi semua hal tentang Dean.
Alluna Allison
Jika orang-orang tahu aku seperti ini, mereka akan menganggap aku aneh dan menjijikkan.
Alluna Allison
Meskipun aku tidak melakukan hal aneh pada semua barang ini, dan hanya mengoleksinya sebagai sebuah momen..
Alluna Allison
Orang-orang tetap akan menganggapku gadis tak tahu malu.
Lagi-lagi, gadis itu bergumam sendirian.
Tok tok tok.
Terdengar sebuah ketukan dari arah pintu.
Cepat-cepat Alluna membereskan kamarnya.
Lalu ia melenggang pergi untuk membuka pintu.
Alluna Allison
Kenapa?
Tanya Alluna dengan nada sinis
Allano Allison
Apa yang kau lakukan?
Allano, saudara kembar Alluna tampak berdiri di depan kamarnya dengan senyum yang Alluna sudah tahu apa artinya.
Alluna Allison
Mengadakan ritual agar kau pergi.
Allano Allison
Sepertinya ritualmu itu tidak manjur.
Allano terkekeh.
Allano Allison
Karena aku masih di sini.
Alluna berkacak pinggang.
Alluna Allison
Ya, ritual ku tidak manjur karena kau adalah setan yang susah untuk dimusnahkan.
Allano Allison
Apakah itu sebuah pujian?
Alluna Allison
Apakah aku terdengar seperti memujimu?
Allano mengendikan bahunya.
Allano Allison
Kurasa begitu.
Alluna Allison
Enyahlah.
Alluna nyaris menutup pintu, namun di tahan oleh Allano.
Alluna Allison
Apa maumu?
Tanya Alluna ketus.
Alluna Allison
Jika ingin menggangguku, pergilah!
Allano tersenyum.
Allano Allison
Hari ini kau tidak keluar?
Alluna Allison
Apa urusannya denganmu?
Allano Allison
Hanya bertanya.
Alluna Allison
Enyahlah!
Allano Allison
Tidak ada janji?
Alluna Allison
Kau mau apa?
Alluna mulai jengkel.
Allano Allison
Ayo keluar.
Alluna Allison
Kemana?
Allano Allison
Aku mau mengajakmu menonton film.
Alluna Allison
Ada apa kau tiba-tiba baik begini?
Allano Allison
Hanya ingin saja.
Alluna terlihat berpikir.
Alluna Allison
Baiklah! Aku juga sedang senggang.
Allano Allison
Tapi..
Alluna Allison
Apa?
Allluna mulai curiga.
Allano Allison
Tidak seru kan kalau kita hanya berdua?
Alluna tersenyum miring.
Jadi dia berbaik hati karena ada maksud tertentu.
Alluna Allison
Baiklah aku akan mengajak Jane.
Allano terlihat senang.
Alluna sangat tahu bahwa saudaranya itu menyukai Jane setengah mati.
Sama seperti dirinya yang apabila sudah menyukai seseorang, ia akan menyukai orang itu dengan sungguh-sungguh.
Mungkin ini adalah keturunan. Pikir Alluna begitu.
Alluna Allison
Tapi dengan satu syarat!
Allano Allison
Ya, aku sudah hapal syaratmu.
Alluna Allison
Apa? Coba beritahu aku.
Allano Allison
Setelah menonton, kita akan jalan-jalan ke Mall. Aku akan membelanjakanmu dan membawakan tasmu. Pokoknya, hari ini kau adalah Yang Mulia Ratu, dan aku adalah pelayanmu.
Alluna tersenyum jahil.
Alluna Allison
Rupanya kau sudah paham dengan keinginan tuanmu ya.
Meskipun sebal, Allano hanya mengikuti kemauannya. Karena jika tidak seperti itu, Alluna tidak akan mau membantunya bertemu dengan Jane.
Alluna lalu bersiap-siap, begitupun Allano. Siang itu mereka habiskan dengan jalan-jalan dan menonton film bertiga.
Comments